KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.91. Kecipratan Special


__ADS_3

"Makasih karena kalian membebaskan Ar buat menentukan pilihan sendiri, tapi sebelumnya boleh gak kalau Kakak tanya sesuatu sama kamu Yang?" Ucap Arka sekaligus bertanya pada Aulia.


"Boleh, mau tanya apa kak?" Jawab Aulia yang langsung menanyakan pada Arka.


"Kalau nanti kamu udah lulus, mau lanjut kuliah di mana?" Tanya Arka.


"Kalau Auli sih dari dulu pengen jadi dokter anak kak, soal kuliah dimana Auli gak begitu mempermasalahkan, karena Auli fikir yang penting dapat izin dari ayah mau kuliah di mananya, tapi karena sekarang Auli udah menikah, jadi yang paling penting adalah Auli dapat izin dari kakak sebagai suami Auli," jawab Aulia


"Ok kakak dukung keinginan kamu buat jadi dokter anak Yang," jawab Arka tersenyum.


"Tapi kamu mau gak nanti kuliah di universitas yang sama dengan kakak entah itu di dalam maupun di luar negeri?" Lanjut Arka.


"Makasih kakak udah mau dukung cita-cita Auli, dan InsyaAllah Auli akan berusaha agar bisa masuk di universitas tempat kakak kuliah, semoga aja dikabulkan oleh Allah" jawab Aulia.


"Aamiin," Arka, Mama Rita serta Papa Tara serempak mengaminkan do'a dan harapan Aulia.


"Makasih Yang, kakak sekarang sudah yakin kalau lebih baik kita kuliah di Indonesia aja, kamu gak kecewa kan dengan keputusan kakak?" Tanya Arka.


"Engga kak, Auli gak pernah kecewa, justru seharusnya Auli berterima kasih sama kakak, karena kakak memilih untuk tetap di sini," jawab Aulia disertai senyuman. Betapa bahagia hatinya mendengar jawaban bahwa Arka tak harus meninggalkannya satu tahun untuk mencapai cita-citanya.


"Tapi bukan karena Auli kan kak kalau kakak pilih kuliah di sini?" Tanya Aulia ragu.


"Auli gak mau hanya gara-gara Auli semua rencana dan cita-cita kakak jadi gagal dan kacau, Jadi jangan gara-gara Auli kakak membuat keputusannya" lanjut gadis itu lirih.


"Jujur aja kakak dari dulu dilema kalau harus kuliah di luar Yang, makanya sampai sekarang kakak belum bisa memilih mau kuliah dimananya. Kalau kakak kuliah di luar bagaimana dengan kerjaan kakak di sini? Meskipun di kantor masih ada Papa dan di Caffe juga ada mas Reno, tapi kakak gak mau dapat enaknya aja Yang, kakak tetap harus belajar bekerja di kantor Papa, agar kelak saat kakak diberi kepercayaan saat harus menggantikan Papa, kakak sudah tahu suka dukanya jadi karyawan biasa. Jadi kakak sedikit banyak sudah bisa bertanggung jawab," jawaban Arka yang panjang kali lebar itu justru membuat sang Papa semakin bangga dengan putra semata wayangnya. Begitu juga dengan sang Mama yang sudah menangis terharu. Dan juga Aulia yang merasa lega sekaligus bangga mendengarnya.


"Baiklah kalau tujuanmu seperti itu, Papa akan selalu mendukung keputusanmu Nak, Papa benar-benar bangga dengan fikiranmu yang luar biasa itu," ucap Papa Tara bangga sembari merangkul sang putra.


"Makasih Pa, Ar lega karena Papa gak menuntut Ar harus kuliah di luar," jawab Arka lega.


"Papa gak akan pernah menuntut nak, apapun keputusan kamu asal kamu bisa bertanggung jawab dengan keputusa yang kamu buat pasti Papa akan selalu mendukungmu,"jawab Papa tegas.

__ADS_1


"Makasih Pa, InsyaAllah Ar akan berusaha keras semampu Ar buat bertanggung jawab,"jawab Arka yakin.


"Terus kamu udah mikirin mau masuk universitas mana Ar?" Tanya Mama Rita.


