
"Yaudah sini ngobrolnya sambil sandaran di sini, biar ketiduran" Arka mengajak sang istri untuk rebahan di kursi santai yang memang nyaman untuk rebahan sambil memandang langit.
Sepasang suami istri remaja yang masih bisa di bilang pengantin baru itupun menikmati siang hari ini dengan obrolan santai yang diselingi candaan berdua di balkon kamar mereka.
"Maaf ya Sayang, liburan kali ini kakak sibuk kerja, jadi kita belum ada atau malah nanti ga ada acara buat liburan bersama" ucap Arka mengingat liburan kali ini dirinya sibuk bekerja.
Karena setelah menikah sekarang kewajibannya bertambah. Di usianya yang seharusnya masih fokus belajar mau tak mau Arka harus bekerja untuk menafkahi sang istri. Apalagi sebelum menikah saja Arka sudah di didik mandiri oleh kedua orang tuanya dengan cara bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Meskipun bekerjanya di perusahaan milik keluarganya sendiri.
Sudah sejak Arka SMP orang tuanya hanya memberikan uang untuk kebutuhan sekolah saja meskipun juga dilebihkan oleh orang tuanya. Tapi Arka sendiri yang mengelola uang itu agar terbiasa dari sejak kecil.
Uang jajan atau apapun yang di luar kebutuhan sekolah Arka dapatkan dari bekerja di perusahaan keluarga layaknya orang magang. Yang hanya disuruh foto copy ataupun disuruh ini dan itu sama seperti anak magang lainnya. Karena waktu itu statusnya yang merupakan anak dari pemilik perusahaan dirahasiakan dengan alasan agar Arka bisa nyaman bekerja.
Dengan didikan mandiri dari kedua orang tua serta sang kakek. Hingga akhirnya Arka bisa membuka usaha caffe dengan hasil uang tanbungannya selama bekerja di perusahaan keluarga sejak SMP.
"Gapapa kak, Kalau boleh malah Auli mau ikut bantu kakak di caffe" ucap gadis itu merasa iba dengan suaminya yang harus bekerja keras demi dirinya.
"Boleh kalau kamu mau, yang penting Auli happy aja" Arka tersenyum lalu mengelus lembut rambut Aulia. Bangga dengan sang istri. Walaupun manja tapi istri kecilnya ini bisa mengerti kondisi suaminya.
"Beneran kak? Jadi Auli diijinin buat bantu-bantu di caffe?" Tanya Auli dengan raut wajah berbinar. Betapa senangnya yang dirasakan oleh gadis itu saat ini.
"Iya bener Sayaaang," ucap Arka. Betapa mudahnya membuat gadisnya itu bahagia, batin Arka.
"Makasih kak," ucap Aulia dengan semangat.
"Sama-sama Sayangku," Jawab Arka.
"Oiya tapi gapapa ni kalau ke caffenya sepulang kakak dari kantor?" Tanya Arka memastikan.
"Ya emang biasanya juga gitu kan kak? Lagian kalau dari pagi siapa yang temeni kakek? Mama kan kalau siang juga sibuk sama urusannya sendiri," jawab Aulia .
"Eh pinter ya istri kakak," ucap Arka mencubit manja hidung Aulia.
"Iya dong" jawab Aulia bangga.
__ADS_1
"Tapi kalau minggu boleh juga kan kak kalau Auli ikut dari pagi?" Tanya Aulia. Karena setiap hari minggu caffe pasti ramai jadi daripada menambah karyawan yang tentunya akan menambah pengeluaran. Arka pun memilih akan tetap ke caffe untuk membantu.
"Iya tuan putri, dengan senang hati kakak akan ijinkan tuan putri ikut" ucap Arka dengan nada seolah-olah berbicara dengan seorang putri raja.
"Ha ha, kakak lucu deh" ucap Aulia geli dengan gaya bicara Arka. Melihat istrinya terkekeh, Arka pun ikut ketularan sehingga kini keduanya tertawa bersama. Oh bahagianya, obrolan ringan pasangan suami istri yang bisa membuat hubungan semakin dekat dan harmonis.
Tak terasa waktu berjalan cepat. Sayup-sayup terdengar suara Adzan Ashar saat sepasang kekasih halal itu bercengkerama di sebuah kursi santai di balkon kamar. Akhirnya keduanya memutuskan untuk mengakhiri obrolan siang ini. Dan memilih untuk masuk ke kamar lalu melaksanakan sholat Ashar berjamaah.
