KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Para wanita yang di sekap


__ADS_3

HOTEL NUSANTARA


"Bawa mereka ke ruangan itu." pinta Satria.


"Baik, tuan." jawab anak buah Satria.


Beberapa wanita dibawa ke salah satu ruangan yang ada di hotel, ternyata Satria menyelundupkan beberapa wanita yang dia khususkan sebagai penarik perhatian para pria kaya agar mereka mau menginvestasikan uang mereka di hotel itu ataupun sesering mungkin berkunjung ke tempat itu.


"Baiklah kalau begitu, Jika kalian ingin tetap hidup maka kalian harus mengikuti perintahku. jika tidak kalian akan kubunuh, tidak akan ada orang yang mengetahui di mana mayat kalian." ancam Satria kepada beberapa wanita yang mulutnya masih di plester.


Wanita-wanita itu ingin menjerit namun mereka tidak bisa melakukannya karena tangan dan mulut mereka di plester.


Seorang wanita nampak meneteskan air matanya, dari tempat yang jauh dia dijanjikan pekerjaan. Namun nyatanya di tempat ini dia akan dijadikan sebagai wanita pemuas nafsu para hidung belang, tak ada kesakitan yang lebih sakit dari ini, niat hati merantau namun terjebak di tangan pria tidak mempunyai otak.


Di tempat lain Reno harus mempersiapkan sesuatu, dia meminta Pak Andi untuk menyelidiki tempat itu karena Pak Andi adalah orang kepercayaan di tempat itu. maka tidak akan ada yang akan mencurigai pria itu jika berkeliling di hotel.


Dua hari kemudian


Secara sengaja Reno pergi ke hotel tempat dia menginvestasikan uangnya, dia harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan bukti yang lebih otentik. satu bukti sudah diserahkan kepada pihak kepolisian.


"Oh ya tuan Reno, apa tuan Reno mau saya antar ke ruangan itu?" tanya Pak Andi.


"Tentu saja kita akan ke sana, Pak Andi. karena kita harus segera membongkar permasalahan ini, jika kita tidak melakukannya kemungkinan besar kamu akan mendapatkan masalah karena tempat ini adalah tempat yang paling menyeramkan. tempat ini adalah tempat di mana pria itu melakukan kejahatannya, jika sampai kita tidak mendapatkan bukti-bukti itu mereka akan bebas melakukan semua kejahatan mereka." jawab Reno.


Ruangan 113


"Apakah ini ruangan itu?" tanya Reno sembari menatap ruangan yang dijaga oleh dua orang.


"Benar sekali Tuan Reno, ini adalah tempat yang saya katakan waktu itu. tempat ini dijaga begitu ketat jika tempat ini tempat biasa tidak mungkin kan mereka akan menjaganya seperti ini. lagi pula tempat ini tidak boleh ada yang mendatangi kecuali tuan Satya." jawab pak Andi.


"Kita harus menunggu para polisi itu tiba, setelah mereka tiba kita akan memberikan mereka pelajaran yang sangat berharga." Reno benar-benar begitu menginginkan Satya agar segera ditangkap polisi. dengan begitu Semua kejahatannya akan terungkap, tidak peduli seperti apapun Reno pasti akan membuat pria yang sudah menghancurkan keluarganya itu berakhir di penjara.

__ADS_1


"Kamu pancing perhatian mereka, aku akan melihat Apa isi ruangan itu. kamu bisa kan?" pintar Reno.


"Tenang saja Tuan, aku pasti akan melakukan hal itu, lagi pula jika uang berbicara pasti mereka akan melakukan apa yang sudah kita rencanakan." Pak Andi yang terlihat tersenyum setelah mendapatkan uang dari Reno.


Pak Andi menghembuskan nafasnya berulang kali, dia menata hatinya dan ketakutan yang menyelimuti hatinya itu harus segera dia hilangkan.


"Ada apa, kelihatannya kamu begitu tegang?" tanya Reno kepada Pak Andi.


"Tentu saja tegang, Tuan Reno. Lihatlah mereka badannya tinggi besar banget." jawab Pak Andi yang terlihat mulai menetralkan dan menenangkan dirinya.


Langkah kaki Pak Andi terlihat mendekati dua penjaga tempat itu.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya dua penjaga ruangan itu.


"Tidak apa-apa, cuma aku ingin melihat-lihat di sekitar tempat ini. kalian tahu kan kalau beberapa ruangan yang ada di sini harus dijaga keamanannya." ucap Pak Andi.


"Ya sudah kalau begitu lebih baik kamu pergi dari sini, tinggalkan tempat ini." jawab dua penjaga tempat itu.


Dua penjaga itu tentu saja Tidak mau dicurigai, dengan segera mereka mengajak Pak Andi ke suatu tempat.


"Bagus." ucap Reno yang kemudian langsung bergegas ke ruangan tersebut.


Sebuah ruangan yang ternyata sudah dikunci namun kunci duplikat dari ruangan itu sudah berada di tangan Reno. dengan segera Reno membuka pintu kamar tersebut, ketika pintu itu sudah terbuka betapa terkejutnya Reno saat melihat pemandangan yang ada di dalam ruangan itu. pemandangan yang sangat mengerikan.


"Apa ini?" guman Reno dalam hati ketika melihat beberapa wanita diikat tangan dan mulutnya dengan lakban. para wanita itu sangat terkejut ketika melihat ada seorang pria masuk ke dalam ruangan mereka. di ruangan itu sekitar 10 wanita disekap, mereka menangis air matanya keluar bahkan ada seorang wanita yang wajahnya begitu pucat melihat pemandangan seperti itu.


TUT..


Reno menelpon Sheila dan memberitahukan mengenai kejadian itu.


"Kamu harus video call aku dan merekam apa yang terjadi di sana, jangan sampai mereka lolos begitu saja." pinta Sheila.

__ADS_1


"Kamu ada di mana?" tanya Reno.


"Aku berada di kantor polisi." jawab Shela Yang ternyata berada di tempat yang begitu tepat.


Para polisi yang melihat hal itu seketika mereka langsung bergegas ke hotel Nusantara tempat para wanita disekap. Reno membuka ikatan lakban di tangan para wanita itu.


"Kalian dan diam jangan mengeluarkan suara sama sekali, jika tidak aku tidak akan bisa membantu kalian sampai para polisi datang. mengerti." ucap Reno yang langsung diangguki para wanita tersebut.


Para wanita itu menatap pria yang ada di depannya itu, mereka menatap seorang pria dengan raut wajah yang tampan. Pak Andi berusaha untuk mengalihkan perhatian dua penjaga kamar tersebut, pria itu berusaha begitu keras jika usahanya berbuah hasil maka bisa dibilang Pak Andi memiliki andil atas kehebatan dan keberhasilan menangkap Satria.


Sekitar 30 menit kemudian para polisi sudah berada di hotel tersebut, mereka langsung bergegas masuk ke dalam hotel. Satria yang tidak berada di tempat itu tentu saja dia belum tahu, namun beberapa anak buah Satria yang ada di sana mereka sangat terkejut karena begitu banyak polisi sudah berada di sana bahkan mereka meminta hotel untuk langsung ditutup sementara dan tidak ada yang boleh keluar satupun tamu atau pun pekerja di sana.


BRAKK..


pintu kamar itu di dobrak oleh para polisi, Mereka melihat pemandangan yang ada di tempat itu. "Kalian amankan para wanita itu." pinta kepala polisi kepada anak buahnya.


Seketika para polisi membantu para wanita yang sedang disekap di ruangan tersebut.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2