KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.148. Kasak Kusuk


__ADS_3

Arka, Aulia serta para sahabat pun langsung menuju ke mading tempat dimana terpasang foto foto Aulia bersama beberapa pria yang tengah digosipkan dengannya. Setelah sampai di sana ternyata benar, berita itu begitu heboh, terbukti dengan suasana yang semakin ramai. Terdengar banyak sekali cibiran yang ditujukan pada Aulia dan menyayangkan karena seorang Arka yang banyak digilai cewek kampus tapi harus menikah dengan gadis yang tidak baik menurut mereka setelah gosip itu beredar.


Sembari berjalan Arka sempat mengirim pesan kepada Mas Arman memintanya agar segera datang ke kampus karena terjadi sedikit masalah dengan Aulia, dan akan menceritakan setelah sampai di kampus nanti. Arka juga meminta tolong mas Arman untuk menghubungi kak Adrian, Ayah Restu dan Papa Tara agar datang juga ke kampus. Karena Arka tak mau nama baik istrinya hancur begitu saja karena gosip murahan itu. Arka ingin membuktikan kepada semua penghuni kampus siapa dan apa hubungan yang sebenarnya antara Aulia dengan laki laki yang ada di foto yang diambil secara candid itu.


"Ekhem" deheman Arka mengalihkan atensi para mahasiswa yang sibuk membicarakan berita mengenai Aulia yang baru hangat hangatnya itu.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Arka pura-pura tidak tahu. Sementara Aulia dan keempat sahabatnya hanya diam di belakang Arka, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Arka, untung kamu datang, kamu harus tahu Ar, ternyata Aulia gak sebaik kelihatannya, ternyata dia simpanan Om Om dan suka gonta ganti pasangan, kalau kamu gak percaya itu di mading ada foto fotonya," ucap Farah mencari celah untuk mendekati Arka sembari menunjuk foto foto Aulia dengan beberapa laki laki. Lalu dengan percaya dirinya Farah menarik Arka untuk mendekat ke arah mading. Namun tanpa Farah sadari tangan Arka yang lain menarik tangan sang istri yang sedari tadi digenggamnya, meskipun tadi Aulia berdiri di belakang Arka.


"Siapa yang dengan lancangnya berani memasang semua foto-foto istri saya di sini!" Bentak Arka tegas, entah kepada siapapun yang ada di sini.


"A ku gak ta hu, tahu tahu udah ada foto nempel di mading"ucap Farah terbata bata karena takut. Sementara kedua sahabatnya saling pandang dengan ekspresi yang juga ketakutan.


"Sekali lagi saya tanya siapa yang menempelkan foto-foto ini hah?" Teriak Arka bertanya entak kepada siapa.


"Tadi aku lihat kak Farah sama kedua temannya kak," ucap Doni yang ternyata juga ada di situ. Karena semua orang diam jadi dialah yang menjawab, apalagi dia juga melihatnya sendiri saat Farah dan ketiga sahabatnya tadi menempelkan foto itu. Bahkan tadi sempat kecewa dengan Aulia meskipun hati kecilnya tak percaya. Yah meskipun Doni sudah tahu kalau Aulia telah menikah, dan berjanji tak akan mengganggunya lagi, tapi rasa cintanya pada gadis itu belum bisa dihilangkan dari hatinya.


"Benar itu Farah?" Tanya Arka marah.


"I ya Ar, tapi niatku agar kamu tahu siapa sebenarnya gadis itu," jawab Farah gugup namun masih sok tahu.


"Saya yang lebih tahu siapa istri saya, jadi kamu gak usah sok tahu!" Bentak Arka.

__ADS_1


"Sekarang juga kamu harus meminta maaf pada Aulia," lanjut Arka.


"Gak mau, enak aja, buat apa aku minta maaf sama dia, aku gak punya salah apapun sama dia, ngapain harus minta maaf," ucap Farah sewot.


"Kamu.."belum selesai Arka berbicara tapi terpotong karena kedatangan seseorang.


"Mas Arka, ada apa dengan Aulia?" Tanya mas Arman yang baru saja tiba.


"Mas, Aulia baik baik saja, tapi...." Arka pun menceritakan secara detail kepada Arman setelah mengajak Arman sedikit menjauh dari posisinya tadi. Sedangkan Aulia memilih kembali bersama dengan para sahabat yang masih setia menunggu di tempat semula datang sebelum di tarik oleh Farah. Sementara Farah dan ketiga sahabatnya penasaran siapa laki laki itu, kenapa Arka juga mengenalnya.


"Sayang, kamu kenapa? Tadi mas Arman bilang terjadi sesuatu sama kamu,"Disaat Arka tengah menceritakan pada Arman tiba tiba Adrian datang lalu memeluk dan mencium kening sang adik. Lalu melihat sang adik dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dan memeluknya lagi setelah memastikan kondisi Adik kesayangannya baik baik saja. Dia begitu khawatir saat mendapat telpon dari Arman bahwa telah terjadi sesuatu dengan adiknya di kampus.


"Kak, Auli gapapa," jawab Aulia dipelukan sang kakak.


"Saya harap kalian semua jangan bubar dulu kalau mau tahu berita itu benar atau tidaknya," ucap Arka kepada kerumunan mahasiswa itu dengan suara tegasnya.


"Kak, ada yang mau aku bicarakan," ucap Arka santai. Melihat ekspresi Arka dan semua bayangannya tidak terjadi Farah begitu kecewa dan merasa kurang puas.


"Ada apa?" Tanya Adrian.


"Lepaskan dulu istriku, jangan peluk dia lama lama aku gak rela ya," ucap Arka setengah bercanda.


"Dasar bucin," ucap Adrian sembari menonjok ringan lengan Arka.

__ADS_1


"Kayak situ enggak aja," ucap Arka meledek.


"Ada apa?" Tanya Adrian lalu Arka pun menjelaskan juga. Bahkan Arka tak peduli kasak kusuk dari mahasiswa yang masih ada di sana yang bertanya tanya siapa laki laki itu kenapa Arka sepertinya mengenal dengan baik. Berbeda dengan Farah and the gank. Masih saja berusaha menjatuhkan nama Aulia.


"Kayaknya Arka udah diguna guna deh makanya dia diam aja saat tuh cewek pelukan sama cowok lain," ucap Tia sahabatnya Farah berusaha mengompori yang lain.


"Masuk akal juga sih Ti, ya gak Far?" Tanya Dina.


"Iya mungkin," ucap Farah ragu.


"Sebenarnya siapa sih mereka Far? Kok kayaknya Arka kenal dengan mereka ya?" Tanya salah satu mahasiswa yang ada di sana.


"Gak tahu, yang jelas tuh orang juga ada di foto itu," jawab Farah jutek.


"Sayang, kamu kenapa? Kamu baik baik aja kan? Apanya yang sakit?" Tiba tiba Ayah Restu datang memeluk Aulia lalu melihat seluruh tubuh sang putri seperti yang dilakukan oleh Adrian tadi. Karena takut telah terjadi sesuatu yang membuat putrinya kesakitan.


"Eh itu bukannya om om yang ada di foto itu," ucap seseorang yang diiyakan oleh yang lain.


"Ayah, Adek gak papa, kenapa Ayah juga di sini?" Tanya Aulia pelan.


"Tadi Arman telpon Ayah katanya Ayah diminta ke kampus kamu, jadi Ayah pikir kamu kenapa kenapa," jawab Ayah khawatir.


○○●○○

__ADS_1


__ADS_2