
Sementara Aulia dan Ninda yang sedang sibuk di perpustakaan. Keduanya nampak berpidah dan sibuk dengan urusannya masing-masing. Entah buku apa yang mereka inginkan.
Di saat sedang serius mengamati buku-buku di sepanjang rak buku di depannya. Ada yang mendekati Aulia. Gadis itu cuek saja karena dia berfikir mungkin orang ini juga mau cari buku.
Setelah memastikan Aulia telah jauh dari sahabatnya orang itu pun mulai beraksi, siapa lagi orang itu kalau bukan Sita.
"Hai, kamu Aulia kan? Adiknya Arka?" Sontak membuat Aulia kaget mendengar bisikan tiba-tiba dari seorang gadis yang belum dikenalnya. Apalagi menyebutnya sebagai adik dari tunangannya sendiri.
"Oiya kenalin aku pacar kakak kamu Arka, aku Sita" lanjut Sita sambil mengulurkan tangannya.
"Jadi kak Arka punya pacar, berarti selama ini kakak bohong dong sama aku" pikir Aulia menatap sendu gadis di depannya.
"Hai... hello..., kamu ga mau kenalan sama aku?" Tanya Sita melambaikan tangannya di depan Aulia seketika membuyarkan lamunan gadis itu.
"Eh , iya, e maaf , oh iya aku Aulia, kakak tadi siapa ya?" Ucap Aulia terbata- bata.
"Iya aku tahu kamu Aulia, aku Sita, btw kakak kamu ga pernah cerita soal aku ya?" Tanya Sita kepedean.
Ya ampun Sita, kalaupun benar Aulia itu adiknya Arka ngapain juga cerita soal kamu ga penting banget tahu ga. Asal kamu tahu ya, Aulia itu tunangan Arka. Jadi ga usah kepedean deh.
"Maaf kak aku dah selesai cari bukunya, aku duluan ya, permisi" ucap Aulia mencoba menghindari gadis yang telah mengaku-ngaku jadi pacar dari tunangannya.
"Tunggu" ucap Sita menghentikan langkah Aulia.
"Ya kenapa?" Tanya Aulia
"Boleh ga aku main ke rumah kalian?" Tanya Sita ragu-ragu.
"Kalau emang kakak pacarnya kak Arka ya kenapa engga, maaf aku harus pergi temanku udah nungguin" pamit Aulia.
"Ok, kapan-kapan aku main deh" ucap Sita senang seolah mendapat lampu hijau dari orang yang dia anggap sebagai adik dari laki-laki yang diincarnya. Bisa lebih mudah menakhlukkan kakaknya pasti pikir Sita.
"Loh Ul, yakin kamu mau pinjam buku itu?" Tanya Ninda heran melihat buku yang dibawa sahabatnya itu.
"Aku ga jadi pinjam Nin, buruan kamu bilang ke mba nya, trus kita ke kelas" ucap Aulia terburu-buru sambil meletakkan buku yang dipegangnya.
" Kamu kenapa si Ul? Kaya ada sesuatu gitu" tanya Ninda penasaran.
"Udah ayo buruan nanti aku ceritain di kelas" ucap Aulia menarik tangan sahabatnya untuk segera keluar dari perpustakaan.
__ADS_1
"Loh Yang, udah selesai? Katanya mau pinjam buku, mana?" Tanya Arka saat mereka berpapasan di depan pintu perpustakaan.
"Ga jadi kak, Auli mau ke kelas aja" jawab Aulia jutek.
"Kenapa sih tu anak" gumam Arka.
"Yang tunggu kakak ikut" teriak Arka kemudian mengikuti kedua gadis yang telah lumayan jauh darinya.
Sempainya di kelas Ninda segera mengajak Aulia duduk. Karena dia sudah penasaran dengan apa yang sudah terjadi. Dan juga tak biasanya sahabatnya itu berkata kasar pada orang lain apalagi Arka tunangannya sendiri.
"Sebenarnya ada apa sih Ul?" Tanya Ninda begitu penasaran.
"Yang kamu kenapa sih? Kakak ada salah sama kamu?" Belum juga Ninda mendapat jawabannya Arka telah datang dengan memberondong pertanyaan.
"Gapapa kok kak" jawab gadis itu tanpa melihat Arka.
"Gak mungkin gapapa, sikap kamu aja beda gitu" ucap laki-laki itu tak terima.
Tetttt.... tetttt.... bel masuk kelas pun berbunyi.
