
Tak lama setelah keduanya duduk si bapak penjual langsung menyuguhkan bakso sesuai pesanan yang Arka sebutkan tadi.
"Monggo silahkan," ucap si bapak sembari menghidangkan semangkok mie ayam sesuai pesanan di hadapan Aulia.
"Waaah makasih pak," ucap Aulia berbinar.
"Sama sama silahkan dinikmati, bapak tinggal melayani yang lain dulu, permisi," pamit bapak itu ramah.
"Iya pak, makasih ya, ucap Atka mewakilu sang iatri yang sedang setius menciumi aroma mie ayam dihadapannya.
"Sayang, kenapa cuma diciumi aromanya? Makanlah," ucap Arka hati hati.
"Bentar Mas, jangan ganggu," ucap Aulia tanpa menoleh sedikitpun.
Setelah dirasa puas menghirup aroma mie ayamnya gadis itu segera menatap sang suami.
"Mas, boleh minta nasi putih?" Tanyanya ragu ragu.
"Boleh, bentar ya mas tanya bapaknya dulu," ucap Arka yang diangguki oleh sang istri sebagai jawaban.
Tak lama Arka kembali dengan membawa sepiring nasi putih, ternyata di ambilkan dari rumah si bapak penjual yang berada di belakang warungnya.
"Sayang, ini nasinya," Arka menyodorkan sepiring masi ke hadapan Aulia.
"Makasih mas," Aulia menyambut dengan senang hati.
"Iya, makanlah," ucap Arka.
Tanpa menyadari bahwa sang suami tak pesan apapun, Aulia segera menyendok kuah mie ayam dan ayam suwir yang mengelilingi bakso jumbo yang dibelah hingga tampak seperti bunga yang sedang mekar.
Dengan semangat istri dari Arka itu makan sesuap demi sesuap hingga membuat sang suami terheran heran kenapa yang dimakan cuma nasi, suwiran ayam dan kuah saja, sementara mie ayam beserta bakso mekarnya cuma sesekali dilihat disetiap suapannya.
Namun tak mau mengganggu kenikmatan sang istri. Arka memilih diam dan memperhatikan tingkah aneh sang istri. Dalam benaknya juga terlintas apa iya kalau istrinya kini tengah ngidam seperti ucapan si bapak penjual. Kalau iya, berarti sekarang istrinya sedang hamil dong, berarti dirinya akan menjadi seorang ayah, tiba tiba terbit senyum dibibir Arka saat memikirkan itu semua.
'Ah sepertinya nanti harus mampir di apotik biat beli alat tes kehamilan ini,'pikir Arka dengan segala rancananya.
__ADS_1
"Mas, kok ini mie ayamnya gak dimakan sih, malah bengong sambil lihatin Auli," Suara sang istri menyadarkan Arka dari lamunannya.
"Eh kenapa Sayang?" Tanya Arka.
"Ini kenapa mie nya gak dimakan, malah bengong," Ulang Aulia dengan tampang polosnya seolah tak merasa bahwa dirinya lah yang telah memesan menu aneh menurut Arka. Tapi karena tak mau menyingung perasaan sang istri Arka hanya tersenyum.
"Memang Kamu udah gak mau lagi Yang?" Tanya Arka kemudian.
"Enggak, emang itu kan buat Mas, kan aku gak mau makan mie," jawab Aulia dengan entengnya.
"Ya udah sini mas makan, gak papa kan pulangnya nunggu mas selesai makan dulu?" Tanya Arka cari aman.
"Iya gak papa, lagian perut Auli kenyang banget susah buat jalan, biar nasinya turun dulu," Jawab Aulia sembari mengelus perutnya.
"Ehm sebentar ya, mas mau minta tambah kuah dulu," pamit Arka.
"Iya bener mas minta tambah kuah aja, lagian si bapaknya masak gak dikasih kuah sih," ya ampun apa lagi ini ucapan Aulia, tak mau ambil pusing Arka segera berdiri meninggalkan sang istri yang aneh itu.
