KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.90. Cita-cita


__ADS_3

Hari demi hari telah di lewati, usaha Arka untuk mengembalikan senyum Aulia pun membuahkan hasil. Dengan menjalankan saran Papa Tara agar Aulia disibukkan dengan kegiatan di caffe. Arka pun akhirnya mencari waktu yang tepat untuk bisa menyampaikannya kepada Aulia.


Di saat mendapatkan waktu yang tepat, dengan dalih bahwa caffe butuh tenaga bantuan, maka Arka minta agar Aulia bisa membantunya bekerja paruh waktu di caffe. Dan Arka pun berjanji akan menemani sambil belajar di ruang kerjanya. Tanpa fikir panjang, ternyata Aulia langsung menyetujui permintaan sang kekasih untuk membantunya bekerja paruh waktu di caffe.


Dengan kesibukannya akhirnya Aulia sudah kembali ceria seperti sedia kala. Gadis manja nan ceria itu pun bisa melupakan kesedihannya yang berlarut-larut. Yang pada awalnya rencananya hanya untuk mengisi waktu Aulia agar tak berlarut dengan kesedihannya. Tapi tenyata hingga tak terasa satu bulan lagi akan menghadapi ujian semester jadi Arka dan Aulia pun memutuskan untuk sementara berhenti dulu bekerja di caffe.


Pagi hari seluruh keluarga Wijaya seperti biasa selalu sarapan bersama-sama. Dan setelah selesai sarapan seperti saat ini, mereka sedang santai bersama di gazebo taman belakang kediaman Wijaya. Kebetulan hari ini adalah hari minggu, jadi semua libur dengan kegiatan masing-masing dan lebih memilih menikmati hari libur dengan bersantai bersama.


"Oh iya nak, sebentar lagi kalian akan menghadapi ujian semester, apa tak sebaiknya kalian berhenti dulu bekerja di caffenya?" Tanya Papa Tara pada Aulia dan Arka.


"Iya kok Pa, kita emang udah sepakat untuk sementara berhenti dulu, setidaknya sampai ujian selesai, kita mau fokus dengan ujian dulu," jawab Arka.


"Bagus kalau ternyata kalian sudah merencanakan semuanya, Papa senang mendengarnya," jawab Papa Tara, terdengar dari suaranya sang Papa sangat bangg terhadap keduanya yang sudah bisa mengatur waktu.


"Sebentar lagi kamu lulus Ar, rencana mau lanjut kuliah di mana?" Papa Tara bertanya soal kuliah Arka, karena dari dulu Arka masih bingung antara mau kuliah di dalam atau di luar negeri.


"Ar, masih belum yakin mau di mananya Pa, soalnya Ar masih galau, he he," jawab Arka cengengesan karena setiap di tanya sang Papa dia belum bisa menjawab dengan pasti.


"Apa mau di luar negeri aja Ar?" Tanya Papa Tara memancing yang seketika membuat Aulia dan mama Tara menatapnya penuh denga tanya. Akhirnya pancingan Papa Tara berhasil membuat kedua wanita kesayangannya merespon ucapannya.


"Eh gak usah jauh-jauh lah Sayang," protes Mama Rita yang dari dulu gak setuju kalau-kalau Arka harus kuliah ke luar negeri.


"Kaya di Indonesia gak ada Universitas yang bagus aja, banyak lo Sayang, kamu tinggal pilih mau yang mana?" Sambung Mama Rita yang membuat Aulia lega mendengar ucapan sang Mama.

__ADS_1


"Ya terserah anaknya mau lanjut kuliah di mana dong Ma, kok malah jadi Mama yang nentuin gitu sih?" Ucap Papa Tara yang seketika membuat lemes sang menantu. Dan tanpa ada yang menyadari dari tadi Arka melirik sang kekasih hati, melihat perubahan ekspresi sang gadis membuat Arka menarik sudut bibirnya membuat senyuman tipis.


"Tapi Pa, Mama kan cuma usul aja, lagi pula sekarang Arka sudah menikah lo, apa iya harus berpisah jauh dari istrinya?" Tanya Mama Rita yang seolah mendapat jawaban yang pasti akan membuatnya menang.


