
Seminggu berlalu sejak kabar kakek Wisnu drop dan di rawat di rumah sakit. Belum juga ada tanda-tanda kalau kakek akan dipindahkan dari ICU ke ruang rawat inap. Berarti artinya kondisi kakek Wisnu saat ini masih belum membaik. Mungkin karena memang raganya yang sudah tidak muda lagi sehingga tubuhnya itu lemah untuk melawan penyakitnya.
Meskipun kakek Wisnu masih di rawat di ICU dan tidak bisa di tunggu di dalam ruangan. Papa Tara tetap memilih menunggu sang papi, agar kalau ada apa-apa atau kakek sudah sadar. Sudah ada keluarga yang stanbay menjaganya di sana. Bahkan papa Tara menyewa satu kamar yang nantinya akan digunakan untuk kamar rawat sang papi saat sudah bisa dipindah ke ruang rawat inap. Papa Tara menyewa kamar itu lebih awal karena untuk tempat istirahat mereka saat menunggu kakek, karena gak mungkin mereka menunggu di tempat duduk di depan ruang ICU berhari-hari.
Jadi untuk menunggu kakek papa Tara membagi tugas. Jadwal menunggu kakek Wisnu pun bergantian, Siang hari mama Rita dan bunda Risa, yang kadang-kadang juga digantikan sepupu Papa Tara, karena bunda Risa harus membantu Arin disaat si kecil rewel. Jadi bunda Risa memilih menemani menantu kesayangannya itu agar menantunya itu tak mengalami yang namanya baby blues.
Sedangkan jadwal menemani saat malam hari adalah jatahnya papa Tara yang terkadang kalau lagi ga ada lembur ayah Restu datang menemani. Bahkan kadang juga keduanya membawa kerja lemburnya ke rumah sakit.
Sementara Aulia dan Arka. Karena keduanya sedang menjalani ujian sekolah jadi para orang tua mereka tidak mengijinkan mereka menginap. Meskipun kalau siang hari sepulang sekolah mereka tetap saja memaksa menemani sang mama dan bunda. Tapi tentunya mereka tetap membawa buku untuk belajar agar tidak disuruh pulang dan belajar di rumah.
Hingga saat ini. Saat ujian sekolah Aulia dan Arka selesai pun sang kakek masih terlihat terbaring lemah di atas brangkar ICU. Malam ini semua keluarga berkumpul bahkan keponakan kakek Wisnu yang tak lain sepupu papa Tara pun juga berkumpul di rumah sakit. Seolah berharap dengan kedatangan mereka semua sang kakek segera terbangun dari tidur panjangnya. Atau bahkan sudah ikhlas kalau sang kakek tercinta akan meninggalkan mereka selamanya.
Deri semua keluarga yang datang ke rumah sakit nampak diam dengan pikiran masing-masing. Tak lama terdengar suara orang berlarian menuju ruang ICU. Tanpa dikomando semua melihat ke arah sumber suara. Nampak dokter dan timnya berlari terburu-buru kemudian masuk ke dalam ICU. Semua yang ada di sana terdiam saling memandang seolah tahu apa yang terjadi. Hingga terdengar suara seseorang diantara mereka.
"Ka keeek " terdengar suara Arka bergetar menahan tangis. Mungkin dalam pikiran Arka sang kakek sedang kritis dan dokter tadi berlarian karena ingin segera menangani pasien. Dan pasien itu adalah kakek Wisnu.
Semua memandang ke arah Arka. Seolah mengiyakan mereka kemudian mendo'akan untuk kakek supaya diberi kesembuha. Sementara Aulia yang ada di samping Arka. Gadis itu nampak menahan air matanya dan memilih untuk menguatkan laki-laki disampingnya itu. Sedangkan papa Tara pun melakukan hal yang sama dengan calon mantunya itu kepada istrinya. Begitu Arka menyebut nama kakeknya mama Rita merasa lemas seperti saat kakek pertama dibawa ke rumah sakit.
