
Sejak Arka mengetahui kalau Sita mengikutinya dan berkeinginan berkunjung ke rumahnya. Arka lebih memilih mengajak Aulia ikut bekerha dengannya sampau Sita lelah mengikuti mereka. Arka tak mau kalau sampai Sita berbuat hal tidak diinginkannya jika dia berhasil berkunjung ke rumahnya dan bertemu dengan keluarganya dan juga Aulia.
Beberapa minggu mengikuti Arka dan Aulia akhirnya Sita pun lelah dan menyerah. Bahkan kedua temannya pun berpendapat kalau Arka dan Aulia pasti bekerja di perusahaan itu. Karena setiap mereka mengikuti sepulang sekolah pasti Arka juga Aulia selalu pergi ke tampat yang sama. Yaitu sebuah perusahaan yang sama dari awal mereka mengikuti.
Sebenarnya Sita masih penasaran ingin mengikuti Arka sampai ke dalam. Tapi selalu saja tidak diijinkan oleh satpam perusahaan itu. Tapi setelah Dewi berpendapat bahwa kemungkinan Arka juga Aulia kerja sebagai office boy dan office girl dan rumah yang waktu itu hanyalah rumah majikannya ataupun memang benar rumahnya karena dulu pernah kaya tapi sekarang bangkrut makanya Arka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya.
Mendengar pendapat Dewi yang diiyakan oleh Mega akhirnya Sita pun percaya begitu saja. Meskipun jauh di hatinya dia tetap menyukai Arka meskipun dia orang tak punya. Tapi karena gengsinya maka Sita lebih memilih menyerah mengejar Arka. Karena dulu sewaktu mulai menyukai Arka karena setahu Sita bahwa Arka itu orang kaya.
\=\=\=\=\=
Hari demi hari pun berlalu. Kehidupan Arka dan Aulia kembali tenang seperti semula setelah Sita sudah tak mengejarnya lagi. Hingga tak terasa saat ini mereka sedang sibuk belajar lebih giat lagi untuk persiapan menghadapi ujian kenaikan kelas yang akan diadakan seminggu lagi.
Saat ini Arka juga Aulia berada di kelas masing-masing. Mereka sama-sama fokus memperhatikan guru yang sedang mengajar di kelas masing-masing. Hingga jam pulang sekolah pun tiba.
Saat mengemas semua buku-bukunya. Ponsel Aulia yang ada di dalam tas pun bergetar. Tanpa pikir panjang segera gadis itu raih dan melihatnya. Ternyata ada panggilan masuk dari sang bunda.
"Assalamualaikum bun" jawabnya detelah menekan tobol hijau dan menempelkan ke telinganya.
"Waalaikumsalam, Sayang udah jam pulang sekolah kan?" Jawab bunda di seberang sana.
"Iya bun ini Auli baru beresin buku, ini mau langsung pulang, kenapa bun?" Tanya gadis itu penasaran tumben blsang bunda menelponnya di jam seperti ini.
"Sayang, kakek masuk rumah sakit...." belum juga bunda Risa selesai berbicara gadis itu dengan segera memotongnya.
"Apa bun? Kakek sakit? Sakit apa bun? Di rumah sakit mana?" Aulia pun memberondong pertanyaan. Gadia itu sangat panik mendengar berita bahwa kakek dari tunangannya sakit.
"Di rumah sakit Harapan Sehat. Kalian segera kesini ya, tapi Auli jangan kasih tahu kak Arka dulu kalau kakek sakit. Bunda takut nanti nyetirnya ga tenang" pesan bunda yang di setujui oleh Aulia. Kemudian keduanya mengakhiri sambungan teleponnya.
__ADS_1
Kemudian Aulia pun memberi tahu sahabatnya yang masih menunggunya untuk keluar dari kelas. Aulia juga meminta sahabatnya untuk tidak bercerita kepada Arka dulu seperti permintaan sang bunda. Ketiga sahabat Aulia pun mengiyakan dan mereka segera keluar dari kelas menuju ke tempat parkir.
Sesampainya di tempat parkir ternyata Arka sudah menunggu Aulia.