"Gimana Ar, menurut kamu?" Lanjut Mama Rita bertanya pada Arka.


"Hei, ditanya malah senyum-senyum gak jelas gitu sih," lanjut Mama sembari melambai-lambaikan tangan di depan muka Arka.


"Apa sih ma?" Sewot Arka menepis tangan sang Mama yang menghalanginya menatap wajah cantik gadisnya.


"Itu kamu setuju kan sama usul Mama?" Tanya Mama Rita.


"Usul apa sih Ma?" Arka yang tak mendengarkan perdebatan kedua orang tuanya pun memeilih bertanya karena tak mengerti apa yang di maksud oleh sang Mama.


"Enggak soalnya Mama sama Papa malah ribut sendiri sih," alasan Arka menjawab pertanyaan sang Mama.


"Trus kamu ngapain aja dari tadi senyum-senyum gak jelas gitu?" Sambung Mama Rita.


"Siapa yang senyum-senyum? Arka dari tadi cuma diem aja kok," elaknya.


"Ah ya sudah gak penting juga," Mama Rita yang sudah jengkel dengan putra semata wayangnya yang gak fokus akhirnya memilih menyudahi perdebatannya dengan Arka agar bisa melanjutkan kembali pembahasan soal kuliah sang putra.


"Kok gak penting sih Ma?" Protes Arka seolah tak terima.

__ADS_1


"Dengerin Mama kamu dulu Ar, jangan main potong aja," ucap sang Papa memperingatkan. Karena Papa Tara sudah hapal dengan sang istri kalau ucapannya tak di dengarkan bisa-bisa Mama Rita ngambek dan Papa Tara lah yang jadi korbannya.


"Iya Pa, gimana Ma?" Jawab Arka yang mengerti maksud sang Papa langsung lanjut bertanya kepada sang Mama.


"Jadi begini nak, tadi Mama bilang, apa iya kamu mau lanjut kuliah di luar negeri, sementara sekarang kamu kan sudah menikah nak, jadi apa ya kamu tega ninggalin istrimu jauh-jauh ke luar negeri buat kuliah, padahal kan di sini juga banyak universitas yang bagus," akhirnya Mama Rita menahan egonya untuk ngambek demi masa depan sang putra.


"Oh soal itu Ma?" Tanya Arka yang di jawab anggukan oleh sang Mama.


"Sebenarnya sih Arka belum siap buat bahas soal ini Ma, Pa, tapi karena Mama sama Papa sudah semangat bahas ini, apalagi ini juga buat masa depan Arka sendiri jadi Arka oke lah mari bantu Ar buat pilih mana yang terbaik buat Ar nantinya," jawab Arka


"Seperti yang sudah mama bilang tadi, karena sekarang Ar udah menikah, jadi untuk masalah Ar harus kuliah di dalam atau luar negeri Ar mau istri Ar yang nentuin, soal kampusnya nanti bisa difikirkan lagi," ucap Arka sembari melihat sang istri yang duduk tepat di depannya.


"Loh kok Auli sih kak?" Aulia yang tak menyangka akan jawaban Arka yang seperti itupun langsung bertanya.


"Auli gak mau jadi alasan yang menghambat kakak buat melanjutkan cita-cita kakak, jadi lebih baik kakak sendiri yang menentukan dan Auli hanya bisa mendukung aja," jawab Aulia berusaha bijak demi cita-cita sang suami.


"Jangan karena sudah menikah kakak harus menahan keinginan kakak buat menggapai cita-cita kakak," lanjut Aulia sembari tersenyum menatap sang suami.


"Papa setuju dengan apa yang dikatakan oleh Auli, gimana menurutmu Ar?" Tanya Papa Tara.


"Makasih karena kalian membebaskan Ar buat menentukan pilihan sendiri, tapi sebelumnya boleh gak kalau Kakak tanya sesuatu sama kamu Yang?" Ucap Arka sekaligus bertanya pada Aulia.


○●●●○

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2