KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Kenyataan pahit


__ADS_3

** Dua hari kemudian **


Safira benar-benar sangat depresi dan dia sangat stres dengan semua kenyataan yang sudah dia ketahui. suami dan sahabatnya berselingkuh di belakangnya, walaupun di depan Safira mereka bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa yang terjadi di antara mereka. namun jika mereka sudah menjauh dari Safira maka sifat mereka yang sebenarnya akan nampak.


"Fira, kenapa sih kamu harus melakukan hal ini? kamu sudah tahu kalau suamimu berselingkuh tapi kenapa kamu masih tetap mempertahankannya?" tanya Amel.


Safira menundukkan kepalanya.


"Wanita ini benar-benar sangat mencintai suaminya. apalagi yang harus dia katakan? Tentu saja dia itu cinta mati sama suaminya, nggak mungkin kan kalau dia tidak cinta mati akan mempertahankan suaminya." jawab Lala yang benar-benar kesal dengan sahabatnya tersebut.


"Aku mencintai Mas Rudi begitu dalam, aku mencintai pria itu dengan begitu tulus." ucap Safira yang terlihat begitu tidak mampu membawa tubuhnya.


Hari ini memang Safira sedang sakit, dia sendirian di rumah Sedangkan suaminya pergi ke luar kota untuk tugas perusahaan.


Seperti itu sih bilangnya, tapi entahlah...,


"Suamimu itu tega banget loh Fir, masak kamu sakit ditinggalin sendiri seperti ini." ucap Lala.


"Mungkin dia tidak bermaksud seperti itu, dia kan harus bekerja keras." jawab Safira.


"Tapi tidak seperti ini kan? kamu itu sedang sakit masak kamu ditinggalin sendiri." cibir Amel yang juga ikut kesal.


Lala dan Amel terlihat menunggu Safira di rumah, namun Kondisi badan Safira yang semakin menurun membuat Lala dan Amel harus membawa Safira ke rumah sakit terdekat.


"Amel Tolong kamu telepon suaminya, masak istrinya sakit parah begini ditinggal keluar kota. dia itu punya otak nggak sih?!" bentak Lala dengan sangat kesal.


"Ya aku telepon dulu, diam jangan nyerocos melulu." jawab Amel.


Akhirnya Amel mencoba untuk menelpon Rudi, wanita itu mencoba berulang kali menelpon Rudi namun tidak ada jawaban sama sekali.


"Ada apa Amel?" tanya Lala.


"Ponselnya terus berbunyi Tut..tut.. tut.. tut.. tut..," jawab Amel.


"Coba terus Amel, kasihan ini malah sekarang kata dokter harus dibawa ke ruang ICU?!" seru Lala.

__ADS_1


Ketika Safira dibawa ke rumah sakit ternyata kondisi Safira benar-benar sangat mengkhawatirkan, wanita itu dibawa ke ruang ICU karena Safira mengalami beberapa kendala pada sistem tubuhnya.


"Belum bisa juga Amel?" tanya Lala.


"Ini belum bisa ditelepon, Bagaimana ini?" tanya Lala.


"Ya udah kalau gitu, kita rawat aja Safira di rumah sakit ini. kalau ada apa-apa kasihan kan dia." jawab Amel.


Safira berada di rumah sakit dengan kondisi yang sangat mengkhawatirkan, sedangkan Rudi sendiri terlihat pria itu sedang bersama dengan Putri. mereka bersenang-senang dengan teman-teman perusahaan mereka.


"Oh ya Rudi, Kenapa kamu tidak membawa istrimu? kamu kan udah nikah?" tanya salah satu teman Rudi.


"Kalian tahu kan Istriku itu jarang sekali mau diajak ke tempat seperti ini." jawab Rudi.


Entah mengapa hati Rudi tiba-tiba khawatir, pria itu menatap ponselnya, ternyata ada panggilan masuk begitu banyak di hp-nya. sudah sehari penuh Rudi berangkat ke suatu tempat untuk menjalankan beberapa tugas perusahaan.


"Aku pergi dulu ya." ucap Rudi.


"Ada apa?" tanya teman Rudi.


