KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.30. Kantin


__ADS_3

"Iya ma" jawab Arka kemudian mengambil ponsel di dalam saku celananya dan menghubungi papa Tara. Setelah tersambung Arka pun langsung mengutarakan niatnya menghubungi papa Tara.


Setelah menghubungi papanya Arkapun mengajak mama Rita untuk segera pulang ke rumah. Karena memang sudah sore jadi mama Rita pun mengiyakan ajakan putra semata wayangnya untuk kembali ke rumah.


"Ma, sudah sore sebaiknya kita pulang saja" ajak Arka setelah memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.


"Gimana papa sama kakek nyariin mama ga?" Tanya mama bukannya menjawab ajakan putranya.


"Engga soalnya mama kan perginya sama pak Tarjo jadi papa tenang. Malah papa pikir mama lagi arisan trus lupa bilang"


"Oh syukurlah kalau gitu" jawab mama lega.


"Jadi gimana mau pulang bareng Arka ga nih?" Tanya Arka lagi karena dari tadi belum mendapat jawaban.


"Oh iya mama bareng kamu aja Ar" ucap mama.


"Ris, aku pulang dulu ya, lain kali aku main lagi deh" pamit mama pada calon besannya.


"Yaudah, hati-hati ya Rit" jawab bunda sambil cipika cipiki sama mama.


"Mas Restu aku pamit dulu ya" lanjut mama.


"Iya hati-hati, semoga besuk pas main ke sini bukan karena ada drama yaa" goda ayah Restu.


"Ha ha iya mas, lagian anak-anak sih" ucap mama mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.


"Yaudah Sayang mama pulang dulu ya" pamitnya kemudian pada calon mantu.


"Iya mama hati-hati ya, sekali lagi maafin Auli" ucap Aulia sambil memeluk mama Rita.


"Iya Sayang udah jangan sedih lagi dong, nanti mama malah ga jadi pulang" ucap mama mencoba menghibur.


"Iya ma" jawab gadis itu mengangguk.


"Yah, bun, Arka pulang dulu ya" pamit Arka pada kedua orang tua tunangannya.


"Iya nak, hati-hati ya nyetirnya, ga usah ngebut" pesan bunda.


"Hati-hati nak" jawab ayah singkat.


"Sayang, kakak pulang dulu ya, jangan sedih lagi, kalau Auli masih sedih kakak makin merasa bersalah" ucap Arka saat pamit pada tunangannya.


"Iya kak, Auli dah ga sedih ko, hii" jawab Aulia sambil menunjukkan senyumnya yang masih kelihatan dipaksakan.


"Senyum apaan tuh ga ikhlas banget sih Yang" goda Arka.


"Ikhlas kok, nih hii" protes gadis itu lalu tersenyum kali ini sudah kelihatan senyumnya natural hingga membuat Arka lega karenanya.


"Nah gitu dong" ucap Arka sambil mencubit mesra kedua pipi gadisnya.


"Yaudah kakak pulang dulu ya, besuk kakak jemput lagi" ucapnya yang diangguki oleh gadis itu.


"Ayo ma" ajak Arka yang diangguki oleh mama Rita


"Assalamualaikum" ucap Arka dan mama Rita kompak.


"Waalaikumsalam" jawaban yang di dapat pun tak kalah kompaknya dari ketiga orang yang ditinggalnya.


Mereka pun segera berpamitan kepada tuan rumah. Kali ini mama ikut mobil Arka dan membiarkan sopirnya mengendarai mobilnya sendirian.


Setelah kepulangan Arka juga mama Rita, ketiganya masuk rumah. Ya tadi mereka tentu saja mengantar sampai depan pintu rumah seperti biasanya setiap ada yang keluar rumah entah itu keluarga ataupun tamu pasti selalu diantar sampai depan pintu.


"Kak Arin mana bun?" Tanya Aulia karena sedari tad8 tak mendapati kakak iparnya itu.


"Lagi cek kandungan sama kak Adri" jawab bunda.

__ADS_1


"Oh pantes kak Adri juga tumben ga bareng ayah, biasanya ga lama ayah pulang lalu kakak" jawab gadis itu.


"Yaudah bun Auli ke atas dulu ya mau mandi" pamit gadis itu.


"Iya Sayang, jangan lupa Sholat Ashar"


"Astagfirullah bun, Auli lupa, kak Arka juga belum Sholat" ucap gadis itu.


"Sudalah palingan kalau inget nanti juga berhenti di masjid atau mushola" jawab bunda


"Iya juga sih bun, yaudah Auli ke atas ya" pamit gadis iti lagi kemudian meninggalkan bundanya sendirian yang berjalan menuju dapur, karena ayah sudah sejak masuk tadi langsung ke kamarnya.


Karena takutnya Arka akan kelupaan beneran akhirnya Aulia memutuskan untuk mengirim pesan pada mama Rita kalau Arka belum Sholat Ashar. Lalu setelah mendapat pesan dari calon mantunya mama Rita pun meminta Arka untuk segera mencari mushola atau masjid untuk dirinya Sholat.


\=\=\=\=\=


Hari yang penuh drama pun berlalu. Saat ini Aulia sedang berada di sekolah. Tepatnya sekarang gadis itu sedang duduk di kantin bersama dengan ketiga sahabatnya saat Arka bersama sahabatnya menghampirinya.


"Sayang udah pesen belum?" Tanya Arka.


"Udah kak, masih nunggu tar mau diantar kaya biasanya" jawab gadis itu menggeser tubuhnya agar tunangannya itu bisa duduk di sampingnya.


