
Arka menghentikan mobilnya ketika sudah sampai di parkiran kampus tempatnya menimba ilmu. Aulia yang melihat sahabatnya telah menunggunya cepat cepat ingin segera turun dari mobil. Namun seketika gadis itu mengurungkan niatnya ketika tangannya di cengkeram erat oleh sang suami.
"Mas, Auli mau turun, itu udah ditungguin yang lain" ucapnya dengan ekspresi memohon.
"Tunggu sebentar Yang," ucap Arka sembari melepas seat beltnya.
"Apass emmh," belum selesai protes mulutnya sudah dibungkam oleh bibir sang suami dengan lembut dan penuh cinta. Setelah dirasa puas Arka segera melepaskan bibir manis milik sang istri kemudian menghapus jejak jejaknya meskipun bibir Aulia tetap saja terlihat sedikit bengkak.
"Makasih Sayang, Mas pasti akan merindukanmu, cup," ucap Arka diakhiri mencium kening sang istri.
"Kita kan masih bisa ketemu Mas, kayak mau pisah jauh aja," ucap Aulia terkesan menggerutu.
"Tapi Mas gak bisa peluk peluk kamu, gak bisa cium cium kamu, nanti kalau Mas gak bisa tidur gimana?" Tanya Arka sendu.
"Cuma 2 malam Mas, nanti kalau gak ada kegiatan kita kan masih bisa ketemu,"ucap Aulia menghibur.
"Janji ya," ucap Arka memegang kedua pipi sang istri dan menatap matanya dengan penuh cinta.
"Iya Sayang, cup" ucap Aulia tersenyum dan memberikan hadiah sebuah kecupan singkat di bibir sang suami sehingga membuat Arka terkejut karena tak menduga istrinya melakukan hal ini.
"Hai, kok bengong sih, sekarang kita turun yuk," ajak Aulia mengembalikan kesadaran sang suami.
"Oh iya ayo," jawab Arka, lalu keduanya pun turun dari mobil. Arka segera menurunkan ranselnya juga ransel sang istri yang berada di bagasi. Sementara Aulia menurunkan bekalnya di travell bag kecil yang ada di jok belakang.
\=\=\=\=\=
Perjalanan ke puncak terasa jauh karena kali ini Arka dan Aulia tidak dalam satu bus. Tapi sebelumnya Arka membawakan ransel milik sang istri ke dalam bus yang ditumpangi oleh Aulia. Karena Arka tak akan membiarkan istri kecilnya kelelahan karena membawa ransel yang lumayan berat. Cukup Arka membuat lelah sang istri dengan pergulatan cinta saja, tidak dengan hal lainnya.
Beruntung ketiga sahabatnya mengambil jurusan yang sama sehingga mereka masih satu fakultas, jadi saat ini Aulia tak perlu merasa kesepian karena masih ada ketiga sahabatnya ditambah lagi sahabat barunya Naya.
__ADS_1
Seperti biasa sewaktu di kelas saat SMA, kali ini Aulia duduk bersama dengan Ninda, sedangkan Sari duduk dengan Naya sahabat baru mereka. Loh kemana si Mita? Tentu saja bersama dengan kekasihnya, Rafi. Mana mau dia pisah, dasar bucin. Untung Andre orangnya nyantai, jadi dia bisa duduk dimana saja dengan siapa saja dengan catatan 'asal jangan sama cewek yang kegatelan' katanya. Dan sekarang Andre duduk bersama dengan cowok-cowok di kursi paling belakang yang lagi asyik main gitar sambil bernyanyi.
Tiba saatnya iring iringan bus sampai tujuam yaitu salah satu bumi perkemahan di puncak. Dengan segera semua menghambur keluar dari bus dengan barang bawaan masing masing. Tanpa di duga, dengan secepat kilat ternyata Arka sudah menghampiri Aulia yang baru saja menurunkan ranselnya dari bus.
"Sayang, biar Mas aja yang bawain ranselnya," ucap Arka tiba-tiba di depan Aulia yang sedang mepetakkan ranselnya di dekat pintu bus.
