KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.13. Belanja dan Bikin Kue


__ADS_3

Di dalam mobil


"Kita jadinya kemana Bun?"Tanya Arka sambil menoleh ke samping.


"Ke pasar aja yaa" sahut Bunda Risa yang membuat kecewa keempat gadis yang duduk di belakang.


"Yaa kok ke pasar sih bun... katanya mau ke Mall." Protes Aulia lesu.


"Kita mau belanja bukan mau jalan-jalan sayaang" jawab bunda sambil menolehkan kepalanya ke arah putrinya.


"Oh" jawabnya pasrah.


"Kita mampir dulu di frozen food deket pasar ya Nak"


"Ok Bun, siaap" jawab Arka.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di ruko yang bunda maksud.


"Sini kan Bun?" Tanya Arka menghentikan mobilnya.


"Iya"jawab bunda singkat. Kemudian menoleh ke jok belakang.


"Bunda mau turun bentar , ada yang mau ikut ga? "


"Ga ah Bun" jawab Aulia singkat.


"Biar Arka aja Bun yang bantu"


"Gak usah bunda bisa sendiri Nak" jawabnya sambil senyum.


Akhirnya Bunda pun turun sendiri ke ruko tempat jual frozen food. Tak lama kemudian Bunda balik lagi.


"Loh kok ga beli apa-apa bun?" Tanya Aulia heran.


"Bunda cuma pesen sayaang, besuk pagi sebelum kita berangkat mau diantar ke rumah" jawab bunda yang dibalas Aulia dengan beroh ria.


Kemudian Arka melajukan lagi mobilnya 5menit kemudian mereka sampai di pasar.


"Kalian ga usah turun ya, bunda cuma bentar kayak tadi, cuma mau pesen aja." Kata bunda sambil melepas seatbeltnya.


"Ok bunda" jawab keempat gadis di belakang sementara Arka.


"Ga mau ditemenin bun?" Tanya Arka yang mendapat jawaban gelengan kepala dari bunda yang kemudian turun dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam pasar.


"Trus ngapain coba kita ikut kalau cuma di mobil" tanya Aulia entah ditujukan kepada siapa.


"Ya kan tadi di rumah bunda cuma bilang minta ditemeni sayaang" jawab Arka sambil menoleh ke arah tunangannya itu.


" kenapa mukanya ditekuk gitu sih?" Tanyanya lagi.


"Udah tahu bete masih nanya lagi" jawab Aulia seperti orang menggerutu tapi tetap terdengar jelas oleh indra pendengar lelaki itu.


"Kalau iklhas gede lo pahalanya" celetuk Arka kemudian.


"Iya-iya... tapikan tadi bunda gak usah bilang kalau mau ke Mall juga kan kak." Katanya lagi membela diri.


"Siapa tahu habis dari pasar ini" jawab Arka asal nebak tapi bisa merubah raut muka keempat gadis di belakang menjadi ceria seketika.


"Semoga aja" jawab Aulia singkat.


"tuh bunda" kata Mita paling semangat saat melihat bunda sudah keluar dari pasar.

__ADS_1


"Kita beli snacknya di supermarket aja ya? Ga usah ke Mall, takutnya kecapekan" kata bunda begitu masuk ke mobil.


"Siap bunda" lagi-lagi Arka yang menjawab ucapan bunda Risa.


"Supermarket yang arah pulang aja kan Bun? " lanjutnya bertanya.


" iya, sekalian pulang" jawab bunda Risa membuat yang duduk di belakang merasa lemas lagi, seolah tak semangat.


"Kalian mau es cream ga? Nanti sekalian habis belanja kita beli kalau mau" tanya bunda sambil menoleh ke belakang menyadari sejak masuk mobil tadi sama sekali tak ada semangat yang ditunjukkan para gadis itu.


"Mau banget bun" jawab mereka lagi-lagi kompak. Yang disambut senyuman oleh bunda.


"Tadi aja lemes banget ya bun, giliran dengar kata es cream aja pada cepet" sindir Arka sambil melirik mereka dari kaca spion di atasnya.


"Biarin , ya ga girl's?" Sahut Aulia kemudian minta dukungan ketiga sahabatnya.


Akhirnya mereka sampai di supermarket, semua ikut turun juga ikut masuk ke dalam supermarket. Sebagai satu-satunya cowok Arka pun sadar diri kemudian dia mengambil troli lalu mengukuti barisan para wanita di depannya.


Setelah memilih beberapa snack juga kebutuhan lainnya kemudian mereka menuju ke kasir untuk membayar belanjaan. Selelah itu mereka keluar menuju ke parkiran lalu menata barang belanjaannya di bagasi.


" kita jadi ke kedai es cream kan Bun?" Tanya Aulia takut sang bunda lupa akan hal itu.


"Ya jadi dong" jawab bunda singkat.


Kemudian Arka melajukan mobilnya ke kedai es cream yang di maksud, karena setiap dia menemani Aulia belanja pasti mampir di situ.


Hampir setengah jam mereka menghabiskan waktu di kedai itu. Kemudian mereka beranjak untuk pulang karena sebentar lagi jam makan siang, tentunya setelah membayar pesanan mereka terlebih dahulu.


Sekarang mereka telah sampai di rumah. Kemudian mereka masak bersama agar cepat selesai, setelah selesai memasak, kemudian mereka langsung menata di atas meja makan. Pas berbarengan dengan suara Adzan Dzuhur berkumandang.


Sebelum makan semuanya melaksanakan Sholat terlebih dulu. Setelah itu baru mereka makan siang bersama.


Setelah makan seluruh anggota keluarga termasuk sahabat dari sang putri kecil pun ikut berkumpul di ruang keluarga.


