KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Jangan main-main denganku


__ADS_3

"Kurang ajar, berani sekali wanita ini menantang ku." guman Melodi dalam hati.


"Kenapa kamu di situ saja, Melodi. masuk sini." Indah yang kemudian menarik tangan melodi dan mengajak wanita itu duduk bersama dengan dirinya.


Kabar yang diberikan oleh Yufan serasa bagaikan petir di siang bolong, pria itu meminta istrinya design dari tempat dia bekerja dan meminta wanita itu membantunya di perusahaan. itu berarti Melodi tidak akan bisa mendekati Yufan kecuali dengan cara terang-terangan akan mengambil Yufan darinya.


"Kenapa kamu diam saja, Melodi. Apakah ada sesuatu?" tanya Indah yang kemudian berusaha untuk mengajak Melodi berbicara.


Wanita itu tahu kalau Melodi berusaha untuk mengambil suaminya, namun Indah akan melakukan sesuatu anggap saja dia ingin bermain sedikit dan memperlihatkan kepada Melodi kalau dirinya itu bukan wanita bodoh. dia tidak akan membiarkan Melodi berusaha untuk melakukan sesuatu dan mempermainkan dirinya.


"Tidak apa-apa, hanya saja aku sedang memikirkan sesuatu." jawab Melodi sembari menatap tajam ke arah Indah.


"Oh cuma begitu saja, Aku kira kamu memikirkan sesuatu. Kelihatannya kamu benar-benar serius sekali." ucap Indah dalam hati.


Indah sudah tahu apa yang ada di hati Melodi, wanita itu menatapnya dengan terkejut kehadirannya di perusahaan itu seolah menjadi penghancur rencananya. "Bagaimana kalau nanti kami mengundangmu ke rumah, Melodi?" tanya Indah.


"Hari ini aku ada rencana dengan beberapa temanku, Jadi mungkin aku tidak bisa menerima undanganmu." jawab Melodi.


"Oh begitu ya." ucap Indah yang kemudian membuka beberapa bekas.


"Dasar wanita brengsek, lihat saja aku pasti akan melakukan sesuatu kepada kalian. aku akan merebut pria itu darimu, akan kubuat suamimu itu lebih memilih diriku, lihat saja." guman Melodi dalam hati.


Ketika Melodi memikirkan hal itu berbeda dengan apa yang akan dilakukan oleh Indah, wanita itu terus menempel kepada sang suami, berkata begitu manja dengan semua kata-kata yang begitu manis. Melodi memikirkan rencana namun Indah langsung melakukan apa yang ada di pikirannya.


"Oh ya Mas Yufan, hari ini kan kita ada acara pertemuan. Ayo kita berangkat." pinta Melodi.


"Baiklah kalau begitu, Oh ya sayang kita harus berangkat sekarang karena kita tidak mau kan kalau ada pembatalan rencana." ucap Yufan.


"Baiklah kalau begitu, kita harus segera berangkat dan kita harus segera bertemu dengan mereka. karena jika sampai perjanjian ini dibatalkan aku yakin mereka akan kemari dan marah-marah." ucap jawab Indah.


"Baiklah." jawab Yufan.

__ADS_1


Mau atau tidak, Tapi Melodi harus melakukan apa yang dikatakan oleh Indah. jika sampai dia menolaknya pasti rencananya itu akan gagal total apalagi jika sampai Indah mengetahui rencananya untuk mendekati suaminya. tapi kenapa dia harus takut, toh dia ingin melakukan sesuatu dengan semua yang dia inginkan dia ingin menjadi wanita yang bisa mengambil suami seorang wanita. itulah kenapa melodi akan melakukan sesuatu hari ini.


"Sebaiknya kamu tidak usah ikut, Indah. aku dan Mas yufan akan ke tempat client kami, Kamu tahu kan kamu tidak bisa melakukan sesuatu apalagi kamu baru membantu Mas Yufan. takutnya kamu akan membuat kesalahan hingga membuat orang itu marah karena tidak kompeten." ucap Melodi yang membuat Indah sangat tahu rencana Melodi.


"Karena hal itu aku harus ikut kan? jika aku tidak ikut aku tidak akan tahu seperti apa pekerjaku nanti." jawab Indah.


