
"Siap dok," dengan semangat Aulia menjawab meskipun tak dapat dipungkiri rasa sakit yang dirasakannya namun semua kalah dengan rasa yang sudah tak sabar lagi ingin segera bertemu dengan sang buah hati.
"Baiklah bunda, ikuti aba aba dari saya ya bun, jangan mengejan dulu sebelum saya suruh ya bunda," ucap sang dokter kemudian lanjut dengan memberi aba aba kapan saatnya Aulia harus tarik nafas dan kapan saatnya mengejan.
Aulia pun mendengarkan perintah sang dokter. Begitu juga dengan Arka yang membisikkan kata kata semangat dan do'a untuk kelancaran proses kelahiran anak pertamanya. Buah cintanya dengan istri tercinta. Hingga akhirnya terdengar suara tangis bayi yang menggema di ruang perasalinan.
"Oek oek oek....," aaah lega rasanya yang Aulia rasakan saat ini. Begitu pun dengan Arka, tak terasa air mata menetes membasahi pipi kedua orang tua baru itu. Ya, Aulia dan Arka menangis bahagia.
"Alhamdulillah," ucap keduanya serempak.
"Alhamdulillah Ayah Bunda, bayinya terlahir sempurna, sehat dan jenis kelaminnya laki laki ya," ucap sang dokter memberi tahu.
"Alhamdulillah ya Allah," ucap keduanya serempak.
"Terima kasih Ya Allah, terima kasih Sayang, kamu ibu yang hebat, i love you" ucap Arka bersyukur sembari mencium seluruh wajah sang istri sebagai bentuk ucapan terima kasih atas perjuangan sang istri dari sejak mengandung sampai melahirkan saat ini.
"Sama sama Mas, terima kasih jugan Mas juga Ayah yang hebat, i love you to," jawab Aulia tersenyum bahagia.
"Dede bayinya IMD dulu ya bunda," ucap sang dokter setelah memotong tali pusar dede bayi.
"Iya dok," dengan dibantu suster dede bayi diletakkan diatas perut sang bunda dan kepalanya menghadap kepala sang bunda untuk melakukan proses IMD. Sembari mununggu dede bayi mencapai sumber kehidupannya, suster mengeringkan bagian badan bayi yang terjangkau kecuali kedua tangan si bayi. Karena bau cairan amnion pada bayi dapat membantu mencari pu ting su su bunda yang memiliki bau yang sama.
Setelah proses IMD selesai. Dede bayi diambil oleh suster yang membantu Auia selama proses IMD lau diberikan kepada Arka untuk di adzani.
"Assalamualaikum putraku," ucap Arka lalu segara membisikkan adzan dan iqomah di telinga kanan dan kiri pada putra pertamanya itu. Baru setelahnya diberikan kembali pada suster yang telah menunggunya untuk dibersihkan dan diperiksa oleh dokter anak.
Setelah perawatan pasca melahirkan, kini Aulia sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Setelah beberapa saat menyusul pula si baby yang langsung terlelap dalam dekapan sang Mama setelah menyusu.
"Udah selesai Yang dedeknya? Sini Mas pindahin ke box biar kamu juga bisa istirahat," ucap Arka begitu melihat sang putra terlelap begitu nyamannya.
__ADS_1
"Iya udah Mas," kemudian dengan segera Arka memindahkan sang bayi ke dalam box bayi yang terlegak jadi satu dengan ruang rawat sang istri.
"Assalamualaikum," sapa Bunda Risa, Ayah Restu dan juga Kak Adrian dan keluarga kecilnya tentu saja lengkap dengan putri kesayangannya, Aura.
"Waalaikumsalam," jawab kedua orang tua baru itu serempak.
"Maaf ya Sayang, bunda baru bisa datang, bunda juga gak bisa temani kamu lahiran" sesal bunda Risa.
"Gapapa bun, yang penting semua lancar, dede bayi juga baik kok jadi lahirannya gak pakai drama, semua lancar," jawab Aulia mencoba menghibur sang bunda yang terlihat begitu menyesal tak bisa mendampinginya seperti saat sang kakak ipar melahirkan dulu.
