KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.99. Cini-cini kakak peyuk


__ADS_3

"Kak," lirih Aulia memanggil.


"Iya Sayang, ada apa?" jawab Arka lembut.


"Gak papa cuma mau manggil aja," jawab Aulia lirih.


"Sayang," gantian Arka yang memanggil Aulia.


"Iya kak, kenapa?" Tanya Aulia.


"Yakin gak mau cerita sama kakak?" Tanya Arka dan Aulia hanya mengangguk.


"Kalau ada apa-apa jangan dipendam sendiri Sayang, kakak gak mau lihat kamu terus-terusan sedih begini," lanjut Arka.


"Beneran Aulia gak kenapa-napa kok kak," jawab Aulia.


"Kalau kamu gak kenapa-napa mana mungkin kamu mau nempel terus sama kakak Yang, biasanya kakak peluk aja pasti udah protes dan malu-malu," batin Arka tersenyum mengingat hal itu tapi juga merasa sedih melihat kondisi sang istri sekarang ini.


"Kak," dengan ragu-ragu gadis manis yang tengah dilanda kesedihan itupun kembali memanggil sang suami.


"Hemmm," jawab Arka berdehem.


"Kakak," panggilnya sekali lagi.


"Iya Sayang, kenapa?" Tanya Arka.


"Boleh gak Auli minta sesuatu sama kakak?" Tanya gadis itu ragu-ragu.


"Boleh dong, kalau kakak bisa dan sanggup InsyaAllah kakak bakalan kabulin permintaan kamu, emangnya mau minta apa? hem?" Tanya Arka lembut masih dengan setia tangannya mengelus rambut kekasih hatinya.


"Auli mau pu lang," jawabnya terbata diiringi dengan bulir bening yang mengalir begitu saja di sudut matanya.


"Maksud kamu apa Sayang? Bukankah kita udah di rumah? Memangnya mau pulang kemana lagi? Hem?" Tanya Arka sembari merenggangkan pelukannya agar bisa melihat raut wajah kekasih hatinya begitu mendengar suara yang terbata dan dadanya yang terasa basah karena air mata gadisnya itu.

__ADS_1


"Pulang ke rumah Mamah," jawab Aulia sendu.


"Loh kenapa? Katanya mau di sini seminggu," ucap Arka sembari menghapus air bening yang tak mau berhenti mengaliri pipi mungil sang pujaan hati.


"Gak jadi, mau pulang aja," jawab Aulia menampilkan muka melasnya yang membuat Arka tak tega melihatnya.


"Lagian di rumah juga sepi Sayang, nanti kalau kakak kerja kamu sama siapa di rumah?" Lanjut Arka bertanya meskipun sudah tak tega melihatnya tapi kali ini Arka tak mau langsung mengabulkan keinginan sang istri. Arka lebih memilih mengorek informasi apa yang membuat sang istri begitu melow sejak kejadian sore tadi saat di ruang keluarga.


"Auli bisa di rumah sama bik Yah, atau ke caffe atau kalau gak bisa ikut kakak ke kantor,"rayunya.


"Engga, kakak gak mau pulang kalau kondisi kamu masih seperti ini," jawab Arka sedikit tegas namun tetap tersenyum agar sang istri tidak merasa bahwa dia sedang dimarahi.


"Auli baik-baik aja kok kak, beneran Auli gak kenapa-napa kok, hiii," ucap Aulia yang tiba-tiba duduk dan diakhiri dengan senyuman yang dipaksakan.


"Coba liat kaya apa yang katanya baik-baik aja," ucap Arka ikut duduk di hadapan sang istri kemudian menggelitik pinggang sang istri sampai membuat keduanya tertawa. Berharap agar sang istri bisa segera mencurahkan isi hatinya.


"Ha ha Ampun kak udah, ha ha ampun," jawab Aulia yang tertawa kegelian karena digelitiki oleh sang suami hingga dalam sekejap melupakan kesedihannya.


"Ha ha iya, janji, ha ha udah kak ampun,ha ha," jawab Aulia di sela tawanya menahan geli.


"Baiklah tuan putri, kakak akan ampuni tuan putri yang cantik ini," jawab Arka sembari menangkup kedua pipi Aulia setelah menghentikan aksinya.