"Tumben lama Yang?" Tanya Arka begitu melihat gadisnya mendekat.
"Iya kak, tadi telpon dokter dulu janjian mau konsultasi kesehatan, kan sebentar lagi mau ujian. Kita langsung ke rumah sakit dulu gapapa kan kak?" jawab Aulia berbohong.
"Gapapa, rumah sakit mana Yang?" Tanya Arka
"Harapan Sehat" jawab Aulia singkat.
"Girls aku duluan ya" pamitnya pada sahabatnya sebelum masuk mobil.
"Iya hati-hati ya Ul, kak" jawab mereka yang dibalas senyum keduanya.
Kemudian Arka melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang telah disebutkan oleh gadisnya. Di dalam mobil Aulia terlihat gelisah. Karena penasaran Arka pun bertanya.
"Iya Auli ga sakit kok kak, cuma mau konsultasi aja" jawab Aulia takut ketahuan kalau dia sedang bohong.
"Oh" jawab Arka singkat. Bingung mau bicara apalagi.
Suasana di dalam mobil pun hening hingga di tengah perjalanan Aulia teringat belum tahu kamar tempat dirawat sang kakek. Akhirnya Aulia pun memilih mengirim pesan singkat kepada sang bunda. Tak lama pesan Auliapun terbalas dan betapa terkejutnya Aulia saat mengetahui bahwa sang kakek masih berada di ruang ICU.
"Kamu kenapa Yang?" Tanya Arka yang menyadari ekspresi terkejut pada wajah gadisnya.
"Gapapa kok kak" jawab gadisnya.
__ADS_1
"Yakin gapapa? Kok kakak lihat kaya terkejut giru setelah lihat Hp, trus Auli juga kaya ada yang dipikirin gitu" tebak Arka pada Aulia.
"Gapapa kak,kalau ada apa-apa Auli pasti cerita kok"jawab Aulia sambil tersenyum yang dipaksakan.
"Udah kakak yang fokus aja nyetirnya ya" ucapnya lagi kemudian melihat ke depan.
"Yaudah kalau belum siap cerita, kakak tunggu Auli siap cerita ya" ucap Arka sambil menggenggam tangan gadisnya.
Tak terasa air mata Aulia pun menetes, sebelum ketahuan Arka dengan segera Aulia memalingkan mukanya melihat ke samping kemudian tangan kirinya segera menghapus air matanya.
Tak lama kemudian keduanya sampai di rumah sakit. Arka segera memarkirkan mobilnya. Keduanya pun segera turun. Aulia berniat berjalan di depan bermaksud mencari ruang ICU. Tapi dengan segera tangannya diraih oleh Arka lalu digandengnya tangan gadis itu. Keduanya pun berjalan bergandengan.
"Yang di ruang apa lantai berapa?" Tanya Arka yang belum tahu tujuan sebenarnya ke rumah sakit.
"ICU kak" jawab Aulia.
"ICU?" Tanya Arka heran.
"Iya ayo kak cepet" ucap Aulia sambil menarik tangan Arka begitu matanya menangkap papan tulisan ICU dengan anak panah.
"Iya pelan-pelan Sayang nanti jatuh" jawab Arka mengingatkan gadisnya.
Begitu keduanya sampai di dekat ICU. Betapa terkejutnya Arka melihat semua anggota keluarganya ada di depan ruangan itu kecuali kak Arin yang masih punya bayi. Ya Arin sudah melahirkan seminggu yang lalu. Dan juga di situ tak ada sang kakek. Ya kakek apa yang terjadi dengan kakek?. Sambil berjalan cepat pikiran Arka sudah kacau memikirkan kondisi sang kakek. Ternyata ini yang berusaha disembunyikan dari kekasihnya.
Pikiran laki-laki itu kacau hingga tak mampu untuk bertanya pada gadisnya. Arka hanya semakin mempercepat langkah kakinya dan menarik Aulia yang tangannya masih dalam genggamannya.
Begitu sampai di depan ICU.
__ADS_1
○●●●○
Bersambung