KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.63. Album lawas


__ADS_3

Setelah beberapa saat papa Tara di dalam ruang kerja. Akhirnya keluar lalu dengan segera menghampiri keluarganya yang masih setia menunggunya di ruang keluarga.


"Ini Pi fotonya" ucap papa Tara menyerahkan sebuah album foto dengan sampul berwarna navy yang sudah terlihat pudar. Namun album lawas itu masih terlihat begitu terawat dan rapi. Kepada kakek yang kebetulan sudah berpindah duduk di samping Aulia.


Kakek pun menerima album itu lalu membuka lembar demi lembar untuk menemukan foto orang yang dicarinya. Setelah menemukan foto yang menurutnya paling jelas. Kemudian kakek menunjukkan pada kedua cucunya itu.


"Lihatlah ini dia fotonya" tunjuk kakek pada salah satu dari tiga orang yang berada dalam foto tersebut.


"Apa wajahnya sampai sekarang masih seperti ini ya kek?" Tanya Aulia.


"Entahlah, tapi masih ada foto yang lain yang diambil sekitar 5 tahun yang lalu" ucap kakek.


"Apa juga ada di album yang ini Tar?" Tanya kakek pada papa Tara.


"Iya pi, kalau gak salah di halaman terakhir" jawab papa Tara. Kakek pun mengangguk mengerti.


"Kek, bukannya ini papa sama ayah ya?" Tanya Aulia setelah memandangi dengan seksama foto ketiga orang itu selama kakek berbincang dengan papa mengenai foto terbaru dari Surya Winata.


"Iya Yang bener, yang ini papa, terus yang ini ayah" ucap Arka antusias setelah mendengar ucapan Aulia tadi Arka langsung melihat dengan teliti.


"Kakak rasa wajah papanya Sita juga gak akan berubah banyak deh, buktinya ayah sama papa masih sama sampai sekarang" ucap Arka dengan semangat.


"Masih sama gantengnya kan Ar?" Tanya papa Tara percaya diri. Dan untungnya sang anak dengan semangat menjawab.


"Iya pa, gantengnya ga berubah"


"Jelas dong, papa" lagi-lagi ucap papa Tara bangga.


"Jadi lihat yang lain gak nih?" Tanya kakek Wisnu mengalihkan pembicaraan yang menurutnya tak berfaedah antara anak bapak itu.

__ADS_1


"Iya jadi dong kek" ucap Aulia yang sudah penasaran dengan foto yang katanya baru diambil sekitar 5 tahun yang lalu. Berarti kemungkinan papa atau kakek mengunjunginya di penjara. Begitu yang terlintas dalam pikiran Aulia.


"Nah yang ini, foto ini diambil secara diam-diam oleh om Haris. Waktu itu kakek sama om Haris mengunjunginya 5 tahun lalu, tapi sejak waktu itu pemeriksaan pengunjungnya semakin ketat jadi kakek tak bisa membawa kamera ataupun hp lagi tiap mengunjunginya" penjelasan kakek langsung menjawab pertanyaan dalam benak Aulia.


"Jadi selama ini kakek selalu mengunjungi orang itu?" Tanya Arka yang tak habis pikir dengan kebaikan sang kakek pada orang yang telah berbuat jahat padanya.


"Ya, walaupun dia sudah jahat sama kita, tetapi tak harus juga kan kita balas dengan kejahatan. Yang ada nanti dia malah semakin jahat sama kita. Tapi kalau kita balas dengan kebaikan dan ketulusan, semoga saja nanti Allah akan bukakan hatinya untuk bertaubat dan menyadari semua kesalahannya. Sehingga tak akan ada lagi rasa dendam di hatinya" penjelasan kakek membuat kedua cucunya bertambah kagum dengan sosok kakek yang disayanginya ini.


"Kakek baik banget sih, Auli jadi malu masih suka ngambek" ucap Aulia saat teringat dirinya yang manja dan suka ngambek. Meskipun ketika ngambek tak pernah bertahan lama. Namun perkataan polos gadis itu membuat ketiga lelaki beda usia itu terkekeh.


"Seru banget nih, pada ngetawain apa sih?" Tanya mama Rita yang baru datang dengan membawa camilan serta di belakang mama ada bi Yah yang membawa 5 gelas jus mangga.


