
Hari pertama sekolah di kelas yang baru terasa sangat melelahkan tapi berkesan. Saat ini Aulia sedang menunggu Arka di parkiran. Tadi saat pelajaran terakhir usai, Arka sempat mengirim pesan kepada Aulia kalau sepulang sekolah ada rapat OSIS. Sehingga meminta gadis itu untuk menunggu sebentar.
Karena kebetulan Aulia yang membawa kunci mobil Arka, maka dia lebih memilih menunggu di dalam mobil saja. Daripada di kantin sendirian. Ataupun ke perpustakaan juga malas, toh kalau mau membaca dia sudah bawa novel dari rumah.
Tak terasa sudah tiga puluh menit dia menunggu Arka. Bahkan novel yang dibacanya sudah sampai setengah halaman. Aulia merasa lelah juga mengantuk. Akhirnya gadis itu memilih menutup novel yang dibacanya dan tidur. Meskipun harus tidur dalam kondisi duduk Aulia tak mempermasalahkan hal itu. Dengan segera gadis itu memejamkan matanya. Tak lama kemudian dia pun tertidur.
Ternyata lima belas menit kemudian Arka telah selesai rapat OSIS. Nampak laki-laki itu terburu-buru berjalan menuju parkiran. Yang ada dalam pikirannya hanya Aulia. Kasihan Aulia karena harus terlalu lama menunggunya. Setibanya di samping mobil, Arka tersenyum melihat bahwa gadis yang ada dalam pikirannya selama rapat tadi saat ini tertidur di dalam mobil. Antara tega gak tega untuk membangunkan. Akhirnya Arka mencoba membuka pintu kemudi. Ah lega ternyata pintunya tidak terkunci.
Dengan sangat hati-hati Arka segera masuk kemudian duduk di kursi kemudi. Tak perlu menunggu lama laki-laki itu pun menyalakan mesin kemudian melaju meninggalkan lapangan parkir sekolah untuk menuju ke rumah. Sepertinya memang Aulia kelelahan karena beberapa hari terakhir sibuk membantunya di caffe. Sehingga istri kecilnya itu tak merasakan goncangan mobil saat berjalan. Malah terlihat semakin pulas seperti diayun saja.
Sesekali Arka melirik kekasih hatinya itu. Meskipun istrinya itu tak pernah mengeluh. Terbesit rasa bersalah telah membuat istrinya membantu bekerja. Sehingga membuatnya kecapekan. Tapi mau bagaimana lagi dilarangpun juga tak bisa. Justru akan merasa sedih karena bosan harus di rumah seharian.
Tak terasa akhirnya sampai juga di rumah. Setelah memarkirkan mobilnya di tempat biasa sebelum masuk garasi, nampak Arka berpikir bagaimana mau membangunkan istrinya. Beberapa menit kemudian, Arka akhirnya memutuskan untuk menggendong Aulia saja. Kemudian Arka keluar dari mobil lalu menuju ke pintu di mana istrinya duduk. Dengan hati-hati Arka menggendong istrinya.
"Ya ampun Ar, Auli kenapa?" Nampak mama Rita panik saat hendak keluar rumah berpapasan dengan Arka yang menggendong Aulia. Tadi mama mendengar mobil Arka masuk ke pekarangan. Tapi setelah ditunggu-tunggu Arka dan Aulia tak kunjung masuk rumah. Akhirnya mama Rita memutuskan keluar hendak melihat putra semata wayangnya itu.
"Gapapa ma, mungkin kecapekan," jawab Arka tanpa suara sambil tersenyum. Akhirnya mama Rita mengerti lalu mengikuti putra dan juga menantunya. Saat sampai di lantai atas mama Rita segera membantu membuka pintu. Setelah Arka membaringkan Aulia. Laki-laki itu menghampiri sang mama yang masih menunggunya di pintu.
"Ayo ma," ajak Arka pada mamanya sambil tersenyum. Tanpa banyak bertanya akhirnya mama Rita memgikuti putranya.
__ADS_1
"Ga usah khawatir ma, tadi Auli cuma ketiduran aja di mobil waktu nungguin Ar rapat OSIS, karena ga tega banguninnya yaudah Ar gendong aja," ucap Arka begitu keduanya berjalan beriringan di tangga.