"Emang ransel kamu dimana Mas?" Tanya Aulia yang tak melihatnya.
"Itu di dekat kak Dewa," jawab Arka sembari menunjuk ke arah sahabatnya berdiri sembari mengatur para maba agar segera berkumpuk.
"Eh Mas gak usah biar Auli bawa sendiri, gak enak sama kak Dewa sama kak Vitri, masa Mas bawain tas aku, sementara tas kamu dibawain kak Dewa,"tolak Aulia merasa tak enak hati dengan kedua sahabat sang suami.
"Udah gapapa mereka juga mau kok, itu juga tadi Mas sendiri yang angkat ke dekat mereka, jadi kamu tenang aja, udah sana kamu ikut kumpul yang lain, soal tas urusan Mas," ucap Arka sembari mengacak acak rambut Aulia.
"Berenan ga papa?" Tanya Aulia.
"Iya Sayang, udah sana kalau kamu telat Mas gak mau tanggung jawab lo kalau sampai kamu di hukum," ucap Arka tersenyum.
Setelah dikumpulkan dan diberi arahan. Semua Maba dibubarkan agar segera membuat tenda sesuai dengan kelompok masing masing. Dengan berbentuk melingkar dipinggir lapangan bumi perkemahan. Agar nanti bagian tengah lapangan bisa digunakan untuk acara api unggun.
Berkat kerjasama yang bagus, proses mendirikan tenda pun tak butuh waktu yang lama. Semua pun segera makan siang bersama dengan nasi kotak yang telah disiapkan oleh panitia.
Malam telah tiba, semua Maba beserta panitia kini telah berkumpul bersama melingkari api unggun di tengah lapangan. Untuk memeriahkan acara beberapa mahasiswa tampil menampilkan bakat masing masing. Ada yang membaca puisi, main musik, menyanyi ada juga tampilan drama dari beberapa panitia yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Semakin malam acara semakin meriah. Apalagi saat pementasan drama oleh panitia. Suasana jadi semakin riuh oleh siulan beberapa mahasiswa dan teriakan histeris para mahasiswi yang baper dengan keromantisan pemeran drama. Setelah selesai drama, Dengan membawa gitar, Arka berjalan ke tengah tengah lapangan dimana merupakan tempat teman teman yang lain sebelumnya berunjuk kemampuan.
"Selamat malam," ucapan salam Arka seketika membuat hening seketika.
"Selamat malaaam," jawab semua setelah beberapa detik hening.
__ADS_1
"Di sini saya akan mencoba membawakan satu lagu," ucap Arka membuat semua maba senang bahkan ada yang histeris senang.
"Tapi, saya akan meminta seseorang untuk membantu saya," lanjutnya membuat semua penasaran.
"Aulia Pratiwi Kusuma, mau kan bantuin Mas?" Tanyanya dengan menatap lekat wajah sang istri dari kejauhan.
Aulia yang tak menyangka akan dipanggil pun hanya terdiam dan terpaku. Sedangkan Ninda, Mita juga Sari sudah heboh sendiri menyuruh Aulia segera berdiri dan menghampiri Arka.
"Yang namanya Aulia ayo maju dong."
"Kalau gak mau biar aku gantiin deh."
"Maju maju maju," Dan masih banyak lagi celetukan yang terdengar dari beberapa Mahasiswa di sana.
"Udah lah Ul maju aja kenapa sih!" Suruh Mita.
"Iya ih biasa juga kalia duet," seru Ninda.
"Tapi aku gak persiapan apa apa," lirih Aulia.
"Udah gak usah difikirin, kaya gak pernah nyanyi aja," sambung Sari.
"Sayang, Apa perlu mas yang kesitu buat jemput kamu?" Pertanyaan Arka membuat Aulia segera berdiri. Sedangkan terbit senyum dibibir Arka saat melihat sang istri berdiri dan mulai mendekatinya.
Bersambung.....
○●●●○
⚘⚘⚘⚘⚘⚘
__ADS_1
@rahmahpratiwi85