KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.146. Periksa kehamilan


__ADS_3

Untuk memastikan kehamilannya, keesokan harinya Aulia dan Arka segera pergi memeriksakan ke dokter kandungan. Dan saat ini keduanya tengah berada di ruang pemeriksaan dokter kandungan yang bernama dr. Danny.


"Selamat pagi," sapa dr. Danny dengan ramahnya.


"Selamat pagi dok," jawab Arka dan Aulia bersamaan.


"Silahkan duduk pak bu," ucap dr. Danny


"Makasih dok," sahut Aulia lalu keduanya pun duduk berhadapan dengan sang dokter.


"Bagaimana ada yang dikeluhkan?" Tanya sang dokter.


"Kami tadi sudah tes kehamilan pakai test pack dok, dan hasilnya garis dua, kami ke sini mau meyakinkan kalau memang istri saya saat ini benar benar tengah mengandung dok," jawab Arka dengan antusiasnya. Sementara Sang istri dan dokter mengulas senyum melihat betapa antusiaanya si suami pasien ini.


"Wah sepertinya bapak begitu semamgat ya," goda sang dokter sementara Arka mengangguk dan tersenyum malu.


"Baiklah sebaiknya kita cek saja dulu, mari silakan ibu berbaring dulu," lanjut sang dokter lalu mempersilahkan Aulia untuk berbaring di bed samping mejanya yang tertutup tirai.


"Nah coba ayah dan bunda lihat ini," tujuk sang dokter yang merubah panggilan terhadap pasiennya.


"Nah titik hitam yang ini," tunjuknya pada layar monitor.


"Ini meskipun masih sekecil ini tapi ini adalah calon bayi kalian, Yah Bun,"lanjutnya sembari melirik pasien yang tampak terpukau dan madih menanti penjelasan selanjutnya darinya.


"Usianya sudah 7 minggu ini Yah Bun, bagaimana ada yang mau ditanyalan?"


"Apa dia baik baik saja dok, maksudku apa normal kecil begitu? Dan mana tangan, kaki ataupun jari jari mungil yang menggemaskan itu, kenapa cuma titik saja, Apakah nanti masih bisa berkembang dok?" Entah pertanyaan macam apa yang lolos begitu saja dari Arka. Namun dengan sabar sang dokter pun akhirnya menjelaskan panjang lebar tumbuh kembang janin yang normal sesuai usia di dalam kandungan sang Ibu. Bahkan dokterpun juga menjelaskan makanan yang baik untuk menunjang pertumbuhan janin. Akhirnya Arka pun mengerti dan bernafas lega. Meskipun tak habis fikir, karena dalam fikirannya tadi saat dia melihat layar usg akan bisa melihat jari jari mungil seperti baby barbienya Aura yang begitu menggemaskan. Tapi ternyata pembentukan anggota tubuh bayi itu ada waktunya sendiri. Sungguh melegakan hatinya saat mendengar penjelasan sang dokter. Hingga membuatnya tak sabar saat itu tiba.


"Baiklah, ini saya resepkan vitamin juga obat anti mual untuk mengantisipasi kalau nanti Bunda mengalami morning sick," ucap sang dokter saat mereka telah kembali duduk di meja tadi.


"Terima kasih dokter, sejauh ini sih saya belum mengalaminya dok, apakah normal dok, soalnya dulu kakak ipar saya juga sampai parah, dulu Bunda saya katanya juga parah sampai bed rest dok?" Tanya Aulia karena memang tak tahu sama sekali.


"Ibu hamil itu mengalami hal yang berbeda beda Bun, ada yang sampai bed rest, ada yang morning sick biasa, ada yang tak terjadi apa apa dan sehat sehat saja, ada juga yang gidam aneh aneh, dan semoga Bunda termasuk yang sehat, kalaupun mual ya semoga wajar ya Bun,"


"Aamiin," jawab Arka dan Aulia bersamaan.

__ADS_1


"Bahkan ada juga lo yang mengalami morning sick ataupun yang ngidam si suami,....,"


"Eh ada ya yang kaya gitu dok?" Tanya Arka penasaran.


"Iya ada, dan itu dinamakan kehamilan simpatik atau couvad sindrome Yah Bun, sampai di sini ada yang ingin ditanyakan lagi?" Tanya sang dokter mengahiri.


