KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Safira bersabar


__ADS_3

"Aisyah." panggil Ivan.


"Ada apa, tuan?" tanya Aisyah.


"Aku pergi sebentar, tolong kamu handel laporan-laporan ini. jika ada seseorang yang menanyakan mengenai keberadaanku tolong kamu bilang aku keluar sebentar Satu atau Dua jam lagi aku bakal kembali ke sini." ucap Ivan.


"Baiklah Tuan, Nanti akan saya beritahu." jawab Aisyah.


Setelah mengatakan hal itu kepada Aisyah akhirnya Ivan segera kembali ke rumahnya, dari kata-kata para pembantunya Ivan yakin kalau Zaskia ingin membuat sesuatu masalah kepada ibunya.


Di tempat lain Zaskia terus-menerus berusaha untuk mendekati Safira, Namun bukan dengan cara yang begitu baik. Zaskia selalu saja berkata buruk kepada Safira dengan semua perkataan pedasnya.


"Oh ya Mama, nanti kalau aku sama Mas Ivan sudah menikah apa rumah ini akan dibagi menjadi dua atau kami akan dibelikan rumah seperti ini di sekitar tempat ini?" tanya Zaskia kepada Safira.


"Tentu saja mama harus menanyakan hal itu kepada suami Mama, tidak mungkin langsung mengambil keputusan sendiri." jawab Safira.


"Halah..., Bilang aja kalau mama itu tidak mau melakukannya. Bilang aja kalau mama itu hanya ingin menguasai warisan dari Papa Gunawan untuk kedua anak mama." ucap Zaskia dengan kata-kata yang begitu menyebalkan.


Terlihat Safira hanya bisa menghela nafasnya. "Apakah pantas kamu mengatakan hal itu padaku, Zaskia. kehidupan ini berputar dengan begitu cepat, kamu mengatakan hal itu seolah kamu ingin mengatakan kalau aku ingin merampok harta warisan milik dari kedua Putraku. aku bukanlah wanita seperti itu Zaskia, jadi tolong kamu jaga kata-katamu saat kamu berbicara dengan mama." ucap Safira yang membuat Zaskia malah tersenyum seolah mengejek.


"Aku pikir Mama ingin menguasai harta kekayaan Papa Gunawan sendiri untuk kedua anak mama. Sedangkan untuk kedua Anak tiri Mama tidak akan memberikannya." ucap Zaskia yang membuat Safira nampak terdiam dengan kata-kata pedas yang diucapkan wanita muda tersebut.


Ivan yang berada di ruangan itu nampak dari tadi dia mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh kekasihnya tersebut. "Assalamualaikum, Mama!!" seru Ivan yang sudah berada di ruang tengah. pria itu melihat Mamanya yang sedang berbicara dengan kekasihnya.


"Waalaikumsalam, kamu sudah pulang Ivan?" tanya Safira kepada Sang putra.


"Belum ma, ini tadi mau ambil barang yang ketinggalan." jawab Ivan yang terlihat menatap Zaskia yang ada di rumahnya.


"Sayang, Apa yang kamu lakukan di rumah. Apakah ada sesuatu yang ketinggalan?" tanya Ivan kepada Zaskia.


"Tidak ada apa-apa, sayang. aku tadi cuma ingin menemui Mama Safira, anggap aja aku sedang pendekatan sama mama mertuaku." jawab Zaskia dengan kata-kata yang begitu manis.


Tatapan mata Ivan menatap Zaskia kembali, wanita itu benar-benar wanita pembohong. di depannya dia bermanis muka di belakangnya begitu pahit.


"Oh ya Ma, nanti tolong buatkan Ivan makanan kesukaan Ivan ya." minta Ivan.

__ADS_1


"Iya, nanti kamu pulang pukul berapa?" tanya Safira.


"Seperti biasanya ma, nanti sekalian aku mau menemani Yufan ke stasiun kereta." ucap Ivan .


"Memangnya Kalian mau apa ke stasiun kereta?" tanya Safira.


"Mau menjemput indah." jawab Ivan.


"Indah mau ke sini?" tanya Safira kembali.


"Bukan ma, Indah mendapatkan pekerjaan di sekitar tempat kita." jawab Ivan.


"Benarkah, Lalu kenapa Yufan belum bilang sama mama?" tanya Safira.


