
Ke esokan harinya setelah sarapan bersama. Mereka kembali melakukan perjalanan untuk pulang ke rumah masing-masing. Sesuai permintaan ketiga sahabatnya. Aulia juga Arka mengantarkan pulang ke rumah mereka masing-masing terlebih dahulu.
Dan saat ini keduanya telah tiba di rumah keluarga Kusuma. Mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Jadi gimana? Kalian jadi berangkat nanti sore atau besuk pagi?" Tanya Ayah Restu kepada Adrian.
Tapi belum juga Adrian menjawab telah di potong oleh Aulia.
"Apa? Jadi Kakak udah mau berangkat?" Tanya Aulia kaget.
"Kata kakak hari minggu " lanjutnya lagi dengan suara yang terdengar sedih.
"Kakak kan harus kerja dek, mau gimana lagi, lagipula kita kan udah liburan bersama" jawab Adrian.
"Ya tapikan kakak bilang kakak cuti sampai hari Rabu depan, ini masih hari kamis lo kak, kenapa ga pulang hari seninnya aja, atau paling ga ya minggunya deh " cerocos Aulia memprotes sang kakak.
"Ya ampun deh, ngomongnya satu-satu kenapa sih, nyerocooos aja" kata Adrian yang sebenarnya cuma menggoda adiknya tapi malah bikin ngambek adik tercintanya.
"Yaudah pulang sekarang aja sekalian" bentak Aulia dengan suara bergetar menahan tangisnya sambil berlalu meninggalkan ruang tamu.
"Yang"
"Dek"
Disaat yang bersamaan ketika Aulia meninggalkan ruang keluarga, Arka memanggil dengan sebutan Yang, sementara keluarga yang lain menyebut dengan sebutan Dek. Tapi tak dipedulikan oleh Aulia. Dia tetap melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kamarnya. Dan saat sampai di kamarnya bahkan terdengar gadis itu membanting pintu kamarnya saat menutup pintu.
"Kamu sih Yang, ga tega aku jadinya" kata Arin menyalahkan suaminya.
"Gapapa Yang biar rencana kita berjalan lancar" jawab Adrian santai.
"Bunda juga ga tega deh, Ayah sih tanya soal itu kenapa ga nanti malam aja sih" ketus bunda.
"Nanggung Bun, biar ada dramanya dikit" jawab Ayah santai.
"Kalau sampai nanti Auli ga mau makan, pokoknya Bunda juga ikutan ngambek sama kalian" sewot bunda melihat Suami juga Putra sulungnya.
"Yah, Bun, Arka ijin buat ke kamar Auli yaa, Ar ga tega kalau semua cuekin dia" ucap Arka yang diangguki oleh Bunda.
"Iya Nak, kamu aja yang hibur Auli, kalau Bundamu pasti nanti keceplosan" jawab Ayah sambil melirik sang istri yang masih menampakkan raut muka kecewa.
"Iya yah, yaudah Arka permisi dulu ya" jawab Arka kemudian berdiri dari duduknya.
"Kamu pastikan nanti Auli mau makan ya nak" pesan bunda sebelum Arka melangkahkan kakinya.
"Iya bun" jawab Arka kemudian berjalan menuju kamar Aulia.
"Bunda juga mau ke kamar, Arin sayang kamu juga harus istirahat ya, apalagi kalau benar nanti suamimu mengajak pindah ke hotel sore ini, kamu ga boleh capek-capek" kata bunda Risa lembut, tapi sarat akan sindiran untuk putranya.
Ya melihat respon dari putri bungsunya tadi, Bunda Risa jadi menyesal akan rencana yang sudah dipersiapkan sejak kemarin dengan matang.
"Iya Bun, sekarang Arin juga mau ke kamar" jawab Arin dengan tersenyum lalu ikut berdiri dengan sang Ibu mertua.
__ADS_1
"Yang, Yah, Arin istirahat dulu ya" pamit Arin
Kemudian menghampiri Bunda Risa dan jalan berdampingan ke kamar mereka yang letaknya berdampingan, karena setelah tahu Arin hamil, bunda tak mengijinkan Arin di kamar suaminya yang sebenarnya berada di lantai atas di samping kanan kamar adiknya.
Melihat istrinya yang ikut-ikutan ngambek Ayah Restu hanya bisa menghela nafasnya panjang. Beliau pasrah kalau sampai istringa itu akan mendiamkannya sampai hari yang ditunggu akan tiba.
"Nanggung Kak, sudah basah mandi aja sekalian" kata Ayah sambil menghela nafasnya.
"Ayah harus siap Bundamu ngambek sampai nanti" lanjutnya lagi.
"Ayah juga sih bener kata Bunda harusnya nanti malam aja ngomongnya,..." belum juga Adrian menyelesaikan obrolannya sudah dipotong oleh sang Ayah.
"Jadi kamu juga mau nyalahin Ayah kak? Ini semua rencanamu loh, kalau kamu lupa" sewot Ayah.
"Bukan gitu yah, yaudah lah dah terlanjur ini. Trus ini Adrian giman? Jadinya ke hotel kapan?" Tanya Adrian kemudian.
"Besuk pagi aja lah kak, yaudah kamu istirahat, semoga Arka bisa membujuk Adikmu" kata Ayah lalu meninggalkan Adrian sendirian.
Sementara yang terjadi pada Arka juga Aulia. Begitu Arka sampai di depan pintu kamar tunangannya itu dia langsung mengetuk pintu kamar gadisnya.
