KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.9. Pulang


__ADS_3

Sayup-sayup terdengar suara Adzan Subuh, sebagian siswa sudah banyak yang bangun untuk melaksanakan Sholat Subuh berjamaah, ada juga yang sendiri di kamar, sebagian masih setia di atas kasur merapatkan selimutnya karena cuacanya sungguh dingin hingga menusuk tulang. Namun ada yang sudah bersiap-siap mandi dan tak menghiraukan cuaca yang dingin, karena harus bergantian dengan teman sekamarnya.


Dan sekarang mereka semua telah berkumpul di taman, yang tentunya setelah mereka sarapan pagi. Sesuai dengan yang sudah di jadwalkan bahwa hati ini acaranya permainan bisa juga disebut game. Semua antusias dengan acara yang satu ini. Bagaimana tidak, acara ini adalah acara yang ditunggu-tunggu, karena pasti akan ada berbagai keseruan yang tak akan pernah bisa dilupakan.


Tak terasa hari sudah siang, Sejak pukul 8.00 pagi tadi acara sudah dimulai, bahkan semakin siang suasana semakin meriah. Berbagai game telah mereka lewati dan akan menjadikan kenangan tersendiri untuk mereka.


Tepat pukul 2.00 siang game telah selesai. Saat ini mereka telah kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan juga berkemas tentunya setelah membereskan kekacauan di taman yang mereka buat saat game tadi. Kemudian mereka segera kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan segera berkemas.


Setelah semua selesai mereka segera ke Aula sesuai pengumuman tadi. Saat ini mereka telah berkumpul di Aula untuk menerima hadiah bagi pemenang dalam permainan tadi. Selain itu panitia juga mengumumkan setelah Sholat Ashar mereka akan mengakhiri acara makrab dengan berdo'a kemudian lanjut untuk pulang.


Dalam perjalanan pulang semua tertidur karena kelelahan, begitu juga dengan Arka dan Aulia. Hingga tanpa terasa mereka sudah sampai di sekolah. Beberapa siswa yang telah terbangun kemudian membangunkan teman mereka yang masih tertidur, begitu juga dengan Arka.


"Auli.... bangun sayang..." bisik Arka sembari menyentuh pipi Aulia yang masih nyaman dalam tidurnya.


"Sayaang bangun...." lagi Arka melakukan hal yang sama sampai gadis itu terbangun.


"Eeemmh.... " gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya agar bisa melihat dengan jelas.


"eh dah nyampe ya kak?" Tanyanya begitu menyadari bis yang ditumpanginya telah berhenti tepat di halaman sekolah.


"Udah , yok turun"


Aulia mengangguk sementara Arka mengambil ransel mereka. Kemudian turun dari bis bersama dengan teman-teman yang lainnya.


"Gilr's, aku pulang duluan yaa, tuh dah ditungguin Rafi." Kata Mita setelah mereka turun dari bis dan melangkahkan kaki menuju parkiran, sambil menunjuk Rafi yang sudah menunggu di parkiran.


"Sari kamu belum dijemput kan? Mending bareng aku aja" ajaknya karena memang rumah Sari searah dengannya.


"Ga ada yang jemput sih, emang gapapa Mit bareng kalian?" Tanya Sari gak enak kalau mengganggu sahabatnya yang baru jadian itu.


"Gak lah ganggu ngapain? Nyantai aja kali Sar." Kali ini yang menjawab Rafi karena mereka sudah sampai di parkiran.


"Iya Sar, lagian kayak sama siapa aja sih" lanjut Mita yang dibalas anggukan oleh Sari.


"Ya udah aku mau" jawabnya kemudian.


"Yaudah yuk Sar" mengajak Sari masuk ke mobil "Nin , Ul kita duluan yaa" pamit dengan kedua sahabatnya yang masih menunggu di parkiran, yang tak lain Aulia juga Ninda.


"Kamu belum dijemput Nin?" Tanya Aulia kemudian, karena melihat Ninda yang mukanya bete yang dari tadi sibuk dengan HPnya.


