
Bel tanda jam istirahat pun berbunyi, pertanda jam istirahat telah tiba. Semua siswa pun segera membereskan buku-buku mereka setelah guru yang baru saja mengajar keluar dari ruang kelas. Begitupun dengan Aulia, gadis itu sibuk membereskan bukunya dan nemasukkannya ke dalam kelas.
Berbeda dengan Arka yang masih sibuk dengan tugasnya sebagai OSIS yaitu menjadi pendamping murid baru bersama dengan anggota OSIS yang lainnya. Begitu mendengar bel jam istirahat berbunyi dengan segera ia membubarkan kelas yang didampinginya lagi-lagi bersama dengan sahabatnya Dewa dan Vitria. Entah kenapa mereka seolah tak mau dipisahkan. Bahkan tak ada satu pun anggota OSIS yang lain yang berani protes akan hal itu. Begitu kelas yang didampinginya bubar, laki-laki itu segera menuju ke kelas Aulia.
"Ar, jadi kan jam istirahat kumpul di ruang OSIS?" Tanya Dewa saat mereka berjapan keluar kelas.
"Iyalah jadi, waktunya dah mepet gini," jawab Arka.
"Ok kalau gitu sekalian makan aja gapapa kan? dari pada tar kelaperan, ha ha," tanya Dew yang tak bisa nahan laper sedikit saja.
"Ya gapapalah santai aja, toh juga cuma mau bahas inti rapat nanti sore,"jawab Arka.
"Wa, Vit, aku duluan ya, mau jemput Auli dulu," pamit Arka pada kedua sahabatnya saat mereka sampai di luar kelas.
"Ok sip, sampai ketemu di ruang OSIS,"ucap Dewa kemudaian Arka memisahkan diri dari sepasang kekasih itu.
"Ok siap," jawab Arka yang sudah melangkah meninggalkan Dewa juga Vitria dengan mengangkat tangan kanannya mengacungkan jempol tanpa menoleh.
Tak lama Arka sampai di kelas Aulia. Nampak gadisnya sedang menyiapkan bekal makan mereka.
"Assalamualaikum, Udah siap Yang?" Tanya Arka begitu sampai di depan meja Aulia.
"Waalaikumsalam, udah kak," jawab Aulia sambil tersenyum manis.
"Yaudah ayo," ajak Arka kemudian mengambil tas bekal yang masih di atas meja.
"Ayo," jawab Aulia singkat lalu mengikuti Arka yang sudah jalan di depannnya.
Kemudian keduanya pun berjalan beriringan sampai di ruang OSIS. Setelah sampai di ruang OSIS ternyata masih kosong, belum ada pengurus OSIS yang datang. Karena Arka hanya meminta wakil OSIS, sekretaris serta bendahara saja yang datang siang ini. Sedangkan yang lain nanti sore sekalian bersama dengan anggota PMR.
"Kok sepi kak?" Tanya Aulia begitu keduanya masuk ruang OSIS dan ternyata ruangan tersebut belum ada satu orang pun yang datang.
"Masih pada ke kantin kali Yang," jawab Arka.
"Kamu duduk sini aja Yang," sambik menarik salah satu kursi. Tanpa menjawab gadis itu kemudian mendudukkan tubuhnya di kursi yang ditarik oleh Arka. Setelah Aulia duduk, kemudian laki-laki itu menarik kursi di sebelahnya untuk duduk dirinya sendiri.
"Udah gak sabar nih Yang mau makan omeletnya," ucap Arka seraya duduk di samping gadisnya.
__ADS_1
"Nih, udah Auli bukain kak," Aulia menyerahkan kotak makan yang berisi omelet pedas dengan sosis bikinnya. Kemudian membuka kotak bekalnya sendiri.
"Makasih Sayang," jawab Arka dengan tersenyum.
"Sama-sama kak," jawab gadis itu.
"Kakak mau ini ga?"tawar Aulia begitu kotak bekalnya terbuka.
"Apa itu Yang?" Tanya Arka sambil menoleh ke arah kotak bekal Aulia.
"Mie goreng Kak, mau?" Jawab Aulia sambil menyendokkan buat Arka. Tanpa menjawab Arka langsung membuka mulutnya.
"Enak Yang, yang masak kamu apa mama?"Tanya Arka setelah menelan mie gorwng yang disuapkan oleh Aulia.
"Akulah kak, kan mama tadi udah sibuk masak buat sarapan, Auli aja mpe gak bantuin mama," jawab Aulia.
"Enak lo Yang, kapan-kapan kakak mau dong dibuatin mie kaya gini," ucap Arka kemudian kembali sibuk makan omeletnya.
"Ok siap bos," jawab Aulia dengan tangannya beraikap hormat.
