KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Raihan yang playboy


__ADS_3

"Abang, baru datang bang?" tanya Raihan.


"Iya, kamu dari mana pagi-pagi begini?" tanya Yufan.


"Ini loh bang, habis dari rumah teman." jawab Raihan.


"Raihan, Bisakah Abang bicara sebentar dengan kamu?" Ivan yang mengajak adiknya itu untuk pergi ke suatu tempat.


"Oh ya sayang, kalian berdua masuk saja aku sama Ivan akan berbicara sesuatu dengan Raihan." ucap Yufan yang meminta Aisyah dan indah untuk masuk terlebih dahulu.


Raihan diajak oleh kedua kakaknya ke suatu tempat, terlihat ketiga pria itu sudah berada di rumah Ivan.


"Ada apa sih Bang, Kok kelihatannya serius banget?" tanya Raihan kepada kedua kakaknya.


"Raihan, aku tanya padamu dan kamu harus menjawab." jawab Ivan.


"Memangnya ada apa sih Bang?" tanya Raihan yang sedikit kebingungan dengan pertanyaan dua abangnya itu.


"Raihan, kamu itu masih muda. kamu kuliah masih dua semester, lalu kenapa kamu melakukan sebuah tindakan yang bodoh?" tanya Ivan kepada adiknya.


"Memangnya ada apa sih Bang? kenapa Abang mengatakan hal itu?" tanya Raihan panik.


"Kamu jangan memutar pembicaraan, Raihan. katakan dengan jujur kepada abangmu ini apakah kamu berhubungan dengan seorang wanita?" tanya Ivan kepada adiknya lagi.


"Abang ini Kenapa sih bertanya seperti itu, Aku ini seorang pria normal bang, Tentu saja aku berhubungan dengan seorang wanita." jawab Raihan yang sedikit lega.


"Kamu tidak usah berbelit-belit, Raihan. aku tanya padamu, wanita yang berhubungan denganmu itu hamil bukan?" tanya Ivan yang membuat wajah Raihan langsung pias.


DEG..


"Abang ini ngapain sih tanya seperti itu, memangnya siapa sih yang hamil aku bukanlah pria seperti itu, Bang." jawab Raihan yang terus tidak mau mengakui.


"Sebagai seorang pria gentle Katakan sejujurnya, Raihan. karena kami sudah mencari tahu mengenai informasi itu dengan detail. kami belum mengatakan kepada Mama dan Papa apalagi kepada Sheila, jika ketiga orang itu Mendengar hal ini bisa-bisa kamu akan mendapatkan masalah yang sangat besar." ancam Ivan.


"Abang ini ngapain sih mengancam aku, memangnya kenapa aku harus melakukan hal itu. Aku ini masih muda Bang bersenang-senang itu adalah kebiasaan ku." ucap Raihan yang kemudian hendak pergi dari kedua kakaknya.


Mendengar adiknya mengatakan hal itu seketika emosi Yufan dan Ivan langsung naik.


PLAKK..

__ADS_1


PLAKKK...


BUGG..


kedua pria itu menghajar adiknya berulang kali.


"Kamu ini benar-benar brengsek, Raihan. kami sudah mendengar mengenai sifatmu yang Playboy itu. kamu selalu berkencan dengan banyak wanita kamu selalu melakukan ini dan itu lalu sekarang ketika kamu menghamili seorang wanita kamu mau menghindar dari tanggung jawabmu, Raihan!!" seru Yufan yang kemudian mencengkram baju adiknya itu.


"Aku dan dia melakukannya karena kami saling suka, Bang. kalau dia hamil itu bukan urusanku." jawab ringan Raihan yang membuat Yufan dan Ivan kembali tersulut emosi.


"Dasar pria brengsek, Aku tidak pernah mengira Kalau kami akan mempunyai adik seperti kamu, kamu ini seorang pria, Raihan. Di Mana tanggung jawabmu, dia adalah seorang wanita bagaimana keluarganya akan menanggapi hal ini, mereka akan malu mereka tidak akan punya muka untuk menatap orang lain!!" seru Ivan yang terlihat ingin sekali memukul adiknya itu.


