
** beberapa hari kemudian **
Satu kata yang bisa di katakan, Aisyah selalu saja di tuduh menjadi perusak hubungan kakaknya.
"Dara!" panggil Ivan.
"Iya, ada apa tuan?" tanya Aisyah.
"Nanti kamu ikut aku ke tempat kontruksi ya." ucap Ivan.
"Baik, tuan." jawab Aisyah.
BRETT...
BRETT...
ponsel Aisyah berbunyi, seketika Aisyah mengambil ponselnya. terlihat wanita itu membuka pesan dari Zaskia.
"Kak Zaskia," ucap Aisyah yang kemudian membuka pesan dari saudarinya.
Sebuah pesan bertuliskan kalau wanita itu ingin bertemu di sebuah tempat.
Setelah jam istirahat Perusahaan datang, Aisyah pergi ke sebuah tempat untuk menemui kakaknya. sebuah tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat perusahaan kerja Aisyah, sekitar 10 menit kemudian Aisyah sudah berada di salah satu minimarket yang ada di tempat itu.
Di depan minimarket ada beberapa kursi pengunjung, terlihat di sana Zaskia sudah menunggu Aisyah dengan semua kemarahan yang sudah dia tahan. Sudah beberapa hari ini dia tidak bisa menghubungi Ivan sama sekali, bahkan terlihat pria itu tidak mau menerima notifikasi dari Zaskia sama sekali.
"Mbak." panggil Aisyah.
"Hemmm..," jawab Zaskia.
__ADS_1
"Ada apa mbak?" tanya Aisyah yang terlihat tersenyum kepada Zaskia.
"duduklah dahulu jawab Zaskia Aisyah hanya nampak tersenyum ketika saudarinya mengatakan hal itu tidak ada pemikiran apapun Zaskia melakukan sesuatu hingga membuat Aisyah benar-benar sangat tersentak.
PLAKK...
Seketika Zaskia menampar Aisyah dengan begitu keras, Aisyah yang sedang duduk itu pun langsung memegang pipinya sembari menatap wanita yang ada di depannya itu.
"Ada apa Mbak?" tanya Aisyah kepada saudaranya tersebut.
"Aku memberikanmu hadiah karena kamu sudah berani berusaha untuk mengganggu kekasihku." jawab Zaskia.
Aisyah benar-benar tidak tahu apa yang harus dia katakan, selalu saja kakaknya memperlakukan dirinya seperti wanita murahan. Aisyah sudah memberitahu orang tuanya mengenai kejadian itu kepada orang tuanya, mereka selalu mengatakan untuk tidak terlalu memikirkan apa yang dilakukan oleh kakaknya. Aisyah harus memikirkan dirinya daripada dia harus menderita dengan semua yang dilakukan oleh kakaknya tersebut
"Bagaimana, sakit bukan? seperti itulah rasa sakit yang aku rasakan ketika aku harus mengetahui kalau kamu terus-menerus berusaha untuk mengganggu kekasihku." ucap Zaskia yang membuat Aisyah hanya menghela nafasnya dengan sangat kasar.
Orang-orang yang ada di minimarket nampak menatap dua wanita yang sedang bertengkar itu, satu Wanita hanya terdiam satu wanita bersikap seperti ibu tiri yang sangat jahat luar biasa.
"Memangnya kamu ingin mengatakan apa? Apakah kamu ingin mengatakan kalau kamu memang menggoda kekasihku?" tanya Zaskia .
Sesaat kemudian terlihat Aisyah menatap saudarinya tersebut. "Aku sudah capek Kak, aku sudah capek, aku sudah capek dengan semua perlakuanmu ini, Mbak. kamu itu adalah kakakku aku selalu berusaha untuk mengalah darimu, apa yang tidak aku lakukan untukmu apa yang tidak aku berikan untukmu. semua yang kau lakukan berkat diriku, semua yang kau jalani berkat diriku sekolah pun aku yang selalu mengerjakan untukmu. tapi tidak pernah sekalipun kamu berterima kasih padaku, pernahkah kamu menganggapku sebagai seorang adik, tidak. kamu hanya menganggapku sebagai musuh bebuyutanmu sainganmu dan Aku adalah orang yang harus kau singkirkan." ucap Aisyah dengan kata-kata yang sedikit kasar.
