KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.55. Digrebek


__ADS_3

Akhirnya kedua remaja yang sudah berstatus suami istri itu telah sampai di sekolah setelah menempuh perjalaan kurang lebih 25 menit. Saat ini Arka sedang memarkirkan mobilnya. Mobil telah terparkir dengan baik. Namun keduanya belum juga segera keluar dari mobil.


"Kayaknya kita kepagian deh Yang" ucap Arka sambi melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. Setelah menyadari di parkiran hanya ada beberapa kendaraan.


"Eh iya Kak bener" jawab Aulia juga melakukan hal yang sama yaitu melihat jam tangan. Ya tentu saja yang ada di tangan Aulia sendiri bukan jam tangan milik Arka. Karena kedua remaja ini tak pernah lepas dari aksesoris yang satu ini.


Keduanya pun nampak saling bertatapan kemudian tertawa bersama mengingat kejadian *** pagi sebelum berangkat ke sekolah. Tadi pagi entah kenapa keduanya seperti orang beg*.


Saat di meja makan tadi mama Rita mengatakan kalau Arka dan Aulia hampir terlambat sekolah, makanya mama menyuruh mereka untuk segera sarapan lalu berangkat. Padahal waktu itu masih jam 6 pagi. Tapi karena percaya dengan ucapan sang mama. Keduanya pun segera makan dengan buru-buru tanpa melihat jam sama sekali.


Bahkan saat mama bilang mau numpang sekalian buat ke rumah sakit. Arka menolak keras karena tak mau terlambat setelah 2 hari tak masuk sekolah.


"Mau telpon siapa kak?" Tanya Aulia saat Arka menempelkan benda pipih di telingannya.


"Mama" jawab Arka singkat.


"Hallo Assalamualaikum, ada apa Ar?" Tanya mama di seberang sana setelah sang mama menjawab telponnya.


"Ma, maafin Ar sama Auli yaa, tadi kami benar-benar mengira kalau kami akan terlambat sekolah, makanya waktu mama mau bareng Ar menolak" ucap Arka sampai tak menjawab salam dari sang mama.


"Hei kok salam mam ga di jawab sih Sayang" tegur sang mama menirukan nada bicara Arka saat sang mama sering lupa mengucap salam saat dulu bertemu dengan Aulia yang waktu itu baru jadi calon mantu.


"Waalaikumsalam ma" jawab Arka.


Terdengar di seberang sana suara sang mama tertawa.


"Kenapa mama malah tertawa sih?" Tanya Arka heran.


"Jadi, tadi waktu mama bilang kalian terlambat itu kalian percaya? Makanya mama ga boleh nebeng, hemm?" Tanya sang mama dengan nada menggoda.

__ADS_1


"He he iya ma, maafin Ar ya ma" ucap Arka lagi.


"Iya Sayaang, mama gapapa kok" ucap mama Rita.


"Makasih ya ma, ya udah Ar tutup telponnya ya" ucap Arka kemudian.


"Ya ampun sayang telpon mama cuma mau ngomong ini? Mama kira ngapain, ya udah Assalamualaikum" mama Rita mengakiri dengan salam.


"Waalaikumsalam ma" ucap Arka kemudian mematikan telponnya.


Kemudian Arka memasukkan telponnya ke dalam tas. Karena sekolah sudah mulai ramai maka keduanya pun memutuskan untuk segera turun. Namub sebelum turun dari mobil sepasang remaja itu dikejutkan oleh para sahabat.


"Hei hei keluar. Kalian ngapain berduaan di dalam mobil? Mau berbuat mesum ha!" Suara Dewa yang menggetuk-ngetuk kaca pintu mobil Arka, belaga menggrebek sepasang remaja itu benar-benar berhasil membuat kedua remaja itu terkejut.


"Woi ngapain ngagetin tahu ga!" Ucap Arka jengkel saat menurunkan kaca pintu mobilnga dan mendapati sahabat sejak SMP nya telah sukses membuat dirinya juga sang kekasih hati kaget bukan kepalang.


"Puas kalian! Dasar pasangan edan" seru Arka lagi makin jengkel melihat Dewa dan kekasihnya yang tak lain Vitria masih cekikikan bersama.


