KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.78. Bodyguard


__ADS_3

"Udah seneng?" Tanya Arka saat melihat sang istri ceria setelah mendengar suara sang kakek.


"Udah, makasih ya, kakak emang suami yang terbaik deh," ucap Aulia dengan berbisik di telinga Arka saat mengucapkan kata suami.


"Kamu juga istri yang terbaik buat kakak," jawab Arka ikut-ikutan berbisik di telinga Aulia saat mengucapkan kata istri.


"Mau telpon bunda gak?" Tanya Arka. Mengingat tadi pagi Aulia sempat sedih karena bunda Risa tak menemuinya dan hanya menitipkan kue pada pak Tono yang di mintai tolong mengambil ke rumah.


"Engga ah kak, nanti Auli malah nangis, kan malu sama adik kelas," jawab Aulia berbisik karena malu jika ada yang mendengar. Hal itu justru malah membuat Arka tertawa lebar yang membuat perhatian dari siswa siswi yang duduk di dekat mereka berdua.


"Ih kakak pelan aja ketawanya, tuh ampe dilihatin gitu," rengek Aulia manja.


"Ha ha iya iya maaf," ucap Arka masih terkekeh.


"Apaan sih pasangan gaje, brisik tahu gak!" Protes Dewa yang terganggu tidurnya karena duduknya di depan kursi Arka dan Aulia jadi benar-benar terdengar keras di telinganya suara tertawa Arka baru saja.


"Iya nih gangguin orang lagi tidur aja," sahut Vitria mendukung sang kekasih.


"Iya sorry sorry, udah sana lanjutin tidurnya, janji deh gak brisik lagi," jawab Arka lebih baik mengalah sama pasangan di depannya namun tak mendapat jawaban, mungkin sudah kembali tidur.


"Mau bobo juga gak Yang?" Tanya Arka pada kekasih hatinya.


"Belum ngantuk kak," jawab Aulia menggelengkan kepalanya.


"Mau ngemil ga?" Tawar Arka.


"Bokeh deh," jawab Aulia tersenyum.


"Yaudah bentar ya," jawab Arka hendak berdiri mengambil snack yang ada dalam tas bekal mereka yang dibawa dari rumah.

__ADS_1


"Hai kak Arka, ini buat kakak," belum juga Arka berdiri ada seorang adik kelas yang datang menghampirinya dan menawarkan sesuatu dalam kotak bekal, entah isisnya apa yang pasti makanan.


"Oh gak usah makasih buat kamu aja, saya udah bawa kok," jawab Arka sambil tersenyum.


"Tapi kak aku masih ada yang lain, ini buat kak Arka, aku ikhlas kok," jawab gadis itu dengan suara dibuat manja. Membuat panas hati Aulia saja.


"Mendingan dikasih ke teman kamu yang gak bawa bekal aja ya, soalnya saya juga bawa kok, ini baru mau diambil," jawab Arka lagi sambil berdiri dan mengambil tas bekal yang sejak tadi pagi sudah Aulia siapkan. Sementara gadis itu masih saja menunggu Arka di sampingnya.


"Tolong Yang," ucap Arka sengaja padahal dia bisa sendiri tanpa harus memberikan tas bekal itu pada Aulia dan juga dia sengaja memanggilnya dengan sebutan sayang agar gadis tak tahu asal usulnya itu segera tahu diri. Namun ternyata gadis itu tak tahu malu sehingga masih berdiri di situ hingga Arka kembali duduk lagi.


"Mau makan apa Yang, sini kakak bukain," ucap Arka sengaja membiarkan adik kelasnya itu.


"Apa aja Sayang yang penting ngemil, soalnya mulut aku gatel pengen maki-maki orang," jawab Aulia yang merasa gerah kedatangan adik kelasnya yang super genit. Namun membuat Arka tersenyum senang mendengar panggilan Aulia terhadapnya tadi.


"Ih kak Arka, kok akunya dicuekin gini sih," protes gadis itu.


"Oh maaf saya kira kamu sudah duduk kagi ke kursimu," jawab Arka santai lalu menyuapi.


"Ish tega banget sih kamu kak sama aku," teriak gadis itu yang membuat Dewa terbangun lagi.


