
Sesuai rencana yang sudah disepakati, kini Aulia dan para sahabat telah bersiap menuju ke mall. Tak lupa Aulia mengirim pesan singkat untuk sang suami, mengabari bahwa mereka akan segera berangkat. Tak lama segerombolan remaja itu telah sampai di mall.
"Makan dulu yuk, laper nih," suara Mita membuat semua sahabatnya menoleh dan mengangguj setuju.
"Mau makan apa nih?" Tanya Sari semangat.
"Udah ke foodcourt aja biar bisa milih sesuai selera," ajak Ninda yang disetuji oleh semua.
"Ok ayo buruan udah laper banget," ucap Mita semangat.
Akhirnya kini mereka telah sampai di lantai khusus untuk foodcourt. Berbagai macam stand makanan tersedia di sana. Namun saat mereka mau mencari tempat duduk.
Brukk!!
Terdengar ada suara sesuatu terjatuh juga suara ribut orang berlarian.
"Eh hati-hati dong kalau jalan!" Teriak salah satu cewek yang tertubruk oleh serombongan ABG yang berlarian hingga menyebabkan barang bawaannya bercecer tak karuan, bahwan papper bag yang menjadi wadahnya pun sobek.
"Maaf kak kita buru-buru," sahut salah satu ABG sambik tetap berlari menyusul teman-temannya, mungkin dia yang telah menabrak gadis cantik itu.
"Duh gimana ni, mana paper bag nya sobek lagi," gerutu si gadis sambil mengambil barang belanjaannya yang tercecer di lantai.
"Girls, aku bantu kakak itu dulu ya, kebetulan aku bawa plastik, btw tolong pesenin aku bakso sama jus Alpukat ya," Aulia secara spontan tergugah ingin membantu gadis itu yang sedang memunguti belanjaannya sendirian, sementara kedua teman gadis itu hanya memandang tanpa berniat membantu.
"Ini kak, kebetulan aku bawa plastik,"ucap Aulia berjongkok sambari menyerahkan plastik kepada si gadis.
"Oh iya, makasih dek," jawab si gadis mendongak melihat Aulia lalu menerima plastik pemberian Aulia.
"Sini aku bantuin buat masukin kak," tawar Aulia yang diangguki oleh gadis itu.
Akhirnya tak butuh waktu lama semua barang sudah berhasil masuk ke dalam plastik pemberian Aulia.
"Makasih banget atas bantuan juga plastik ya dik..." ucap gadis itu menggantung ucapannya.
"Aulian kak,"jawab Aulia tersenyum.
"Oh iya dik Aulia, aku Farah, sekali lagi makasih ya," lanjut gadis itu yang juga menyebutkan namanya.
"Sama-sama kak Farah, ya udah aku duluan ya, udah ditungguin yang lain," ucap Aulia lalu pamitan.
"Mau ke situ? Aku sama temen-temenku juga baru dari situ, eh begitu keluar malah ada adegan ketabrak ABG, ha ha,"jawab Farah terkekeh sembari menunjuk arak foodcourt.
"Ha ha, lain kali hati-hati kak, iya aku mau makan dulu, duluan ya kakak kakak semua, daa" pamit Aulia kepada ketiga gadis itu sembari menggerakkan telapak tangannya berdada ria
"Ok daa," jawab ketiganya.
__ADS_1
Setelah membantu gadis yang bernama Farah tadi, Aulia segera menyusul sahabatnya yang sudah duduk manis menunggu pesanan datang.
"Belum dateng ya?" Tanya Aulia begitu gadis itu duduk.
"Belum, mungkin sebentar lagi, jawab Ninda yang merasa memesankan makan buat Aulia. Sementara yang lain sedang asyik bercerita.
"Ok," jawab Aulia kemudian meneluarkan ponselnya dari dalam tas selempangnya untuk mengecek kalau-kalau ada pesan dari sang suami.
Dan ternyata benar ada pesan singkat dari sang suami yang menanyakan posisi Aulia serta akan segera menyusulnya. Tak menunggu lama, Aulia pun membalas pesan dari kekasih hatinya kalau mereka sesang makan siang di foodcourt. Tak lama setelah Auli membalas terdengar notif di ponselnya. Ternyata balasan pesan dari sang suami
📩Mas Arka♡
"Sayang pesenin Mas juga dong, Mas mau nasgor seafood sama jus jeruk aja ya,"
📩My Auli♡
"Ok Mas, siap,"
Setelah menjawab Aulia segera ke stan nasgor serta jus, untuk memesan buat Arka.
"Mau kemana?" Tanya Ninda.
