KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.84. Curhat dengan Kakak Ipar


__ADS_3

Akhirnya semua urusan sudah selesai. Kini Aulia, Arka dan Adrian masuk ke dalam mobil. Tak lama dari itu pak Tono segera menyalakan mobil dan dengan penuh hati-hati mobil pun meninggalkan puncak menuju ke rumah.


Jarak yang ditempuh sekitar dua jam, saat ini sudah pukul 10 malam diperkirakan jam 12 malam nanti mereka sampai di rumah. meskipun hari sudah malam dan jalanan juga lumayan sepi, tapi pak Tono tetap mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Karena tak mau membahayakan nyawa majikan juga sudah tentu nyawanya sendiri.


Sebenarnya Arka meminta pak Tono untuk menambah kecepatan mobilnya. Tapi setelah mendengar penjelasan pak Tono yang dibantu oleh kak Adrian agar lebih baik hati-hati, karena yang terpenting sekarang ini adalah mereka bisa sampai di rumah dengan selamat. Akhirnya Arka pun setuju, lalu mengiyakan dan menuruti kedua orang yang lebih tua darinya itu.


"Sayang, kamu bobok aja dulu, perjalanan masih jauh, nanti kakak bangunin," ucap Arka seraya menoleh ke arah Aulia yang duduk di sampingnya.


"Auli gak bisa bobok kak, Auli jadi kepikiran kakek, takut kakek kenapa-napa," jawab Aulia sendu.


"Sayang, kita berdo'a aja ya, semoga kakek baik-baik saja," ucap Arka menenangkan sang kekasih hati.


"Iya kak," jawab Aulia sejenak gadis itu terdiam sambil memejamkan mata, lalu tak pama kemudian kedua tangannya mengusap wajahnya seraya mengucap Amin. Ternyata Aulia langsung mendo'akan sang kakek saat itu juga.


"Sayang, kamu bobok ya, biar nanti begitu kita sampai kamu bisa langsung menemani kakek,"Arka masih saja berusaha membujuk gadisnya.


"Kalau kamu gak mau bobok kakak gak izinin kamu buat temani kakek malam ini," lanjut Arka sedikit mengancam saat tak mendapat respon dari gadisnya.


"Eh kok gitu sih kak, trus ngapain kita pulang kalau Auli gak boleh temani kakek," protes Aulia. Gadis itu tak terima kalau tak diizinkan sang suami untuk menemui sang kakek.


"Makanya kamu sekarang istirahat dulu aja, biar nanti ada tenaga dan gak capek buat nungguin kakek" rayu Arka lagi.


"Emang kamu mau nungguin kakek tapi sambik ngantuk-ngantuk gitu, lanjut Arka.


"Ehm ya udah Auli mau bobok," jawab gadis itu akhirnya mengalah. Toh memang sebenarnya matanya juga sudah ngantuk. Tapi karena hatinya tak tenang memikirkan sang kakek jadi gadis itu menahan rasa kantuk yang sebenarnya sudah menyerang dari tadi saat menungggu sang kakak datang menjemput.

__ADS_1


"Sini," ucap Arka sambil menepuk pangkuannya agar gadisnya merebahkan badannya dengan berbantal pangkuannya.


"Tapi kak," ucap Aulia ragu.


"Biar boboknya enak," ucap Arka seraya menarik sang gadis agar segera merebahkan badannya.


Akhirnya dengan pasrah Aulia merebahkan diri dengan berbantalkan pangkuan sang suami. Arka pun segera membenarkan posisi duduknya agar sang istri bisa nyaman tertidur di pangkuannya.


Sedangkan Adrian, laki-laki itu mengulas senyum, melihat interaksi antara adik dan adik iparnya itu, jauh di lubuk hatinya dia merasa bahagia karena meskipun hasil perjodohan, ternyata keduanya terlihat saling menyayangi. Semoga saja keduanya segera menyadari perasaaan mereka masing-masing kemudian saling mengungkapkan perasaan itu. Dengan demikian hubungan mereka akan semakin kuat. Itulah sekelebat pikiran Adrian yang mengharapkan hubungan rumah tangga adiknya kelak akan baik-baik saja dan dijauhkan dari masalah.


