KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.12. Kakak Pulang


__ADS_3

Keesokan harinya saat Aulia terbangun terdengar suara berisik dari lantai bawah. Sedangkan ketiga temannya masih tertidur pulas. Bahkan saat Aulia beranjak dari tempat tidurpun mereka sama sekali tak terusik.


"Siapa sih masih gelap juga dah brisik aja." Gumam Aulia setelah melihat jam di kamarnya masih menunjukkan jam 4 pagi. Kemudian bangun lalu duduk di atas kasurnya.


Karena penasaran, Aulia segera ke kamar mandi untuk mencuci muka, kemudian turun ke lantai bawah. Aulia berjalan mendekati sumber suara yang ternyata di ruang keluarga.


Betapa bahagianya saat Aulia mendapati apa yang dia lihat sekarang. Gadis itu sangat senang saat melihat kakak satu-satunya bersama serta istrinya sedang mengobrol dengan kedua orangtuanya.


Padahal sebelumnya Adrian mengatakan bahwa dia tak bisa pulang untuk menghadiri pesta pertunangan adik kesayangannya itu. Tapi ternyata kakaknya tetap pulang walaupun pestanya sudah berlalu.


"Kakaak..." kata Aulia kemudian menghambur kepelukan kakak tersayangnya.


"Katanya kakak ga pulang" lanjutnya dengan suara bergetar menahan tangis saking merindukan kakaknya.


"Siapa bilang kakak ga pulang" kata Adrian sambil melepaskan pelukan adiknya.


"Kakak bilang ga bisa datang di hari pertunangan Auli." Lanjut laki-laki itu sambil mengusap air mata Aulia yang telah lolos dari ujung matanya.


"Jadi, bukan berarti kakak ga pulang kan?" Katanya lagi kembali memeluk adik kecilnya. Ya, di mata Adrian Aulia tetaplah adik kecilnya.


Aulia mengangguk dalam pelukan kakaknya "kangeeen..." lanjutnya yang malah makin deras airmata yang mengalir dipipinya.


"Ehm ehm... jadi ga ada yang kangen kak Arin nih..." kata Arin istri Adrian.


"Maaf" kata Aulia melepaskan pelukan kakaknya kemudian beralih memeluk Arin.


Adrian juga kedua orangtuanya hanya tersenyum melihat kedua wanita muda kesayangan mereka.


"Kok ada yang ganjal sih kak Rin." Kata Aulia melonggarkan pelukannya kemudian melihat apa yang menghalangi pelukan dengan kakak iparnya itu.


"Kakak sembunyiin apaan di perut" tanyanya polos, kemudian menatap Arin setelah melihat perut istri kakaknya.


"Kakak sembunyiin keponakan Auli" jawabnya lalu tersenyum.


Aulia menatap bingung ke arah kakak iparnya itu.


"Emang bisa sembunyi di situ" tanyanya polos, tangannya kemudian hendak membuka dress yang di pakai kakak iparnya.


"Eeh jangan di buka" sontak semua berkata seperti itu. Heran dengan kelakuan putri kecil keluarga ini.


Aulia kaget kemudian menatap satu-satu anggota keluarganya bergantian.


"Dasar adik kecil kakak" ucap Adrian menghampiri keduanya kemudian mengajak mereka duduk.


"Sini duduk dekat kakak" Aulia hanya menurut mengikuti langkah kakaknya kemudian duduk di sofa ruang keluarga.


Setelah mereka duduk, kemudian Adrian menjelaskan kepada adik kecilnya yang entah terlalu polos atau karena efek baru bangun tidur.


"Yang ada di dalam sini ada adik bayi, calon anak kakak sama kak Arin, juga calon cucu ayah bunda, jadi tentunya keponakan Auli." kata Adrian sambil mengelus perut istrinya yang juga duduk disampingnya. Jadi Adrian diapait oleh Aulia juga Arin.


"iya, kakak hamil sayaang" Sambung Arin menjelaskan.


"Hamil? " jawabnya masih berfikir.


"Apa? Hamil?" Lanjutnya kaget juga senang.


"Jadi sekarang kak Arin lagi hamil? Udah berapa bulan? Kok ga cerita sih..." tanyanya berturut-turut. Setelah paham apa yang dimaksud kakaknya.