"Mau pesen nasgor buat Ma ee kak Arka," jawab Aulia terbata saat akan menyebut mas, tapi masih ragu takut diolok sahabatnya yang super kepo itu.
"Oh, ok, jadi nyusul ya, kak Arka?" Jawab Ninda lanjut bertanya. Tuh kan kepo.
Sementara di lantai bawah.
"Farah, bukannya itu Arka ya?" Tanya Dina salah satu teman Farah, gadis yang yang di tolong oleh Aulia tadi ternyata kenal dengan Arka.
"Eh iya itu bebeb Arka, ngapain ke sini mana sendirian lagi," jawab Farah antusias. Bahkan gadis itu sudah kegeeran.
"Mau samperin gak?" Tanya Tia teman Farah yang sangat mendukung Farah buat jadian sama Arka biar bisa nikung Dewa katanya.
"Boleh yuk," ajak Farah semangat. Kemudian berjalan ke arah Arka dengan seolah-olah mereka tak sengaja berpapasan.
"Eh Arka! hai sendirian aja nih?" Tanya Farah seolah-olah terkejut bertemu dengan Arka.
"Iya, maaf siapa ya?" Tanya Arka yang pura-pura gak kenal dengan ketiga gadis fi depannya. Emang gak kenal sih, tapi Arka tahu kalau ith gadis yang selalu kirim salam buat dia melalui sahabatnya Vitria dan Dewa.
"Ya ampun masak lupa sih," ucap Farah sok manja.
"Aku..." lanjutnya terpotong oleh suara Arka.
"Sorry, aku buru-buru, permisi," ucap Arka datar memotong ucapan Farah agar gadis itu tak menyebut namanya di depannya.
__ADS_1
"Ok hati-hati bebeb Arka," jawab Farah sedikit teriak supaya terdengar oleh Arka yang sudah menjauh darinya.
"Iiihhh, sombong banget sih, belum tahu aja pesona seorang Farah," ucap Farah yang jengkel dengan sikap cuek Arka.
Setelah selesai pesan makanan buat sang suami, Aulia kembali duduk di tempatnya semula. Tak lama jus Alpukat pesanannya serta minuman pesanan para sahabatnya pun datang.
"Eh itu kak Arka Ul," ucap Sari yang melihat Arka berjalan menuju ke arah mereka duduk. Aulia lansung menoleh karena duduknya yang membelakangi jalan masuk ke foodcourt. Lalu tersenyum ketika tatapan matanya bertemu dengan sang suami.
"Hai semua pa kabar?" Arka menyapa semua sahabat sang istri yang memang sudah kenal baik dengannya.
"Hai kak, Alhamdulillah baik," jawab semua bersamaan.
"Udah pada pesen?" Tanya Arka lalu duduk di samping sang istri.
"Udah," jawab semua lagi-lagi kompak.
"Minum Mas mana Yang?" Tanya Arka pada sang istri yang membuat sahabat sang istri melolot mendengar Arka menyebut Mas.
"Belum datang, kan baru aja di pesenin, mau jus alpukat?" Jawab Aulia sembari menawari minumnya.
"Boleh sini," jawabnya sembari menerima segelas jus alpukat dari sang istri.
"Kamu makan bakso Yang? Kenapa gak nasi aja sih, tadi pagi kamu cuma sarapan roti loh," ucap Arka khawatir.
"He he lagi males Mas," ucap Aulia spontan.
"Sini baksonya dimakan berdua nanti nasgornya juga berdua, kamu tuh jangan asal males aja Yang, inget jaga kesehatan, kamu hampir ujian loh, kalau sakit gimana?" Protes Arka panjang kali lebar.
"Maaf," lirih Aulia menjawab karena merasa bersalah.
"Eh kenapa kalian malah bengong, ayo dimakan nanti kakak yang traktir," ucap Arka menyadari sahabat sang istri bengong menatap interaksi antara dirinya dan Aulia.
"Serius kak, waaah makasih," ucap Sari si hobi makan dengan gembiranya.
"Makasih kak," ucap yang lainnya juga.
"Iya sama-sama," jawab Arka.
Kemudian semua mulai makan bersama. Tak lama nasgor seafood serta jus jeruk pesanan Arka datang. Kemudian Arka dan Aulia segera menghabiskan bakso lalu melanjutkan makan nasgornya. Tak canggung-canggung Arka sesekali menyuapi sang istri yang malas-malasan makan nasi. Dan mau tak mau Aulia pun membuka mulutnya menerima suapan dari sang suami. Bahkan kegiatan mereka secara langsung disaksikan oleh para sahabatnya yang seolah sudah biasa melihatnya.
○●●●○
Bersambung.....
⚘⚘⚘⚘⚘⚘
__ADS_1
@rahmahpratiwi85