"Ya ampun Angeeeel.... kamu tuh ya gangguin orang tidur aja tahu ga? Udah berapa kali sih aku bilang kalau kak Arka itu udah punya pasangan, masih aja godain," saking geramnya Dewa memarahi gadis yang sejak pertama masuk itu sudah bertanya-tanya soal Arka padanya dan malah memintanya untuk mencomblanginya. Tapi sejak awal pula Dewa sudah mengatakan jangan pernah ganggu sahabat saya karena dia sudah punya pasangan, kalau masih mengganggu gadus itu akan berurusan dengannya. Tapi ternyata ucapan Dewa waktu itu tak digubrisnya.


"Maaf kak, aku gak maksud ganggu kak Dewa," ucap gadis itu terkejut dengan teriakan Dewa di telinganya.


"Kembali ke tempat dudukmu sekarang atau saya turunkan kamu di sini!" Perintah tegas Dewa ternyata membuatnya takut juga. Tanpa menjawab gadis itupun langsung kembali ke kursinya.


"Thanks ya Wa," ucap Arka sebelum Dewa kembali duduk.


"Satai Ar, aku tahu kamu pasti gak tega buat tegas makanya harus bodyguard kamu yang maju, ya gak dek? haha," ucap Dewa meminta persetujuan Aulia sambil terkekeh.

__ADS_1


"Iya kak, makasih ya," jawab Aulia tersenyum.


"Uluh-uluh my boyfriend is a bodyguard,"ucap Vitria gemas sambil ngucel ucel pipi Dewa.


"Iya dong, keren kan beib," jawab Dewa kemudian keduanya duduk dan masih terdengar obrolan keduanya masih berlanjut membuat Aulia dan Arka terkekeh mendengarnya.


"Kak Dewa sama kak Vitria kalau pacaran lucu ya kak," ucap Aulia masih tersenyum mendengar ocehan pasangan gila di depannya.


"Kok kak sih? Kenapa gak Sayang lagi sih Yang?" Protes Arka mendengar Aulia memanggilnya dengan sebutan kakak lagi.


"Ih apaan sih kak," ucap Aulia menundukan kepala malu.


"Iiih istri kakak malu yaa? Kenapa mesti malu sih Sayang," ucap Arka berbisik di telinga Aulia.


"Kakak udah dong, Auli ngantuk nih mau bobok aja," jawab Aulia menciba menghindari godaan dari Arka.


"Cie ada yang menghindar nih," goda Arka membuat muka Aulia terasa panas, dan semakin menunduj karena malu, pasti mukanya saat ini sudah merah bak kepiting rebus.


"Sini dong kalau mau bobok," ucap Arka menarik Aulia agar bersandar dibahunya kemudian tangan kirinya memeluk pinggang gadisnya itu dari belakang. Tanpa menjawab Aulia pun menurut saja. Rasanya nyaman banget dengan posisi seperti ini. Beruntung guru yang jadi walikelas kelas satu yang mendampingi acara ini naik dalam satu mobil dengan guru yang lain.


"Eh ternyata beneran tidur dia, kirain cuma mau menghindar karena malu aja," ucap Arka sambil tersenyum membayangkan wajah gadisnya yang seperti kepiting rebus setiap malu karena selalu digodanya. Membayangkan wajah gadisnya yang cantik alami, benar-benar cantik yang natural tanpa polesan. Apalagi saat gadis itu terseyum, begh bisa membuat hatinya klepek-klepek dan meleleh.


Kehadiran gadis itu benar-benar membuat hidupnya semakin lengkap. Tak sia-sia selama ini Arka bertahan tak pernah dekat ataupun pacaran dengan gadis lain. Hatinya hanya untuk Aulia, gadis yang dijodohkan oleh kakeknya. Itulah alasannya kenapa Arka tak mau orang lain mengetahui kalau dia hanya dijodohkan. Karena sudah jatuh cinta jauh sebelum mereka bertemu lagi sejak Aulia masih balita.


Tak lama Arka pun terhanyut juga dalam buaian mimpi indah. Memimpikan gadis yang sudah menjadi kekasih halalnya. Aulia Pratiwi Kusuma.


○●●●○


Bersambung.....

__ADS_1


semangat up soalnya langsung ada yang nge like pas up kemarin. So, ditunggu dukungan dari yang lain yaa. Boleh like, komen, Poin atau bahkan Koin juga boleh. Ups ngarep banget sih. padahal baru belajar nulis udah mau dapat yang lebih🤣🤣...


Happy reading guys🙋‍♀️


__ADS_2