"Enak gak kak omeletnya?" Tanya Aulia karena dari tadi Arka belum komen dengan rasa omeletnya.
"Mau? Ak" Tanyanya sambil menyodorkan satu suapan pada gadisnya. Kemudian dengan segera Aulia menerima suapan dari Arka.
"Kak lagi ya mie nya, soalnya kalau Auli makan sendiri gak bakal habis, soalnya banyak," ucap Aulia.
"Dengan senang hati Sayaaang," jawab Arka.
"Nih ak," ucap Aulia kemudian dengan senang hati Arka membuka mulutnya lebar.
"Manja banget makan aja mpe disuapin gitu," goda Dewa begitu masuj ruang OSIS.
"Bilang aja pengen," cibir Arka. Sedangkan Aulia hanya tersenyum malu menanggapi ocehan sahabat dari Arka.
"Vit tuh cowokmu minta disuapin tuh," ucap Arka pada Vitria.
"Malea banget, yang ada malah ngabis ngabisin entar," jawab Vitria yang membuat Arka dan Aulia terkekeh memdengarnya.
__ADS_1
"Kejam banget sih Beib," ucap Dewa dengan muka dibuat melas seperti orang yang teraniaya.
"Yang lain mana Ar?" Tanya Vitria yang sama sekali tak mengindahkan ucapan sang kekasih yang sudah akting teraniaya.
"Belum pada datang, paling bentar lagi," jawab Arka.
"Oh" ucah Vitria kemudian sibuk dengan makanannya.
Dan setalah obrolan kecil itu Arka dan Aulia pun kembali melanjutkan makan mereka. Bahkan Aulia dan Arka pun saling menyuapi. Sampai satu persatu pengurus OSIS berdatangan. Tak ada yang berani mengomentari saat mereka melihat Aulia nyuapi makan Arka begitu juga saat Arka menyuapi Aulia. Tapi entah dalam hati mereka. Karena ekspresi yang mereka tunjukkan berbeda-beda. Ada yang melihat dengan tatapan tidak suka ada juga yang tersenyum saat melihatnya. Entah apa maksud dari senyumannya.
"Udah kumpul semua kan?" Tanya Arka setelah dirasa semua teman yang diminta datang saat jam istirahat telah kumpul.
"Udah," jawab Dewa yang bertugas memberi tahu untuk berkumpul kali ini.
"Ok santai aja ya, kalian bisa sambil makan karena waktu kita terbatas" Lanjut Arka memastikan anggotanya sambil makan agar nantinya tidak perlu menahan lapar hanya karena waktu istirahatnya tersita untuk pertemuan kali ini.
"Iya, ini juga kita baru dari kantin buat beli ini makanya agak telat kesininya," ucap salah satu dari mereka dan di setujui oleh yang lainnya.
"Ok kalau begitu, langsung aja ya berhubung nanti sore kita ada rapat dengan anggota PMR sehubungan dengan acara makrab siswa baru tahun ajaran kali ini, saya cuma mau menyampaikan ....." Dan seterusnya hingga tujuan mereka dikumpulkan kali ini telah disampaikan oleh Arka.
"Semoga kita bisa saling membantu nanti dengan anggota PMR, karena tidak semua anggota PMR akan ikut bergabung, hanya ada 10 siswa saja. saya mohon kerja samanya ya teman-teman dari OSIS," ucap Arka yang disetujui oleh yang lain.
"Sementara nanti untuk anggota PMR yang akan ikut saya serahkan pada pengurus PMR sendiri yang akan mengitim wakilnya untuk membantu acara ini, Aulia, gimana udah di pilih belum anggotanya ?" Tanya Arka pada Aulia.
"Udah kak, nanti yang ikut rapat juga cuma yang terpilih buat bantu makrab kok, jadi biar lebih efektif," jawab Aulia.
"Ok bagus kalau begitu,"tanggapan Arka atas jawaban dari Aulia.
"Saya rasa cukup sampai di sini dulu, kalau ada pertanyaan boleh ditanyakan, silakan," ucap Arka mempersilakan temannya untuk bertanya. Tapi semua cuma menggelengkan kepala tanda tak ada pertanyaan.
"Ok kalau ga ada pertanyaan, nanti untuk detailnya dilanjutkan rapat sore nanti, terima kasih buat waktunya, selamat melanjutkan aktivitas masing-masing, sekali lagi terima kasih," ucap Arka mengakhiri pertemuan kali ini.
"Sama-sama," ucap semua dan kemudian ada yang meninggalkan ruang OSIS dan ada juga yang mempersiapkan tugasnya dan masih berada di ruangan itu sambil menunggu bel masuk.
○●●●○
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya readersku😍😙😙