"Kakak ih kan Auli jadi capek," jawab Aulia dengan terengah-engah karena kelelahan tertawa.


"Uh cayang, capek ya, cini-cini kakak peyuk," ucap Arka sembari merengkuh tubuh mungil sang istri ke dalam dekapannya.


"Gimana masih mau disimpan sendiri atau mau cerita ke kakak? Hem hem?" Tanya Arka menggoda setelah melepaskan pelukannya.


"Eits... gak boleh sedih lagi kalau gak kakak gelitikin lagi," ucap Arka saat melihat raut muka sang istri hampir murung kembali.


"He he gak sedih lagi kok," jawab Aulia terkekeh.


"Kak," panggilnya sembari menatap laki-laki di hadapannya yang sudah sah menjadi suaminya.

__ADS_1


"Apa hem?" Tanya Arka yang sudah siap mendengarkan keluh kesah sang istri.


"Auli gak enak sama yang lain kak, Auli udah bikin Aura nangis, trus Auli juga ngerasain sekarang kak Adri beda, gak kayak dulu lagi, kayaknya kak Adri udah gak sayang lagi sama Auli," ucap Aulia mencoba menahan air matanya agar tak mengalir lagi.


"Hei... siapa bilang kak Adri gak sayang lagi sama kamu? Jangan mikirin macem-macem Sayang, kakak yakin semua masih sama, masih sayang sama Auli seperti dulu, gak ada bedanya, percaya sama kakak yaa," ucap Arka mencoba membuat sang tenang.


"Dan soal Aura, justru lucu menurut kakak, tau gak kenapa?" Tanya Arka dan dijawab gelengan kepala oleh Aulia.


"Bener yang dibilang kak Adri tadi, sepertinya Aura tadi itu merasa diajak lomba nangis sama tantenya ini," ucap Arka sembari menoel hidung mungil Aulia.


"Kamu liat gak tadi, begitu kamu berhenti nangis Aura ikut-ikutan berhenti, eee masa tiba-tiba tertawa, lucu kan Yang?"Tanya Arka setelah mencoba mengingatkan Aulia kejadian tadi sore yang dilihat dari segi lucunya, bukan dari segi melow seperti yang dirasakan oleh Aulia sedari tadi.


"Iya kak, Auli juga denger tadi pas tiba-tiba Aura ketawa, tapi Auli udah terlanjur sedih sama ucapan kak Adri," jawab Aulia yang mengakui tingkah lucu bayi gembil keponakannya itu.


"Emangnya apa perkataan kak Adri yang membuat istri kecilku ini sedih hem?" Tanya Arka lagi lagi sembari menoel hidung Aulia yang menggemaskan menurutnya.


"Masalah ngidamnya kak Arin, masa iya ngidam benci ma adik sendiri sih kak? Auli kan jadi sedih," jawabnya seperti seorang anak kecil yang mengadu pada ayahnya.


"Oh soal itu, udah gak usah dimasukin ke hati, kakak tahu tadi kak Adri cuma bercanda, orang sejak kak Arin hamil aja selalu berdua sama kamu, bahkan malah kadang suka gak mau deket-deket sama kak Adri kan waktu itu? jaaadiiii sekarang putri kecil Ayah Bunda ini jangan sedih lagi yaa," ucap Arka sembari menangkup kedua pipi Aulia.


"Iya kak, maafin Auli ya," jawab Aulia tersenyum.


"Gak perlu minta maaf Sayang, lain kali kalau ada apa-apa jangan disimpen sendiri ya, Auli harus cerita ke kakak, biar gak sedih terus karena salah paham," ucap Arka sembari menarik Aulia ke dalam pelukannya.


"Iya kak, mulai sekarang Auli akan cerita semua sama kakak," jawab Aulia yang semakin erat memeluk sang suami.


○●●●○


Bersambung.....


Mau dong digelitikin kaya Aulia, uups🙊. Mau juga di kasih dukungan sama readers semua🤗. Jangan lupa like, komen sama Votenya yaaa.....


Terima kasih sudah membaca🙋‍♀️

__ADS_1


__ADS_2