KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.149. Farah dan para Sahabatnya


__ADS_3

"Ayah, Adek gak papa, kenapa Ayah juga di sini?" Tanya Aulia pelan.


"Tadi Arman telpon Ayah katanya Ayah diminta ke kampus kamu, jadi Ayah pikir kamu kenapa kenapa," jawab Ayah khawatir.


"Adek gak papa Yah, itu kakak lagi ngobrol sama Mas Arka dan mas Arman," jawab Aulia tersenyum agar sang Ayah tak khawatir lagi.


"Biarkan, Ayah ke sini mau ketemu kamu, Ayah benar benar khawatir sama kamu dek, Arman juga ngasih kabar gak jelas," ucap Ayah sembari mengusap sayang puncak kepala sang putri.


"Restu, kamu di sini?" Tanya Papa Tara begitu sampai melihat besan serta menantunya sedang berpelukan, tambah khawatirlah perasaan sang Papa terhadap menantu kesayangan apalagi sekarang kondisi menantunya itu tengah mengandung cucu pertamanya.


"Eh ini juga om om yang difoto kan?" celetuk seorang mahasiswi lagi.


"Iya, eh lihat itu om yang satunya disingkirkan," celetuk yang lain.


"Pasti bakalan ramai, kalian lihat saja pertunjukannya pasti sebentar lagi dimulai," ucap Tia dengan percaya dirinya.


"Iya dan kalian pasti akan segera tahu siapa sebenarnya gadis yang kalian anggap baik seperti bidadari itu,"sambung Dina. Sementaa Farah berusaha membaca situasi dan dalam benaknya pun bertanya kenapa sepertinya semua laki laki yang ada di dalam foto itu begitu tulus menyayangi Aulia.


"Sayang, bagaimana kondisimu? Kandunganmu baik baik saja kan?" Tanya Papa Tara secara tak sadar menyingkirkan besannya yang tengah merangkul bahu sang menantu.


"Auli gak kenapa napa kok Pa, Papa tenang aja, Aulia sehat, dede juga sehat, apa Papa juga di telpon mas Arman?" Tanya Aulia.


"Iya Sayang, Papa sengaja ke sini tanpa Mamamu, Papa takut kalau Mamamu panik," jawab Papa Tara.


"Ini sebenarnya ada apa Sayang? Kenapa banyak sekali mahasiswa yang kumpul di sini, tadi papa khawatir sekali kalau terjadi sesuatu dengan kamu dan bayimu," lanjut Papa Tara.


"Ada sahabatmu juga, kenapa kalian belum pulang, bukankan harusnya kalian udah pulang dari tadi ya?" Tanya Papa Tara kepada sahabat menantunya.


"Iya Om, kami...,"belum selesai Ninda menjawab terdengar suara Arka yang memanggil sang Ayah serta Papanya lalu berjalan mendekati mereka.


"Ayah, Papa, kalian sudah datang?" Tanya Arka saat melihat keduanya tengah berbincang dengan sang Istri.


Sebagian yang mendengar Arka memanggil om om itu dengan sebutan Ayah dan Papa mereka telah tahu jawabannya bahwa gosip itu ternyata hoaxs. Namun ternyata Farah dan sahabatnya tak mendengar karena sibuk dengan fikiran masing masing.

__ADS_1


"Wah sepertinya benar benar perrunjukan akan dimulai ini, tapi tak seperti yang dibayangkan Farah sama dayangnya," ucap Doni lirih namun masih bisa di dengar oleh orang yang berdiri di dekatnya.


"Benar bahkan sepertinya akan lebih seru dari yang dia kira," sahut seseorang.


"Apalagi ternyata mereka Ayah juga Papa, jangan jangan itu Bapaknya Arka sama Aulia ya,"sahut yang lain.


"Benar tuh, wah makin seru nih kayaknya senjata makan tuan ini," celetuk yang lain membuat mereka menahan tawa, takut mengganggu pertunjukan yang sebentar lagi akan di mulai.


"Ya its Show time,"ucap Doni yang merasa lega karena berita miring tentang Aulia hanyalah fitnah dari Farah dan para dayangnya saja.


Kembali lagi ke keluarga Arka dan Aulia.