"Kamu belain mereka Yang" Arka menoleh melihat Aulia yang masih mengelus punggung belakangnya.


"Bukan belain kak, tapi...." ucapan Aulia terpotong oleh pasangan edan yang masih setia berdiri di samping mobil Arka.


"Udah Aulia cantik, ga papa kok, kita malah seneng lihat tunangan kamu ini uring-uringan ga jelas gini, biar kamu tahu watak aslinya, jadi kalau kamu ga suka masih ada waktu buat batalin tunangan kalian, ha ha ha" ucapan Dewa sontak membuat sang kekash mencubit pinggangnya.


"Auw... Beib sakit" rintih Dewa.


Saat yang bersamaan Arka segera keluar dari mobilnya kemudian memukul Dewa menggukan tas sekolahnya. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Hari ini Dewa balasan kejahilannya dalam waktu yang sama. Sungguh malang nasib Dewa. Berniat mengerjain sahabatnya, eee malah dia yang teraniaya.


Aulia pun juga menyusul turun dari mobil lalu menghambiri ketiga kakak kelas yang seperti anak kecil rebutan permen.

__ADS_1


"Iih kalian ya, ga malu apa dilihatin orang-orang" teriakan Aulia berhasil menghentikan aksi rebutan permen apa kakak kelasnya itu. Sontak ketiganya heran melihat Aulia marah dengan suara kerasnya. Suara yang selama ini belum pernah mereka dengar keluar dari mulut mungil gadis manja itu.


"Dasar kayak anak kecil lagi rebutan permen aja" sewotnya lagi kemudian berlalu meninggalkan ketiga orang yang masih terpaku.


"Yakin itu tunanganmu Ar?" Tanya Dewa heran.


"Yakin, emang siapa lagi..."suara Arka menggantung kemudian menatap Dewa dan Vitria bergantian lalu ketiganya pun tertawa.


"Ha ha ha, s*ksi juga istri ku kalau lagi marah" lanjut Arka yang mendapat pukulan kecil dari sahabatnya.


"Istri istri, baru tunangan" protes Dewa yang tak tahu kalau sahabatnya itu memang sudah menikah.


"Halah sama aja, tar juga jadi istri" jawab Arka baru menyadari kalau dia keceplosan.


"Duluan ya, mau ngejar istri, takut ga dapat jatah, ha ha" kelakar Arka pada sahabatnya lalu mengejar sang kekasih pujaan hati yang telah lumayan jauh di depan.


"Terserah" ucap Dewa.


"Eh dasar Arkaaa. Kok kita malah ditinggal sih beib" adu Dewa setelah menyadari keduanya masih di area parkiran.


"Brisik ah, tinggal jalan dikit juga dah sampai" ucap Vitria lalu keduanya pun menyusul Arka dan Aulia yang sudah berlalu.


"Kok kakak di tinggal sih Yang?" Ucap Arka yang akhirnya bisa menyusul sang istri.


"Udah rebutan permennya? Yang dapat siapa?" Bukannya menjawab pertanyaan Arka yang bernada protes tapi gadis itu malah memutar badannya menghadap sang suami lalu meledeknya dengan pertanyaan.


"Siapa juga yang rebutan permen, yang ada rebutan kamu" jawab Arka sambil menaik turunkan alisnya yang sukses membuat wajah sang kekasih merona.


"Udah ah Auli mau masuk kelas dulu" ucap Aulia menghindar.

__ADS_1


"Selamat belajar istriku" bisik Arka di telinga sang istri. Aulia tak menyahuti ucapan sang suami karena jantungnya berdebar kencang, wajahnya menghangat dan sudah bisa dipastikan kalau pipinya saat ini sudah seperti tomat.


Melihat tingkah sang istri membuat Arka tersenyum bahagia. Setelah menikah Arka merasakan lebih mencintai sang istri. Tapi salahnya Arka belum pernah mengucapkan secara resmi. Jadi ulia masih menganggap bahwa sang suami belum benar-benar mencintainya. Seperti apa yang kini Aulia rasakan pada Arka. Cinta.


__ADS_2