KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.45. Istri sah


__ADS_3

Satu persatu tak lupa mengucapkan selamat atas pernikahan Arka dan Aulia. Meskipun bukan saat yang tepat mengingat usia keduanya. Tapi tetap ada rasa kebahagaian yang di rasakan oleh seluruh keluarga yang bisa hadir.


Begitu juga dengan kedua pengantin cilik itu. Meskipun keduanya belum tahu apa yang harus mereka lakukan kedepannya. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa mereka berdua sangat bahagia karena telah sah menjadi suami istri.


Ya mereka sekarang justru bisa menjalani pacaran yang sah. Pacaran setelah menikah. Semoga keduanya bisa saling jatuh cinta bukan hanya berkomitmen saling mencintai seperti yang selama ini mereka lakukan. Dan yang paling penting semoga keduanya bisa menyadari saat merasakan jatuh cinta pada pasangannya dan bisa mengungkapkan. Agar terasa lebih lengkap kebahagiaan yang mereka rasakan.


"Kalian gapapa kan akad nikahnya cuma kaya gini?" Tanya papa Tara setelah sumua berkumpul di sofa.


"Gapapa kok pa" jawab Arka.


"Iya kan Yang?" Meminta dukuangan Aulia agar sang papa tidak merasa tak enak hati lagi.


"Iya kami gapapa kok pa, yang penting sekarang kakek bisa sembuh lagi" sambil tersenyum ke arah papa mertua.


"Makasih ya nak, kalian mau mengabulkan keinginan kakek, semoga dengan ini kakek bisa segera sembuh, karena sudah tak kepikiran soal ini" tulus mama Rita merangkul Aulia yang ada di sampingnya.


"Aamiin" semua mengaminkan.


"Mulai sekarang Auli tinggal di rumah mama papa ya, kan udah jadi istri sah kak Arka, kalian ga usah tinggal di rumah sendiri"ucap mama Rita pada menantunya.


"Tapi kalau kalian kapan pun mau nginap di rumah ayah sama bunda juga boleh kok, jadi Auli ga udah khawatir, kalau kangen sama ayah bunda masih bisa ketemu" lanjut mama Rita sambil tersenyum ketika melihat raut muka Aulia yang seolah berat meninggalkan kedua orang tuanya.


"Iya ma, makasih ya, mama udah ngertii kalau Auli emang belum bisa jauh dari bunda" ucap Aulia sambil melihat ke arah sang mama dan bunda bergantian.


"Iya Sayang, karena sekarang Auli udah nikah, jadi mulai sekarang Auli akan tinggal di rumah suami Auli" bunda Risa menjelaskan pada putri jesayangannya. Meskipun jauh di lubuk hatinya sangat berat ditinggalkan oleh putrinya.


"Iya bun, maafin Auli ya bun, yah, ga bisa sama-sama terus sampai kalian tua nanti, tapi Auli janji akan sering jenguk kalian" ucap Aulia mendekati kedua orang tuanya. Tanpa terasa air matanya mengalir membasahi kedua pipi mulusnya.


"Iya Sayang, udah ga boleh nangis lagi ya, nanti bunda ikutan nangis lo" goda sang ayah berusaha menghibur putrinya.

__ADS_1


"Iya yah, Auli sayang bunda sama ayah" ucap gadis yang baru saja resmi menyandang status istri itu sambil memeluk kedua orang tuanya.


"Sudah ah nangisnya kan masih bisa ketemu kapan pun Auli mau" hibur sang bunda melepas pelukan Aulia.


"Iya bun" ucap Aulia kemudian kembali duduk di tempat semula, di dekat mama Rita


Tak lama pintu kamar diketuk dari luar. Ternyata seseorang dari jasa online food yang mengantar makanan pesanan mama Rita dan bunda Risa.


"Oh mungkin itu yang dari pesanan kita Rit, biar aku aja yang bukain pintunya" ucap bunda Risa yang kebetulan duduknya lebih dekat dengan pintu.


