KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.57. Mencuri mencium


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA📖


Sepulang dari sekolah. Ketiga orang yang tak lain adalah Aulia, Arka dan mama Rita segera menuju ke rumah sakit di mana tempat kakek Wisnu dirawat. Karena hari sudah siang mereka juga menyempatkan diri untuk mampir untuk makan siang terlebih dulu. Sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.


Saat ini ketiganya sudah sampai di rumah sakit. Lebuh tepatnya sudah berada di dalam ruang rawat kakek. Saat sampai di ruangan itu. Ternyata kakek sedang diperiksa oleh seorang dokter yang didampingi seorang suster yang mencatat perkembangan kesehatan pasiennya.


"Gimana kondisi kakek, dok?" Tanya Arka setelah dokter itu selesai memeriksa kakek.


"Alhamdulillah, perkembangan kesehatan Tuan Wisnu sangat baik, kalau bisa stabil besuk atau lusa boleh pulang" kata dokter itu ramah.


"Alhamdulillah" ucap ketiganya.


"Terimakasih dok" lanjut mama Rita mewakili.


"Sama-sama, kami permisi dulu, masih ada pasien yang harus diperiksa" pamit dokter itu diikuti srmyum dari suster di sampingnya.


"Silakan dokter"jawab mama Rita.


Kemudian dokter itupun keluar dari ruang rawat kakek.


"Maaf ya kek, tadi kakek harus sendirian ga ada yang jagain" ucap Arka setelah mendekat ke brangkar kakek.


"Gak apa-apa nak, toh kakek sudah merasa enakan" jawab kakek maklum.


"Gimana sudah ambil Rapotnya?" Tanya kakek kemudian.


"Udah kek, mulai besuk udah libur, jadi Auli bisa temani kakek seharian" jawab Aulia semangat.


"Senang banget mau libur ha ha" ucap kakek terkekeh mendengar suara gadis itu yang semangat.


"Iya dong, kan Auli pengen temani kakek, biar kakek cepet sembuh" jawab Aulia. Suaranya terdengar manja.


"Aamiin, iya kakek sudah gak betah di sini, kakek mau pulang" keluh kakek setelah mengaminkan do'a cucu menantunya.

__ADS_1


"Kata dokter tadi kalau kondisi papi stabil, besuk atau lusa sudah boleh pulang, jadi kakek harus patuhi saran dokter ya, kalau mau segera pulang" ucap mama Rita mengingatkan kakek Wisnu yang kadang suka susah disuruh minum obat.


"Iya kek, apa yang mama bilang benar, jadi kakek ga boleh nolak kalau disuruh minum obat" sambung Arka setuju dengan sang mama.


"Iya iya mulai sekarang kakek akan nurut biar bisa cepat pulang" jawab kakek.


"Kalau gitu kakek makan dulu ya, Auli tahu kakek belum makan, biar Auli suapin" ucap Aulia setelah melihat jatah makan siang kakek masih utuh, belum tersentuh sedikitpun.


"Ya ya kakek nyerah, memang kakek belum makan, sini kakek mau disuapin" ucap kakek membuat ketiga orang yang menyayanginya itu tersenyum puas.


Akhirnya Aulia menyuapi kakek. Lalu memberikan obat yang sudah disiapkan oleh suster agar segera diminum oleh kakek. Setelah kegiatan itu selesai mama Rita segera meminta kakek untuk segera istirahat.


\=\=\=\=\=\=


Sejak dinyatakan kondisinya membaik dan jika kondisi kesehatan kakek stabil maka dokter akan mengijinkan kakek pulang. Semangat kakek Wisnu kembali bangkit lagi dan mau menuruti semua kata dokter. Apalagi selama libur sekolah. Aulia selalu semangat menemani kakek, gadis itu selalu senang dan tulus saat merawat kakek seperti menyuapi juga memberikan obat untuk kakek.


Saat ini kakek sudah boleh pulang sesuai yang dijanjikan oleh dokter. Dengan syarat kakek harus selalu menjaga pola makan juga tidak boleh terlalu banyak pikiran dan tidak boleh terlalu capek.


