KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.82. Berita Sedih Tentang kakek


__ADS_3

Malam ini acara makrab SMA Kebangsaan terasa sangat meriah. Antusias siswa siswi baru dalam mengisi acara membuat suasana semakin hangat. Meskipun semakin malam udara di puncak semakin dingin tapi semua itu tak mereka rasakan dan kalah dengan kehangatan suasana kebersamaan.


Tak jauh dari sana, nampak sepasang anak manusia dengan label kekasih halal, yang sedang duduk berdua di sebuah kursi panjang yang berada di bawah pohon rindang. Semilir angin menggerakkan daun-daun sehingga menambah udara yang sudah dingin menjadi semakin menusuk tulang. Namun tak urung keduanya menghiraukan dinginnya malam ini. Seandainya saja siang hari, pasti udara di sini akan terasa sangat sejuk.


"Yang, tadi papa bilang gak soal kakak disuruh telpon mau ngapain?" Tanya Arka setelah keduanya duduk.


"Engga tu kak, tadi papa cuma bilang kalau kakak suruh telpon papa kalau udah ada waktu," jawab Aulia.


"Oh, ya udah biar kakak langsung telpon aja," jawab Arka.


"Mana HP kakak, Yang?" lanjutnya menengadahkan tangannya untuk meminta ponselnya yang masih dibawa oleh Aulia.


"Oh iya Auli lupa," ucap gadis itu menepuk kening kemudian mengambil ponsel Arka dari saku jaket yang dipakainya.


"Ini kak," ucapnya sembari memberikan ponsel tersebut.


Setelah menerima ponselnya , Arka langsung mencari nomor sang papa lalu melakukan panggilan telpon.


"Assalamualaikum Ar," salam papa Tara dari seberang begitu menggangkat telpon dari Arka.


"Waalaikumsalam pa," jawab Arka.


"Oh iiya pa, kata Auli tadi papa minta Ark telpon, ada apa ya pa?" Lanjut Arka bertanya.


"Iya tadi pas Auli telpon papa mau ngomong sama kamu, tapi katanya lagi sibuk, yaudah papa minta kamu telpon lagi," jawab papa.


"Ar, di situ ada Auli gak?" Lanjut papa bertanya.


"Iya ada pa, kenapa?" Jawab Arka penasaran.

__ADS_1


"Ehm..., gini... aduh papa kok jadi bingung ya Ar ngomongnya," ucap papa Tara terbata-bata.


"Ngomong apa pa? Ngomong aja?" Jawab Arka.


"Iya ini papa juga mau ngomong, tapi bentar Ar," jawab papa Tara seolah berfikir. Sedangkan Arka, meskipun penasaran juga terbesit rasa khawatir, hanya bisa diam menunggu sang papa agar berfikir sejenak untuk merangkai kata-kata yang akan disampaikannya.


"Begini Ar, papa rasa memang papa harus menyampaikan ini, tapi tolong kamu harus bisa bersikap biasa setelah mendengarnya, karena di sampingmu ada istrimu, dan kalau kamu bisa lebih baik kamu menjauh sebentar dari Auli," ucap papa Tara yang menurut Arka terlalu bertele-tele.


"Ehm iya pa...," jawab Arka bingung.


"Baiklah papa tahu maksud kamu, kamu gak bisa menjauh dari Aulia pastinya, iya kan?" Tanya papa.


"Iya pa, dan papa tahu pasti Ar akan lakuin saran papa tadi," jawab Arka.


"Soal reaksi kamu setelah mendengar apa yang akan papa sampaikan?"tanya papa.


"Iya pa," jawab Arka.


"Maafkan papa Ar, terpaksa papa harus menyampaikan ini, karena papa gak mau kamu akan menyalahkan papa kalau nanti terjadi sesuatu," papa Tara kemudian terdiam, dan terdengar jelas di indra pendengaran Arka bahwa papanya itu sedang menghela nafas yang membuatnya berfikir terjadi sesuatu dengan sang kakek yang sedari tadi membuatnya dan juga sang istri khawatir akan kondisi sang kakek.


"Iya pa,"hanya kata itu yang bisa Arka ungkapkan untuk merespon ucapan sang papa yang memberinya berita sedih tentang kakek.


