
Hallo Komitmen Cinta dalam Perjodohan balik lagiπββοΈ, maaf yaa udah buat para readers menunggu kelanjutan kisah Aulia dan Arka π.
Semoga ga membuat kalian kecewa ya π
SELAMAT MEMBACA π
βββββ
Setelah obrolan serius mereka di kantin. Dan sekarang mengikuti pelajaran selanjutnya hingga bel tanda pulang pun berbunyi. Semua siswa pun berhambur keluar dari kelas masing-masing.
Saat hendak berjalan ke kantin Aulia bersama ketiga sahabatnya juga ketiga pasangan mereka menurut Vitria yaitu Rafi, Andri dan Dino. Tanpa sengaja mereka bertemu dengan Sita dan ajudannya.
"Hai Aulia, mau pulang ya?" Tanya Sita sok akrab.
"Hai kak, iya mau pulang" jawab Aulia.
"Mau dong...." belum selesai berbicara ucapan Sita tiba-tiba terpotong oleh Arka.
"Ayo Yang cepetan kita pulang, kakak buru-buru nih"ucap Arka menyela ucapan Sita.
"Duluan ya" lanjutnya pamit pada sahabat Aulia.
"Iya kak" jawab semuanya kompak.
"Iya kak, gilrs duluan yaa, Assalamualaikum" jawab Aulia kemudian pamit dengan para sahabatnya.
"Waalaikumsalam " jawab mereka lagi dan lagi kompak.
Dan dengan cueknya Arka, Aulia juga para sahabatnya meninggalkan Sita dengan kedua temannya.
"Eh main tinggal aja, gimana sih ga punya sopan santun" gerutu Sita tak terima.
"Ya udah lah Sit, mending kita juga pulang sekarang" sahut Mega.
"Enak aja pulang! Kalian lupa sudah janji mau antar aku ke rumah Arka" bentaknya sehingga membuat kedua temannya terdiam tak bisa menjawab lagi.
Setelah membentak kedua temannya, Sita pun segera melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang masih terparkir dan diikuti oleh kedua temannya.
Sedangkan mobil milik Arka sudah keluar dari sekolahan.
"Yang, kakak minta Auli jangan dekat-dekat dengan Sita" ucap Arka memecah keheningan di dalam mobil.
__ADS_1
"Iya kak, Aulia juga ga dekat kok sama dia" jawabnya sambil menoleh ke arah Arka.
"Kayaknya ada yang ngikuti kita deh Yang" Arka menyadari kalau mobil Sita telah mengikuti mobilnya sejak dari keluar sekolah tadi.
"Yang mana kak?" Tanya Aulia hampir menoleh untuk melihat ke arah mobil yang mengikuti mereka.
"Jangan noleh Yang" kata Arka cepat sebelum gadisnya menoleh.
"Kenapa kak?" Tanya Aulia.
"Kakak udah tahu siapa dia, sekarang kamu kabari mama kalau kamu ikut kakak kerja" suruh Arka pada Aulia.
"Loh kenapa Auli harus ikut kerja kak?" Tanya Aulia heran.
"Orang yang ngikuti kita Sita, kalau kita pulang, dia pasti mau ke rumah pura-pura mampir, kakak ga mau dia ketemu mama"Arka menjelaskan tanpa melihat Aulia karena masih fokus dengan kemudinya.
"O gitu, yaudah Auli kabari mama dulu" jawabnga sambil mengambil ponselnya di dalam tas.
"Udah kak, kata mama iya gapapa Auli ikut kakak kerja" ucap gadis itu setelah berbalas pesan dengan mama Rita.
"Emang kakak gapapa kerja pakai seragam?" Tanya Aulia heran.
"Kakak selalu sedia baju kerja di dasbord, nanti kakak ganti di kantor aja" jawab Arka sambil melihat Aulia sekilas.
Tak berapa lama akhirnya Arka dan Aulia sampai di depan gedung kantornya. Sebelum memasuki halaman kantor Arka menghentikan mobilnya untuk berbicara pada salah satu satpam yang jaga.
