KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.95. Arka keceplosan


__ADS_3

"Sebenarnya Angel itu anak yang baik, tapi karena kedua orang tuanya sibuk maka dia selalu cari perhatian, karena menurutnya orang tuanya akan peduli setelah dia berbuat onar, jadi ya gitu deh, hobi cari masalah, sampai akhirnya sama orang tuanya dititipkan pada mama papaku agar sekolah di sini dan tinggal di rumahku, karena mamaku sayang dan kasihan sama dia makanya mama setuju," cerita Dewa tentang Angel sepupunya, si gadis genit itu.


"Kenapa kamu mesti mengancamnya agar tak cerita pada siapapun soal hubungan kalian? Jangan-jangan Vitria juga baru tahu?" Tanya Arka.


"Vitria sudah tahu dari dulu kalau aku punya saudara macam itu, hem" jawab Dewa tersenyum miring.


"Kalau soal aku mengancam, sebenarnya dari awal aku tak berniat mengancamnya, bahkan aku berfikir akan mengajaknya bergabung dengan kita, agar dia tetap dalam pantauanku, dan siapa tahu dia bisa berubah jadi gadis penurut dan gak cari perhatian karena tak kesepian lagi, tapi karena dia bilang akan nekat dapatin kamu buat jadi pacarnya makanya aku mengancam agar dia tak cerita pada siapapun hubungan kami," jawab Dewa panjang lebar.


"Oh jadi begitu, menurutmu akan senekat apa dia sampai kamu ancam seperti itu?" Tanya Arka masih penasaran, karena dia harus tahu agar bisa lebih waspada dan hati-hati terhadap gadis sepupu sahabatnya itu.


"Ya sebelas dua belas sama Maya," jawab Dewa.


"Oh ok aku paham, thank ya Dew, kamu emang sahabat terbaikku," ucap Arka menepuk bahu Dewa.


"Sama-sama bro," jawab Dewa sembari tersenyum.


"Huuft, aku tak mengerti kenapa aku dikelilingi gadis nekat seperti itu? Apa salahku?" Gumam Arka bertanya-tanya sembari menghembuskan nafasnya kasar. Tapi masih bisa di dengar yang lain.


"Kamu terlalu baik pada semua orang Ar, apalagi ada makhluk yang bernama wanita, sehingga mereka menyalah artikan kebaikanmu, ha ha," Dewa terkekeh sendiri dengan apa yang dia ucapankan.


"Dan aku gak merasa berbuat baik ataupun perhatian pada siapapun, apalagi sama sepupu kamu itu Dew, bahkan aku saja baru melihatnya saat kejadian di bis pas kita berangkat makrab waktu itu." Jawab Arka jujur.

__ADS_1


"Dan perlu kamu ketahui aku hanya perhatian pada satu orang dan pastinya kamu juga tahu akan hal itu," lanjut Arka membuat mimik wajah Aulia berubah seolah mengatakan siapa kah orang itu.


"Ya ya aku tahu itu, dan gadis yang kamu maksud saat ini sedang penasaran siapakah satu-satunya gadis yang kamu perhatikan," ucapan Dewa yang sembari melirik Aulia pun sontak membuat Arka dan yang menyadari ucapannya langsung menoleh pada Aulia. Merasa semua memandang ke arahnya Aulia mengernyitkan keningnya seolah bertanya 'ada apa?'.


Karena tak mendapatkan jawaban dari siapapun akhirnya Aulia memberanikan diri untuk bertanya.


"Kenapa semua lihatinnya kaya gitu sih?" Pertanyaan yang lolos dari bibir Aulia.


"Kamu penasaran gak siapa yang dimaksud kak Dewa?" Bukannya jawaban yang dia dapat tapi justru pertanyaan balik yang di dapat gadis itu. Bukan dari Arka melainkan justru pertanyaan dari Dewa.


"Eng enggak kok kak, siapa bilang Auli penasaran," dengan terbata-bata Auli menjawab. Huh sungguh memalukan sekali kalau sampai ketahuan sama kak Dewa, jangan-jangan dikiranya aku cemburu lagi, eh ya tapi emang cemburu sih, tapi cuma dikit kok, beneran, batin Aulia di tengah kegugupannya setelah menjawab pertanyaan dari Dewa.