"Iya bun, yang penting berkat do'a bunda juga semua keluarga sekarang kami sudah jadi orang tua," ucap Arka penuh kebahagiaan terpancar di raut wajahnya.
"Loh, Mama Papa Kalian mana?" Tanya Ayah yang menyadari ketidak hadiran sang besan.
"Tadi setelah Aulia dipindahkan ke sini Mama sama Papa pulang dulu Yah, katanya pagi ini mau kesini lagi," jawab Arka sesuai perkataan kedua orang tuanya saat pamit tadi.
"Oh begitu, ya sudah," ucap sang bunda.
"Ha ha ha, kasian cucu cantiknya kakung nungguin yaa, tentu saja boleh dong Sayang, sini sama kakung," ajak Ayah Restu menyadari sedikit drama tadi sampai melupakan gadia kecil yang begitu antusias ingin melihat sepupunya.
"Dedenya cewek apa cowong Kung?" Tanya Aura.
"Dedenya cowok Sayang, Aura mau kan nanti ajak main dedenya?" Ucap Arka sekaligus bertanya.
"Mau dong Om, Aura Senang sekarang Aura ada temannya," jawab gadis kecil itu dengan mata berbinar sambil mencolek colek pipi sang sepupu.
"Kalau Aura mau cium dede boleh?" Tanya Aura dengan penuh harap.
"Tentu saja boleh," jawab Arka dengan senyuman yang tanpa menunggu lama lagi Aura langsung mencium pipi dede bayi dengan hati hati.
__ADS_1
"Assalamualaikum," Tak lama terdengar salam dan pintu dibuka oleh Mama Rita.
"Waalaikumsalam,"jawab semuanya serempak.
"Waah sudah pada ngumpul di sini ya?" Tanya Mama Rita begitu sampai di dalam ruang VIP tempat sang menantu dirawat.
"Sebenarnya sih begitu dapat kabar langsung mau kesini, tapi kasian Ayahnya sama Adri baru sampai rumah. Jadi yasudah nunggu pagi aja biar mereka bisa istirahat dulu." Jawab Bunda Risa sembari bersalaman dan cipika cipiki dengan besan sekaligus sahabatnya itu, dilanjut dengan yang lain.
"Wah Aura seneng banget ya sekarang punya adik?" Tanya Mama Rita menghampiri sang cucu yang ditungguin oleh Aura.
"Iya Oma, Aura senang, dedenya lucu sekali, tapi dari tadi bobo terus, padahal Aura pengen ajak main dedeknya," kata gadis kecil itu sendu tapi justru terlihat menggemaskan dimata orang dewasa disekitarnya.
"Oh ya, memang mai diajak main apa dedeknya?" Sahut Papa Tara.
"Apa aja Opa, yang penting dedenya gak rewel,"jawab Aura antusias.
"Boleh nanti diajak main kalau dedeknya udah bangun, sekerang main sama opa dulu mau?" Tanya Opa Tara.
"Mau opa," jawab Aura mengangguk lalu menepuk keningnya kala mengingat sesuatu.
"Aduh," ucapnya sembari menepuk kening.
"Kenapa Sayang?" Tanya Papa Tara dan Mama Rita yang berada di dekatnya.
"Aura sampai lupa belum salim sama Opa Oma, hi hi," ucap gadis kecil itu dengan cengiran khasnya yang membuat semua tertawa melihat tingkah lucunya.
Kebahagiaan kini begitu terasa bagi dua keluarga yang disatukan dengan pernikahan putra dan putri mereka atas perjidohan oleh sang kakek yang telah lebih dulu menghadap Sang Pencipta.
Pernikahan atas dasar perjodohan yang diterima dengan lapang dada oleh dua anak remaja dan berusaha untuk saling mencintai satu sama lain. Hingga kini lengkap sudah kebahagiaan pasangan suami istri muda ini, karena keduanya telah dikaruniai seorang putra buah cinta dari pernikahan perjodohan dengan komitmen cinta dalam perjodohan.
__ADS_1
TamaT