Tak lama Arka pun kembali lalu segera menikmati mie ayam versi sang istri yang sebenarnya sudah lumayan mengembang. Tapi ya sudahlah tak apa demi keamanan hati sang istri yang diduga hamil. Karena biasanya kan orang yang sedang hamil itu sensitif, gak bisa tersinggung sedikit saja.
"Sayang mampir apotik sebentar ya, mas mau beli vitamin dulu," ucap Arka berdalih.
"Iya mas," jawab Aulia singkat. Sepertinya sudah merasakan kantuk yang luar biasa.
"Bobo aja, nanti mas bangunin kalau udah sampau rumah," ucap Arka yang menyadari istrinya ngantuk.
"Iya," tak butuh watku lama gadis itu pun tertidur.
Seperti rencanya tadi tak kupa Arka mampir di apotik sebentar. Setelah sampai di rumah Arka tak tega membangunkan sang istri, dia lebih memilih segera membopong sang istri masuk lalu merebahkannya di tempat tidur si kamarnya.
Setelah membersihkan diri, Arka merebahkan tubuhnya di samping sang istri. Keduanya pun tidur hingga sorw hari. Setelah mandi Arka segera membangunkan sang istri lalu keduanya melaksanakan kewajiban seorang muslim sebelum akhirnya keluar kamar. Ternyata saat sampai di ruang keluarga Papa Tara dan Mama Rita pun sudah sampai di rumah. Lalu keduanya bergabung.
Malampun tiba, karena Papa Tara dan Mama Rita kecapekan dari luar kota dan baru sampai di rumah sore hari. Setelah makan malam mereka memutuskan untuk segera beristirahat.
"Sayang, mas rasa kok kamu udah lama gak datang bulan ya?" Tanya Arka saat mereka berada di tempat tidur. Arka memilih membahas ini dari pada soal kesensitifan sang istri demi niatnya meminta sang istri memakai alat tes kehamilan.
__ADS_1
"Iya juga ya mas, Auli malah lupa soal itu," jawab Aulia santai.
"Jangan jangan sudah ada dedeknya di sini Yang," ucap Arka sembari mengelus perut sang istri yang masih ramping.
"Eh,"
"Gimana kalau besuk pagi dites aja pakai tes pack, atau mau langsung periksa ke dokter aja biar jelas hasilnya?" Tawar Arka.
"Jangan ke dokter dulu mas, takut kecewa kalau ternyata belum hamil, tapi kalau mau tes sendiri berarti besuk beli dulu, tapi jangan sampai Mama tahu, Auli gak mau bikin Mama kecewa," jawab Aulia.
"Tenang aja, tadi pas di apotik mas udah sekalian beli kok," jawab Arka.
"Masa sih?," tanya Aulia terheran.
"Iya, Ya sudah sekarang udah malam kita istirahat dulu yuk, biar cepat pagi, mas udah gak sabar nunggu pagi,," ucap Arka yang mendapat anggukan kepala dari Aulia.
....
"Gimana Yang?" Tanya Arka penasaran begitu sang istru keluar dari kamar mandi. Begitu bangun Arka sudah tak sabar segera memina sang istri untuk memakai test packnya.
"Sabar Mas, nunggu bentar, sengaja Auli bawa biar kita bisa liat bareng barng nih,"jawab Aulia menyerahkan test pack.
"Ya ampun Yang, Mas deg degan banget,"
"Kalau ternyata negatif gimana Mas?" Tanya Aulia sendu takut sang suami kecewa.
"Hei, gapapa Sayang, kita masih muda, masih bisa usaha lagi, jangan sedih gitu dong," jawab Arka tak tega melihat wajah sendu sang istri.
"Iya Mas,"
"Eh mas, ini artinya apa? Kenapa garisnya yang saru jelas yang samar gini?" lanjut Aulia bertanya.
"Alhamdulillah Yang, ini artinya positif, kamu Hamil Yang, biar lebih jelas nanti kita ke dokter aja ya," ajak Arka semangat.
○●●●○
__ADS_1