"Sudahlah Bang, kenapa Abang harus mempermasalahkan hal ini. aku dan dia itu sudah selesai, kalau dia hamil sekarang itu bukan urusanku. Lagi pula kalau dia hamil denganku, kalau dia hamil dengan pria lain bagaimana?" Raihan yang begitu pandai berbicara bahkan memutar kata-kata.


"Ya Allah Rehan, Aku benar-benar tidak menyangka adikku kalau kamu akan menjadi pria sebrengsek ini. mama dan papa mendidikmu untuk menjadi seorang pria yang hebat, Lalu seperti inikah dirimu seperti inikah kepercayaan yang diberikan oleh Papa dan Mama kepadamu?" Yufan dan Ivan yang sudah murka karena sudah tidak mampu berbicara dengan adiknya lagi.


Akhirnya Yufan dan Ivan mengajak adiknya untuk berbicara dengan wanita itu. "Sekarang tunjukkan di mana rumah wanita itu." minta Yufan dan Ivan.


"Ngapain juga kita ke sana, Bang. sudahlah kalau kita ke sana hal itu akan malah menjijikkan." jawab Raihan.


Yufan dan Ivan terlihat mengacak rambutnya dengan begitu frustasi, mereka berdua tidak tahu kemana jalan pikiran adiknya itu. mereka berdua berusaha untuk memberikan penjelasan kepada adiknya namun kata-kata yang diucapkan oleh Yufan dan Ivan terasa bagai kepulan asap yang langsung menghilang.


"Aku tidak mau Bang." jawab Raihan.


"Kalau kamu tidak mau mengajak kami, akan kupastikan kalau kamu masuk penjara. akan kubuat wanita itu melaporkanmu ke polisi atas tindakan pemaksaan."'ucap Ivan yang membuat Raihan nampak menatap kakaknya.


"Kenapa Abang harus melakukan hal ini, dia itu bukan adikmu, Bang. dia orang lain." ucap Raihan.


"Aku mempunyai seorang adik wanita, Raihan. akan terasa sakit jika adikku itu dilukai oleh orang lain apalagi pria sepertimu." tunjuk Ivan ke dada adiknya.


Yufan dan Ivan menarik paksa adiknya itu untuk masuk ke mobil, sesaat kemudian Safira terlihat keluar dan pergi ke tempat putranya itu.


"Kalian mau ke mana?" tanya Safira kepada putranya.


"Kami mau keluar sebentar, ma. Oya Ma, tolong sisakan aku makanan ya aku tadi belum makan, kami sengaja tidak masak karena Papa bilang mama membuat banyak masakan!!" seru yufan dan Ivan yang kemudian masuk ke dalam mobil.


Safira yang mendengar perkataan kedua putranya itu wanita itu hanya percaya saja, dia masih belum mengetahui apakah yang terjadi dengan ketiga putranya itu hingga pergi dengan terburu-buru. sekitar 30 atau 40 menit kemudian ketika pria itu sudah sampai di sebuah tempat.


"Di mana rumahnya?!" bentak Yufan kepada Raihan.

__ADS_1


Raihan menunjuk sebuah rumah kecil bercat putih garis merah yang begitu sederhana itu.


"Apa kamu yakin itu rumahnya?" tanya Yufan.


Raihan tidak menjawab, pria itu hanya menganggukkan kepalanya. sekarang kamu keluar bersama kami, karena kami tidak percaya dengan kata-katamu." Ivan yang kemudian menarik pakaian adiknya.


Ketiga orang itu keluar dari dalam mobil, mereka berjalan mendekati rumah sederhana yang mungkin hanya berukuran 5 kali 12 cm tersebut.


TOK..


TOK..


Yufan mengetok pintu rumah mungil tersebut, tak berselang lama terdengar sahutan dari dalam.


"Iya!" seru seorang wanita.


Sesaat kemudian pintu rumah itu mulai terbuka, di sana terlihat seorang gadis cantik yang berpakaian sederhana berkulit sawo dengan rambut lurus yang diikat ke atas. tatapan mata Gadis itu menatap pria yang ada di depannya, dia belum melihat Raihan.


"Iya Mas, mas ini mencari siapa ya?" tanya seorang gadis.


"Maaf, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Yufan.


"Iya." jawab si wanita.


"Apakah kamu mengenal pria yang bernama Raihan?" tanya dua pria yang membuat wanita itu raut wajahnya langsung berubah.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


-Isteri simpanan bos kejam


__ADS_2