Setelah istirahat juga ngobrol bersama keempat gadis itu mengajak bunda Risa untuk membuat kue.


"Bun, kita jadi bikin kue kan?" Tanya Mita sambil melihat ke arah Bunda yang duduk di samping Ayah.


"Jadi dong..." jawab bunda.


"mau bikin sekarang? Emang kalian ga cape?" Lanjutnya bertanya.


"Ya kalau bunda ga cape sih mending sekarang aja Bun, jadi tar malam tinggal santai" jawab Ninda.


"Ok bunda sih siap aja kalau gitu" jawab bunda sambil berdiri dari duduknya.


Kemudian diikuti oleh keempat gadis muda yang masih bersemangat itu.


"Auli ikut ke dapur dulu ya kak" pamit Aulia pada Arka.


"Ok, bikin cheesecake juga ya" jawabnya sekaligus reques.


"Siap bos" jawab Aulia sambil bersikap hormat kemudian berjalan ke dapur menyusul bunda juga sahabatnya.


Sementara Adrian mengajak istrinya untuk istirahat di kamar.


"Yah, Ar, kakak ke kamar dulu ya, capek mau istirahat, ayo sayaang" pamit Adrian kemudian mengajak istrinya.


"Ya, pasti kalian lelah, istirahatlah" jawab ayah.


"Ok kak" jawab Arka.

__ADS_1


"Arka, ayah tinggal ke kantor dulu ya masih ada yang perlu ayah urus biar besuk bisa tenang saat liburan" kata Ayah Restu sesaat setelah berkutat dengan HPnya.


"Iya yah, semoga lancar urusannya" jawab Arka.


"Kalau mau istirahat langsung ke kamar kamu aja Nak" lanjut ayah.


"Iya Yah, nanti kalau Arka ngantuk pasti langsung ke kamar, Arka mau ke taman belakang aja" jawab Arka yang juga mengikuti ayah berdiri.


Tapi Ayah berjalan ke dapur untuk berpamitan dengan istrinya. Sementara Arka berjalan menuju ke taman belakang, lalu mendudukkan dirinya di pinggir gazebo yang dibangun di atas kolam ikan, lalu memberi makan ikan yang sebelumnya dia ambil dari tempatnya.


Sementara di dapur.


"Bun, Ayah ke kantor dulu ya, masih ada yang harus ayah urus." Pamit Ayah begitu sampai di dapur.


"Bunda kira Ayah gak jadi ke kantor" jawab bunda sambil berjalan mendekati suaminya.


"Jadi dong, kan biar besuk ayah bisa tenang saat kita berlibur, kapan lagi coba kita bisa libur bersama keluarga." Jawab ayah menjelaskan.


" yaudah ayah hati-hati di jalan yaa" jawab bubda sambil menyalami tangan kemudian mencium punggung tangan suaminya.


"Iya bun, oh iya Auli sayaang sebaiknya kamu temani tunangan kamu ya, dia di taman belakang" suruh ayah.


"Iya yah" jawab Aulia kemudian melakukan apa yang bundanya lakukan tadi, yaitu mencium punggung tangan sang Ayah.


"Girl's kalian gapapa kan bantu bundanya tanpa Auli? " tanya Ayah Restu kepada para gadis yang masih sibuk dengan tugas masing-masing.


"Iya Om" jawab ketiganya kompak.


"Tenang aja Om, tanpa Aul juga pasti enak kok, santai aja" lanjut Mita lagi sambil senyum.


"Wah kalian curang nih sama bunda aja manggilnya bunda, kok sama ayah panggilnya Om sih," protes Ayah pada ketiga gadis itu.


"Ayo dong panggil Ayah juga, nanti kalau ayah ajak jalan-jalan kalian dikiranya selingkuhan ayah dong" jawab Ayah menggoda ketiganya.


"Wah parah nih, bisa-bisa digorok sama Auli dong kalo jadi selingkuhan Om, eh Ayah" jawab Mita yang membuat tawa renyah di dapur.


"Emang mau ajak jalan kemana Om-Ayah" jawab Ninda juga hampir menyebut Om lagi.


"Ada deh, ya kan bun?" Jawab ayah juga tanya ke bunda. Yang di jawab anggukan oleh bunda.


"Kalau ayah ngomong terus yang ada Ayah ga jadi ke kantor, trus kuenya juga ga matang nih" celetuk Aulia menyindir sang Ayah.


"Oh iya hampir lupa" kata Ayah menepuk keningnya sendiri.


"Ayah berangkat ya" pamit Ayah sambil mencium kening Bunda juga Aulia.


"Ok my girl's yang semangat ya bikin kue nya, ayah berangkat dulu, da...da...." pamit ayah bergaya genit, kemudian sambil berdada ria, namun juga mendapat balasan dari ketiga gadis itu juga bunda.


"Ayah...ayah...ada aja" heran Aulia sambil bergeleng-geleng, lalu membelokkan tubuhnya mau menuju arah taman belakang.


"Ok girl's, yang semangat ya bikin kuenya, Aulia ke belakang dulu, da...da..." pamit Aulia sambil menolah ke arah sahabat juga bundanya, menirukan gaya genit ayahnya.


"Bodo..." jawab ketiganya kompak namum tak dihiraukan oleh Aulia yang terus saja berjalan.


Sedangkan sang bunda hanya tersenyum bahagia karena putri tercintanya memiliki sahabat yang super kompak.


○●●●○


Terimakasih dah mampir baca ceritaku. Jangan lupa kasih dukungan berupa 👍⭐⭐⭐⭐⭐ atau vote. Dan jangan lupa juga buat klik ♥️ biar tahu update nya.


Ditunggu krisannya di kolom komentar yaa🙏

__ADS_1


__ADS_2