Yufan hanya bisa tersenyum dengan semua penyerangan yang dilakukan oleh istrinya, mau apa lagi kalau dia adalah istrinya mau apapun itu adalah haknya. lagi pula sekarang Indah adalah wanita yang akan membantunya. jadi mau apapun harus mengatakan padanya, jika tidak dia tidak akan membiarkan Melodi menang.


"Dasar brengsek, wanita ini benar-benar sangat susah untuk disingkirkan." guman Melodi dalam hati.


"Kalau begitu ayo mas, kita harus berangkat Jangan sampai mereka menunggu kita." ajak Indah.


Yufan hanya bisa tersenyum dan tertawa dalam hati ketika semua yang direncanakan oleh Melodi gagal total. bahkan wanita itu tidak bisa melakukan apapun kepada istrinya, dengan segera Yufan pergi dari kantornya. pria atau bergegas berdiri dengan membawa beberapa barang. Indah tersenyum sembari menatap Melodi, wanita itu ingin mengatakan kalau pria yang ingin dia ambil adalah suaminya. jadi jangan sampai wanita itu memiliki pemikiran untuk mendapatkannya.


"Lihat saja, aku pasti akan merebut suamimu sebentar lagi." guman Melodi dalam hati yang kemudian juga berdiri dan pergi bersama dengan Yufan.


Seperti apapun dan bagaimanapun kelihatannya rencana yang dimiliki oleh melodi tidak akan bisa dilakukan, di tempat lain Gunawan sudah mempersiapkan segalanya pria itu akan melakukan sesuatu agar Dia segera menangkap Satria dengan semua perhitungan yang sangat matang. Gunawan meminta salah satu rekan bisnisnya untuk bekerja sama dengannya, mereka harus segera menangkap Satria agar pria itu tidak membuat rencana-rencana jahat.


"Mbak Indah." Panggil salah satu karyawan wanita.


"Iya ada apa." jawab Indah.


"Mbak, apa tadi Mbak Indah meminta dibuatkan kopi untuk Tuan Yufan?" tanya salah satu pekerja.


"Tidak, Memangnya ada apa?" tanya Indah kembali.


"Tadi saya melihat Mbak Melodi membuatkan kopi untuk tuan Yufan sama teh untuk mnak. tapi aku melihat ada sesuatu yang dia lakukan." jawab Salah satu karyawan.


"Maksudmu?" tanya Indah.


"Saya tadi melihatnya memasukkan sesuatu, Mbak. Entahlah dia mengeluarkan sesuatu dari botol kecil dari balik blazernya." jawab pegawai wanita.

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban seperti itu dengan segera Indah segera mencari keberadaan sang suami, dia yakin kalau Melodi sudah melakukan sesuatu karena itu Indah harus segera bertindak agar wanita itu tidak terus-menerus mencoba mengganggu suaminya.


"Dasar wanita tidak tahu diri, jangan-jangan dia mau mencoba menjebak suamiku. lihat saja agar aku beri pelajaran dia, Dia kira aku ini wanita lemah apa." ucap Indah yang kemudian berjalan tergesa-gesa ke dalam kantor sang suami.


Ketika membuka pintu kantor suaminya, terlihat di sana Yufan tidak ada. "Ya ampun ke mana Mas Yufan." ucap Indah.


"Di mana mas Yufan?" tanya Indah kepada Sekretaris yang ada di luar pintu. nampak wanita itu menatap Indah yang masuk dengan tergesa-gesa, bahkan terlihat ketakutan.


"Mbak Indah, Ada apa Mbak?" tanya sekretaris Yufan.


"Di mana Mas Yufan?" tanya Indah kepada sekretaris suaminya.


"Pak Yufan sedang keluar bersama Mbak Melodi, katanya ada sesuatu yang harus mereka lakukan. mereka mau ke lapangan untuk melihat proyek." jawab sekretaris Yufan.


"Lalu, kamu tahu di mana tempat itu?" tanya Indah.


"Tahu Mbak, karena tempat itu sudah lima puluh persen di jalankan." jawab sekretaris Yufan. dengan segera Indah menelpon salah satu sopirnya Untuk mengantarkan Indah ke tempat tujuan yang tadi sudah dikatakan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2