"Tidak apa-apa." jawab Rudi.


sesaat kemudian Rudi mencoba untuk menelpon nomor ponsel tersebut dan ternyata di sana ada nomor ponsel Lala. "Halo ini siapa ya?" tanya Rudi.


"Halo Mas, kamu ini gimana sih pergi ninggalin istrimu yang sakit. kamu ini punya perasaan nggak sih?!" seru Amel yang langsung memarahi Rudi.


"Kamu ini siapa?" tanya Rudi.


"Aku ini teman istrimu, Amel?!" teriak Amel.


Rudi dia tahu mengenai Amel, jadi pria itu menajakan apa yang terjadi. "Memangnya ada apa?" tanya Rudi kepada Amel.


"Halo Mas Rudi, istrimu ini sekarang lagi ada di rumah sakit. katanya dia harus dirawat kondisinya menurun, mungkin kritis!!" seru Amel.


"Kok bisa gitu? waktu aku tinggal dia tidak apa-apa?" tanya Rudi.

__ADS_1


"Tidak apa-apa gimana? istrimu ini sedang sekarat, kata dokter dia mengalami tekanan batin." jawab Amel.


"Tapi hari ini atau sekarang ini aku tidak bisa kembali pulang karena masih banyak urusan yang harus aku selesaikan." jawab Rudi.


DEG...


betapa terkejutnya Amel ketika mendapat jawaban dari Rudi. Safira yang ada di samping Amel nampak wanita itu mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya itu. betapa sakitnya hati Amel ketika dia mendengar semua perkataan dan jawaban dari suaminya, dia tidak bisa kembali dia lebih mementingkan seluruh pekerjaannya.


"Baiklah kalau begitu, selamat bersenang-senang tapi ingat jika ada sesuatu yang terjadi kepada istrimu kau harus menanggung semuanya sendiri?!" seru Amel yang kemudian menutup ponselnya.


Amel benar-benar sangat kesal, dia marah..,Safira adalah istri dari pria brengsek yang tidak tahu diri itu. pria itu sudah membuatnya sakit, pria itu sudah membuatnya menderita. berbulan-bulan lamanya Safira menahan kesedihan yang ada di hatinya, malah sekarang yang terjadi pria itu pergi dan tidak bisa kembali. itu yang dia katakan.


"Sudahlah Amel, kamu tidak usah menelpon Mas Rudi lagi." ucap Safira.


Sekitar 10 menit kemudian sebuah foto masuk ke ponsel Safira, yang berbuka ponsel Safira bukan pemiliknya melainkan Amel dan Lala.


"Ada apa?" tanya Lala kepada Amel.


"Gila, lihatlah pria brengsek ini. dia mengabaikan istrinya yang sekarang ada di rumah sakit meninggalkan istrinya yang sedang sakit. sedangkan dia bersama dengan wanita gatal ini." ucap Amel sembari melihat beberapa foto yang sengaja dikirim oleh seseorang.


"Jangan-jangan orang yang mengirim foto-foto ini adalah salah satu teman dari suami Amel?" tanya Lala.


"Mungkin saja, tidak mungkin kan kalau yang mengirim itu suaminya sendiri atau selingkuhannya. kalau mereka melakukannya mereka itu bodoh.' jawab Amel.


Safira terus mendengar semua yang dikatakan oleh Amel dan Lala, dia tidak bisa mengatakan apapun. biasanya Rudi selalu memberikannya waktu, memberikannya kebahagiaan namun sekarang Rudi memilih untuk bersama dengan sahabatnya.


Malam ini Safira kondisinya mulai kritis, di dalam disaat kondisinya yang kritis itu sebuah mimpi datang ke Safira. mimpi-mimpi yang begitu menyakitkan, mimpi-mimpi yang benar-benar membuat Safira menderita. senyum yang begitu menakutkan, kehampaan yang benar-benar menakutkan. beberapa waktu yang lalu Safira sempat berpikir untuk bunuh diri, namun wanita malang itu dapat diyakinkan oleh Bu Esti kalau Apa yang dilakukan itu adalah dosa yang sangat besar. dosa yang benar-benar akan membuat dia tidak akan diterima ketika dia meninggal.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


__ADS_2