
Saat ini Aulia dan Arka telah kembali ke kamar mereka. Setelah ngobrol bersama di restoran, akhirnya para sahabat mereka segera memutuskan untuk segera kembali ke rumah masing-masing. Jadi, mau tak mau akhirnya pasangan suami istri itu memilih menghabiskan waktu di dalam kamar hingga sore nanti. Karena rencananya nanti sebelum pulang ke rumah, pasutri muda itu akan mampir terlebih dulu ke mall untuk mencari kemeja putih juga rok hitam serta barang lainnya untuk kebutuhan Ospek Aulia.
"Sayang, yakin malam ini kita pulang? Emang gak mau nginep lagi di sini?" Tanya Arka pada sang istri.
"Yakin Mas, paket nginapnya kan cuma sampai nanti sore, lagian juga kalau kita nginep lagi malah repot besuknya," jawab Aulia mengulas senyum meyakinkan pada sang suami akan keputusannya.
"Ya udah deh pulang, sebenarnya kalau gak mikirin besuk, maunya Mas kita nginap lagi dua atau tiga malam lagi," ucap Arka sendu.
"Maaf," lirih Aulia merasa tak enak hati.
"Gapapa Sayang, Mas ngerti kok, lagian ini bukan salah kamu, toh masih bisa kapan-kapan kita nginap di hotel lagi, atau nanti kita atur waktu buat honeymoon aja gimana?" Ucap Arka semangat teringat akan honeymoon.
"Baiklah Auli setuju aja gimana baiknya menurut Mas," jawab Aulia tersenyum.
"Ok siap, makasih ya Sayang," ucap Arka berbinar lalu dengan semangat menciumi seluruh muka sang istri tak lupa melum4+ lembut bibir manis sang istri.
"Mau lagi Yang," pinta Arka dengan raut muka menahan hasrat.
"Masih sakit Mas," ucap Aulia berharap sang susmi mau mengerti.
"Kali ini gak akan sesakit semalam Yang, Mas akan pelan pelan," rayu Arka.
"Tapi Mas, bentar lagi dzuhur lo," alasan Aulia. Sebenarnya Aulia masih merasakan sakit di bagian intinya. Bahkan saat berjalan saja rasa sakitnya begitu terasa. Tapi dari tadi bangun tidur tak diperlihatkannya. Karena Aulia tak mau sang suami merasa bersalah makanya hanya ditahan sendiri tanpa berkeluh kesah.
"Masih lama Sayang, baru juga jam sepuluh, masih ada waktu," ucap Arka setelah melirik jam yang menggantung di dinding.
"Tapi Mas....," sebelum selesai Aulia bicara sudah lebih dulu dipotong oleh sang suami.
"Bentar aja Yang, nanti bisa mandi lagi, mau yaa, pliis," mohonnya seolah sudah tak tahan lagi, sehingga membuat Aulia mengangguk mengiyakan karena tak tega terhadap sang suami. Apalagi mengingat sudah kurang lebih 3 tahun Arka menahan diri hanya demi menunggu dirinya lulus sekolah. Akhirnya sesuai yang di harapkan oleh sang suami, kini pasutri muda itu melewati hari dengan saling memberikan kenikmatan dunia.
"Makasih Sayang, i love you," Cup. Ucap Arka mencium kening dan bibir sang istri sekilas sebelum merebahkan diri di samping sang istri. Tentunya setelah akhirnya keduanya sampai di puncak kenikmatan.
__ADS_1
"I love you too," jawab Aulia menganggung sembari tersenyum.
"Sini Sayang," ucap Arka menepuk dada kirinya lalu menarik pinggang sang istri agar lebih mendekat lagi dan berbaring dalam dekapannya.
"Masih sakit?" Tanya Arka lirih.
"Iya, gapapa kok, nanti juga sembuh Mas," jawab Aulia tersenyum.
"Maaf ya, kalau Mas kesannya maksain banget," ucap Arka merasa bersalah.
"Ga perlu minta maaf Mas, karena memang sudah kewajibanku Mas,"jawab Aulia lagi lagi dengan senyum teduhnya hingga membuat Arka merasa lebih baik.
"Baiklah, Sayang berjanjilah apapun yang terjadi suka maupun duka tetaplah disampingku, hingga menua dan mautlah yang akan memisahkan kita kelak," ucap Arka serius.