"Udah bel kak, masuk sana nanti telat" ucap Aulia masih sama belum mau melihat tunangannya. Ninda yang melihat pun mencoba menerka-nerka apa yang terjadi tapi buntu tak menemukan jawaban sama sekali.
"Tapi Yang" protes Arka yang terpotong.
"Udah kak, nanti biar Ninda tanyain, sekarang kakak ke kelas dulu ya" ucap Ninda ga tega melihat Arka yang kebingungan.
"Yaudah titip Aulia ya, kalau sampai dia nekat pulang duluan tanpa kakak tolong kamu anterin, kakak khawatir" ucapan tulus Arka membuat Ninda makin kasihan dengan kakak kelasnya itu.
"Iya kak" jawab Ninda singkat.
"Makasih, yaudah kakak ke kelas dulu" ucap Arka kemudian berlalu keluar dari kelas tunangannya.
Setelah melihat Arka keluar Auliapun kembali ke tempat duduknya. Meninggalkan Mita juga Sari dengan sejuta pertanyaan di pikiran keduanya.
"Kenapa sih?" Tanya Sari pada Mita.
"Ga tahu" jawaban Mita sambil mengedikkan bahunya.
"Nanti aja kita tanya Ninda" ucap Mita kemudian.
__ADS_1
"Sip" jawab Sari.
"Kamu kenapa sih Ul?" Tanya Ninda pada Aulia begitu sahabatnya itu duduk di sampingnya.
"Nanti aja pas pulang sekolah, aku mau main ke rumahmu aja." Ucap Aulia.
Benar juga tebakan kak Arka kalau Aulia pasti ga mau pulang bareng sama dia. Lamunan Ninda terbuyarkan oleh sapaan guru yang masuk kelas. Pelajaran pun dimulai. Jam demi jam terlewati hingga saatnya pulang sekolah.
Ke empat gadis bersahabat itupun keluar kelas menuju ke parkiran dengan dikawal seorang laki-laki siapa lagi kalau bukan Rafi pacarnya Mita. Sesampainya di parkiran ternyata Arka telah menunggu mereka. Lebih tepatnya menunggu Aulia.
"Sayang mau kemana? Ayo pulang" tanya Arka ketika melihat gadisnya bukan menuju ke arah mobilnya.
"Aku mau ke rumah Ninda kerjain tugas kak" jawab Aulia asal.
"Yaudah kakak antar, ayo" ajaknya
"Ga usah kan kakak harus kerja, aku sama yang lain aja bareng Rafi, iya kan Raf?" Tanya Aulia sekaligus minta dukungan dari sahabat juga pacar sahabatnya itu.
"Eh iya kak, kita mau kerjain tugas dulu, kita naik mobil Rafi bareng-bareng kok, ya kan beib" ucap Mita sambil mengkode kekasihnya supaya mengiyakan dengan menginjak kaki Rafi.
"Eh iya kak, mana tega aku ngebiarin bidadari-bidadari cantik ini naik angkutan" jawab Rafi setelah sadar akan kode dari Mita.
"Oh yaudah, kakak titip Aulia ya, kalau pulangnya ga bisa antar tolong kabari kakak, biar nanti kakak yang jemput" jawab Arka.
"Yaudah kakak berangkat dulu ya Yang" ucap Arka menyentuh kepala Aulia tanpa mengacak-acak rambutnya.
"Iya kak, hati-hati" jawab Aulia pelan menahan tangisnya.
"Jadi gimana mau aku antar atau Ninda udah dijemput nih" tanya Rafi memecah keheningan selepas kepergian Arka.
"Tolong anterin aja deh Raf, gapapa kan?" Tanya Ninda.
"Ga masalah, kaau aku ma ok ok aja, yok masuk" ajak Rafi pada keempat gadis itu untuk segera masuk ke dalam mobilnya.
"Emang ada tugas apa sih kok aku ga tahu ya, padahal kita kan sekels." Ucap polos Rafi di tengah perjalanan.
"Tugas rutin persahabatan beib, biasa yang kita cuma kumpul berempat" jawab asal Mita karena sudah bisa menebak-nebak kalau ada sesuatu dengan sahabatnya dengan tunangannya.
"Oh mau Qtime toh?" Tanya Rafi yang tahunya memang mereka mau quality time bersama seperti biasanya untuk menghilangkan kejenuhan dengan rutinitas hariannya.
__ADS_1
○●●●○
Bersambung