"Iya nak, ada apa sebenarnya? Kenapa nak Arman meminta kami ke sini dan juga tak menjelaskan apapun membuat kami khawatir saja," ucap Ayah Restu.


"Maaf Om, kalau sudah membuat khawatir, soalnya pesan yang dikirim mas Arka juga kurang jelas, jadi saya juga berpikir kalau telah terjadi sesuatu dengan Aulia di kampus," jawab Arman tak enak hati.


"Ya sudah yang penting kondisi kesehatan Aulia baik baik saja," Jawab Ayah Restu.


"Jadi begini Yah, Pa, sebenarnya ada sedikit masalahyang menyangkut nama baik keluarga kita, Jadi.....," Arka pun menceritakan kepada Ayah Restu dan Papa Tara. Nampak ekspresi keduanya teelihat sangat marah. Sehingga setelah mendengar penjelasan dari Arka.


"Papa gak akan mengapuni siapapun orang yang sudah menyakiti menantu kesayangan Papa," emosi Papa Tara seketika meluap saat Arka baru saja selesai menjelaskan.


"Arka, tunjukkan pada Papa siapa yang berani menfitnah menantu kesayangan Papa!" Teriak Papa Tara yang membuat semua mahasiswa yang masih kasak kusuk seketika langsung diam.


"Apa? Menantu?" Tanya Farah pada dirinya sendiri saat mendengar suara Papa Tara.


"Iya Far, aku gak salah dengar kan?" Sahut Tia yang mendengar pertanyaan Farah.


"Iya benar om itu bilang menantu," sambung Dina. Seketika ketiga orang itupun ketakutan.


"Mereka di sana Pa," jawab Arka.


"Tapi Arka mohon jangan pakai kekerasan, Arka meminta kalian semua ke sini hanya untuk memberasihkan nama baik Auli serta supaya mereka tahu siapa Auli sebenarnya," lanjut Arka karena memang dirinya tak menginginkan adanya kelerasan di sini, apalagi ini masih di area kampus.

__ADS_1


"Tenanglah Ar, Papa tahu apa yang harus kami lakukan," jawab Papa Tara.


"Asalkan tidak menyangkut keselamatan Istrimu, kami masih bisa memaafkannya, yaa paling cuma menyadarkan saja atau kalau tidak yaa sedikit ancaman mungkin," lanjutnya lagi.


"Baiklah terserah Papa, Arka percayakan semuanya sama Papa dan Ayah, Arka yakin kalian lebih tahu apa yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini,"ucap Arka pasrah.


"Apakah pelakunya ketiga gadis yang terlihat ketakutan itu" ucap Papa Tara.


"Iya Pa," jawab Arka.


"Tunggulah di sini biar Papa sama Ayahmu yang ke sana,"ucap Papa Tara sembari mengkode sang besan agar mengikutinya. Namun bukan cuma Ayah Restu yang mengikuti, bahkan Adrian serta Arman pun turut mengikuti.


"Iya Pa,"jawab Arka dan Aulia.


"Kalian bertiga teman gadis yang ada di foto ini ataukah teman dari laki laki yang saat ini berdiri di samping gadis dalam foto ini?" Tanpa basa basi Papa Tara bertanya kepada Farah dan kedua sahabatnya.


"Maksud om Aulia sama Arka?" Jawab Farah


"Ya, maksud Om mereka, Arka dan Aulia, diantara keduanya siapa yang berteman dengan kalian?" Jawab Papa Tara yang mengulangi lagi pertanyaanya.


"Ehm, ehm sebenarnya kami satu angkatan dengan Arka, tapi kami satu fakultas dengan Aulia," Farah menjawab dengan berbagai pertanyaan difikirannya.


"Oh, ternyata kalian calon dokter?" Tanya Adrian yang sudah gemas ingin membalas kelakuan ketiga gadis itu.


"Iya Kak," jawab ketiganya.


"Jadi kalian ini cuma sekedar mengenal Aulia juga Arka saja dan tidak berteman baik dengan mereka begitu?" Sambung Papa Tara mengernyitkan keningnya heran.


"I i iya Om," jawab Farah gugup.


"Oh pantas," celetuk Adrian dan Arman bersamaan.


Maaf lama menunggu upnya. Karena ada beberapa hal yang tdk bs diceritakan. Terimakasih Readers semua🙏

__ADS_1


__ADS_2