KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Menandatangani kontrak perjanjian


__ADS_3

Setiap hari terlihat Rudi pergi ke rumah sakit untuk mendekati sang istri, hari ini perban yang ada di wajah Safira akan dibuka karena wajah Safira juga mengalami luka akibat insiden tabrakan itu. ketika seorang dokter membuka perban yang ada di wajah Safira tatapan mata Rudi seketika berubah, wajah yang penuh dengan luka wajah yang menunjukkan garis panjang yang membuat Rudi tersebut.


"Besok anda akan melakukan operasi, Nyonya." ucap dokter.


Mendengar kata operasi Rudi sedikit bergetar, bukan karena takut apapun. yang ada di pikiran Rudi adalah nominal yang akan dia keluarkan untuk operasi istrinya tersebut. Safira yang melihat raut wajah suaminya ketika mendengar kata operasi membuat Rudi melangkah mundur.


"Dokter, Bolehkah saya bertanya sesuatu." ucap Rudi yang membuat dokter mendekat.


"Iya Tuan." jawab dokter pria.


"Berapa banyak nominal yang harus saya keluarkan untuk biaya rumah sakit dan operasi istri saya?" tanya Rudi yang membuat dokter pria itu sedikit mengingat nominal uang yang harus dikeluarkan untuk biaya operasi wajah Safira.


"Mungkin total keseluruhan yang harus dibayar untuk biaya rumah sakit dan operasi itu 500 juta, tuan." jawab dokter pria.


Mendengar nominal uang 500 juta seketika Rudi langsung terdiam. "Bagaimana jika saya tidak ingin istri saya melakukan operasi Itu, dokter?" tanya Rudi kepada sang dokter.


"Apa maksud Anda, tuan. biaya rumah sakit saja untuk penanganan istri anda selama 1 bulan lebih itu masuk sekitar 300 juta lebih." jawab dokter pria.


"300 juta?" tanya Rudi yang membuat sang dokter menganggukkan kepalanya.


Safira sangat tahu benar Bagaimana sifat suaminya, mengeluarkan uang sebanyak itu? padahal dia bersenang-senang dengan Putri menggunakan uang lebih dari 100 juta. nyatanya sekarang Rudi benar-benar kebingungan saat dokter mengatakan senilai uang 500 juta.


"Kenapa dokter mengatakan hal itu pada pria itu? dia bukan suamiku, nanti suamiku yang akan membayarnya." ucap Safira yang membuat Rudi sedikit kebingungan.


"Saya yang akan membayar lunas atas pengobatan wanita itu, dokter!!" seru Gunawan yang sudah berada di kamar Rudi.

__ADS_1


Tatapan mata Rudi menatap istrinya, uang 500 juta itu bukan uang sedikit. apa yang harus dia lakukan? untuk mengeluarkan istrinya saja dia membutuhkan uang senilai 300 juta. Rudi tidak mempunyai uang sebanyak itu, karena uangnya sudah banyak dihabiskan untuk bersenang-senang dengan Putri.


Rudi kebingungan membayar pengobatan Safira senilai 300 juta, di sisi lain Rudi juga kebingungan karena Putri sekarang mengandung bayinya. Rudi tidak ingin kehilangan anak yang selama ini dia impikan, di sisi lain Rudi juga takut jika dirinya kehilangan sang istri. ketika Rudi dalam kebingungan terlihat Gunawan mendekati pria itu.


"Aku akan membayar seluruh biaya rumah sakit ini." ucap Gunawan.


"Apa maksudmu?" tanya Rudi.


"Sebenarnya ke dua Putraku mengira kalau istrimu adalah mama mereka, sedangkan istrimu sendiri sekarang masih dalam kondisi gawat. karena hal itu Aku akan memberimu kesepakatan selama istrimu mengalami hilang ingatan biarkan dia merawat kedua anakku untuk sementara waktu. setelah istrimu mengingat Siapa kalian, kamu boleh mengambilnya kembali." ucap Gunawan.


"Lalu persyaratan apa yang harus aku lakukan, aku tidak mampu membayar uang rumah sakit itu. lagi pula istri kedua aku juga hamil aku tidak ingin kehilangan anak yang ada di perutnya." jawab Rudi. terlihat pria itu lebih mengorbankan Safira daripada pelakor yang sudah menghancurkan rumah tangganya.


"Jika kamu mau uruslah surat perceraianmu terlebih dahulu agar aku bisa membawa istrimu ke rumahku. Setelah semuanya sudah lebih baik dan istrimu mengingat dirimu kamu boleh kembali padanya. aku hanya membutuhkan kehadirannya untuk beberapa lama agar Putraku tidak mengalami depresi." ucap Gunawan.


Safira semakin yakin keputusannya untuk membalas dendam kepada suami dan putri adalah benar. mulai dari hari itu Safira harus menjalani terapi dari di rumah sakit untuk mengembalikan kestabilan tubuhnya, dua bulan kemudian Safira sudah lebih baik. Gunawan membawanya ke rumahnya dan wanita itu juga sudah menerima surat perceraian yang diurus oleh Rudi.


Hancur, Safira sekarang benar-benar hancur sepenuhnya. tidak ada sesuatu yang bisa dikatakan oleh wanita itu, lukanya sedikit demi sedikit sudah mulai sembuh. wajah Safira sudah kembali seperti sedia kala, tujuan Safira sekarang adalah membalas dendam kepada mantan suami dan selingkuhannya.


"Satu minggu lagi aku akan menikahimu." ucap Gunawan.


"Terserah apa yang ingin kamu lakukan, tujuanku adalah membalas dendam kepada kedua orang itu." jawab Safira.


Bu Resti, Lala dan Amel pergi ke tempat Gunawan untuk melihat kondisi Safira. wanita itu sedikit terhibur dengan kehadiran tiga wanita tersebut, Bu Esti benar-benar tidak bisa berpikir apa yang dilakukan oleh Rudi. pria itu benar-benar menjual istrinya kepada pria yang sudah membayar rumah sakit.


"Aku berdoa agar wanita itu mengalami kesusahan saat dia hamil." ucap Bu Esti.

__ADS_1


"Aku akan membalas mereka." jawab Safira.


Perbincangan ketiga orang itu membuat Gunawan sedikit melonggarkan perhatiannya kepada Safira, terlihat di sana Gunawan bersama salah satu asisten pribadinya membicarakan mengenai surat perjanjian yang akan dia lakukan bersama dengan Safira.


"Apakah Tuan yakin akan menikahi wanita itu?" tanya Jayus anak buah Gunawan.


"Tentu saja aku akan melakukannya, ini adalah jalan yang terbaik untuk anak-anakku." jawab Gunawan.


Satu minggu kemudian Gunawan benar-benar menikahi Safira secara agama dan negara, wanita itu secara sah menjadi istrinya. memang Gunawan sudah mengatakan kalau dia tidak akan mencampuri urusan Safira bahkan pria itu juga bilang kalau dia tidak akan menyentuh Safira sama sekali. kedua belah pihak saling menyetujui satu sama lain, kedua belah pihak saling membutuhkan untuk rencana mereka. Gunawan untuk anak-anaknya, Safira untuk membalas dendam atas apa yang dilakukan oleh putri dan Rudi.


Beberapa hari kemudian dengan sengaja Safira berjalan-jalan di sekitar tempat kerja suaminya, bahkan Safira juga meminta Gunawan untuk memasukkan dia ke perusahaan mantan suaminya untuk membalas dendam. Gunawan menyetujui permintaan Safira, karena hal itu Gunawan meminta salah satu temannya untuk menjadikan Safira sebagai jenderal manajer di perusahaan sang mantan suami.


Beberapa hari kemudian di perusahaan otomotif itu para karyawan sudah dikumpulkan, seorang jenderal manager perusahaan baru sudah datang.putri Hal itu membuat para karyawan yang ada di perusahaan itu ingin mengetahui siapa orang penting yang akan menguasai perusahaan itu setelah direktur utama.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu

__ADS_1


__ADS_2