"Pak, nanti kalau ada anak SMA yang mau masuk jangan diijinkan ya, trus kalau tanya soal saya bapak jawab saja saya berkunjung ke sini dan sudah buat janji dengan ownernya" pesan Arka pada satpam itu.
"Siap pak, nanti akan saya sampaikan seperri yang bapak minta" jawab satpam itu tegas.
"Bapak jangan langsung lihat, Sepertinya mobilnya yang masih ada di seberang jalan itu pak" ucap Arka.
"Siap pak" jawab pak satpam
"Ya sudah terima kasih pak, saya masuk dulu" ucap Arka kemudian melajukan mobilnga untuk menuju ke tempat parkir.
"Sama-sama pak"
Benar seperti dugaan Arka kalau Sita pasti ingin masuk mengikuti Arka. Dan juga dia menanyakan soal kenapa Arka bisa masuk ke gedung itu. Sementara pak satpan itu menjawab sesuai permintaan Arka. Akhirnya Sita juga temannya pulang dengan tangan kosong dan perasaan yang kecewa. Serta pastinya juga penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Arka juga Aulia.
Setelah memarkirkan mobilnya, Arka mengajak Aulia untuk segera ke ruang kerjanya yang berada di lantai paling atas yaitu lantai 5. Keduanya kini nampak berjalan menuju lift untuk naik ke lantai yang menjadi tujuan mereka.
__ADS_1
Namun sebelum memasuki lift terlebih dulu Arka menemui reseptionis untuk memberi tahu jika ada yang bertanya soal dia agar tidak dikasih tahu kalau dia anak dari pemilik parusahaan.
"Siang mba" sapa Arka pada dua orang resepsionis yang berjaga.
"Selamat siang pak" jawab mereka kompak.
"Mba kalau ada yang tanya-tanya tentang saya bilang saja kalau tidak tahu atau bilang saja kalau saya cuma tamu di sini ya" ucap Arka.
"Siapapun itu kecuali relasi perusahaan dan yang sudah buat janji" lanjut Arka.
"Baik pak" jawab salah satu dari resepsionis itu.
"Makasih mba, kalau gitu saya mau masuk dulu" pamit Arka. Sementara Aulia hanya memberikan senyum manisnya.
"Mari pak, silakan" jawab keduanya kompak sambil membalas senyuman Aulia.
Setelah berjalan beberapa langkah kemudian Arka dan Aulia segera masuk ke ruangan kecil berbentuk kotak yang akan membawanya naik ke lantai 5 dimana ruangan kerja Arka berada. Setelah beberapa menit pintu lift terbuka. Arka segera menggandeng tangan tunangannya itu untuk berjalan menuju ke ruangan ya.
"Siang pak Arka, mba Aulia" sapa Arman dengan ramah begitu Arka juga Aulia sampai di depan meja kerjanya.
"Siang mas Arman" jawab keduanya kompak.
"Kami masuk dulu ya mas" lanjut Arka berpamitan.
"Silakan pak, mba" jawab Arman.
Kemudian keduanya masuk ke ruangan Arka.
"Yang kamu duduk di sofa itu ya, aku mau ganti baju dulu" suruh Arka sebelum dirinya masuk pintu ke sebuah ruangan di sebelah sofa untuk mengganti seragam sekolahnya dengan baju kerja yang sudah di bawanya dari mobil tadi.
"Iya kak" jawab Aulia singkat kemudian mendudukkan dirinya di atas sofa di ruangan itu.
Tok tok tok. Baru saja Aulia duduk terdengar suara pintu diketok dari luar.
"Masuk" jawab Aulia mempersilakan masuk orang yang ada di balik pintu.
Ceklek. Ternyata mas Arman yang telah mengetuk pintu itu.
"Pak Arkanya mana mba?" Tanya Arman begitu masuk dan tak menemukan atasannya.
"Baru ganti baju mas, tunggu aja sebentar, silakan duduk dulu mas" jaeab Aulia mempersilakan Arman untuk duduk dengan menunjuk ke arah sofa.
__ADS_1
"Terimakasih, tapi sebaiknya saya duduk di sini saja mba" jawab mas Arka memilih duduk di kursi di depan meja kerja Arka.
"Yasudah gapapa mas" jawab gadis itu sambil tersenyum.