"Maafin papa Ar, saat ini kakek kembali drop, entah apa yang mengganggu fikiran kakekmu sehingga membuatnya drop, dan sekarang kakek masih di ICU, sekali lagi maafin papa Ar," ucap papa Tara dan sudah bisa dipastikan oleh Arka bahwa saat ini sang papa telah menangis terdengar dari suaranya yang parau.


"Bukan salah papa, jadi papa gak usah minta maaf, papa sudah melakukan yang terbaik," ucap Arka sekilas melirik Aulia dalam hatinya berharap semoga gadisnya itu tak memperhatikan ucapannya dengan sang papa.


"Lalu gimana dengan kami pa?" Litih Arka bertanya semoga gadisnya itu tak mendengar.


"Itulah kenapa papa minta kamu telpon Ar," jawab papa yang suaranya sudah kembali normal, sepertinya papa berusaha keras untuk terlihat tegar.

__ADS_1


"Kalau kamu mau pulang malam ini, pak Tono sama kakakmu mau jemput kalian, dan mereka sudah bersiap, tapi kalau kamu..." ucap papa Tara yang belum selesai langsung dipotong oleh Arka.


"Iya pa, kami mau," jawab Arka yang sekilas melihat Aulia yang langsung menoleh ke arahnya dan memgerutkan dahinya. Yang mau tak mau membuatnya tersenyum agar gadisnya itu tak penasaran dan sabar menunggunya selesai telponan.


"Tapi pa, ehm..." tanya Arka ragu.


"Kamu ceritain pelan-pelan sama Auli, bilang kakek minta kalian pulang, biar dia gak panik, papa tahu kamu mau tanya soal itu kan?" Tanya papa Tara yang seolah mengerti yang difikirkan putranya yang nampak ragu.


"Iya pa, makasih ya udah dikabari, kami akan siap-siap dulu," ucap Arka sedikit lega karena papanya memberi saran caranya untuk mengatakan berita ini pada Aulia.


"Ya sudah, kalian gak usah panik, tunggu saja kakak kalian sama pak Tono, mereka sudah berangkat begitu kamu bilang mau pulang tadi," ucap papa Tara.


"Hati-hatilah nanti di jalan, jangan nyuruh oak Tono ngebut, lebih baik lambat asal kalian selamat sampai rumah," lanjutnya menasihati Arka.


"Iya pa, Assalamualaikum," ucap Arka.


"Waalikumsalam," jawab papa Tara. Kemudian sambungan telpon pun terputus. Kini giliran Arka yang harus memikirkan memberi pengertian pada Aulia juga memikirkan ijin pulang kepada teman-teman serta guru pendamping.


"Ada apa kak?" Tanya Aulia setelah Arka menyimpan ponselnya ke dalam saku celana.


"Ga ada apa-apa Sayang," jawab Arka tersenyum pada sang kekasih, berharap apa yang akan disampaikannya tak akan membuat khawatir gadisnya itu. Karena dia tahu betul kalau gadis itu pasti akan menunjukkan sikap khawatir yang kadang menurutnya berlebihan. Ya tapi itulah sifat gadis itu. Tapi Arka menyadari itu semua karena rasa sayang yang dimiliki kekasih hatinya itu untuk keluarga.


"Oh iya Yang, kakek minta kita pulang, dan kak Adri sama pak Tono sudah dalam perjalanan ke sini buat jemput kita, kamu gapapa kan kalau kita pulang malam ini?" Tanya Arka hati-hati agar gadisnya itu tak curiga bahwa kondisi sang kakek saat ini sedang tak baik-baik saja.


"Emang kakek kenapa kak? Ada apa sama kakek? Kenapa minta kita pulang? Kakek baik-baik aja kan kak?"sudah Arka perdiksi pasti akan seperti ini respon Aulia. Tapi Arka hanya membalasnya dengan senyuman supaya gadisnya itu bisa sedikit lebih tenang.


○●●●○


Bersambung lagi.....

__ADS_1


Alhamdulillah akhirnya bisa up lagi di tengah-tengah kesibukan. Mohon dukungan dari kalian. Baik itu like, komen atau bahkan Vote dan kasih Poin. Terima kasih readers dan sesama Author yang saling dukung🙏


__ADS_2