"Ngetawain mantu mama yang polos ini" jawab Arka sambil mengacak-acak rambut Aulia.


"Ih kakak, rambut Auli jadi acak-acakan nih" mendengar protes sang istri Arka pun langsung merapikan rambut istrinya dengan jari-jarinya yang seperti menyisir rambut.


"Emang mantu kesayangan bunda ini kenapa? hemm?" Ucap mama Rita setelah mendaratkan tubuhnya di samping sang menantu.


"Tuh kan ngambek lagi, katanya malu sama kakek, tapi gitu aja dah ngambek" ucap Arka menggoda sang istri.


"Enggak, Auli gak ngambek kok, enak aja main tuduh, wle" jawab Aulia meledek Arka dengan menjulurkan lidahnya.


"Yakin nih ga ngambek? yakin? yakin?" Arka menggoda Aulia dengan mencolek-colek pipi sang istri.


"Maa, kakak godain Auli mulu nih" adu Aulia pada mama Rita layaknya anak kecil yang mengadu pada sang mama.


"Udah-udah jangan digoda terus dong Ar, nanti kalau istri kamu nangis gimana coba?" Bukannya membela Aulia, sang mama pun justru malah ikut-ikutan menggoda mantu manjanya yang sudah seperti putri kandungnya sendiri.


"Udah ga usah cemberut gitu dong Sayang, tuh minum jus mangganya mumpung masih dingin, biar seger" rayu mama Rita saat mendapati mantu manjanya merajuk.

__ADS_1


Kemudian semuanya pun menikmati camilan juga jus mangga buatan mama Rita sembari ngobrol juga bercanda bersama. Hingga akhirnya mama Rita mengingatkan sang kakek untuk segera beristirahat di kamar. Mengingat kondisi kesehatan kakek yang masih dalam proses pemulihan setelah beberapa hari opname kemarin.


Kemudian kakek pun terpaksa harus masuk ke kamar untuk beristirahat. Karena tak mau kondisi tubuhnya kembali drop dan membuat khawatir orang-orang yang menyayanginya.


Tak berselang lama sejak kakek masuk kamar. Semua pun memutuskan untuk beristirahat di kamar masing-masing. Tapi sebelum masuk ke kamar, Papa Tara terlebih dulu mengembalikan album foto yang berisi foto lawasnya ke tempat semula yaitu di ruang kerjanya.


Setelah sampai di kamar, Aulia dan Arka menuju ke balkon kamarnya. Keduanya duduk di kursi santai yang ada di balkon itu.


"Semoga aja papanya kak Sita segera sadar lalu mengurungkan niatnya untuk balas dendam ya kak" ucap Aulia saat keduanya telah mendaratkan tubuhnya di kursi santai.


"Aamiin, semoga benar kata kakek, dengan semua kebaikan kakek selama ini, semoga om Surya bisa berubah jadi lebih baik lagi" sambung Arka mengaminkan perkataan sang istri.


"Aamiin, iya kak, kita berdo'a aja untuk kebaikan semuanya" ucap Aulia mengaminkan harapan Suaminya juga.


"Iya Yang" ucap Arka singkat.


"Auli gak ngantuk?" Tanya Arka mengingat semalam mereka tidur lewat tengah malam.


"Engga, kalau kakak ngantuk kakak tidur aja, mumpung hari ini kakak gak kerja, sekali-kali bobo siang" jawab Aulia membiarkan sang suami jika ingin beristirahat.


"Kakak kok juga gak ngantuk ya, yaudah kita ngobrol aja siapa tahu nanti tiba-tiba ketiduran di sini" ucap Arka terkekeh sendiri.


"Apaan sih pakai ketawa ga jelas gitu" ucap Aulia sambil terkekeh ketularan sang suami.


"Gapapa, inget aja tadi pagi kita kesiangan" ucap Arka yang dijawab Aulia denga senyuman.


"Yaudah sini ngobrolnya sambil sandaran di sini, biar ketiduran" Arka mengajak sang istri untuj rebahan di kursi santai yang memang nyaman untuk rebahan sambil memandang langit.


○●●●○

__ADS_1


Bersambung....


Hai readers ku yang happy🙋‍♀️.... Makasih yang udah support berupa komen, like atau bahkan vote dengan POIN. Buat yang belum ditunggu supportnya ya😍😙😙 Makasih🙏


__ADS_2