
"Bagaimana?" tanya Ivan.
"Tenanglah, semuanya akan aku temukan. untuk sementara aku cuma mendapatkan kabar mengenai anak buahnya." jawab seorang pria.
Di tempat lain terlihat Zaskia dengan begitu berani pergi ke rumah Gunawan, wanita itu ingin melakukan sesuatu. wanita itu ingin mempertahankan apa yang tidak boleh dimiliki oleh Safira.
"Iya mbak, anda mencari siapa ya?" tanya salah satu pembantu rumah Gunawan.
"Saya mencari Nyonya Safira.'' jawab Zaskia.
"Nyonya Safira sedang ada tamu, Mbak. kalau bisa mbak tunggu di ruang tamu ya karena ada sesuatu yang tidak boleh diganggu." ucap salah satu pembantu kembali.
"Majikanmu itu sok menguasai rumah ini banget ya, Lihatlah dia tidak memperbolehkan calon menantunya untuk menemuinya." ucap Zaskia.
Salah satu pembantu yang ada di rumah itu nampak menatap Zaskia dengan tatapan mata yang benar-benar sangat tidak menyukai kehadiran wanita itu. kata-kata yang diucapkan Zaskia bagaikan sebuah pisau yang benar-benar tajam.
"Ada apa?" tanya si mbok kepada salah satu pembantu yang agak muda.
"Ini lho Mbok, nona ini mencari Nyonya Safira." jawab seorang pembantu.
"Maaf ya Mbak, Nyonya Safira sedang ada tamu. kalau kamu mau menunggu tunggu saja di ruang tamu, mungkin agak lama karena ada urusan penting." ucap simbok yang meminta Zaskia duduk di ruang tamu. tatapan mata Zaskia nampak menunjukkan ketidaksukaan dengan kata-kata yang diucapkan oleh wanita tua yang berlevel pembantu tersebut.
"Kamu ini tidak tahu ya kalau aku ini calon istri dari Ivan, kamu berani menyuruhku seperti itu. Aku tidak mau menunggu di ruang tamu Aku mau menunggu di ruang makan, jadi cepat buatkan aku makanan karena aku sudah lapar!" bentak Zaskia kepada salah satu pembantu.
Kedua orang itu saling menatap satu sama lain, mereka tidak akan pernah mengira kalau Ivan akan mempunyai calon istri yang benar-benar tidak mempunyai tata krama sama sekali.
"Ya sudah kalau begitu, masuklah nanti akan kami buatkan makanan dan minuman." ucap si mbok yang mempersilahkan Zaskia untuk masuk ke ruang makan.
Dalam hati kedua wanita berbeda usia itu berguman tidak karuan, saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Zaskia.
"Ya Allah.., cobaan apa yang akan dihadapi oleh nyonya Safira, jika memang benar Ivan menyukai wanita ini bisa berabe Nyonya Safira kalau mempunyai menantu seperti dia." guman si mbok dalam hati yang kemudian meminta Zaskia untuk duduk di ruang makan.
__ADS_1
Tatapan mata Zaskia nampak menatap rumah yang memang sangat besar itu, wanita itu membayangkan Jika dia sudah menguasai rumah itu. tentu saja dia tidak akan membiarkan ibu tiri dari suaminya itu berada di sana.
"Jika aku sudah menguasai rumah ini lihat saja wanita itu dan kedua anaknya akan ku usir, aku tidak sudi berbagi tempat ini bersama mereka." ucap Zaskia dengan kata-kata yang begitu kasar dan sangat menyebalkan.
Salah satu pembantu yang ada di rumah itu nampak menghela nafasnya, dia mendengarkan semua yang dikatakan oleh wanita yang barusan masuk ke rumah tersebut.
"Ini wanita benar-benar wanita ular kobra, mulutnya sangat berbisa." guman salah satu pembantu yang terlihat memberikan minuman kepada Zaskia.
"Kok cuma ini saja, Mana makanannya?" tanya Zaskia dengan nada yang sangat arogan. wanita itu meminta makanan kepada para pembantu dengan kata-kata yang sangat kasar.
"Sebentar ya mbak, masih dibuatkan." ucap salah satu pembantu.
"Memangnya kalian dari tadi itu sedang apa saja? masa enggak ada makanan sama sekali, kalian itu jadi pembantu kok lelet Lihat saja kalau aku sudah menjadi istri dari Ivan aku akan memecat kalian. kalian itu tidak becus melakukan apapun." ucap Zaskia dengan nada yang begitu kasar. simbok yang Mendengar hal itu nampak wanita tua itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Salah apa nak Safira mempunyai calon menantu seperti dia, kalau dia itu bukan menantu, dia tuh iblis yang berpura-pura masuk ke sini." guman si mbok yang terlihat benar-benar tidak menyukai keberadaan Zaskia. Wanita itu seolah penyakit yang benar-benar sudah parah.
"Nenek tua, kamu ini tidak tahu caranya sopan kepadaku Ya? aku ini calon menantu di sini jadi bersikaplah sopan padaku!!" bentak Zaskia kepada Si Mbok.
"Berani bener kamu nenek tua mengatakan hal itu padaku, kamu tidak tahu ya. aku kan sudah bilang kalau aku ini calon istri dari Ivan, aku ini calon pemilik rumah ini aku ini calon penguasa rumah ini." ucap Zaskia sembari menunjuk seluruh ruangan yang ada di tempat Gunawan.
Kedua wanita berbeda usia itu nampak menatap Zaskia yang benar-benar sangat kesal dengan semua kata-katanya.
"Wanita ini benar-benar wanita ular, Mbok." bisik pembantu muda kepada Si Mbok.
"Bukan wanita ular, kalau dia sih lebih dari ular beracun." jawab si mbok sambil menahan senyumnya.
Sekitar 30 menit kemudian Shafira sudah selesai dengan semua pekerjaan yang dia lakukan, tamu yang dia temui juga sudah pergi.
"Nak Safira," panggil si mbok.
"Iya Mbok." jawab Safira yang kemudian menoleh.
__ADS_1
"Ada kekasihnya anak Ivan." ucap simbok.
"Oh Zaskia Ya mbok?" tanya Safira.
"Iya nggak." jawab si Mbok yang kemudian meminta Safira untuk segera menemui seorang wanita yang sudah sok-sokan seperti seorang pemilik rumah.
"Sudah lama, Zaskia?" tanya Safira kepada Zaskia.
"Sudah lama, Bahkan aku sampai capek menunggu Mama sama para pembantu ini." jawab Zaskia dengan kata-kata yang sangat menyebalkan.
Safira nampak tersenyum kemudian duduk di samping Zaskia. "Kamu sudah makan?" tanya Safira.
"Makanan para pembantu ini tidak terlalu enak, mereka itu tidak terlalu pandai memasak." cibir Zaskia yang membuat Safira langsung menatap kedua pembantunya. karena Safira tidak ingin ada permasalahan lebih baik wanita itu diam dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh Zaskia.
Karena terlalu kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh Zaskia, salah satu pembantu nampak mencoba untuk menelpon Ivan dan memberitahukan pria itu mengenai kedatangan kekasihnya. Ivan yang sedang membaca batas-batas itu pun seketika dia langsung terkejut, terlihat Ivan menanyakan kepada salah satu pembantunya apa saja yang dilakukan oleh Zaskia di tempat itu. tentu saja si pembantu memberitahukan semua yang dikatakan dan dilakukan oleh Zaskia hingga membuat Ivan benar-benar sangat terkejut.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1