"Ga tau nih, dari tadi aku dah kirim pesan singkat ga dibalas, telpon juga ga diangkat, mungkin ortuku belum pada pulang kerja kali ." Jawab Ninda sendu karena kecewa terhadap kedua orangtuanya yang lebih mementingkan pekerjaan daripada Putri semata wayang mereka.


"Yaudah bareng aku aja" ucap Aulia kemudian.


"Emang kamu udah dijemput?" Tanyanya karena melihat Aulia santai dan justru malah duduk di bangku di pinggir parkiran.


"Eem... aku bareng kak Arka" ucap Aulia ragu.


"What ? Aku ga salah denger Ul?" Tanya Ninda kaget.

__ADS_1


Belum sempat Aulia menjawab mereka terkejut dengan suara Arka yang tiba-tiba.


"Kita Magriban dulu aja ya Sayaang" karena tak menyadari keberadaan Ninda Arka pun keceplosan memanggil Aulia dengan sebutan sayang.


"Iya" jawab Aulia singkat kemudian memalingkan wajahnya melihat Ninda yang duduk di bawahnya dengan menyelonjorkan kakinya.


"Maksudnya apa ini ? " tanya Ninda dengan ekpresi penuh pertanyaan.


"Eh ada Ninda" jawab Arka cengengesan salah tingkah. Lalu di balas senyuman kedua gadis itu.


"Sholat dulu yuk, nanti aja jelasinnya keburu waktu magrib habis" lanjutnya karena memang mereka tiba di sekolah saat Adzan Magrib berkumandang.


"Yuk" jawab keduanya kompak.


\=\=\=\=\=


Sekarang mereka di dalam mobil. Tanpa perlu ditanya lagi kemudian Arka menjelaskan kepada sahabat tunangannya itu tentang hubungan mereka berdua. Termasuk rencana pertunangan mereka nanti saat liburan semester. Tapi Arka tak mengatakan kalau mereka dijodohkan, entah apa alasannya, Aulia pun tak tahu dia hanya mengikuti saja.


Seletah Ninda turun tepat di depan rumahnya, kini di dalam mobil hanya tinggal mereka berdua.


"Gapapa kan sayaang kalau kakak bilang gitu sama Ninda?" Tanyanya kemudian setelah melajukan mobilnya kembali.


"Gapapa kok kak, aku mah gimana baiknya aja" jawab Aulia sambil tersenyum menoleh ke arah Arka yang fokus menatap jalanan.


" Auli ga marah kan?" Tanya nya lagi.


"Ngapain marah? Toh cepat atau lambat mereka juga bakalan tahu kak" gadis itu menjawab sambil senyum meyakinkan Arka kalau dia baik-baik saja.


"Makasih? Makasih buat apa?" Tanya Arka bingung.


"Ya kan Auli jadi ga perlu bingung lagi buat cerita ke mereka" jawab Aulia.


"Tadinya Auli juga bingung mau gimana ngomongnya" lanjutnya sambil menoleh ke laki-laki di sampingnya itu.


Dan ternyata Arka juga melihat ke arahnya, pandangan mereka bertemu beberapa detik dan tiba-tiba mereka tertawa bersama, sebelum akhirnya pandangan Arka fokus ke depan. Mungkin mereka menertawakan hubungan mereka yang lucu.


Akhirnya mereka sampai. Arka menhentikan mobilnya tepat di halaman rumah Aulia.


"Kakak ga mampir dulu kak?" Tanya Aulia karena melihat Arka yang tak langsung turun dari mobil.


"Kakak langsung aja deh" jawabnya.


"yaudah, makasih ya kak, hati-hati " ucap Aulia sebelum keluar dari mobil.


"Iya, salam buat Ayah Bunda ya, sampaiin maaf kakak ga bisa mampir" jawabnya sambil senyum. Kemudian melujakan mobilnya membelah jalanan malam yang masih ramai.


Sesampainya di kamar Aulia segera membersihkan diri di kamar mandi kemudian turun untuk makan malam. Setelah makan keluarga kecil itu ngbrol di ruang tamu sebentar, tak lupa Aulia menyampaikan salam dan permintaan maaf Arka yang tak bisa mampir.