"Pasti Mas, kita akan selalu bersama," jawab Aulia tak kalah seriusnya.
"Makasih Sayang," ucap Arka.
"Sebaiknya kita segera mandi Sayang, sebentar lagi waktunya dzuhur," lanjutnya.
"Baiklah, cup," masih saja Arka mengambil kesempatan dengan mencium bibir sang istri sekilas sebelum mekangkah menuju ke kamar mandi.
Akhirnya, pasangan muda itupun bergantian membersihkan diri dan dilanjut menuaikan kewajiban serta makan siang. Namun karena lelah, jadi makan siang kali ini mereka hanya makan di kamar. Dan setelah sekesai makan keduanya berbincang bincang hingga terlelap dalam tidur siang.
Dan malam harinya kedua pasangan muda itu pun kembali ke rumah Papa Tara dan Mama Rita. Tentunya setelah pasutri itu membeli kebutuhan ospek sanh istri di mall sesuai yang direncanakan tadi.
"Udah lengkap Yang? Gak ada yang kurang kan?" Tanya Arka saat keduanya selesai belanja.
"Udah lengkap kok Mas, kan semua udah Auli catat sebelumnya," jawab Aulia semangat.
"Makan dulu ya Yang, Mas laper nih," ajak Arka pada sang istri.
__ADS_1
"Iya Mas, Auli juga laper dari tadi, he he," jawab Aulia sembari mengelus perutnya yang juga merasakan lapar.
"Kenapa gak bilang sih Yang, kan harusnya tadi bisa makan dulu baru lanjut lagi belanjanya," ucap Arka gak suka sang istri menunda makan. Apalagi kalau sudah lapar.
"Maaf Mas, ya Auli pikir tadi nanggung, jadi sekalian aja diselesaikan, Mas udah laper banget ya?" jawab Aulia merasa bersalah lalu bertanya pada sang suami.
"Kalau Mas sih, biasa aja Sayang, yang Mas pikirin itu kamu, Mas gak suka ya kamu sampai nunda-nunda makan gitu, jangan diulangi lagi ya, Mas gak mau kamu sakit," jawab Arka tersenyum sembari mencubit mesra hidung Aulia.
"Makasih ya Mas, cup," ucap Aulia lalu berjalan begitu saja setelah mencuri cium di pipi sang suami. Sedangkan Arka merasa senang sang istri berani menciumnya terlebih dulu. Bahkan sambil senyum-senyum segera menyusul langkah sang istri di depannya.
"Mau langsung pulang atau masih ada yang dicari Yang?" Tanya Arka pada sang istri. Saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil bersiap untuk pulang.
"Langsung pulang aja Mas, pasti Mama Papa udah nungguin," jawab Aulia yang sudah kelihatan kelelahan.
"Oh iya Mas, tadi udah ngabari Mama belum kalau kita makan di luar?" Lanjut Aulia bertanya begitu mengingat soal makan malam.
"Udah, tenang aja Yang, dari tadi pagi Mas udah bilang kalau kita sampai rumah malam," jawa Arka tersenyum.
"Udah ngantuk ya? Kamu bobo dulu aja Yang, nanti Mas bangunin kalau udah sampai rumah," ucap Arka tersenyum sembari mengelus pipi sang istri.
"Gapapa Mas gak ditemeni? Nanti kalau Mas juga ngantuk gimana?" Tanya Aulia khawatir.
"Tenang aja Sayang, suamimu ini masih kuat kok, jangankan buat nyetir mobil, buat yang lain juga masih sanggup," goda Arka membuat Aulia tersenyum malu, bahkan kini pipinya sudah merona.
"Baiklah, makasih ya Mas," ucap Aulia buru buru menutup matanya takut semakin digoda oleh suaminya.
Melihat tingkah sang istri yang malu malu membuat Arka gemas sendiri hingga terukir senyuman bahagia dibibirnya. Arka merasa menjadi pria paling beruntung di dunia karena bisa menikah dengan seorang wanita seperti Aulia. Kemudian Arka segera melajukan mobilnya bergabung dengan pengendara lain di jalan yang entah kemana tujuan mereka.
○●●●○
Bersambung....
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘⚘⚘
@rahmahpratiwi85