KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.98. Kesedihan Aulia


__ADS_3

Tingkah baby Aura yang menggemaskan itu membuat orang-orang dewasa di sekitarnya tersenyum heran. Sedangkan Adrian karena Aulia sudah tak lagi menangis meskipun masih terisak, karena melihat tingkah lucu putrinya yang tiba-tiba berhenti nangis lalu berceloteh dan tertawa pun mendekat lalu bertanya.


"Aura kenapa Sayang, habis nangis kok tiba-tiba ketawa sih, hem baru lomba nangis sama tante? Iya nak? Aura menang ya, kok seneng gitu sih" Tanya Adrian sembari mencium gemas pipi sang putri. Sementara baby Aura semakin terkekeh mendapat ciuman sang papa.


"Sayang udah ya nangisnya, kakak sedih kalau kamu sakit," ucap Arka karena Aulia masih terisak.


"Iya dek, udah yaa, kak Arin gak benci kamu kok, kak Adri cuma bercanda, udah yaa," Arin yang tak tega pun ikut menghibur sang adik. Tapi gadis itu masih saja terdiam dalam isakannya.


"Anak bunda kan udah gede, masak masih nangis gitu sih, udah ya Sayang, tuh Aura juga udah ketawa-tawa gitu," hibur bunda sembari mengelus rambut sang putri.


"Iya dek, udah dong, kak Adri minta maaf yaa, tadi kakak cuma bercanda ko, mana mungkin kakak benci sama adik manja kakak sih," ucap Adrian yang ijut mendekat lalu mengusap pucuk kepala sang adik.


"Sayang, mau maafin kakak gak?" Tanya Adrian yang semakin merasa bersalah. Belum bisa menjawab Aulia hanya menganggukan kepalanya masih di dalam deka9n sang suami.


"Yakin kakak udah dimaafin?" Tanya Adrian memastikan.


"Iya, hiks hiks," jawab Aulia di tengah isakannya sembari mengangguk.


"Makasih ya Sayang, kak Adri sama kak Arin tu Sayang banget sama Adik, jadi yang kakak bilang tadi itu cuma bercanda, gak mungkin kakak bisa benci sama adik," ucap Adrian menyakinkan sang adik.


"Iya, hiks hiks Auli ngerti kok, hiks," jawab Aulia.


"Udah sore, kita mandi dulu Sayang," ajak Arka mencoba mengakak Aulia menjauh dari sang kakak, mungkin Aulia masih malu untuk menampakkan mukanya makanya masih nempel di dadanya, jadi Arka berinisiatif mengajak Aulia ke kamar demgan alasan mandi. Ya meskipun memang benar keduanya belum mandi.


Tanpa menunggu jawaban dari Aulia. Arka pun mengajak Aulia berdiri lalu menuju kamarnya dengan posisi Aulia masih menempel padanya.


"Bun, kami mandi dulu ya," pamit Arka sebelum beranjak menuju ke kamar istrinya yang berada di lantai dua.


"Iya nak," jawab Bunda singkat sembari mengangguk.


"Kalian mandi dulu ya Sayang, nanti turun lagi kita Sholat bareng laku makan malam," ucap bunda sembari mengelus pucuk kepala sang putri sebelum putri dan menantunya itu meninggalkan ruang keluarga.


"Sayang, kamu dulu apa kakak yang mandi duluan?" Tanya Arka begitu keduanya sampai di dalam kamar.


"Kakak dulu aja, Auli mau tiduran dulu," jawab Aulia.

__ADS_1


"Ya sudah, kakak mandi dulu, kamu jangan nangis lagi ya, kakak sedih kalau kamu nagis terus," ucap Arka.


"Iya kak, Auli udah gak papa ko," jawab Aulia.


"Kakak Sayang kamu, emuach," ucap Arka sembari mengecup keninng sang istri kemudian berlalu masuk ke kamar mandi.


Tak lama kemudian Arka keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan ritual mandinya.


"Sayang, jangan bobok dulu, ayo mandi dulu," ucap Arka menghampiri sang istri yang rebahan di atas kasur.


"Iya kak, maaf Auli gak siapin baju kakak," ucap Aulia sembari bangun.


"Gak papa, udah kamu mandi dulu ya," jawab Arka yang diangguki oleh Auli yang berlalu masuk ke kamar mandi.


