KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.77. OTW


__ADS_3

Akhirnya setelah drama pamitan yang menyisakan perasaan gundah di hati semua keluarga. Yaitu mama Rita dan papa Tara. Begitupun juga dengan perasaan sepasang remaja ini yaitu Aulia dan Arka. Dalam hati mereka seperti ada yang mengganjal, rasanya berat untuk meninggalkan rumah, tapi apa boleh buat tugas sekolah telah menantinya. Dan dengan berat hati mereka pun tetap melaksanakan tugasnya itu. Dan berharap secepatnya selesai, sehingga bisa pulang ke rumah dengan selamat agar bisa berkumpul lagi dengan seluruh keluarga.


Setelah menempuh perjalanan, Aulia dan Arka kini telah sampai di tempat parkir sekolah. Keduanya pun seolah enggan untuk turun dari mobil. Nampak kedua pasangan itu larut dengan pikiran masing-masing, dan hanya keheningan yang tercipta. Sehingga beberapa menit kemudian terdengar suara Aulia memecahkan suasana hening diantara keduanya.


"Kak, kok Auli rasanya beeeraat banget ya mau pergi," ucap gadis itu yang membuat laki-laki di sampingnya yang tak lain adalah Arka langsung menolah mendengarnya.


"Kenapa Sayang?" Tanya Arka dengan khawatir.


"Auli mau temani kakek di rumah aja kak," jawab Aulia sendu.


"Kasihan pasti kakek kesepian di rumah" lanjutnya.


"Tenang ya Sayang, masih ada mama sama papa yang temani kakek, lagian kita perginya juga kan cuma 2 hari,"ucap Arka mencoba menghibur meskioun jauh di lubuk hatinya juga berfikiran sama dengan Aulia, yaitu enggan untuk pergi.


" Iya kak, ya udah kita turun yuk, Auli masih harus memastikan kalau semua kebutuhan PMR udah di bawa," ajak gadis itu.


"Ya udah ayu," jawab Arka.


"Ehm Yang, mau kakak peluk dulu?" Tanya Arka yang dijawab anggkan oleh Aulia. Tanpa aba-aba gadis itupun langsung memeluk Arka. Tanpa disadari air matanya pun telah menetes membasahi kemeja yang dipakai oleh Arka. Arka pun membiarkan itu agar gadisnya merasa lebih baik setelah menangis untuk mengeluarkan bebannya


"Makasih ya kak," ucap Aulia seletah merasa lega dan Aulia segera melepas pelukannya.


"Iya sama-sama Sayang," ucap Arka sambil menghapus air mata gadisnya dengan kedua ibu jarinya lalu mencium kedua mata serta kening kekasih hatinya itu.


"Ya udah yuk kita keluar," ajak Arka kemudian.


"Iya," jawab singkat Aulia sambil mengangguk.


"Yang biar ranselnya kakak yang bawain, mau langsung kakak masukin aja ke dalam bis, ucap Arka saat keduanya turun dari mobil.


"Iya kak, makasih yaa," jawab Aulia langsung mengambil tas jinjing isi bekal serta keduanya serta kantong kresek cake dari bunda.


"Ini juga mau dimasukin sekalian gak kak?" Tanya Aulia sambil menunjukkan bawaannya.


"Iya Yang, nanti bisa di taroh dikursi dulu sebelum kita dudukin," jawab Arka. Kemudian keduanya pun menuju bis yang akan mereka tempati. Karena memang untuk kali semua panitia sudah tahu jatah bis masing-masing.


"Iya kak," jawab Aulia.

__ADS_1


"Kak, biar Auli bawa sendiri aja deh ranselnya, trus kakak bantu bawa ini aja satu," ucap Aulia yang gak tega melihat Arka membawa kedua ransel itu yang satu digendong di depan dan yang satu lagi di gendong di belakang.


"Udah gapapa Yang gak berat juga," jawab Arka santai.


"Tapi kan Auli gak tega lihat kakak kayak gitu, mana dilihatin orang-orang lagi, kesannya Auli nyikda kakak deh" jawab Aulia.


"Gak usah mikirin apa kata orang deh Yang, mereka kan gak tahu apa yang sebenarnya terjadi, biarin aja mereka mikirin yang aneh-aneh yang penting kan niat kakak baik buat kita, lagian Kakak lebih gak tega lah lihat kamu gendong ransel gini Sayang, kalau mau gendong besuk aja gendong anak kita ya," goda Arka yang seketika membuat muka Aulia merona karena malu mendengar ucapan Arka.