Suasana kembali hening karena mereka terhanyut dalam do'a dan harapan masing-masing untuj kebaikan kakek Wisnu. Hanya terkadang masih terdengar suara isakan tangis mama Rita yang dari tadi air matanya tak kunjung berhenti mengalir. Nampak papa Tara sesekali menghapus air mata istrinya itu dengan tissu yang dipegangnya.
Tak lama dari itu pintu ICU terbuka dan nampak seorang dokter dan diikuti dua orang suster keluar. Semua menatap dokter itu. Seolah menunggu apa yang akan dilakukan oleh dokter itu. Karena mereka takut salah kalau ternyata yang kristis bukanlah kakek Wisnu melainkan pasien lain. Sampai pada akhirnya setelah di kuar dokter itu menutup pintu dan bertanya.
__ADS_1
"Keluarga pak Wisnu Wijaya"
Deg
Semua nampak tegang harap-harap cemas akan kondisi sang kakek.
"Ya saya anaknya dok" jawab papa Tara memecah ketegangan yang ada.
"Gimana kondisi papi saya dok?" Tanya papa Tara pada sang dokter.
"Kondisi pak Wisnu sekarang sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap pak, dan kami akan segera menyiapkannya. Tapi sementara kondisi pasien masih belum bisa di ganggu. Nanti saat pasien sudah stabil suster akan mengabari keluarga lagi" ucap dokter itu panjang lebar.
"Alhamdulillah, terimakasih dokter" ucap papa Tara. Nampak kelegaan di raut wajahnya yang terlihat lelah.
"Baik dok silakan, kamarnya selalu kosong karena kami hanya memakai untuk istirahat saja saat menunggu"ucap papa Tara.
"Kalau begitu saya permisi pak" pamit Dokter itu.
"Sekali lagi terimakasih dok"
Semua pun mengucap syukur mendengar kondisi sang kakek yang telah membaik dan bisa di pindahkan ke ruang rawat inap. Kemudian setelah dokter selesai berbicara dengan papa Tara. Dokter itu meminta 2 orang suster di belakangnya untuk segera menyiapkan kamar rawat kakek yang kemarin untuk sementara waktu dialih fungsikan menjadi kamar buat keluarga yang menunggu saat kakek masih berada di ruang ICU.
__ADS_1
"Suster, sekarang kalian siapkan ruang rawat pasien setelahnya segera pindahkan pasien, kalau ada apa-apa segera beritahu saya" pesan dokter pada suster
"Baik dok" jawab kedua suster itu kompak.
Akhirnya tak lama dari itu kakek pun dipindahkan dan nampak semua tak sabar menunggu kabar dari suster untuk bisa menemui kakek ingin melihat kondisi kakek dari dekat.
Semua masih sama menunggu kakek di luar ruangan. Mereka belum bisa masuk sebelum diberi ijin oleh suster yang jaga. Tak lama pintu kamar rawat kakek dibuka dan keluarlah seorang suster. Suster itu menyampaikan bahwa kakek sudah siuman dan boleh dijenguk oleh keluarga. Tapi suster itu juga bilang kalau kakek velum boleh diajak banyak bocara karena masih harus banyak istirahat.
Tapi menurut mereka itu tak masalah yang penting saat ini adalah kondisi kakek sudah membaik dan sudah sadar.
Saat ini papa Tara, mama Rita duduk sebelah kiri brangkar kakek sedangkan Arka duduk di sebelah kanan kakek. Sementara yang lain duduk di sofa di belakang Arka. Lebih tepatnya diujung ruangan.
"Arka" panggilan kakek yang terdengar masih sangat lemah.
"Iya kek" jawab Arka sambil memegang tangan kanan kakek.
"Kakek mau minta sesuatu dari kamu nak, apa kamu mau mengabulkan keinginan kakek?" Tanya Kakek sambil menatap sayu sang cucu.
○●●●○
Kira-kira apa ya permintaan kakek Wisnu pada Arka?
__ADS_1
nantikan kelanjutan kisahnya di next episode yaa🙋♀️...
Terimakasih udah menyempatkan membaca ceritaku🙏