"Nanti Arka pilih-pilih dulu mana yang cocok sama Ar Ma, kalau udah pasti nanti Ar kasih tahu Mama," jawab Arka karena dia ingin membahasnya dulu dengan Aulia.


"Baiklah, Mama tunggu Sayang," jawab Mama Rita sembari tersenyum.


"Oh ya, memangnya hari ini kalian gak jadi ke rumah Ayah Bunda?" Tanya Papa Tara yang tiba-tiba teringat rencana sang Putra yang sudah disampaikan nya tadi malam untuk mengunjungi sang mertua.


"Jadi Pa, nanti jam sepuluh berangkatnya Pa," jawab Arka lalu melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Eh Yang ternyata udah jam setengah sepuluh, mending kita siap-siap aja dulu yuk," ajak Arka setelah mengetahui sebentar lagi jam sepuluh.


"Iya kak, ayo," jawab Aulia.


"Ma, Pa, kami siap-siap dulu ya," lanjut gadis itu pamit pada sang Mama Papa Mertua.


Akhirnya Aulia dan Arka pun kembali ke kamar untuk bersiap-siap berkunjung ke rumah Ayah Bundanya yang sudah sangat dirindukannya. Selesai bersiap keduanya pun segera turun untuk menemui Mama Rita dan Papa Tara yang sekarang sudah duduk di ruang keluarga.


"Pa, Ma, kami berangkat dulu ya," pamit Arka yang lansung mencium punggung tangan sang Papa bergantian dengan sang Mama lalu cipika cipiki dengan sang Mama dan diikuti oleh Aulia yang melakukan hal yang sama dengan Arka.


"Sayang Mama juga titip ini ya, buat makan siang nanti di rumah Bunda,"ucap Mama Rita memberikan rantang susun pada Aulia.


"Rendang ya Ma? Pasti Bunda suka banget nih dibawain rendang buatan Mama," ucap Aulia setelah menerima rantang dari Mama Rita.


"Emang mama sengaja buatin Bunda kamu begitu tahu kalian mau ke sana," jawab Mama Rita tersenyum.


"Pantesan tadi pagi sarapannya spesial, ternyata kita cuma kecipratan masakan special buat sahabat mama nak," goda Papa Tara yang membuat semua terkekeh mendengarnya.


"Ih Papa apaan sih, Mama kan udah lama gak masakin rendang buat Risa," jawab Mama Rita yang malu digoda sang suami.

__ADS_1


"Gapapa lah Pa masih untung kita kecipratan special, dari pada cuma nyium baunya aja, ha ha," ucap Arka ikut menggoda sang Mama.


"Iih Ar kamu sama aja kaya Papa kamu, iya kapan-kapan mama bikinin special buat kita semua deh," ucap Mama Rita.


"Udah sana berangkat keburu siang lagi," lanjut mama.


"Oh jadi Mama usir kita nih, ya udah ayo Yang kita pergi dari rumah ini, ternyata Mama udah gak Sayang sama kita lagi," rajuk Arka pura-pura sedih.


"Udah deh gak usah lebay Ar, mau Mama usir beneran?" Ucap Mama Rita yang membuat sang suami geleng-geleng kepala melihat drama anak dan istri tercintanya.


"Udah-udah, Sayang buruan ajak suami kamu berangkat, yang ada kalian gak jadi pergi lo kalau ladenin Mama kalian, he he,"ucap Papa Tara menghentikan drama sang putra dan istri tecinta.


"Eh iya Pa, kami berangkat dulu ya Pa Ma,"ucap Aulia.


"Iya nak, kalian hati-hati ya," jawab Papa Tara.


"Assalamualaikum," salam Aulia dam Arka kompak.


"Waalaikumsalam," jawab Papa Tara dan Mama Rita juga kompak.


Akhirnya setelah sedikit drama, Aulia dan Arka pun memasuki mobil untuk berangkat ke rumah Ayah Restu dan Bunda Risa. Tak perlu menunggu lama lagi setelah keduanya duduk di dalam mobil, Arka pun segera melajukan mobilnya keluar halaman rumah dan bergabung dengan kendaraan lainnya yang juga sibuk dengan tujuan dan urusannya masing-masing.


○●●●○


Bersambung.....


Selamat membaca📖


Jangan lupa dukungannya yaaa.....


Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2