Kata-kata yang keluar dari mulut Aisyah membuat Zaskia benar-benar sangat terkejut, baru pertama kali ini Aisyah berani melawan Zaskia dengan kata-kata yang diucapkan barusan.
"Jadi kamu sudah berani melawan mbakmu ini?" tanya Zaskia.
"Tentu saja aku berani melawanmu, Mbak. bukan karena kamu adalah saudaraku tapi kamu hanyalah seorang wanita yang tidak mempunyai pekerjaan, kamu hanyalah wanita murahan yang selalu berusaha untuk mengambil kebahagiaan orang lain. kamu selalu iri dengan orang lain, kamu selalu menganggap orang lain itu lebih rendah darimu!!" seru Aisyah dengan suara yang begitu lantang.
Zaskia yang mendengar teriakan Aisyah seketika wanita itu melongo dengan kedua bola mata membulat sempurna, dia benar-benar terkejut dengan semua yang dikatakan oleh saudarinya tersebut.
__ADS_1
"Jadi sekarang kamu sudah berani melawan kakakmu ini?" tanya Zaskia dengan suara yang sedikit keras.
"Kenapa memangnya? aku tidak berani melawanmu Mbak. Sudah cukup aku kamu hina, Sudah cukup aku menjadi pembantumu, selalu saja kamu menganggapku murahan tidak berguna sama sekali, mulai sekarang kita jalani hidup masing-masing jangan pernah kamu mencoba untuk mencariku. aku sudah bilang kepada ayah dan ibu mengenai kejadian ini, mereka bilang aku harus menjalani kehidupanku sendiri dan kamu Jika kamu ingin hidup maka bekerjalah. Kamu hanyalah wanita yang menumpang pada pria kaya, kamu tidak pernah sekalipun berusaha untuk mencari jati dirimu. kamu adalah wanita tidak berguna sama sekali!!" seru Aisyah sembari menuding wajah Zaskia. Hal itu membuat Zaskia benar-benar terkejut luar biasa.
Setelah mengatakan hal itu Aisyah langsung pergi dari tempat Zaskia, sedangkan seorang wanita yang bekerja di perusahaan yang sama dengan Aisyah nampak wanita itu mengabadikan pertengkaran itu di dalam ponselnya. dia mengunggah video Aisyah yang ditampar oleh kakaknya, perdebatan dan semua jawaban dari Aisyah juga di video oleh salah satu karyawan tersebut.
Terlihat Aisyah memasuki perusahaan, dia berjalan dengan semua rasa kesal yang ada di hatinya. dia tidak peduli jika orang memandangnya sebagai wanita penghancur kebahagiaan orang lain, tapi karena dari dulu Zaskia adalah wanita yang tidak pantas mendapatkan kebahagiaan, dia hanyalah seorang wanita yang benar-benar tidak bisa dikatakan sebagai wanita yang bisa mendampingi seorang pria.
Ivan yang ada di kantornya tiba-tiba saja pria itu mendapatkan sebuah pesan dari salah satu temannya yang ada di perusahaan. Ivan melihat sebuah video pertengkaran antara Aisyah dan Zaskia, Ivan benar-benar sangat terkejut ketika Zaskia menampar adiknya dengan tamparan yang begitu keras dan kata-kata yang begitu menyakitkan.
Perlahan-lahan Ivan melihat video itu sampai durasi pemutaran habis, terlihat senyum di bibir Ivan ketika melihat akhir dari pertengkaran tersebut. "Akhirnya aku tahu kalau kamu bisa menjaga dirimu sendiri, kamu pantas mendapatkan apa yang kamu inginkan bukan hanya mengalah pada wanita seperti kakakmu itu." ucap Ivan yang kemudian mematikan ponselnya karena dia takut jika tiba-tiba Aisyah masuk ke dalam kantor dan lihat dia sedang memutar video pertengkarannya dan sang kakak.
"Kamu sudah makan, Aisyah?" tanya Ivan ketika melihat Aisyah masuk ke dalam kantornya.
"Sudah Tuan." jawab Aisyah yang menunjukkan senyum yang sama seperti biasanya. sebuah senyum yang selalu disukai oleh Ivan.
"Aku kira kamu belum makan soalnya Kok cepet banget udah kembali." ucap Ivan yang membuat Aisyah hanya bisa tersenyum
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan