KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.53. Selamat Pagi Istriku


__ADS_3

Hai readers setia Aulia & Arka🙋‍♀️ Semoga sehat semua yaa. Masih setia menunggu lanjutan kisah sepasang suami istri remaja ini kaaan?


SELAMAT MEMBACA📖


☆☆☆☆☆


Suara Adzan subuh sayup-sayup terdengar membangunkan dua insan manusia yang masih setia saling memeluk. Arka terbangun mengerjabkan mata menyesuaikan ruangan kamar yang masih remang-remang cahaya lampu tidur.


Laki-laki yang kini telah menjadi suami itu tersenyum menyadari posisi tidurnya yang masih sama sebelum tidur. Yaitu berhadapan dengan sang istri dan tangan yang masih setia melingkar di pinggang langsing sang istri.


Sedangkan Aulia masih nyaman berbantalkan lengan sang suami. Merasakan ada gerakan, gadis itu menggeliat berniat mencari posisi nyamannya lagi yang sempat berubah karena sang suami bergerak.


Lagi-lagi Arka tersenyum melihat istri kecilnya. Seakan tak terusik dengan gerakan sang suami yang sudah merasakan kebas di tangan kirinya. Justru semakin menempel mecari posisi nyaman.


Terdengar suara Sholawat menunggu waktu iqomah dari masjid membangunkan warga yang belum juga berniat meninggalkan peraduannya. Kalau saja tak mengingat panggilan untuk melaksanakan kewajibnya sebagi seorang muslim.


Rasanya Arka tak tega membangunkan sang istri. Tapi sebagai wujud rasa syukur kita pada Sang Pencipta. Arka pun memilih membangunkan sang istri untuk segera melaksanakan sholat subuh berjamaah.


"Sayaang, bangun udah adzan subuh lo" ucap Arka menepuk-nepuk pelan pipi sang istri.


"Saayaaang.... Sayaang bangun"


"Eehhmm" Aulia menggeliat seakan terusik namun belum juga membuka matanya.


"Muach, muach, muach, muach, bangun Sayang" ucap Arka setela mencium seluruh wajah sang istri yang belum juga bangun.


"Eehm" Aulia mengerjabkan matanya mendapati wajahnya menepel pada tubuh sang suami seketika gadis itu menjauhkan wajahnya lalu menatap sang suami. Menyipitkan matanya agar dapat lebih jelas menatap sang suami.


Seperti orang bingung tapi tak mengucapkan sepatah kata pun. Mengumpulkan nyawanya yang masih entah dimana.


"Udah bangun kak?" Seketika tersenyum malu-malu begitu nyawa sudah terkumpul dan mengingat kejadian sebelum tidur. Iya memang semalam aku tidur dengan suamiku, begitulah kiranya yang diingat Aulia.

__ADS_1


"Selamat pagi istriku" bukannya menjawab, laki-laki itu justru menyapa sang istri dengan senyum manisnya.


"Bangun yok, kita berjamaah" ajak Arka tanpa menunggu jawaban selamat pagi dari sang istri. Kebetulan pas terdengar suara iqomah.


Aulia mengangguk kemudian mendudukkan badannya. Arka mengikuti sang istri duduk di atas kasur. Meraih segelas air putih di atas nakas yang sengaja disiapkan semalam lalu meneguknya. Lalu meletakkan kembali ka tempat semula. Akhirnya laki-laki itu memutuskan untuk ke kamar mandi terlebih dulu.


"Kakak dulu ya yang ke kamar mandi"pamit sang suami pada sang istri yang dijawab dengan anggukan.


Dengan mengulas senyum dan tangan mengelus kepala sang istri . Arka segera berdiri dan menunu ke kamar mandi untuk membersihkan diri serta berwudhu.


Tak lama Arka keluar dari kamar mandi. Masih dengan handuk melilit di pinggang nya. Terbit senyumnya ketika memandangi wajah mengantuk sang istri.


Aulia terkejut melihat sang suami yang setengah telanjang. Jantungnya kembali berdebar melihat pemandangan langka yang baru saja merusak kesucian matanya.


"Sana cuci muka atau mandi dulu biar ilang ngantuknya" ucap Arka. Berjalan menghampiri sang istri yang masih duduk terpaku menatapnya.


"Hei kok bengong sih Yang" tanya Arka begitu di depan sang istri.


"Eh, gak" ucap Aulia gugup, malu tertangkap sang suami tengah terpaku menatapnya.


Ternyata benar ucapan asal Arka terbukti. Setelah meneguk sampai habis air putih yang diberikannya. Nyawa Aulia seakan terkumpul kembali. Gadis itu dengan segera berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi setelah mengambil baju ganti yang sudah disiapkan semalam.


"Tunggu Auli ya kak, mau mandi bentar" ucapnya sambil melenggang meninggalkan sang suami yang masih berdiri di samping ranjang.


Begitu memastikan sang istri masuk kamar mandi. Kemudian Arka segera berganti pakaian dengan memggunakan baju koko dan sarung. Tak lupa sebuah peci bertengger manis di kepalanya.


Sambil menunggu sang istri keluar dari kamar mandi. Arka menggelar sajadah miliknya dan milik Aulia. Kemudian meletakkan mukena sang istri di atas sajadah. Kemudian laki-laki itu memanfaatkan waktu dengan berdzikir sambil menunggu sang makmum siap untuk berjamaah.


Setelah selesai dengan ritualnya di kamar mandi kemudian Aulia mendekati sang suami yang telah menunggunya. Kemudian keduanya pun berjamaah Sholat subuh. Juga tadarus untuk menunggu waktu sebelum sang istri turun untuk membantu sang mama memasak.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


"Pagi ma" Aulia menyapa sang mama yang sudah sibuk setelah gadis itu masuk ke dapur.


"Pagi Sayaang, loh kok udah bangun, gimana nyenyak tidurnya?" Pertanyaan sang mama membuat Aulia merona mengingat kejadian semalam dengan sang suami.


"Alhamdulillah nyenyak ma"jawab Aulia malu-malu.


"Mau masak apa ni ma?" Tanyanya kemudian pada sang mama.


"Ayam goreng, tempe goreng sama cap cay mau?" Mama Rita meminta pendapat sang mantu.


"Boleh ma, Auli bantu apa ini?" Tanya gadis itu kemudian.


"Biar mama yang masak cap caynya. Auli bumbuin tempenya dulu biar meresap, habis itu goreng ayam ungkepnya dulu yang di itu. Kalau udah selesai ayamnya lanjut goreng tempe" mama Rota dengan sabar menjelaskan apa saja yang harus dikerjakan sanf mantu.


"Iya ma" jawab gadis itu sambil mengambil cobek untuk menghaluskan bumbu tempe.


Kedua orang beda usia yang berstatus mantu dan mertua itu kini sibuk dengan tugas masing-masing. Harum ayam gireng ungkep yang digoreng Aulia menyebar ke segala penjuru rumah. Membuat Arka yang baru menyiapkan keperluannya untuk ke sekolah tergoda untuk segera menyudahi kegiatannya. Lalu mencari sumber aroma yang membuat cacing dalam perutnya protes minta di kasih makan.


Laki-laki itupun segera melangkahkan kakinya menuju ke dapur. Nampak kedua wanita yang dicintainya tengah sibuk dengan urusan masing-masing. Tanpa berkata apapu Arka segera masuk ke dapur.


"Masak apa sih istri kakak?" Memeluk sang istri dari belakang seolah menganggap sang mama tak ada di dapur.


"Aah, kakak, bikin Auli kaget aja" teriak Aulia kaget sambil menepuk tangan sang suami yang melingkar di pinggang rampingnya.


Untung saja di saat dirinya terkejut dengan tingkah sang suami. Wajan di depannya tak tersenggol jadi minyak panasnya pun tak tumpah. Bisa-bisa mengenai tubuhnya.


"Kaget ya, maaf... habisnya harumnya bikin suamimu ini laper sih" melepaskan tangan ya dari pinggang sang istri ucapan sang suami dibikin manja bermaksud agar sang istri tak marah akibat ulahnya tadi.


○●●●○


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih sudah mengikuti kisah pengantin baru ini. Aulia & Arka mau meminta dukungan dari readers juga Author yang lain. Jangan lupa tinggalkan jejak. Like, Komen maupun Vote yaa.


Terimakasih🙏


__ADS_2