"Syukurlah, mama kira Auli sakit," ucap mama Rita merasa lega mendengar penjelasan putranya. Tapi masih mengikuti putranya sampai ke dapur.
"Mungkin kecapekan ma, semalam caffe ramai banget, mungkin karena sibuk jadi Auli kecapekan," ucap Arka sambil menuang air minum ke dalam gelas.
"Kasihan Auli, pasti capek banget, sampai ga kerasa digendong-gendong gitu," ucap mama Rita sedih tapi juga tersenyum geli.
"Ar, kamu ke kamar gih, temenin istri kamu, kasihan nanti pas terbangun bingung dia tiba-tiba sudah di kasur, tadi kamu bilang dia ketiduran pas nungguin di mobil kan?" Ucap mama Rita begitu teringat, apalagi ini sudah sore, bisa-bisa nanti terbangun di kiranya pagi hari.
"Yaudah Ar ke kamar ma, tapi sebentar mau ambil tas dulu di mobil,"pamit Arka, kemudian dengan segera mengambil tas lalu kembali ke kamar. Takutnya kalau apa yang mamanya ucapkan bakal kejadian.
Saat Arka keluar dari kamar mandi, benar saja yang diucapkan okeh mama Rita. Nampak Aulia sudah terbangun. Raut mukanya terlihat seperti orang sedang bingung. Saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, gadis itu tersenyum. Tapi masih teelihat seperti orang yang linglung.
"Sudah bangun?" Tanya Arka tersenyum sambil berjalan ke arah lemari pakaian.
"He he maaf kak Auli jadi ketiduran lagi," ucapnya cemgengesan. Entah apa yang dimaksud dengan kata lagi.
"Loh, kok ga pakai seragam? Kakak ga masuk sekolah?" Tanyanya heran melihat Arka yang malah memakai celana pendek dan kaos rumahan.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Aulia membuat Arka bingung. Tapi kemudian teringat ucapan mama Rita kalau tidur sore biasanya saat bangun suka bingung dikiranya pagi. Oh pantes tadi bilang ketiduran lagi, pikir Arka. Kemudian Arka tersenyum lalu mendekat ke arah Aulia yang masih bengong-bengong menunggu jawaban Arka.
"Kok kakak malah senyum senyum sih? Ditanya juga bukannya jawab malah senyum senyum ga jelas, kalau kakak ga berangkat bilang dong biar Auli mau berangkat sendiri," Aulia yang sudah jengkel pun memasang wajah cemberut.
"Ini tuh sore Sayaaang, mau sekolah apa kamu? Hemm?" Tanya Arka memahan tawanya takut sang istri marah.
"Sore?" Tanya Aulia yang masih kebingungan.
"Iya sore, coba sekarang lihat ke jendela, ada ga cahaya matahari yang masuk ke kamar?"
"Eh iya ya, tapi kok Auli pakai seragam? Bukannya lagi ketiduran pas nungguin kakak mandi ya?" Ucapnya masih merasa yakin kalau saat ini adalah pagi hari.
"Iya memang Auli nungguin kakak sampai ketiduran, tapi bukan nungguin kakak mandi, Auli nungguin kakak rapat OSIS," jawab Arka.
"Udah ah kakak mau Sholat Ashar dulu keburu habis waktunya, sekarang lebih baik Auli cuci muka atau mandi dulu, biar ga linglung gitu, ha ha," ucap Arka tak bisa menahan tawa melihat ekspresi Aulia. Sehingga membuat gadis itu jengkel. Tapi akhirnya menurut juga masuk ke kamar mandi. Entah mau cuci muka atau mandi. Arka lebih memilih melanjutkan niatnya untuk Sholat.
○●●●○
Bersambung....
__ADS_1
Hemm hayo siapa yang pernah ngalamin bingung kayak Aulia? kalau aku sih udah pernah ya, udah kepedean marah-marah ga dibangunin takut telat sekolah, kekeh di kira udah pagi. Apalagi waktu itu pas hampir jam 6, sebelum adzan magrib. Begitu denger adzan magrib trus sadar ternyata beneran sore hari. Ya ampun malunya🙈