__ADS_1


"Aaaa senengnyaa....bentar lagi Auli bakal jadi tante deh" ucapnya antusias.


Sehingga membuat semua yang ada di situ geleng-geleng kepala. Melihat tinggkah Aulia.


"Iya tante manjaaaaaa" ucap Adrian sambil menarik hidung adik manjanya itu.


Tak lama dari itu sayup-sayup terdengar suara Adzan Subuh berkumandang dari Masjid yang lataknya lumayan jauh dari rumah mereka.


Kemudian keluarga kecil itu bergegas kembali ke kamar masing-masing kemudian untuk berwudlu dan mengambil mukena untuk melaksanakan Sholat Subuh berjamaah di sebuah ruangan yang di jadikan Mushola.


Tak lupa Aulia membangunkan ketiga sahabatnya untuk ikut serta melaksanakan Ibadah. Tak lupa gadis itu mengenalkan sahabatnya dengan kakak serta kakak iparnya.


Setelah selesai para wanita pergi ke dapur untuk membuat sarapan, sementara para pria duduk di ruang keluarga untuk ngobrol juga ngopi yang baru saja dibuatkan oleh bunda Risa.


Selama memasak sesekali terdengar gelak tawa dari dapur, entah apa yang mereka bahas. Ketiga sahabat Aulia sering menginap di rumah Aulia jadi sudah tak heran kalau mereka tak lagi canggung. Sedangkan Arin seorang yang supel, dia mudah akrab dengan siapapun termasuk ketiga sahabat adik iparnya itu.


Arin hanya bisa bantu-bantu menyiapkan bahan masakan saja kemudian saat mau mulai masak dia kembali ke kamar soalnya dia masih belum tahan mencium aroma bumbu yang digonggso saat mau masak.


Selesai dengan masaknya semua kembali ke kamar untuk mandi, sementara Adrian juga Ayah Restu ternyata juga sudah mandi dan kembali duduk melanjutkan ngobrolnya.


Tak lama saat para wanita masuk ke kamar masing-masing, kecuali Ninda, Mita dan Sari, mereka tentu saja masuk ke kamar Aulia. Terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah keluarga Kusuma.


"Nah itu mungkin Arka yang datang" kata Ayah Restu saat mendengar suara mobil.


"Biar Adri aja yang buka pintu pa, sepertinya belum ada yang keluar pasti masih terkunci pintunya." Kata Adrian sambil berdiri.


Saat Arka hendak mengetuk pintu, ternyata pintunya telah dibuka dari dalam. Adrian menyambut calon adik iparnya itu dengan senyuman.


"Kak Adri... kapan datang?" Kata Arka sambil menjulurkan tangannya untuk salaman. Tapi malah di tarik Adrian lalu memeluknya ala laki-laki.


"Jam 3 tadi, ayo masuk" jawab Adrian.


"Pagi yah" sapa Arka begitu melihat Ayah Resty duduk di sofa.


"Pagiii, duduk Ar" jawab Ayah Restu lalau menyuruh Arka duduk.


"Pulang sendiri kak? " tanya Arka begitu mereka duduk dengan nyaman.


"Gak lah, sama istri" jawab Adrian.


"Maaf ya kakak telat datangnya soalnya ada urusan dulu" lanjutnya.


"Kakak jadi pindah kerja di sini?"


"Jadilah, eh tapi jangan kasih tahu Auli dulu yaa" jawab Adrian sambil bisik-bisik. Takut tiba-tiba adiknya itu nongol.


"Minggu depan kan Auli ulang tahun, kakak mau kadih surprise, tapi sebelumnya mau bikin sedih dia dulu" lanjutnya kemudian tertawa sendiri mengingat ekspresi Aulia dulu saat dia pernah melakukan hal yang sama.


"Kamu ngapai ketawa sendiri Yang?" Tanya Arin saat menghampiri ketiga pria itu namun hanya suaminyalah yang tertawa sementara yg lain menatap aneh pada suaminya itu.


"Sttt rahasia" jawabnya sambil menunjuk ke arah kamar Aulia.


"O iya kenalin ini Arka calonnya Auli, Ar ini Arin istriku" Adrian mengenalkan Arka dengan Istrinya.


"Arka" menjulurkan tangannya sambil tersenyum


"Arin" menerima tangan Arka dengan senyum, mereka bersalaman.