"Kakek istirahat dulu ya, awas lo ga boleh bantah, kakek harus ingat kata dokter" ucap Aulia mengingatkan terdengar seperti mengancam tapi membuat semua orang terkekeh mendengarnya. Karena dengan suara manja gadis itu malah jadinya terdengar lucu.


"Dengan senang hati Auli akan antar kakek" jawab Aulia tersenyum.


Kemudian Aulia menggandeng tangan kakek menuju kamar kakek Wisnu yang ada di sebelah kamar mama Rita dan papa Tara yang masih dapat di lihat dari ruang keluarga.


"Selamat tidur kakekku Sayang, Aulia tinggal dulu ya" pamit Aulia setelah mencium kening dan menyelimuti hingga menutupi dada sang kakek.


"Terimakasih dokterku Sayang" jawab kakek tersenyum merasa senang karena merasa bahwa Aulia semakin menyayanginya.


"Sama-sama" jawab Aulia tersenyum tulus kemudian meninggalkan kakek sendirian di kamar supaya bisa istirahat.


Sesampainya di luar Aulia menuju ke ruang keluarga. Di sana masih ada mama Rita juga Arka yang menunggunya. Sementara papa Tara langsung kembali ke kantor.


"Papa mana ma?" Tanya Aulia setelah melihat sekeliling rumah yang dapat dijangkau dari ruang keluarga, tapi tak mendapati papa mertuanya itu.

__ADS_1


"Papa balik lagi ke kantor Sayang, masih ada kerjaan" jawab mama yang dijawab "oh" oleh Aulia.


"Kakak ga kerja?" Tanya Aulia menoleh ke arah Arka yang duduk di sampingnya. Lebih tepatnya Aulia lah yang sengaja duduk di sebelah sang suami yang lebih dulu duduk di ruang keluarga saat Aulia mengantar sang kakek ke kamar tadi.


"Engga Yang, tanggung" jawab Arka.


"Tanggung kenapa kak?" Tanya Aulia yang ga paham.


"2 jam lagi jam pulang kantor, jadi kakak hari ini masuk setengah hari aja" Arka menjelaskan kepada istri polosnya sambil tersenyum.


"Ooo gitu?" Tanya Aulia manggut-manggut.


"Iya Saayaaaang" ucap Arka gemas menangkup pipi sang istri hingga bibir Aulia monyong. Kemudian mencium kilas bibir sang istri setelah melirik memastikan sang mama tak melihatnya. Dan saat itu mama Rita sedang sibuk dengan ponselnya. Entah mengapa Arka begitu senang mencuri mencium sang istri seperti itu. Padahal kalau dia mau kalau melakukan di kamar juga sang mama tak akan melihatnya.


Serangan Arka yang tiba-tiba itu spontan membuat wajah Aulia merona karena malu juga takut kalau sang mama melihat aksi suaminya.


"Arka lepas pipi Auli kasihan tuh mukanya sampai merah gitu" ucap mama Rita ketika melihat Arka masih menangkup wajah mungil sang istri.


"He he iya ma, habisnya lucu sih" ucap Arka sambil melepaskan tangannya dari pipi Aulia.


"Mama mau istirahat dulu ya, kalian sebaiknya juga istirahat, nanti malam ada yang mau kami bicarakan sama kalian" ucap mama lalu meninggalkan Arka dan Aulia tanpa menunggu rrspon dari keduanya.


"Emang mau bicara apa ma?" Tanya Arka yang masih bisa di dengar sang mama.


"Nanti malam juga tahu" ucap mama Rita setelah berhenti dan membalikkan badannta menghadap putra semata wayangnya serta menantu kesayangannya.


"Baiklah" jawab Arka menyerah. Percuma memaksa sang mama untuk mengatakan tentang masalah apa yang akan dibicarakan.


"Yasudah, kalian istirahatlah" ucap mama Rita kemudian menbalikkan badannya lagi lalu masuk ke kamarnya.


"Kira-kira mau ngomong apa ya kak?" Tanya Aulia juga sangat penasaran dengan ucapan sang mama mertua.


○●●●○

__ADS_1


Bersambung.....


Makasih buat Readers juga para Author yang udah mampir dan mendaratkan dukungan baik like, komen maupun vote🙏


__ADS_2