KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.29. maaf


__ADS_3

Maaf baru sempat up lagi🙏


SELAMAT MEMBACA📖


☆☆☆☆☆


Tak perduli dengan kedua wanita yang telah melahirkan masing-masing panik memikirkan keduanya yang tak kunjung pulang. Padahal pamitnya hanya ada urusan OSIS itupun katanya cuma sebentar. Tapi nyatanya sampai hampir jam pulang kerja keduanya tak menampakkan batang hidungnya di rumah. Ya, tadi mereka lupa pamit untuk berkunjung ke caffe, bisa jadi Mama Rita juga bunda Risa sekarang sedang kepikiran sejoli itu.


Di dalam mobil keduanya nampak bahagia. Mereka hanya sesekali ngobrol karena Arka masih fokus dengan kemudinya. Tiba-tiba ditengah keheningan Aulia teringat sesuatu. Nampak gadis itu membuka tasnya. Lalu mencari-cari entah apa yang belum juga ketemu.


Kemudian gadis itu membuka sisi lain di tasnya. Mungkin barang yang dicarinya kini telah ditemukan karena tiba-tiba terlihat senyum tipis kedua sudut bibirnya. Dan juga perubahan wajahnya tadi begitu panik tiba-tiba lega setelah menemukan barangnya.


"Cari apa sih Yang? Sibuk banget? " tanya Arka sambil melirik sekilas saat dirasa gadisnya tengah sibuk mengobok-obok tasnya.


"Cari HP kak, ni dah ketemu, he he" jawab gadis itu cengar cengir sambil menunjukkan ponselnya yang sudah dipegangnya.


"Oh kirain apaan" jawabnya tanpa masih fokus dengan jalanan.


"Auli baru keinget ternyata tadi kelupaan ga bilang bunda sama mama kalo kita mampir ke caffe kak" jawab gadis itu sambil membuka kunci ponselnya.


"Astagfirullah kak" kagetnya mendapati notifikasi di ponselnya.


"Ada apa Yang?" Tanya Arka panik.


"Banyak banget notif panggilan dari bunda sama mama kak, pastu mereka khawatir" jawabnya lalu mencoba menghubungi kembali bunda dan mamanya satu persatu.


"Telpon balik Yang" pinta Arka.


"Iya ni Auli baru aja coba hubungi bunda tapi belum diangkat, trus sekarang ini baru hubungi mama" jawab Auli sembari mencoba menghubungi sang bunda juga mama.


"Apa Auli kirim pesan dulu ya kak, mungkin mama atau bunda lagi masak"


"Coba aja Yang, nanti kalo udah coba telpon lagi" saran Arka yang diangguki oleh Aulia.


"Udah Yang ga usah panik gitu bentar lagi juga kita dah sampai rumah kok" Arka mencoba menenangkan tunangannya yang masih saja nampak panik.

__ADS_1


"Pasti mereka khawatir kak, ini semua gara-gara Auli lupa, iiiih kenapa pakai lupa segala sih" Aulia sangat merasa bersalah telah membuat dua wanita spesial dalam hidupnya.


"Jangan salahin diri sendiri Sayang, kalau ada yang disalahin harusnya kakak yang salah" ucap Arka.


"Tapi kan kakak tadi kerja, harusnya Auli tadi cek hp , tapu malah ga sama sekali" ucap gadis itu lemas.


"Kakak tadi juga ga cek hp, mungkin bunda sama mama juga hubungi kakak, udah ya Sayang, yang penting kita ga kenapa-napa" hiburnya.


"Nah kita dah sampai" ucapnya ketika hendak memasuki pekarangan rumah kedua orang tua Aulia.


"Mama di sini Yang, itu mobilnya." Kata Arka begitu melihat mobil yang selalu di pakai mamanya yang tentu saja harus diantar sopir, karena papa Tara ga mengijinkan mama nyetir mobil sendiri.


"Iya kak, cepet kak parkirnya" ucap gadis itu terburu-buru.


"Sabar Yang" ucapnya.


