
Sementara, Aulia merasa tak enak hati dengan ucapannya kepada Doni tadi, Aulia takut ucapannya akan membuat Doni tersinggung dan sakit hati padanya. Sehingga bisa membuat Doni berbuat sesuatu yang akan merugikan semua orang terdekatnya.
"Menurut kalian ucapanku tadi ketwrlaluan gak ya? Aku takut ucapanku bikin sakit hati orang lain, apalagi tadi aku dengan percaya dirinya menganggap kalau Doni itu mau deketin aku," Tanya Aulia pada sahabatnya.
"Kalau menurutku sih emang Doni ada maksud lebih bukan sekedar mau jadi teman kamu sih Ul, dan ucapan kamu udah bener jadi gak kasih harapan buat Doni," ucap Rafi.
"Dan sebagai sesama cowok kalau aku gak merasa sakit hati dengan ucapan kamu tadi, ya mungkin dia Syok aja kali Ul, mungkin gak nyangka dan gak percaya kalau kamu udah nikah, aku aja yang datang di resepsi pernikahan kalian aja masih gak nyangka kalau kamu sama Kak Arka udah nikah, apa lagi dia yang gak tahu apa apa," lanjut Rafi.
"Iya bener Ul kata Rafi, semoga aja dia gak sakit hati," sambung Mita.
"Tapi bisa jadi dia gak percaya trus masih mencoba buat deketin kamu Ul, jadi kamu harus hati hati aja sama dia," lanjut Nayla.
"Semoga aja dia bisa terima kenyataan dan gak bikin aneh aneh," ucap Sari yang membuat takut yang lain.
"Terus aku harus gimana dong? Aku jadi takut, ahh semua ini gara gara Doni,"ucap Aulia frustasi.
"Udah jangan terlalu difikirin Ul, mending kamu cerita soal ini sama kak Arka siapa tahu nanti kak Arka punya solusi yang terbaik," saran Rafi.
"Iya Ul, lebih baik kamu cerita sama Kak Arka, takutnya kalau kamu gak cerita suatu saat bikin salah paham," ucap Ninda menyambung saran Rafi.
"Iya nanti aku cerita sama mas Arka," jawab Aulia.
Dan obrolan mereka pun berhenti karena sudah sampai di parkiran.
"Sayang, kamu kenapa hm?" Tanya Arka khawatir melihat raut muka sang istri gelisah.
"Ga papa mas, nanti aku ceritain di rumah aja ya, sekarang lebih baik kita pulang, aku capek," ucap Aulia sembari mencium punggung tangan sang suami dan di balas sang suami dengan sebuah ciuman yang mendarat di keningnya.
__ADS_1
"Ya udah ayo pulang," ucapnya sembari menuntun sang istri ke mobil dan membukakan pintunya.
"Kakak duluan ya, kalian hati hati pulangnya," pamit Arka pada sahabat sang istri
"Iya kak, kakak juga hati hati," jawab Rafi mewakili yang lain sementara yang lain hanya mengangguk dan tersenyum.
Dan di ujung parkiran Doni menyaksikan interaksi antara Aulia dan seorang laki laki yang diketahuinya selama ini sebagai kakak dari Aulia yang tak lain adalah Arka kakak tingkat tapi beda fakultas.
"Apa iya kak Arka itu suaminya Aulia, atau kak Arka memang sebenarnya kakaknya Aulia, dan Aulia hanya mengaku kalau dia itu suaminya, tapi kenapa? Masa iya hanya untuk menolakku, bahkan aku saja belum sempat mengutarakan perasaanku, jangankan mengungkapkan perasaan baru mencoba mendekati saja sudah ditolak mentah mentah, Tapi kenapa aku gak sakit hati ya, aku justru aku malah merasa tertantang untuk menjadikannya sebagai kekasihku, tapi kalau benar kak Arka suaminya bagaimana? Ah semoga saja bukan" Gumam Doni dengan kebingungannya dan akhirnya menuju ke arah motornya dan meninggalkan kampus dengan sejuta pertanyaan di hatinya.
Sesampainya di rumah, Aulia dan Arka segera masuk ke kamar, kebetulan rumah sedang sepi hanya ada bibi yang sibuk di dapur.
"Sayang mau Mas apa kamu dulu yang mandi?" Tanya Arka setelah keduanya sampai di kamar.0l
"Auli dulu ya mas, udah gak tahan lengket," jawab Aulia.