"Sementara cukup dok, terima kasih atas penjelasannya, kalau begitu kami permisi,"jawab Arka lalu berpamitan sedangkan Aulia hanya tersenyum.


Akhirnya setelah menebus vitamin yang diresepkan oleh sang dokter di apitik pasangan calon orang tua baru itupun mepanjutkan perjalanan menuju ke kampus. Tak lupa mereka mampir membeli susu ibu hamil di minimarket yang kebetulan dilewatinya.


Tak lama mereka pun telah sampai di kampus.


"Masih ada waktu, kita ke kantin aja ya Yang," ajak Arka.


"Tapi kan tadi kita udah sarapan Mas," jawab Aulia.


"Ya siapa tahu pengen ngemil apa gitu, lagian tadi Mas perhatikan Sayang makannya gak berselera gitu, dari pada nanti pas di kelas lapar Yang," ucap Arka.


"Iya deh, Auli jadi pengen makan siomay," ucap Aulia sembari membayangkan jajanan yang diselimuti bumbu kacang itu.


"Kamu duduk sulu Sayang, biar Mas yang pesankan, mau minum apa?" Tanya Arka begitu sampai di kantin.


"Jeruk anget boleh Mas?" Tanya Aulia.


"Boleh dong, tunggu bentar ya," jawab Arka dengan senyum manisnya serta tangannya sempat mengusap puncak kepala sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Silahkan dimakan tuan putri," seloroh Arka sembari menyodorkan siomay pesanan sang istri tak lupa jeruk hangatnya.


"Terima kasih pangeran," jawab Arka dengan senyuman yang menular ke sang suami.


"Mas pesan bakso?" Tanya Arka begitu melihat pesanan sang suami.


"Iya, Sayang mau?" Jawab sekaligus pertanyaan Arka.


"Boleh minta kuahnya?" Bukannya menjawab justru Aulia malah bertanya.

__ADS_1


"Boleh dong Sayang, apa sih yang gak boleh buat kesayangannya Mas, ini," jawab Arka sembaru menyodorkan semangkok bakso yang belum disentuhnya sama sekali yang langsung diterima oleh sang istri dengan seyum yang mengembang.


"Hemmm nikmaaat," ucap setelah menyeruput beberapa sendok kuah bakso milik sang suami.


"Udah," lanjutnya setelah merasa puas. Arka pun tersrnyun melihat tingkah sang istri.


"Kayaknya Sayang ngidam kuah bakso deh,"ucap Arka sembari menuah sambal ke dalam baksonya.


"Masa sih Mas?" Tanya Aulia.


"Iya, masih ingat kemarin yang pengen makan mie ayam bakos tapi yang dimakan cuma kuah sama ayamnya aja?" Tanya Arka memgingatkan.


"He he he iya kali ya,"jawab Aulia terkekeh.


"Iya, tapi ga papa yang penting Sayang masih mau makan yang lainnya jadi dedek gak kekurangan nutrisi," ucap Arka.


"Kalau Sayang pengen makan apa apa bilang sama Mas ya,"lanjutnya.


"Siap bos," jawab Aulia sambari hormat yang membuat keduanya tertawa bersama.


Setelah selesai sarapan yang kedua kalinya pasangan suami istri yang tengah berbahagia itupun segera menuju ke kelas masing masing. Tentu saja dengan sang suami yang selalu mengantarkan sang istri terlebih dulu sampai di depan pintu kelasnya.


"Semangat belajarnya ya Sayang, Mas langsung ya, soalnya bentar lagi kelas Mas akan mulai, selesai ini tunggu Mas balik sini lagi ya," pamit Arka pada sang istri tercinta.


"Iya, Mas juga semangat belajarnya ya, ok nanti Auli tunggu di dalam kelas aja ya, biar bisa duduk duduk," jawab Aulia.


"Ok siap, Assalamualaikum Sayang, cup," pamit Arka tak lupa meninggalkan kecup an di kening sang istri yang pipinya langsung merona karena malu.


"Ish Mas malu," protesnya.


"Waalaikumsalam, udah sana hati hati, nanti Auli tunggu lo," lanjutnya.


"Ok," jawab Arka singkat.


Keduanya pun berpisah. Sementara itu tanpa keduanya sadari di salah satu tempat di kampus mereka telah terjadi hal yang menghebohkan. Siapa lagi yang membuat kehebohan kalau bukan trio sok tahu yaitu Farah and the gank.

__ADS_1


○●●●○


__ADS_2