Tok... tok... tok...
"Sayang, ini kakak, boleh ga kakak masuk?" Tanya Arka hati-hati.
"Hiik... Ngapain... hiik... kakak kesini hiiik...." terdengar suara Aulia yang diselingi isakan tangisnya.
"Buka dulu dong Yang, masak tega sih ninggalin kakak" jawab Arka.
Tak lama terdengar suara isakan tangis Aulia yang mendekat, kemudian ceklek, pintu pun terbuka.
"Sayaang, udah ya nangisnya" rayu Arka sambil membelai rambut panjang gadis itu.
"Auli... huaaaaaa" bukannya diam justru gadis itu malah menangis makin kenceng sambil memeluk laki-laki disampingnya.
"Cup cup... udah dipuasin dulu nanisnya habis itu udahan ya" kata Arka lembut sambil megusap punggung Aulia pelan bermaksud menenangkan.
Tak lama setelah puas Aulia pun menghentikan tangisnya, meskipun masih terisak. Kemudia melepaskan pelukannya dan menatap wajah Arka.
"Udah lega?" Tanyanya lembut sambil tersenyum. Aulia pun mengangguk.
"Cerita ke kakak kenapa Auli nangis hem?" Tanya Arka.
"Ga mungkinlah aku critain kalau aku sedih gara-gara kakak mau pulang dan ga mau nungguin ulang tahunku dulu, kan malu sama kak Arka" batin Aulia bingung harus menjelaskan apa kepada tunangannya itu.
"Sayang kok diem, kenapa hemm?" Tanya Arka lagi.
"Auli masih kangen kakak, tapi kakak tega udah mau pergi lagi, padahal kakak udah janji kalau paling cepet hari minggu baru berangkat" jawab Aulia manja.
"Kapan-kapan kan bisa pulang lagi Sayang atau kalau kita libur kita yang samperin kakak, ga usah sedih lagi ya" kata Arka.
"Iya tapi..." kata Aulia bingung lalu "iya tapi masa kakak lupa sama ultahku" batin gadis itu kemudian.
__ADS_1
"yaudah deh Auli dah gapapa kok kak" jawabnya kemudian.
"Kalau udah gapap senyum dong" goda Arka.
"Heem " nih kata Aulia sambil menunjukkan senyum terpaksa.
"Ke kamar Bunda yuk, kasihan tadi Bunda kefikiran Auli" ajak Arka.
"Temenin" rengek gadis itu.
Yang diangguki oleh Arka lalu keduanya melangkah menuju kamar Bunda juga Ayah di lantai bawah. Saat melewati ruang keluarga ternyata sudah sepi mungkin Adrian juga sudah di kamarnya.
Tok... tok... tok....
"Bundaaa" panggil Aulia dengan suara manjanya.
"Buuun... Bundaaa" panggilnya lagi karena belun juga mendapat sahutan dari sang Bunda.
"Yah, itu Auli" bisik Bunda ke Ayah dengan senang hingga kupa kalau lagi ngambek sama sang suami.
"Iya Bun, sana bukain, tapi inger jangan ke ce plo san" kata Ayah penuh penekanan di akhir kalimatnya.
"Beres yah" jawab Bunda lalu berjalan hendak membukakan pintu untuk putri kecilnya.
"Bundaaa, maafin Auli udah bikin Bunda sedih" kata Aulia yang tiba-tiba memeluk sang Bunda saat pintu terbuka.
"Iya sayang, Bunda ngerti kok , pasti Auli masih kangen sama kakak kan, makanya sedih trus ngambek saat kakak bilang udah mau berangkat." Kata bunda sambil mengelus punggung putrinya.
"Iya Bun.." jawab Aulia.
"Bahkan Bunda juga lupa kalau Auli mau ultah, yaudahlah gapapa ga semua yang aku mau harus tercapai" batin Aulia sedih.
"Yaudah Bunda seneng Auli dah ga ngambek lagi, sekarang kalian istirahat ya, nanti malam kita makan bersama sebelun besuk kakak berangkat" suruh Bunda.
"Iya Bun, yaudah bunda ke kamar dulu ya" jawab Aulia.
"Nak Arka, Kamu masih nginap kan? Sebaiknya kamu nginap duku yaa, sekarang kamu juga istirahat sana di kamar kamu" pinta Bunda pada calon mantunya.
"Iya Bun, Ar masih nginap kok, di rumah ga ada orang, Mama Papa labgsung keluar kota tadi" jawab Arka.
" ya bagus deh, setidaknya Auli ada yang nemenin saat kakaknya berangkat lagi" jawab Bunda.
"Iya Bun, yaudah kami pamit istirahat dulu Bun" pamit Arka.
"Iya"
"Ayo Sayang" ajak Arka menggandeng tangan Aulia.
Kemudian mereka ke kamar di lantai atas, tapi di kamar yang terpisah, Aulia menempati kamarnya sendiri sementara Arka menempati kamar tamu yang ada di sebelah kiri kamar Aulia.
○●●●○
__ADS_1
Terimakasih buat yang udah baca ceritaku. Juga buat yang udah kasih dukungan berupa like, rate, komentar juga Vote makasih banyak. Apalagi buat sesama penulis yang saling kasih dukungan. Kalian juga semangat berkarya💪.
Untuk saat ini belum bisa up tiap hari. Sampai ketemu di episode selanjutnya🙏