
Hingga akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, mereka pun sampai di rumah. Kini Arka menghentikan mobilnya di depan rumah tempat biasa dirinya memakirkan mobilnya sebelum masuk ke garasi.
Tak tega membangunkan sang istri, Arka berinisiatif untuk menggendongnya seperti yang pernah dilakukan dulu saat gadisnya itu tertidur. Lalu Arka keluar dari mobil, dan.
Blum!!
Tak sengaja saat Arka menutup pintu mobilnya bersuara sedikit lebih keras sehingga membuat sang pujaan hati terbangun. Disaat yang bersamaan dengan Arka yang hendak berjalan memutari mobilnya untuk membuka pintu mobil di sebelah Aulia, gadis itu terheran.
"Mau kemana sih, kok malah aku ditinggalin," gumam Aulia yang belum menyadari bahwa mereka sudah sampai di depan rumahnya.
"Eh udah bangun Yang?" Tanya Arka setelah membuka pintu di samping Aulia.
"Mau kemana Mas?" Bukannya menjawab karena penasaran Aulia malah bertanya kepada Arka. Arka yang mendengarnya pun mengerutkan dahinya bingung.
"Mau gendong kamu lah Sayaang, tadinya Mas gak tega bangunin kamu," jawab Arka jujur, karena Arka belum tahu kalau sang istri belum menyadari bahwa mereka sudah sampai di rumah.
"Mau dibawa kemana pakai digendong segala?" Tanya gadis itu yang masih bingung.
"Mau di bawa ke kamar lah Sayaaang, mau kemana lagi?" Tanya Arka gemas sekaligus heran akan tingkah sang istri.
"Ya ampun Sayang, jangan-jangan kamu gak sadar kalau kita udah sampai di rumah ya?" Tanya Arka sembari menepuk keningnya sendiri.
"Eh, emang iya Mas?" Tanya Aulia kaget kemudian mengedarkan pandangannya keluar.
"Ya ampun kita udah sampai rumah?" Lanjutnya.
"Hemmm," jawab Arka singkat sembari tersenyum melihat wajah bingung sang pujaan hati.
"Kenapa gak bilang dari tadi sih Mas, aku kan jadi bingung," protes Aulia.
"Kan Mas udah bilang gak tega bangunin, Sayaang, makanya nau Mas gendong, begitu, paham?" Ucap Arka gemas sembari mencubit manja hidung mungil sang istri.
"Gak mau, tar kalau di gendong Auli bingung lagi kayak waktu itu," tolak Aulia teringat kejadian awal pernikahannya saat dipindahkan Arka dari mobil dalam keadaan masihvtidur dan begitu bangun malah jadi linglung, sore hari dikira udah pagi, lalu ribut sendiri mau mandi dan berangkat sekolah.
"Ha ha ha, gak usah nunggu nanti belum jadi digndong aja sekarang udah bingung gitu," ledek Arka sembari tertawa mengingat kejadian waktu itu.
"Ihh sebel, ledekin aja terus, minggir Auli mau keluar," rengek Aulia malu karena digoda oleh sang suami.
"Monggo tuan putri," goda Arka sembari membungkuk sepertu pelayan yang mempersilakan tuan putrinya.
Jeduk!!!
__ADS_1
"Aww aduh!!!" Teriak Aulia saat hendak keluar dari mobil tapi malah keningnya kejeduk pinggiran pintu mobil. Reflek Arka pun langsung mengelus kening sang pujaan hati.
"Masih sakit?" Tanyanya sembari mengelus-elus kening Aulia.
"Sedikit," jawab Aulia lirih, entah menahan sakut atau malu hanya dia yang tahu.
"Kamu masih ngantuk Sayang, udah Mas gendong aja ya," tawar Arka.
"Gak mau," jawab Aulia menggeleng.
"Udah gak usah ngeyel," ucap Arka lalu jongkok di depan sang gadis.
"Malu Mas," cicit Aulia lirih tapi masih terdengar oleh Arka.
"Lebih malu mana coba, jatuh karena ngantuk apa digendong?" Tanya Arka.
"Lagian ini cuma digendong belakang Sayaaang, udah buruan," dipaksanya sang pujaan hati.
"Tapi Auli pakai dress kak," ucap Aulia manja b8ar sang suami membiarkannya berjalan kaki sendiri.
"Iya kakak juga tahu, itu dress juga kakak yang pilih kalau kamu lupa Yang," ucap Arka.