"Kak, ada kabar dari rumah gak?" Tanya Arka setelah memastikan istrinya sudah tertidur dwngan nyenyak. Karena tiba-tiba Arka merasa hatinya sangat cemas.


"Eh, gak ada Ar, kamu yang tenang aja, berdo'a aja yang terbaik buat kakek," jawab Adrian yang tersadar dari lamunannya.


"Iya sih kak, tapi Ar gak bisa tidur," jawab Arka lesu.


"Tadi aja kamu bisa ngomong gitu ke Auli, masak sekarang kamu malah lebih keras kepala dari gadis manja itu sih," cebik Adrian mengolok Arka.


"Gadis manja ini istri Ar lo kalau kakak lupa," ucap Arka tak terima kakak iparnya mengolok sang istri.


"Hem dasar bucin," ucap Adrian mencibir.


"Emang kamu sudah menyatakan perasaanmu ke Auli?" Tanya Adrian penasaran. Pikirnya ini saat yang tepat mengungkapkan pertanyaan yang sudah mengganjal di benaknya ini.


"Belum berani kak, Ar takut malah jadi beban buat Auli, kalau Auli udah ada rasa baru Ar akan ungkapin semua rasa di sini," jawab Arka yang terasa dalam membuat Adrian seketika merubah posisi duduknya agar bisa lebih leluasa melihat wajah sang adik ipar.

__ADS_1


"Kenapa kamu berfikir seperti itu?" Tanya Adrian heran. Apalagi saat melihat ekspresi wajah Arka yang takut ditolak saat menyatakan perasaan oada gadis incarannya. Padahal kenyataannya gadis itu sudah menjadi miliknya.


"Entahlah," jawab Arka sembari mengedikkan bahunya.


"Ya gimana baiknya aja menurut kamu, kakak cuma kasih saran, lebih baik secepatnya ungkapkan perasaanmu, karena kakak yakin Auli juga punya perasaan yang sama ke kamu," ucap Adrian menasehati.


"Iya kak, Ar cari waktu yang tepat dulu," jawab Arka.


"Jangan lama-lama, karena kakak rasa hubungan kalian akan semakin erat dan kuat setelah kalian tahu dengan perasaan masing-masing," ucap Adrian sok bijak. Meskipun apa yang dikatakan itu juga masuk akal.


"Seyakin itukah kakak akan perasaan adikmu terhadapku kak?" Ucap Arka sendu. Terbesit rasa takut jika istrinya belum mencintainya. Dan hanya menjalani perannya sebagai seorang istri sesuai komitmen mereka berdua yang akan saling melengkapi satu sama lain, layaknya orang yang menikah karena saling mencintai dan bukan karena dijodohkan.


"Ya, kakak sangat yakin," jawab Adrian tanpa ragu sedikitpun.


"Apalagi yang kamu ragukan?" Tanya Adrian mulai serius.


"Entahlah kak, sebenarnya aku bukan ragu, tapi takut, takut kalau ternyata Aulia belum ada oerasaan apapun padaku, sehingga setelah aku mengatakan perasaanku aku takut membuatnya tertekan dan merasa dituntut untuk segera membalas cintaku," jawab Arka sungguh-sungguh bisa mengeluarkan unek-uneknya yang dipendam selama ini. Ya baru kali ini Arka bisa senyaman ini curhat dengan orang lain. Apalagi curhat tentang isi hatinya dengan kakak iparnya sendiri, kakak dari istrinya. Wanita yang dibicarakan saat ini.


"Kakak suka kamu bisa jujur sama kakak, dan terima kasih karena kamu begitu tulus mencintai Auli, kakak do'akan semoga kamu segera menemukan waktu yang pas untuk mengungkapkan perasaanmu terhadap adik kecilku yang manja itu," ucap Adrian tulus sembari tersenyum saat mengucapkan kata manja.


"Gak perlu berterima kasih kak, jujur saja entah kenapa aku sudah menyukai Auli sejak aku di kasih tahu kakek soal perjodohan ini. Bahkan aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama saat pertama kali bertemu setelah remaja. Walau bagaimanapun aku sudah bisa mengingat pertemuan kami, meskipun saat itu kami masih sama-sama kecil," ucap Arka sembari tersenyum simpul mengingat wajah Auli kecil sesuai ingatannya.


○●●●○


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2