Tak lama kemudian Aulia kembali ke kamarnya, melaksanakan sholat Isya kemudian merebahkan badannya di kasur kesayangannya. Tak butuh waktu lama dia pun tertidur karena kelelahan akibat perjalanan pulang dari puncak. Begitupun juga Arka di rumahnya sana.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Keesokan harinya saat Aulia sarapan Arka sudah datang menjemput.


"Assalamualaikum" salamnya sebelum masuk ke rumah karena memang pintu rumah Aulia sudah terbuka.


"Wa'alaikum salam" jawab Ayah Restu, Bunda Risa juga Aulia bersamaan.


"Sini nak Arka sekalian sarapan" sambut Bunda Risa.


"Wah kebetulan Ar belum sarapan Bun" jawabnya sambil menyalami Ayah dan Bunda. Lalu mengacak-acak rambut Aulia sebelum mendudukkan dirinya di samping Aulia.


"Iiih iseng banget sih tangannya" gerutu Aulia sambil membemarkan rambutnya kemudian berdiri mengambil piring Arka lalu mengisinya dengan nasi goreng dan telur ceplok buatan Bundanya.


"Segini cukup kak? " tanyanya sambil meletakkan sepiring nasi goreng di depan laki-laki yang sudah menjadi tunangannya itu.


"Makasih cantik.." jawabnya sambil tersenyum. Dan dibalas senyuman pula oleh gadis cantiknya


Tingkah kedua anak SMA yang dipaksa bertunangan itu membuat kedua orang tua Aulia saling menatap dan tersenyum penuh arti. Mungkin mereka bahagia karena ternyata keduanya bisa menerima pertunangannya.


Setelah selesai sarapan keduanya berpamitan berangkat sekolah. 20 menit kemudian mereka sampai di parkiran sekolah. Tak sengaja mobil Arka bersebelahan dengan mobil Rafi yang sama-sama baru parkir di sebelah kanan mobilnya.


Saat mereka keluar dari mobil pun bersamaan dengan Rafi dan Mita.


"Pagi kak Arka " sapa Mita saat melihat Arka keluar dari mobilnya. "Aul " lanjutnya kaget melihat Aulia keluar dari mobil sang kakak kelasnya.


"Hai Mit, ciee yang udah jadian nempel terus" kata Aulia mengalihkan arah pembicaraan sahabatnya itu.


"Kak aku bareng Mita sama Rafi ya" lanjutnya pamit ke Arka.


"Ok, yaudah kakak duluan ya" seperti biasa mengacak-acak rambut Aulia yang di balas dengusan gadis itu.


"ish kakak ih" sambil merapikan rambutnya.


"duluan ya Mit, Raf" lanjut Arka tanpa menunggu jawaban keduanya.


Kemudian ketiganya berjalan bersama menuju kelas. Dan sesampainya di kelas ternyata Ninda dan Sari sudah duduk ngobrol berdua.


"Pagi girl's..." Aulia dan Mita kompak menyapa sahabatnya bahkan Mita sudah tak mempedulikan kekasihnya karena ingin segera memberondong banyak pertanyaan kepada Aulia.


"Pagiii" jawab Ninda juga Sari tak kalah kompaknya.


Setelah saling menyapa dengan sahabatnya. Aulia segera bercerita tantang hubungannya dengan Arka kepada ketiga sahabatnya itu. Meskipun Ninda sudah tahu, tapi dia tetap saja mendengarkan dengan seksama seperti Mita juga Sari.


Setelah mendengar penjelasan sahabat barunya, ketiga gadis itu memahami dan mendukung sepenuhnya keputusan Aulia. Ya setiap ada apapun mereka akan selalu memberi kesempatan pada sahabatnya untuk menjelaskan terlebih dahulu jadi tidak akan ada kesalahpahaman dalam persahabatan mereka.


Aulia sangat senang bisa bertemu dengan sahabat seperti mereka. Bahkan dia berdo'a semoga persahabatan mereka sampai mereka tua nanti.


○●●●○

__ADS_1


Makasih dah mau mampir dan meluangkan waktu buat membaca tulisanku. Semoga suka, dan jangan lupa untuk tekan 👍 , komen juga vote. Dan jangan lupa klik favorit ♥️ biar tahu kelanjutan kisah Aulia dan Arka. Terimakasih


__ADS_2