"Ya udah kamu duluan, Mas tunggu di balkon yaa," ucap Arka sembari tersenyum lalu berjalan menuju balkon.
Tak lama kemudian Aulia pun selesai mandi dan bergantian dengan sang suami. Setelah Arka selesai mandi dan memakai pakaian santai yang sudaj disiapkan sang istri saat dia mandi tadi. Arka segera memgikuti sang istri yang duduk di atas tempat tidur bersandar sandaran tempat tidur.
"Sayang, udah siap cerita?" Tanya Arka to the point.
"Sejak beberapa hari yang lalu ada teman sekelas Auli yang akhir akhir ini deketin Auli, dan lama lama Auli merasa gak nyaman Mas, sampai pada akhirnya tadi sepulang kuliah dia ngajakin Auli pulang bareng, dan karena perasaan gak nyaman itu Aulu dengan pedenya menolak dan bilang kalau Auli udah nikah, dan menyuruhnya untuk gak deketin Auli lagi, dan yang bikin Auli gelisah Auli takut nyakitin hati orang lain dengan apa yang Auli katakan, menurut Mas, Aulu harus gimana?"
"Memang kamu ngomongnya gimana Yang?" Tanya Arka dan Aulia menirukan semua yang sudah dikatakannya ke Doni pada sang suami. Dan juga kronologi kenapa Aulia menganggap kalau Doni mempunyai perasaan lebih pada Aulia.
"Wajar kalau kamu merasa Doni punya perasaan lebih sama kamu Yang, dan apa yang kamu lakukan udah benar, Mas bangga sama kamu Sayang, kamu bukan hanya mikirin hati Mas, tapi juga keluarga besar kita, Mas jadi makin Sayang sama kamu,"
__ADS_1
"Tapi aku takut kalau dia sakit hati trus berbuat jahat sama Auli Mas," Aulua mengungkapkan kekhawatirannya.
"Semoga aja ketakutan kamu engga kejadian ya Sayang, udah kamu tenang aja ya, selama kita selalu bersama dan saling percaya, InsyaAllah semuanya akan baik baik saja," hibur Arka sembari menarik sang istri ke dalam pelukannya.
"Aamiin, semoga ya Mas,"jawab Aulia yang membalas pelukan sang suami yang selalu membuatnya nyaman.
"Gimana kalau kita ajak ketemu dia dan ngobrol bareng, biar kamu gak kefikiran soal ini,"ucap Arka sembari mengendorkan pelukannya untuk melihat reaksi sang istri.
"Tapi aku takut juga malu Mas," sendu Aulia.
"Takut kenapa? Malu kenapa hm?" Tanya Arka.
"Takut kalau ternyata Doni marah terus berniat buruk sama kita, Malunya kalau ternyata dia cuma mau berteman sama aku tapi aku udah kepedean nolak gitu,"lirih Aulia.
"Gak usah takut Sayang, kamu gak salah kok, kalau kamu merasa gak enak hati ya kan nanti bisa minta maaf, selepas dia mau maafin atau tidak itu urusan dia yang penting kita udah ada niat baik buat minta maaf, dan gak usah malu juga, karena langkah kamu ambil udah benar, kamu cuma berusaha buat batasin diri aja, meskipun dia cuma mau berteman tapi kan kamu udah nikah jadi juga gak baik punya teman baru cowok tanpa sepengetahuan suami, jadi gak usah terlalu difikirin ya Sayang, Mas gak mau kamu sakit gara gara mikirin hal gak penting kayak gini,"nasihat Arka.
"Iya Mas, makasih ya, Auli jadi sedikit lega, Mas tahu sendiri Auli punya teman cowok itu sejak SMA kemarin, itupun bisa dihitung pakai jari dan mas juga tahu siapa aja," Ucap Aulia kembali memeluk sang suami.
"Iya Sayang mas ngerti, makasih juga yaa, kamu udah mau cerita dan terbuka sama Mas, Mas makin sayang dan makin cinta sama kamu, i love you my wife, cup,"ucap Arka tak lupa menium pucak kepala sang istri yang masih setia memeluknya.
"I love you too my husband," jawab Aulia tanpa bergerak sedikitpun.
○●●●○
Bersambung....
⚘⚘⚘⚘⚘⚘
__ADS_1
@rahmahpratiwi85
\=\=\=