"Sekacau itukah perasaanmu Yang, sampai lupa gak bawa baju ganti," gumam Arka tersenyum lalu menuju ke lemari pakaian. Mengambil pakaiannya sendiri lalu di pakai kemudian mengambil pakaian ganti biat sang istri.


Tok tok tok "Sayang, mau ganti di kamar apa di kamar mandi?" Tanya Arka setelah mengetuk pintu kamar mandi.


"Auli lupa bawa baju ganti kak," jawab Aulia dari dalam kamar mandi.


"Ini udah kakak ambilin, mau ganti di mana? Kalau di kamar mandi ya buka dikit pintunya," jawab Arka yang sudah membawa pakaian buat Aulia.


"Ini," jawab Arka singkat sembari menyerahkan pakaian milik Aulia.


"Mau pakai itu apa mau ganti yang lain? Biar kakak ambilin kalau mau yang lain?" Tanya Arka setelah pakaiannya sudah diterima oleh Aulia.


"Udah ini aja kak, makasih ya," jawab Aulia dari dalam.


"Iya sama-sama Sayang, buruan mandinya jangan lama-lama," ucapnya sebelum akhirnya menjauh dari pinyu kamar mandi.


"Iya," jawab Aulia sedikit teriak karena mendengar langkah Arka yang sudah menjauh dari kamar mandi.


\=\=\=\=\=


Setelah kejadian lomba nangis antara Aulia dan sang keponakan cantik siapa lagi kalau bukan baby Aura sore tadi. Yang tentunya masih meminggalkan sisa kesedihan di hati Aulia yang entah kenapa jadi begitu sensitif.

__ADS_1


Malam ini setelah bercengkerama dengan keluarga di ruang keluarga semua masuk ke kamar masing-masing untuk segera beristirahat. Meskipun tadi saat di ruang keluarga Aulia sudah bisa terlihat biasa saja dan sudah bermain dengan baby Aura hingga bayi gembul itu tertidur. Tapi tak ada yang tahu bagaimana dengan kondisi hatinya. Sudahkah membaik tau masih menyimpan kesedihan?


Di dalam sebuah kamar yang dihuni oleh sepasang suami istri muda yang tak lain adalah pasangan Aulia dan Arka. Sejak merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk tadi. Gadis itu merasa gelisah dan membolak balikkan tubuhnya. Meskipun matanya sudah berat dan mengantuk, tapi entah kenapa perasaannya begitu gelisah.


"Sayang, kamu kenapa? Hemm?" Tanya Arka yang merasa terganggu karena kegelisahan sang istri yang selalu bergerak dan tak segera tidur. Padahal tadi sudah terlihat begitu mengantuk.


"Gak tahu kak, perasaan Auli gak enak, kadi gelisah," jawab Aulia sendu.


"Gelisah kenapa? Katanya tadi udah ngantuk banget," tanya Arka sembari mengelus pucuk kepala sang istri.


"Iya emang udah ngantuk, tapi gak tahu susah banget meremnya," jawabnya manja seperti seorang anak yang mengadu kepada sang ayah.


"Sini bobo sini," ucap Arka sembari menarik lembut sang istri masuk ke dalam dekapannya.


"Ada yang mau diceritain gak ke kakak?"tanyanya lembut sembari mengelus-elus rambut sang istri.


"Engga," jawab Aulia sembari menggeleng.


"Ya udah kalau gak mau cerita bobo ya," rayu Arka tangannya masih setia mengelus rambut sang istri untuk menenangkan. Sebenarnya Arka bisa menebak apa yang membuat sang istri bersedih. Tapi dia masih menunggu agar Aulia berbicara jujur dengan sendirinya.


"Kak," lirih Aulia memanggil.


"Iya Sayang, ada apa?" jawab Arka lembut.


"Gak papa cuma mau manggil aja," jawab Aulia lirih.


"Sayang," gantian Arka yang memanggil Aulia.


○●●●○


Bersambung.....


Terima kasih sudah membaca kisah Aulia dan Arka🤗


Yuk kasih dukungan biar Aulia gak sedih lagi. Jangan lupa like, komen ataupun vote👍❤

__ADS_1


⚘⚘⚘⚘⚘


IG : @rahmahpratiwi85


__ADS_2