"Sepertinya iya, tapi kalau butuh bantuan bilang ya" jawab mama Rita sambil melihat jam yang melingkar di lengan kirinya


"Ga usah biar kurirnya yang bawain masuk" ucap bunda sambil berjalan untuk membuka pintu.


Benar seperti dugaan bunda Risa bahwa yang datang adalah makanan pesanannya. Kemudian bunda mempersilakan masuk. Dan memintanya meletakkan di atas meja.


"Bunda sama mama cuma bisa pesan ini Sayang, soalnya ga bisa pesan lebih kalau dadakan kaya gini." Ucap mama Rita begitu si pengantar makanan telah keluar.


"Wah Arka malah ga nyangka lo ma, bun, kalau kita juga bakalan makan-makan kayak gini" sambung Arka yang merasa surprise atas ide sang mama dan bunda.


"Jadi lengkap sekarang habis akad nikah trus makan-makan" celetuk Adrian.


"Kamu ma yang dipikirin makannya mulu sih Dri" ucap ayah Restu yang membuat yang lain tertawa.


"Sini Rin, baby Aura biar bunda yang pangku, kamu makan dulu mumpung babynya lagi bobo" ucap bunda sambil mengambil baby Aura yang tertidur di pangkuan sang mama.


"Iya bun, Arin juga udah laper ni" menyerahkan baby Aura sambil cengar-cengir. Sejak menyusui Arin merasa lebih sering cepat lapar padahal dulu sering lupa makan.


"Letakkan sini aja bun biar bunda bisa makan bareng juga, biar Ar duduk di situ" Arka memberikan tempat duduknya buat menidurkan baby Aura. Dan menunjuk sofa tempat duduk Aulia yang masih nyisa sedikit.

__ADS_1


"Mana muat Ar? Bilang aja kalau modus mau deket-deket Auli mentang-mentang udah sah" celetuk Arka membuat pipi Aulia merona.


"Biarin modus udah sah ini, ya ga Yang" Arka pindah tempat duduk mendekati Aulia lalu tiba-tiba mencium pipi sang istri yang makin membuat pipi Aulia merah. Selain malu Aulia juga terkejut dengan aksi sang suami.


"Heem dasar sekarang dah berani nyosor putri kesayangan ayah tuh yah" lapor Adrian pura-pura ga terima.


Sementara Arka hanya terkekeh mendengar ucapan sang kakak ipar.


"Sudah-sudah ayo makan dulu, jangan brisik tar kakek sama baby Aura kebangun lagi" ucap bunda Risa menyudahi perdebatan kecil antara Adrian dan Arka.


"Iya betul ayo makan dulu, kalau belum makan belum boleh pulang" ucap mama Rita mendukung ucapan sang besan.


Semua pun akhirnya menikmati makanan masing-masing dengan tenang. Kebetulan hari juga sudah siang jadi mereka pun sudah merasakan lapar setelah keribetan sesaat tadi. Dan setelah selesai makan pun ada yang pulang ada juga yang masih di rumah sakit.


Adrian beserta istri segera pamit undur diri karena kasihan kalau baby Aura harus berlama-lama di rumah sakit.


"Ok bun, yah, om om dan tante semua saya pamit dulu ya, kasihan babynya udah kelamaan di rumah sakit" pamit Adrian pada semuanya.


"Iya bener kasihan babynya, hati-hati nyetirnya ya nak" jawab mama Rita mewakili yang lain.


"Sini oma mau cium cucu oma dulu"Arin pun mendekat ke arahh mama Rita.


"Eeeemuach" menciumi selurah wajah putri kecil Adrian dan Arin namun sama sekali si kecil tak terusik masih saja bobo dengan nyenyaknya.


"Kapan-kapan bawa baby Aura main ke rumah mama ya Rin" lanjut mama Rita setelah puas mencium pipi tembem baby Aura.


"Iya ma, insyaAllah kalau mas Adrian bisa antar kami main ke rumah, sekarang kami pamit dulu ya" jawab Arin.


"Iya Sayang" jawab mama Rita. Keduanya pun cipika-cipiki.

__ADS_1


○●●●○


Bersambung.....


__ADS_2