KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.26. Back to school


__ADS_3

Aulia dan Arka berangkat ke sekolah bersama. Sejak bertunangan dari awal pertemuan mereka, Arka selalu menghampiri Aulia untuk berangkat bersama. Begitu juga hari ini. Karena menurut Arka jika sering bersama nanti agar bisa cepat tumbuh rasa cinta antara mereka.


Sesuai pesan bunda setiap harinya untuk tidak ngebut. Arkapun selalu menuruti keinginan bunda dari tunangannya itu. Arka mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali keduanya terlihat mengobrol.


Tak terasa 20 menit telah berlalu kini keduanya telah sampai di parkiran sekolah. Dengan hati-hati Arka memarkirkan mobilnya. Kemudian keduanya bersiap untuk turun. Untuk segera menuju ke kelas masing-masing.


Baru juga mendaratkan sebelah kakinya. Terdengar teriakan suara yang tak asing di telinga mereka, bahwa ada memanggil-manggil nama Aulia. Siapa lagi kalau bukan Ninda, Mita juga Sari.


Ketiga sahabat Aulia yang selalu bertingkah heboh setiap mereka berempat bertemu. Seperti sudah lama tak bertemu saja padahal baru malam minggu kemarin mereka beremu. Dan hari ini padahal baru hari senin.


"Auuuul...."


"Auuuul"


"Auuuul" teriak ketiga sahabatnya Aulia


Auliapun menoleh ke arah sumber suara yang semakin mendekat ke arahnya. Begitu melihat ketiga temannya berlari mendekat gadis itu segera keluar dari mobil. Tanpa disangka ketiga sahabatnya itu langsung memeluknya hingga membuat Aulia hampir terjatuh karena memang kedua kaki Aulia belum mendarat dengan sempurna untuk menopang tubuhnya yang baru saja berdiri tersebut.


"Kangeeen" ucah ketiga sahabatnya saat memeluk gadia itu.


"Ya ampuuun kalian ini yaa" gerutu Aulia yang hampir terjatuh karena ulah ketiga sahabatnya.


"He he... sorry" ucap ketiganya sambil cengengesan.


"Sayang kamu gapapa kan?" Tanya Arka panik mendekat ke arah empat adik kelasnya itu.


"Gapapa kak, cuma kaget aja kok" jawab Aulia sambil senyum menunjukkan kalau memang dia baik-baik saja.


"Alhamdulillah, Yasudah kalau gapapa, lain kali kalian harus lebih hati-hati ya." ucap Arka menasehati.


"Siap kak" sahut keempatnya kompak.


"Dasar kalian" ucap Arka geleng-geleng kepala.


"Kakak duluan ya Sayang" pamitnya pada Aulia.


"Iya kak" jawab Aulia mengangguk.


"Titip Sayangku ya, jangan sampai lecet" ucapnya lagi kepada sahabat tunangannya sebelum berlalu pergi menuju kelasnya.


"Beres kak, dijamin utuh kalau sama kita" jawab Mita agak berteriak karena Arka sudah agak jauh dari mereka.


Tanpa menjawab lagi laki-laki itu hanya tersenyum sumpul sambil melambaikan tangannya dengan posisi tangannya diangkat ke atas. Tapi sama sekali tak menoleh lagi.


"Dasar kak Arka ada-ada aja" kelakar Ninda melihat kelukuan tunangan sahabatnya.


"Yaudah kita ke kelas yuk girls"ajak Aulia.


"Yok" jawab keriga sahabatnya kompak.

__ADS_1


Sesampainya di kelas ternyata teman-teman yang lainnya sudah pada datang. Mereka sudah bersiap hendak ke lapangan. Karena memang sebantar lagi waktunya upacara bendera akan di mulai.


Setelah meletakkan tasnya di meja masing-masing. Keempat sahabat itupun juga langsung menuju ke lapangan untuk mengikuti upacara srperti teman-teman yang lain.


Tak lama setelah mereka sampai di lapangan. Bel pun berbunyi menandakan upacara siap dimulai.


Seluruh sisiwa menempati posisi sesuai kelas masing-masing kecuali yang sedang bertugas dalam upacara kali ini. Mereka menempati tempat masing-masing sesuai tugasnya.


Sekitar 30 menit upacara berlangsung. Sekarang semua siswa berada di kelas masing-masing untuk melanjutkan mata pelajaran berikutnya. Hingga waktunya istirahat pun tiba.


"Kantin yuk girl" Ajakan Sari pada sahabatnya.


"Tunggu Sar, aku belum selesai"ucap Mita masih sibuk mencatat.


"Ok" jawab Sari singkat.


Tak lama kemudian sebelum mereka keluar menuju kantin seseorang menghampiri mereka. Orang itu tak lain adalah Arka.


"Sayang, bekel yang dari bunda ada di kamu ga?" Tanyanya langsung saat masuk ke dalam kelas tunangannya itu.


Spontan Aulia mengangkat kepalanya yang menunduk sibuk mencari sesuatu. Dan ternyata gadis itu mencari bekal makanan dari sang bunda.


"Ga ada kak, ni Auli juga baru nyari" jawabnya setelah tak menemukan bekalnya.