"Iisshh kakak apaan sih, masih lama juga kali kak punya anaknya," jawab Aulia menunduk.


"Emang mau punya cepet, kalau mau ma ayo aja kaka ma," goda Arka lagi.


"Gak mau ah Auli masih mau sekolah, masih mau kuliah, trus mau kerja dulu," ucap Aulia kemudian berlari mendahului Arka.


"Lah Yang kelamaan dong kakak nunggunya," teriak Arka sambil tersenyum puas menggoda sang kekasih.


"Bodo amat, lagian kakak ih ngomongin soal itu," jawab Aulia yang sudah berada di pintu bis. Yang membuat Arka tersenyum. Alhamdulillah akhirnya gadisku udah gak sedih lagi pikirnya.


Setelah memasukkan tas mereka. Kini Arka juga Aulia nampak sibuk dengan urusan masing-masing. Hingga tepat jam 8 pagi bus yang mereka tumpangi pun mulai berjalan setelah sedikit brifing dari ketua OSIS yang tak lain adalah Arka.


"Kak Auli mau telpon kakek boleh ya?" Tanya Aulia.


"Boleh dong Sayang, mau pakai HP kakak?" Tawar Arka setelah mengijinkan gadisnya menelpon sang kakek.


"Gak usah kak, pakai HP Auli aja, HP kaka biar buat dengerin musik aja nanti," jawab Aulia semangat karena senang didijinkan oleh Arka. Kemudian dengan segera gadis itupun menghubungi sang kakek yang sudah dirindukannya.


"Assalamualaikum cucu kesayangan kakek," jawab dari seberang setelah kakek mengangkat panggilan telpon dari Aulia.


"Waalikumsalam kek, kakek lagi apa?" Tanya Aulia setelah menjawab salam dari sang kakek.


"Kakek lagi rindu cucu-cucu kakek, ha ha," ucap kakek yang mebuat Aulia ikut tertawa mendengar ucapan sang kakek.


"Auli sama kakak juga kangen kakek kok, kakek jaga kesehatan ya, jangan lupa minum obatnya,"pesan Aulia.


"Iya Sayang, kalian juga jaga kesehatan ya," jawab sang kakek.


"Iya kek, kakek tenang aja, cucu manja kakek ini pasti Ar jagain kok," jawab Arka yang juga ikut mendengar karena memakai headset.

__ADS_1


"Ya kakek percaya sama kamu Ar, titip kesayangan kakek ya, ingat kalian harus saling menjaga ya," lagi-lagi kakek berpesan.


"Iya kek kami janji akan saling menjaga dan menyayangi," ucap keduanya kompak.


"Alhamdulillah kakek lega mendengarnya," ucap kakek tersenyum.


"Gimana kalian udah otw kan?" Tanya kakek.


"Iya kek udah," jawab Aulia.


"Eh kakek kok tahu otw juga sih," tanya Arka.


"Kakekmu ini cuma tua Ar, bukan bodoh, ha ha," ucap kakek terkekeh mendengar ucapannya sendiri.


"Ha ha kakek bisa aja," jawab Arka. Sedangkan Aulia hanya tersenyum mendengarnya.


"Yaudah ya kek, nanti kalau udah sampai Auli telpon kakek lagi," ucap Aulia mengakhiri panggilan telponnya.


"Iya nak, kalian hati-hati ya," ucap kakek.


"Iya kek, kakek juga jaga kesehatan ya, salam buat mama sama papa" jawab Aulia.


"Iya nak, Assalamualaikum," salam kakek.


"Waalikumsalam kek," jawab Aulia barengan dengan Arka.


"Udah seneng?" Tanya Arka saat melihat sang istri ceria setelah mendengar suara sang kakek.


"Udah, makasih ya, kakak emang suami yang terbaik deh," ucap Aulia dengan berbisik di telinga Arka saat mengucapkan kata suami.


"Kamu juga istri yang terbaik buat kakak," jawab Arka ikut-ikutan berbisik di telinga Aulia saat mengucapkan kata istri.


○●●●○


Bersambung.....


Alhamdulillah udah bisa Up. Selamat membaca buat reader semua. Jangan lupa mohon dukungannya yaa. Baik itu Like, Komen atau bahkan Vote dan kasih Poin. Terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2