"Yakin kamu gak penasaran Yang? Hem" Tanya Arka sembari menaik turunkan alisnya untuk menggoda Aulia.


"Gak apa-apa, kakak cuma tanya, beneran Auli gak penasaran siapa cewek itu? Hem?" Tanya Arka lagi meyakinkan.


"Beneran Aulia gak penasaran juga gak peduli,"jawab Aulia mencoba membuat dirinya baik-baik saja. Padahal dalam hatinya jengkel, kenapa sih mesti dibahas terus kan bikin bete, pikirnya.


"Ok ok kamu boleh gak peduli, tapi kalau ternyata gadis itu kamu, gimana?" Tanya Arka sembari tersenyum manis.


"Eh maksudnya?" Tanya Aulia yang belum paham.

__ADS_1


"Iya Sayang, gadis yang selalu mencuri perhatian kakak adalah kamu, bahkan sejak pertama kali kita bertemu kakak udah Sayang dan ingin selalu melindungi kamu Uli ku, bukan saat kamu jadi siswa baru di sini, tapi sejak kita masih kecil, ya mungkin kamu lupa sama kakak tapi kakak akan selalu mengingatnya, kakak baru tahu kemarin kalau ternyata gadis kecil itu adalah kamu, saat kita nginap di rumah bunda kemarin, kak Adri kasih lihat kakak foto masa kecil kita, sama persis dengan foto yang ada di ruang keluarga di rumah Papa, dan maafin kakak karena selama ini kakak tak menyadarinya," ucap Arka panjang lebar serta memanggil nama Aulia dengan caranya dulu memanggil. Karena masih kecil dan belum jelas berbicara Arka menyebut nama Aulia dengan Uli.


"Jadi beneran foto yang di ruang keluarga itu foto Auli sama kakak? Tapi kenapa kata kak Adrian bukan foto Auli?" Tanya Aulia bingung untuk merespon ucapan Arka yang panjang lebar.


"Iya itu foto kita," jawab Arka sembari tersenyum.


"Eh tunggu, kalau aku gak salah dengar tadi kak Arka bilang waktu kalian nginep di rumah bunda? La emang selama ini kalian tinggal di mana? Bukannya selama Auli juga tinggal sama Ayah Bunda ya?" Tak bisa menahan lagi, jiwa kepo Mita memberontak mendengar ucapan Arka. Aulia yang mendengar sudah bingung mau menjawab apa pertanyaan dari sang sahabat. Untungnya Arka segera menjawab rasa penasaran sahabat dari kekasih hatinya itu.


"Oh itu sejak kakek meninggal, kami tinggalnya berpindah-pindah, soalnya kasihan Mama kalau pas Papa lagi pergi keluar kota jadi sendirian, makanya Auli sering nginep di rumah buat nemenin Mana, terus kalau Mama sama Papa pergi keluar kotanya berdua, gantian kakak yang nginep di rumah Ayah Bunda, karena kakak gak biasa di rumah sendiri, meskipun ada Bik Yah tetap saja rasanya sepi " jawab Arka dengan lancar, meskipun harus berbohong mengenai status pernikahan keduanya, dan bahkan sekarang Aulia tinggal dan menetap di rumah keluarga Wijaya.


Akan tetapi jawaban yang Arka berikan masuk akal juga, toh gak mungkin kan mereka bilang kalau mereka sudah menikah dan tinggal satu rumah bahkan dalam satu kamar tidur dengan ranjang yang sama pula. Bisa-bisa kalau ada pihak luar yang tahu akan hal ini dan tak menyukai keluarga Wijaya. Akan dengan senangnya memanfaatkan hal ini dan bisa dipermasalahkan sehingga Arka dan Aulia bisa terancam dikeluarkan dari sekolah.


○●●●○


Bersambung.....


Hai maaf ya lama banget baru bisa up. Mohon terus dukungannya yaa🙋‍♀️.


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen ataupun Vote, Terima kasih🙏


⚘⚘⚘⚘⚘

__ADS_1


IG: @rahmahpratiwi85


__ADS_2