"Uh laper nih" ucap Arka sambil mengelus perutnya.


"Sabar kak minum jus dulu nih" tawar Aulia sambil menyodorkan jus Alpukat miliknya.


"Sini, sruuttt" habis setengah gelas Arka menyeruput jus milik tunangannya itu.


"Lumayan, nih Yang udah nanti malah kakak kekenyangan jus ga jadi makan baksonya deh" ucapnya mengembalikan jus milik Aulia.


"Baksonya mbaknya yang cantik-cantik" ucap mba Tinah pelayan baru di kantin.


"Makasih mba" ucap keempatnya serempak.


"Iya mba, hem pasti dikirinya Aku makan sendiri ya mba?" Tanya Aulia.


"He he iya mba" jawab Tinah cengengesan.


"Yasudah selamat dinikmati baksonya, saya permisi dulu" pamit Mba Tinah.


"Siap mba" ucap Aulia. Sementar yang lain sudah sibuk menikmati bakso masing-masing.


"Kak Dewa, kak Vit, duluan ya" ucap Aulia sebelum memakan bakso miliknya.


"Santai Ul, yang lain aja cuek gitu" sindir Dewa yang membuat semua yang tersindir tertawa karenanya.


"Ha ha sory bro kalau udah laper ma suka lupa" celetuk Arka.


"Yup setuju sama kak Arka" ucap Sari si tukang makan tapi badannya tetap langsing.


"He he kali ini aku setuju juga deh" ucap Ninda cengengesan.


"No komen aku kak" ucap Mita yang lagi kepedesan.


"Udah kalah ma pedes nih ceritanya si bawel kita ini?" Ledek Vitria membuat yang lainnya menertawakan Mita si jago pedes yang lagi kepedesan.


"Kak masih mau lagi ga baksonya, Auli dah kenyang nih" tanya Aulia yang sudah tak sanggup lagi menghabiskan baksonya gara-gara dia pesan minumnya jus Alpukat.


"Yakin dah kenyang?" Tanya Arka.


"Udah" jawab gadis iti singkat.


"Lagian kamu sih Ul pesen minumnya jus Alpukat" celetuk Sari yang masih santai menikmati makannya.


"He he habis tadi kepengen banget sih" ucap gadis itu nyengir.

__ADS_1


"Yaudah sini biar kakak makan, kebetulan masuh sanggup nih perut" ucap Arka yang memang sedang kelaparan.


"Busyet kelaparan Ar?" Tanya Dewa yang cuma dijawab angguka oleh Arka.


"Laper apa doyan?" Goda Vitria.


"Kayaknya dua-duanya deh ha ha" jawab Mita yang sudah bisa menetralkan kepedesannya.


"Nah tu Mita aja tahu" jawab Arka.


"Mita gitu loh" ucap Mita bangga.


"Ul aku dah selesai nih, kita jadi ke perpus kan?"tanya Ninda ketika sudah selesai makan.


"Jadi dong, yok" jawab Aulia.


"Kak, Auli ke perpus dulu ya" pamitnya.


"Iya, nanti kalau sempet kakak susul deh, kakak juga mau pinjem buku" jawab Arka.


"Ok" ucap gadis iti berdiri.


"Mit, titip bayarin ya, nih uangnya" ucap Ninda menyerahkan uang pada Mita.


"Siap bos, nanti aku sama Sari langsung ke kelas aja ya" ucap Mita yang diangguki oleh Ninda.


"Bentar Nin" ucap Aulia kembali duduk


" Minta minumnya kak" ucapnya sambil menarik gelas Arka yang berisi es jeruk.


"Makasih, Auli duluan ya" pamitnya yang diangguki oleh arka yang masih melanjutkan makannya yang tinggal sedikit lagi.


"Enak ya jadi Auli makan ga pernah bayar kaya anaknya yang punya kantin aja" celetuk Sari.


"Ga usah iri Sar, cari pacar sana biar bisa makan gratis" ucap Mita yang membuat ketiga kakak kelasnya teryawa.


"Punya pacar aja ga jamin bisa makan gratis Mit, buktinya kamu aja ga pernah tuh makan digratisin sama Rafi" sindir Sari.


"Eh ko jadi bawa -bawa Rafi sih" protes Mita


"Ha ha ha, eh iya Mit kok cowoknya ga pernah diajak gabung sih? Jangan-jangan..." ucap Dewa menggantung.


"Jangan-jangan apa kak?" Tanya Mita penasaran.


"Punya yang lain?" Tebak Sari.


"Enak aja gak lah" jawab Mita.


"Trus apa? Kalau emang ga ada yang lain harusnya mau dong gabung, ya kan Beib" kata Vitria ikut manas-manasi Mita.


"Kak Vitria kok gitu sih" protes Mita lagi.


"Yaudah mulai besuk ajakin Rafi buat gabung, kalau emang ga ada yang lain pasti mau, beres kan" ucap Arka sambil berdiri mau membayar pesanannya juga Aulia.


"Ok siapa takut" jawab Mita PD.


"Aku ga pernah ajak Rafi gabung tuh takutnya yang jomblo ga nyaman lo, tapi karena ditantang ok aku siap ko" lanjutnya.


"Udah ah aku udah selesai, duluan kak Dewa, kak Vitria, ayo Sar" ucapnya lagi.


"Ok yok, duluan kak" ucap Sari lalu megikuti Arka juga Mita yang telah duluan ke kasir.


Sementara Aulia dan Ninda yang sedang sibuk di perpustakaan.


○●●●○

__ADS_1


__ADS_2