"Ketinggalan di mobil kali ya, bentar kakak ambil dulu" kata Arka.


"Eh kalau mau ke kantin kalian duluan gapapa nanti kakak nyusul" lanjut Arka tiba-tiba menghentikan kakinya yang baru melangkah beberapa langkah saja.


"Selesai, ayo girls kita lets go" suara Mita setelah menyelesaikan mencatatnya.


"Lest go" jawab Sari semangat.


Akhirnya keempat sahabat itupun berjalan menuju ke kantin. Setelah Arka mengambil bekal dari sang bunda tak perlu lama-lama laki-laki itupun lalu menuju ke kantin menyusul tunangan juga sahabat tunangannya.


Sesampainya di kantin ternyata sudah ada sahabatnya juga di sana yaitu Dewa juga Vitria.


"Kalian belum pada pesan?" Tanyanya saat melihat meja masih kosong. Kemudian mengambil posisi duduk disamping Aulia karena memang di posisi itu yang dibiarkan kosong oleh para sahabatnya.


"Udah, paling bentar lagi jadi" jawab Dewa mewakili para gadis di mejanya.


"Oh" jawab Arka kemudian menoleh ke gadisnya.


"Sayang nih kita makan duluan aja" katanya pada gadisnya.


"Makasih" jawab Aulia menerima kotak makan dari Arka.


"Udah pesen minum?" Tanya Arka lagi.


"Udah, jus jeruk kan?" Tanya gadisnya yang cuma dijaeab dengan anggukan kepala.

__ADS_1


"Nah ini dia pesanan kita" kata Sari semangat begitu melihat makanan juga minuman pesanan mereka diantarkan oleh penjaga kantin.


"Selamat makan" ucapnya kemudian mulai fokus dengan makanannya.


Di meja lain di kantin yang sama nampak tiga orang gadis memandang ke arah mereka dengan tatapan tak suka. Mereka tak lain adalah Sita dan sahabatnya. Tapi seringnya siswa lain bilang kalau mereka itu anak buah Sita ada juga yang bilang kalau mereka itu ajudan bahkan ada yang tega bilang mereka itu suruhan Sita karena sering disuruh-suruh oleh Sita.


"Cewek ganjen itu siapanya Arka sih? Kok aku sering banget liat dia bawa bekel yang sama dengan yang Arka bawa" ucap Sita sinis.


"Adiknya kali, aku sering dia panggil Arka dengan sebutan kakak" jawab Dewi sok tahu. Membuat Sita tersenyum lega.


"Masak sih cuma adik, tadi aja Arka manggil tuh cewek dengan sebutan Sayang lo" jawab Mega tak sadar dengan ucapannya akan membuat amarah sahabat sekaligus ratunya itu.


"Apa kamu bilang? Jangan sok tahu deh" sewot Sita yang tak suka dengan ucapan Mega.


"Kamu belain tuh cewek? Hah? Sekali lagi kamu bilang kalau dia pacarnya Arka awas aja kamu!" Lanjutnya mengancam.


"Sorry Sit, bukan maksudku belain dia" jawab Mega ketakutan.


"Sttt bisa diem ga! berisik tahu ga?!" Bentaknya membuat Mega menundukkan kepalanya takut.


"Udahlah Sit, mending kita cari tahu aja kebenarannya." Ucap Dewi berusaha meredakan amarah Sita.


"Kita??? Kalian yang harus cari tahu!!" Ucapnya kemudian berdiri.


"Jam istirahat selesai kalian harus sudah tahu jawabannya! Kalau tidak, kalian tahu sendiri akibatnya" Bentaknya kemudian meninggalkan sahabat rasa anak buah itu.


"Parah, gimana nih?" Tanya Mega panik.


"Kamu sih pakai bilang kalau dia pacarnya Arka segala" ucap Dewi menyalahkan Mega.


"Aku ga bilang pacarnya ya, aku tadi bilang kalau Arka panggil dia Sayang, kamu sendiri juga dengarkan tadi?" Ucap Mega membela diri.


"Iya juga sih, emang dasar Sita aja yang suka marah-marah ga jelas" gumam Dewi membenarkan omongan temannya.


"Kita bilang aja sama Sita kalau dia itu adiknya Arka" tiba-tiba Dewi merasa dapat ide cemerlang.


"Trus kalai ditanya tahu darimana mau dijawab apa?" Jawab Mega bingung.


"Bilang aja kita udah tanya teman sekelasnya"jawab Dewi serasa di atas angin dengan idenya yang cemerlang menurut dia.


"Ok deal" jawab Mega mengulurkan tangannya mengajak salaman Dewi.


"Ok siapa takut" jawab Dewi menima tangan Mega. Merekapun bersalaman.


"Tapi inget ngomongnya yang kompak dan meyakinkan, biar Sita gak curiga" lanjut Dewi tak mau rencananya gagal.


"Ok, semoga lancar, dan semoga memang tuh cewek adiknya Arka" ucap Mega.


"Aamiin" ucap Dewi sambil mengusab kedua telapak tangannya di wajah. Seolah habis berdo'a dan ingin dikabulkan do'anya.

__ADS_1


Dasar anak-anak ga punya prinsip. Mau-maunya disuruh-suruh sesama siswa.


__ADS_2