Baru saja Arka menghentikan mobilnya gadis itu buru-buru keluar dari mobil lalu main nyelonong masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan salam seperti biasanya. Yang ada dalam pikiran gadis itu hanya ingin segera bertemu dengan kedua wanita yang sangat berharga dalam hidupnya.


Melihat tingkah tunangannya Arka hanya geleng-geleng kepala meski dalam hatinya bangga dengan rasa cinta yang dimiliki gadis itu untuk mamanya. Bahkan Aulia sama sekali tak membeda-bedakan antara kedua orang tuanya dengan orang tua Arka.


Tanpa mempedulikan Arka yang ditinggalnya di dalam mobil gadis itu segera menemui bunda serta mama yang mungkin saja sudah menunggu kedatangannya sejak tadi.


"Bunda, mama, maafin Auli" ucapnya setelah mendapati bunda serta mama duduk di ruang keluarga.


"Maafin Auli lupa ga kasih kabar lagi kalau mau pulang sesore ini" jawabnya lalu duduk di hadapan keduanya.


"Sayang, syukurlah kalian baik-baik saja, mama khawatir sama kalian" ucap mama Rita sambil membelai lembut rambut calon menantunya yang kini duduk bersimpuh di depan mama Rita juga bunda Risa.


"Maaf, maaf" lirih Aulia tanpa terasa air matanya pun menetes.


"Iya Sayang bunda juga khawatir,lain kali jangan diulang lagi ya" ucap bunda menasehati.


"Iya bun, ma, maafin Auli juga kak Arka ya, maaf udah bikin kalian khawatir" ucapnya lalu memeluk keduanya.


"Udah dong Sayang kamu jangan salahin diri sendiri terus, kakak juga salah" ucap Arka yang sudah berdiri di belakang Aulia saat gadis itu terus saja minta maaf.

__ADS_1


Mendengar suara Arka ketiganya pun melepaskan pelukannya lalu menoleh. Mendapat tatapan dari ketiga wanita di depannya Arka segera menghambur memeluk ketiganya seraya mengucapkan maaf berkali-kali.


"Maaf, bun , ma, maafin Arka ya" ucapnya kemudian melepas pelukannya lalu menatap dalam Aulia.


"Sayang maafin kakak ya,gara-gara kakak kamu jadi merasa bersalah gini" ucapnya membelai rambut tunangannya itu.


"Ada apa ini?" Tanya ayah Tara yang baru saja pulang kerja.


Semua menoleh ke sumber suara. Keempatnya terdiam dalam posisi masing-masing. Sampai tersadar dengan pertanyaan berikutnya dari orang yang sama yaitu ayah Restu.


"Ada apa sih bun? Kok ramai-ramai?" Tanyanya lagi.


"Loh, kalian pada nangis" suara ayah khawatir begitu menyadari ternyata mata ketiga wanita di depannya sembab terlihat kalau habis menangis.


"Ga ada apa-apa kok yah, biasa ada sedikit drama" ucap Arka setelah melihat kepanikan di raut muka calon ayah mertuanya.


"Oh, emang ada drama apalagi?" Tanya ayah lega.


Kemudian Arka menjelaskan semuanya dari awal tentang kejadian tadi hingga akhirnya para wanita di sebelahnya itu menangis bersama. Padahal sebenarnya karena mereka saling menyayangi.


"Oh ayah paham sekarang" jawab ayah Restu manggut-manggut.


"Ya sudah yang penting sekarang semua baik-baik saja" ucap ayah pada ketiga wanita di depannya.


"Oiya, jangan bilang mama kamu juga belum pamit sama papamu kalau lagi ada di sini, nanti ada drama lagi" ucap ayah menyadari hal itu.


"Ya ampun mama lupa Ar, tolong kamu telpon papa nak" ucap mama heboh.


"Iya ma" jawab Arka kemudian mengambil ponsel di dalam saku celananya dan menghubungi papa Tara. Setelah tersambung Arka pun langsung mengutarakan niatnya menghubungi papa Tara.


○●●●○


Terimakasih buat dukungan like, komen juga vote dari para readers atas ceritaku ini yaa🙏


Terimakasih sudah membaca. Ditunggu kisag Aulia & Arka selanjutnya🤗

__ADS_1


__ADS_2