"Iya Auli mau," ucap gadis itu pasrah.
"Agak maju dong biar pintunya bisa ditutup sekalian," ucap Aulia kemudian dan akhirnya Arka pun bergeser lebih maju. Setelah menutup pintu mobil dengan segera Aulia naik ke punggung sang suami untuk di gendong belakang, meskipun dengan malu dan berharap tak bertemu siapapun di dalam rumah nantinya.
Ternyata harapan Aulia tak terkabul, karena ternyata Mama Rita dan Papa Tara sedang menunggu kedatangan mereka di ruang keluarga.
"Lih Auli kenapa Sayang," tanya Mama Rita nampak khawatir.
"Biasa Ma, ngantuk, dari pada jalannya nubruk-nubruk mending Ar gendong aja," jawab Arka santai tak tahu aja dia kalau sang istri yang berada dalam gendongannya malu banget.
"Oh yasudah, Mama kira kenapa," ucap Mama Rita lebih tenang setelah mendengar bahwa menantu kesayangannya baik-baik saja.
"Ya udah Ma, kami ke kamar dulu ya, mau mandi biar lebih seger," pamit Arka yang di balas anggukan oleh Mama Rita.
"Maas aku malu sama Mama Papa," ucap Aulia manja saat mereka sudah masuk ke dalam kamar.
"Ngapain malu Yang, orang cuma digendong aja kok,"ucap Arka.
"Ya pokoknya Auli malu, apa kata mereka, udah gede, udah jadi istri lagi, masa masih minta gendong sih, kayak anak kecil aja" jawab Aulia cemberut karena malu kepergok sang mertua tadi.
__ADS_1
"Siapa bilang kayak anak kecil, malah romantis kali Yang," ucap Arka meyakinkan sang pujaan hati.
"Udah gak usah dibahas lagi ya, mending sekarang kita mandi dulu, mau siapa dulu yang mandi? sebentar lagi mau magrib lo," lanjutnya mengingatkan sang istri.
"Ah masa sih Mas? Ya ampun udah jam setengah lima aja, perasaan baru aja makan siang udah mau makan malam aja," ucap Aulia yang tak menyadari kalau ternyata sudah terlalu sore mereka pulangnya.
"Pantesan Papa udah di rumah," gumamnya yang masih dapat di dengar oleh sang suami.
"Udah gak usah menggerutu gitu, mending mandi dulu sana, biar malunya hilang," ucap Arka meledek.
"Mana ada malu bisa hilang, itu sih gak tahu malu namanya," jawab Aulia.
"Sttt udah-udah gak usah bawel, mau Mas mandiin?" Tanya Arka yang membuat Aulia bergidik.
"Engga," ucapnya lalu lari ke dalam kamar mandi tak luoa mengambil handuk di depan kamar mandi. Arka yang melihatnya hanya menggelengkan kepala dengan tingkah sang istri yang kadang manja tapi gak mau dibilang anak kecil.
Akhirnya setelah perdebatan kecil itu keduanya bergantian mandi lalu turun ke lantai bawah untuk menemui Mama Papa yang masih menunggu di ruang tamu sembari menunggu datangnya adzan maghrib.
"Gimana Ar, lancar?" Tanya Papa Tara saat Arka dan Aulia telah bergabung di ruang keluarga.
"Alhamdulillah lancar Pa," jawab Arka.
"Alhamdulillah, Papa senang dengarnya," jawa Papa Tara yang terlihat ekpresinya mukanya lega.
"Ternyata bener yang Papa sama Ayah bilang kemarin, untung Arka ikuti perintah Papa sama Ayah," jawab Arka yang ambigu membuat sang Mama bingung.
"Kalian ngomongin apa sih?" Sela Mama Rita yang penasaran.
"Soal Pak Danu Ma, seperti yang Papa ceritakan semalam," ucap papa menjawab kebingungan sang istri.
"Oh," singkat Mama menjawab setelah tahu maksudnya.
"Terus gimana responnya?" Tanya Papa Tara yang penasaran. Akhirnya Arka menceritakan semuanya kepada sang Papa yang tentunya juga di dengar oleh sang Mama dan istri tercinta. Hingga selesai bertepatan dengan terdengarnya kumandang adzan maghrib. Lalu mereka melaksanakan kewajibannya secara berjamaah dilanjut makan malam bersama.
○●●●○
Bersambung.....
⚘⚘⚘⚘⚘⚘
@rahmahpratiwi85
__ADS_1