__ADS_1


Kemudian Arin duduk di samping suaminya. Tak lama Bunda Risa juga rombongan Aulia ikut bergabung.


"Eh, kakak dah di sini? " tanya Aulia polos, merasa tak ada janjian bertemu dengan tunangannya itu.


"Iya" jawabnya singkat sambil senyum.


"Udah ayo kita makan dulu, nak Arka pasti juga belum sarapan kan? Ayo sekalian " kata Bunda Risa. Dan diangguki semuanya lalu berjalan menuju meja makan.


Seperti biasa Bunda Mengambilkan makan untuk Ayah juga untuk dirinya, kali ini karena ada kakaknya jadi Arin terlebih dulu mengambilkan untuk suami juga dirinya. Kemudian Aulia mengambilkan untuk Arka.


"Segini cukup kak?" Tanya Auli yang dijawab anggukan oleh Arka. Kemudian Auli mengambil untuk dirinya sendiri.


"Girl's kalian ambil sendiri yaa" kata Aulia mempersilahkan sahabatnya. Mereka cuma mengangguk lalu bergantian mengambil Nasi juga sayur dan lauknya.


"Kalian seperti biasanya aja yaa, ga usah malu sama kak Adri" kata Ayah Restu kepada sahabat putrinya.


"Iya om" jawab ketiganya kompak.


Lalu semua menikmati makanannya masing-masing. Dan setelah selesai semua kembali ke ruang keluarga. Kecuali Aulia dan sahabatnya, mereka membereskan meja makan lalu mencuci piting yang kotor. Padahal di rumah Aulia juga ada PRT tapi kalau untuk masak juga cuci piring selagi sempat selalu dikerjakan sendiri.


"Kalian jadi nginep beberapa hari kan nak? " tanya Ayah Aulia kepada Ninda,Sari juga Mita.


"Jadi om" jawab Ninda.


"Bagus kalu gitu, kalian siap-siap ikut bantu bunda cari bekal buat kita ke pantai besuk" kali ini bunda Risa yang bilang.


"Kemana bun?" Tanya Aulia.


"Ke supermarket aja, orang cuma buat cari bekal buat baberque nan besuk di pantai" jawab bunda


"Wiiih asyik, siap bunda" kata mita sambil bersikap hormat karena senang.


Kemudian keempat gadis itu bersiap-siap untuk pergi ke supermarket bersama bunda. Tak lama kemudian.


"Bundaaaa kami udah siaaap" kata mereka kompak tak lagi canggung dengan Adrian.


"Ok sayaang tunggu bentar ya, bunda cari sopir buat kita dulu"kata bunda seraya melirik suaminya juga Arka bergantian.


"Biar Arka aja Bun" kata Arka cepat.


"Ya emang harusnya kamu Ar, masak iya Ayah yang harus bawa rombongan bebek sih" kata Adrian sambil tertawa. Tapi kemudian beberapa bantal sofa melayang ke arah nya. Yang tak lain hasil lemparan dari Ayah, Bunda ,istri serta adiknya.


"Yaudah lah ayo berangkat, kalau perlu kita ke mall sekalian buat makan siang sambil jalan-jalan" kata bunda membuat keempat gadia itu tersenyum senang.


Padahal maksud belum tentu juga mereka akan ke Mall, karena bunda hanya menggoda anak laki-lakinya itu.


"jangan dong Bun, tar Adri makan siangnya gimana dong kalau bunda makan di Mall" sahut Adrian panik.


"kan ada kak Arin, gitu aja repot" Jawab Aulia.


"gak kasian Arin lah nanti kalau gak betah sama bau bumbu gimana? tanya Adrian serius.


"Bodo, wleeek" jawab Aulia menjulurkan lidahnya untuk meledek kakaknya itu. Kemudian berlari keluar rumah untuk menghindari balasan dari kakaknya.


Semua hanya menanggapi pertengkaran keduanya dengan gelengan kepala dan senyuman.


○●●●○

__ADS_1


Terimakasih sudah meluangkan waktu buat baca ceritaku, semoga suka, jangan lupa tinggalkan 👍❤ ⭐ juga Vote kalian yaa.


Ditinggu krisannya di kolom komentar🙏


__ADS_2