Setelah menuaikan kewajiban mereka sebagai seorang muslim. Mumpung ada waktu berdua, Arka mengajak Aulia untuk berolah raga. Dan lari-lari di taman komplek sore hari jadi pilihan keduanya.
"Olah raga aja yuk Yang, mumpung kakak ada waktu," ajak Arka.
"Boleh, mau olah raga apa kak,?" Tanya Aulia semangat.
"Ehm, gimana kalau kita lari-lari aja ke taman komplek," Usul Arka setelah berfikir sejenak.
"Ide bagus kak, ayo Auli mau" dengan semangat gadis itu menuju ke arah lemari untuk mencari celana panjang serta kaos yang pas buat lari-lari.
"Ok, ayo kita siap-siap dulu," ucap Arka tak kalah semangat lalu menyusul sang istri yang sedang memilih kaos.
"Kalian mau lari-lari ya?" Tebak mama Rita saat kedua remaja itu masuk ke dapur.
"Iya ma, kita mau lari-lari di taman komplek, mama mau ikut ga?" Tawar Aulia pada sang mama.
"Engga ah, mama lagi males, mau ngrumpi aja sama bi Yah" jawaban mama sambil terkekeh.
"Hem mama mah biasa Yang, lebih suka ngrumpi sam bi Yah daripada olahrag" cibir Arka pada sang mama.
"Eh jangan salah, ngrumpi juga olah raga lo Ar, olah raga rahang ya gak bi?"jawab mama tak mau kalah.
"Iya bener bu" jawab bi Yah mendukung sang nyonya di rumah ini.
"Tu denger Ar, bi Yah aja tahu lo" ucap mama senang karena bi Yah mendukung argumennya.
__ADS_1
"Ya iyalah bi Yah dukung mama, kalau ga dukung nanti ga ada teman ngrumpi lagi, ha ha ha" ucap Arka meledek mama serta bi Yah.
"Dadar kamu ya, udah sana pergi" usir mama.
"Dengan senag hati ma, monggo lo dilanjut ngrumpinya ha ha ha" ledek Arka kemudian secepat kilat lari karena sang mama hendak melempara tempat tissue ke arahnya.
"Buruan Yang, ada yang mau ngamuk" teriak Arka dari luar dapur menyindir sang mama.
"Arkaaa" balas sang mama.
"Ha ha, ampun ma,ha ha," jawab Arka tapi masih dengan tawa yang meledek sang mama.
"Ma, Auli keluar dulu ya ma" pamit Aulia sambil menahan senyum melihat tingkah gokil sang suami dengan mamanya.
"Iya Sayang, hati-hati ya" jawaban mama direspon anggukan oleh Aulia kemudian gadis itu keluar dari dapur menyusul sang suami yang sudah menunggunya di depan rumah.
"Ayo kak" ajak Aulia saat disamping sang suami.
"Ayo" jawab Arka.
"Mama masih ngedumel gak Yang?" Pertanyaan Arka membuat kening Aulia mengkerut.
"Oh, yang tadi, kakak sih usil sama mama," bukannya menjawab Aulia malah mengomentari kelakuan sang suami.
"Ha ha, habisnya lucu sih, mama tuh betah banget kalau udah ngobrol sama bi Yah, gak tahu apa aja yang diomongin" ucap Arka heran dengan sang mama.
"Mama baik banget ya kak, gak beda-bedain status, ngobrol sama bik Yah aja mama kelihatan nyaman-nyaman aja," ucap Aulia yang bangga dengan keluarga sang suami. Bahagianya ternyata orang tuanya tak salah memilihkan suami untuk putri kecilnya ini.
"Iya saking nyamannya sampai-sampai mama bilang itu olah raga rahang Yang, ha ha," Arka terkekeh teringat perkataan mamma Rita.
"Ha ha, iya kak, mama tuh ada-ada aja ya, masa olah raga rahang" Aulia pun ikut tertawa mengingatnya. Karena tadi selama di dapur gadis itu hanya bisa tersenyum untuk menahan tawanya. Bukannya jaim, tapi lebih ke tak enak aja kalau harus menertawakan sang mama mertua.
○●●●○
__ADS_1
Bersambung.....