"Mungkin untuk surprise ma, karena itu nanti aku akan menitipkan Indah di tempat kos-kosan Aisyah, soalnya tempat kerjanya kan dekat dengan kos-kosan Aisyah." ucap Ivan.


"Benarkah, Sayang? kalau begitu Bolehkah aku ikut menjemput Indah?" tanya Ivan.


"Baiklah kalau begitu, ayo." jawab Ivan yang kemudian mengajak Zaskia untuk pergi.


"Kok malah pergi, Katanya ada barang ketinggalan." ucap Safira.


"Maaf Nyonya, tadi aku menelpon Mas Ivan. aku bilang sama dia untuk mengajak ular berbisa itu pergi dari sini, kalau tidak diajak pergi Mas Ivan dia nggak bakalan pergi. bisa dia menginap di sini." ucap salah satu pembantu.


"Kenapa kamu harus bilang sama Ivan, nanti bagaimana pemikiran Ivan mengenai kekasihnya?" tanya Safira.


"Buat apa kamu menutupi kasarnya wanita itu kepadamu, Safira? wanita itu tidak mempunyai sopan santun sama sekali, dia tidak pernah menganggapmu sebagai wanita lebih tua. Lihatlah kata-katanya kepadamu begitu kasar, dia tidak pernah berbicara dengan baik mungkin mulutnya itu ada lem plester atau apa." ucap si mbok yang terlihat juga kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh Zaskia.


"Dia kan masih muda Mbok, Mungkin dia perlu pendekatan." ucap Safira.


"Pendekatan Bagaimana, Lihatlah dia itu tidak mempunyai sopan santun sama sekali. berbicara dengan siapapun dia tidak akan mempunyai sopan santun." ucap si mbok.


"Ya sudah kalau begitu, kalian kembalilah bekerja nanti aku akan membicarakan mengenai ini kepada Ivan." ucap Safira.


"Buat apa kamu terus-menerus membela wanita itu, Safira. lebih baik kamu meyakinkan Ivan kalau wanita itu bukanlah wanita baik dengan semua keburukannya, wanita seperti itu tidak akan pernah bisa berubah. wanita seperti itu tidak akan mau berdamai dengan orang-orang yang ada di sekitarnya." ucap si mbok.

__ADS_1


"Aku tidak ingin melarang Ivan dengan semua keinginannya, mbok. aku tidak ingin menyakiti hatinya." ucap Safira.


"Aku tahu kalau kamu adalah ibu yang sangat luar biasa, kamu tidak pernah membedakan anak tirimu atau anak kandungmu. tapi apakah kamu akan menghancurkan masa depan Ivan Jika kamu membiarkannya bersama wanita itu?" tanya Mbok yang membuat Safira nampak terdiam.


Di tempat lain Ivan mengantarkan Zaskia ke rumah sewa tempatnya tinggal. "Kenapa aku diantarkan kembali ke sini, sayang?" tanya Zaskia.


"Aku harus segera kembali ke perusahaan, Aku ada urusan mendesak." jawab Ivan.


"Katanya kamu mau mengajakku?" tanya Zaskia.


"Kamu mau turun atau aku akan melemparmu dari mobilku." ucap Ivan dengan kata-kata kasar namun menggunakan suara yang sedikit ditahan.


"Apakah kamu mau bilang kalau kamu tidak ingin mengajakku untuk menjemput Indah?" tanya Zaskia yang membuat Ivan nampak terdiam.


Sesaat kemudian Zaskia membuka pintu mobilnya, wanita itu berharap Ivan akan mengejarnya. bukan mengejar wanita itu malah Ivan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan cepat.


"Pria itu apa-apaan sih, dia langsung menancap gas lalu pergi dariku. apa dia tidak ingin berbicara denganku atau bermesraan denganku!" seru Zaskia yang terus-menerus menghentakkan kakinya.


Terkadang Ivan benar-benar sudah tidak tahan dengan semua yang dilakukan oleh Zaskia, Ivan berharap Zaskia mencari pekerjaan di Jakarta agar tidak selalu diam di tempatnya. karena tidak kunjung mencari tempat akhirnya Ivan lebih memilih untuk menyewakan rumah susun untuk kekasihnya tersebut.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


__ADS_2