
Sesampainya Aulia di taman belakang dia melihat Arka sedang sibuk memberi makan ikan. Begitu melihat kedatangan Aulia dia pun meletakkan pakan ikan itu di tempatnya yaitu di sebuah rak yang berada di sebelah gazebo. Kemudian duduk di gazebo.
"Udah selesai bikin kuenya?" Tanya Arka mengerutkan dahinya heran kenapa secepat itu selesainya.
"Belum, kata Ayah kakak sendirian yaudah aku kesini" jawabnya tapi sedikit berbohong padahal tadi sang ayah lah yang menyuruhnya.
"Ooo, duduk" menepuk tempat di sebelahnya supaya Aulia ikut duduk. Yang diangguki oleh gadis itu kemudiam mendudukkan ditinya tepat di tempat yang ditepuk Arka tadi.
"Kenapa gak bantuin di dapur?" Tanyanya kemudian yang dijawab gelengan kepala Aulia.
"Kakak gapapa di sini sendiri, beneran" kata Arka meyakinkan gadisnya.
"Jadi ga boleh ni kalau Auli di sini?" Tanya gadis itu kerena merasa bahwa Lelaki itu terganggu akan kehadirannya.
"Boleh... siapa bilang ga boleh" jawab Arka cepat sebelum gadis itu merajuk.
"tadi kakak yang bilang kenapa ga bantu di dapur" jawab Aulia sambil menirukan perkataan Arka.
"Kakak seneng malah ada kamu di sini" sambungnya lagi yang membuat semyum gadia itu terukir manis di bibir mungilnya.
"Geser dong kakak pengen rebahan, capek" suruh Arka.
Kemudian Aulia menggeser tubuhnya dan bersandar di sandaran pinggiran gazebo. Kemudian menyelonjorkan kakinya. Tanpa berkata apapun kemudian Arka merebahkan tubuhnya dengan kepala dipangkuan Aulia.
"Kakak ih.... entar kalau ada yang lihat gimana?" Kaget dengan tindakan tiba-tiba dari Arka yang meletakkan kepala dipangkuannya.
"Biarin lah, lagian siapa yang mau lihat, tapi kalau mau lihat juga boleh kok" jawab Arka santai.
"Kakak gak tahu aja jantungku hampir copot" ni!" Batinnya sambil menormalkan detak jantung ya. Dan membuat tingkahnya senormal mungkin, jangan sampai salah tingkah pikirnya.
"Sayaang... kamu ga tertekan kan dengan hubungan kita? " tanya Arka tiba-tiba.
" kakak ngomong apa sih? ga jelas banget deh" Jawabnya terkejut dengan pertanyaan lelaki yang sekarang sudah menjadi tunangannya itu.
"Ya kakak cuma ga mau aja gara-gara perjodohan ini kamu jadi tertekan terus ga bisa buka hati kamu buat Kakak" jawabnya entah apa yang ada dalam pikirannya. Padahal mereka berdua sudah mempunyai komitmen untuk bisa saling mencintai.
__ADS_1
Aulia menghela nafasnya panjang kemudian mengeluarkannya dengan perlahan.
"Kakak ga percaya ya sama Auli?" Tanyanya kemudian
"Atau jangan-jangan kakak lagi yang ga bisa buka hati kakak buat Auli" lanjutnya kemudian.
"Kakak ga tahu aja kayaknya Auli udah mulai suka sama kakak, tapi Auli takut kalau harus bilang duluan, yang pasti Auli nyaman saat sama kakak gini" batin gadis itu sambil memejamkan matanya sebentar berharap jangan sampai menangis di depan tunangannya.
"Kakak merasa nyaman setiap di samping Auli, kakak harap Auli juga merasakan hal yang sama" kata Arka sambil tersenyum menatap Aulia tetap diposisinya semula, dipangkuan gadis itu.
Mendengar pernyataan Arka, darah Aulia mengalir hangat di tubuhnya. Kemudian Aulia menundukkan kepalanya membalas menatap Arka yang belum mengalihkan pandangannya pada Aulia. Kemudian Aulia mengangguk sambil tersenyum.
"Makasih ya sayaang,kakak sayang sama Auli, semoga suatu saat kita bisa saling mencintai layaknya pasangan kekasih pada umumnya, yang pasti saat ini kakak ga mau kita jauh-jauhan"
Mendengar perkataan Arka barusan malah tanpa sengaja membuat Aulia meneteskan airmatanya dan jatuh ke kening Arka. Arka yang melihatnya kemudian terbangun dan panik.
"Sayaang jangan nangis dong, kalau kakak ada salah kakak minta maaf" kata Arka panik kemudian tangan kirinya memegang bahu kanan Aulia sementara tangan kanannya ia gunakan untuk menghapus airmata gadis itu.
Aulia hanya menggelengkan kepala pelan lalu tersenyum.
"Bahkan orang lain pun ga tahu kalau kita dijodohkan, setahu mereka kita adalah pasangan yang memang saling jatuh cinta sebelumnya."Lanjut Aulia sambil tersenyum. Entah tersenyum karena bersyukur atau karena geli hanya dia yang tahu.
"Kakak ga mau kalau sampai ada orang lain yang mengambil kesempatan untuk menghancurkan hubungan kita kalau mereka tahu kita hanya dijodohkan, bukan karena saling mencintai" kata Arka menjelaskan pada Aulia agar gadis itu tak salah paham denga tujuannya menyembunyikan status perjodohannya.
Aulia mengangguk paham, "makasih kak" jawabnya kemudian.
"Iya, kakak juga makasih karena Auli udah mau terima perjodohan ini dengan tulus, asal Auli tahu aja kakak udah sejak SMP menerima perjodohan ini meskipun saat itu kakak belum tahu kalau sama Auli " jawab Arka sambil memandang manik mata gadis itu.
"Udah jangan nangis lagi ya, nanti dikira kakak apain lagi" lanjutnya tersenyum kemudian Aulia mengangguk untuk merespon lalu membalas senyuman Arka.
"eehm.... dicariin dari tadi malah mojok berduaan" suara Adrian mengejutkan keduanya.
"Kakaaak... ish ngagetin aja deh" ketus Aulia sambil meemgang dadanya yang masih berdetak kencang karena kaget dengam suara Arka.
"Makanya jangan pacaran mulu" jawab Adrian tak kalah ketus.
__ADS_1
"Siapa juga yang pacaran" sewot Aulia.
"Ngga ngaku lagi udah ke gep juga" Adrian pun tak kalah sewotnya.
"Dasar bocah... bisa-bisanya sih ayah dah ijinin buat tunangan, heran deh" lanjutnya lagi yanv membuat adiknya itu ngambek.
"Bodo! " jawab Aulia singkat karena ngambek.
Sementara Arka hanya senyum melihat kedua kakak beradik yang ga ada habisnya adu mulut.
"Mau-maunya kamu Ar, tunangan sama bocah manja tukang ngambek" kata Adrian ditujukan kepada Arka.
"Ya kalau dah sayang mau gimana lagi kak" jawabnya sambil menoleh ke arah gadisnya yang kemudian bisa merubah wajah gadis itu menjadi tersenyum lagi.
"Huu dasar bucin" kata Adrian kemudian ikut mendudukkan dirinya di gazebo.
"Ngapain sih ke sini?" Tanya Aulia masih ketus.
"Ya elah dek, gitu aja sewot, udahan ngapa ngambeknya, kakak jadi sedih nih" kata Adrian memasang muka sedih. Namun adiknya itu tak berniat membalas perkataannya. Percuma memasang wajah sedih ya.
"Katanya tadi mau istirahat kak?" Tanya Arka mengalihkan perdepatan konyol kakak beradik itu.
"Ga bisa tidur ya udah keluar aja, udah cari-cari sampai ke kamar kamu eee ga tahunya lagi mojok" jawab Adrian kemudian merebahkan tubuhnya.
" yaudah kak, Auli ke dapur aja ya" kata Aulia ditujukan ke Arka.
"Sono jauh-jauh" belum juga Arka menjawab udah disrobot oleh Adrian.
"weeek" ledek Aulia yang kemudian melayangkan kepalan tangan mungilnya dengan memberi tinju di kaki kakak jahilnya itu.
" iya, jangan lupa cheese cakenya ya sayaang" kali ini Arka yang menjawab sambil sedikit teriak karena Aulia berlari setelah meninju kaki kakaknya, karena tak mau memberi kesempatan kakaknya untuk bisa membalas.
○●●●○
Haii... makasih sudah berkunjung dan mambaca ceritaku. Semoga suka dan jangan lupa kasih 👍 ⭐⭐⭐⭐⭐ juga Vote yaa. Jangan lupa klik favorit ya biar ga ketinggalan episode selanjutnya.
__ADS_1
Ditunggu krisannya di kolom komentar yaa.