
Siang ini Safira mengantarkan anak-anak ke sekolah. wanita itu langsung meninggalkan sekolah setelah melihat si kembar masuk ke dalam area sekolah.
"Nyonya, nanti anda mau ke mana?" tanya pak Madi.
"Nanti aku mau ke toko kue dulu ya pak." jawab Safira.
Pak Madi terlihat membawa beberapa tas yang tadi sudah dibawa oleh Safira.
"Apakah anda akan lama di toko itu?" tanya Irfan.
"Tidak, mungkin cuma sebentar kalau aku mau lama-lama di sana mau ngapain." jawab Safira sambil tersenyum.
Di tempat lain Seorang pria sudah melihat Apa yang dilakukan oleh Safira, pria itu menatap Safira dengan tatapan mata yang begitu meneliti, setelah Safira membeli makanan terlihat wanita itu pergi ke kamar mandi yang ada di toko.
"Oh ya, tolong kamu pantau ponselmu, aku akan ke toilet jika ada sesuatu yang terjadi." ucap Safira.
"Baik nyonya." jawab Irfan.
Entah mengapa Safira yakin dari tadi ada seseorang yang sudah memperhatikannya.
"Aku yakin ada sesuatu yang membuat perasaanku benar-benar tidak tenang seperti ini." ucap Safira dalam. wanita hati benar-benar begitu tidak tenang, wanita itu terus memikirkan kalau mungkin saja ada seseorang yang sedang memperhatikannya.
CEKLEK..
tiba-tiba terdengar suara pintu ditutup dari luar, Safira yang berada di kamar mandi tentu saja wanita itu memikirkan kalau ada seseorang yang sudah masuk ke dalam tempat tersebut. "Aku yakin ada seseorang yang masuk ke kamar mandi wanita, kalau dia seorang wanita pasti langkah kakinya tidak akan seperti ini. suara high heel akan terdengar." guman Safira yang terdiam dari dalam toilet. seketika wanita itu menelpon Irfan yang ada di luar toilet, Safira menuliskan sebuah kalimat SOS, sebuah kalimat yang mengatakan dalam bahaya.
Irfan tidak langsung masuk ke toilet, namun pria itu terlihat harus melihat situasi terlebih dahulu agar dia tidak langsung menyerobot ke toilet wanita.
CEKLEK..
CEKLEK...
terdengar suara seseorang yang membuka pintu kamar toilet, satu persatu Hal itu membuat Safira yang ada di toilet langsung mengirim sebuah pesan kepada Irfan, sebuah pesan yang mengatakan kalau ada seseorang yang sudah masuk ke dalam toilet dan membuka pintu toilet satu persatu.
"Apakah Nyonya membawa barang yang kemarin saya minta?" tanya Irfan.
"Sudah." jawab Safira.
Terlihat mereka berdua terus mengirim pesan hingga sesaat kemudian seseorang itu membuka pintu toilet tempat Safira, wanita itu benar-benar takut salah satu tangannya gemetar benar-benar sangat luar biasa. "Siapa orang ini, kenapa dia membuka toilet satu persatu." guman Safira dalam hati.
Sesaat kemudian Safira memberanikan diri untuk membuka pintu toiletnya, tatapan matanya menatap seorang pria yang benar-benar ada di sana. "Siapa kamu!" seru Safira.
__ADS_1
Tak Ada jawaban dari pria itu, terlihat si pria mendekati Safira dan ingin melakukan sesuatu. "Pergi dari sini, pergi!!" seru Safira.
Ponsel yang dipegang Safira masih menyala dan ponsel itu terhubung ke ponsel milik Irfan.
"Aku harus membawamu ke tempat bosku." jawab si pria.
Dengan sigap Safira langsung mengeluarkan alat kejut listrik dari dalam tasnya.
DRERTTTTTT..
DRERTTTTTT...
si pria nampak langsung tersetrum di salah satu tangan pria itu, namun kelihatannya setruman itu kekuatannya tidak terlalu besar.
"Berani sekali kamu melakukan hal ini padaku!!" seru si pria.
Safira benar-benar sangat terkejut, dia sangat kebingungan karena si pria tidak terpengaruh sama sekali dengan alat setrum yang dia bawa tadi. "Bagaimana bisa dia tidak tersetrum sama sekali, apa pria ini kebal setruman." ucap Safira yang kemudian berjalan mundur. Safira benar-benar sangat kebingungan, wanita itu seperti berada di tepian jurang. langkah kaki si pria terus mendekati Safira, sedangkan wanita itu berjalan mundur karena benar-benar pergi dari sini.
"Pergi!" teriak Safira.
"Aku harus membawamu dari tempat ini." jawab si pria.
Safira akhirnya tersudut di tepian tembok, si pria nampak tersenyum saat melihat Safira sudah tersudut. sesaat kemudian...,
Irfan yang ada di luar toilet seketika pria itu langsung membuka pintu toilet wanita dengan sangat kasar. si pria yang berpakaian hitam langsung menoleh dan menatap Irfan.
"Siapa kamu!!" seru Irfan.
"Terjadilah perkelahian antara dua pria tersebut, Sedangkan Safira tentu saja wanita itu tidak akan mau keluar. dia takut ada seseorang yang akan menunggu dia di luar, maksudnya teman dari si pria yang berpakaian hitam.
BRUKK..
BRUKK...
BRAKK...
ZDAKK...
dua pria itu terus berkelahi, Irfan tidak akan melepaskan pria yang ternyata memang ingin menculik Safira. terlihat Safira berdiri di tepian tembok dia benar-benar yakin kalau ada teman dari pria yang akan menculiknya.
Sesaat kemudian Safira menelpon Pak Madi, Safira mengatakan kalau ada seseorang yang berusaha untuk menculiknya. Pak Madi meminta pertolongan kepada satpam toko tersebut, saat Pak Made dan satpam toko tersebut masuk ternyata Irfan sudah melumpuhkan si pria dengan beberapa pukulan yang kelihatannya benar-benar sangat sakit.
__ADS_1
"Berani sekali kamu mencoba untuk menculik majikanku." ucap Irfan.
"Aku harus membawanya." jawab si pria.
Setelah mendengar perkataan seperti itu tentu saja Irfan langsung memberikan pukulan kembali di wajah si pria. "Dasar brengsek. Siapa yang telah menyuruhmu!!" seru Irfan yang sudah menghajar si pria sembari memiting tangannya.
"Lepaskan aku, lepaskan!!" seru si pria.
Irfan tidak akan mau melakukannya, pria itu nampak terus melakukan sebuah perlawanan untuk membekuk pria yang berusaha menculik Safira. sekitar 10 menit kemudian polisi sudah ada di tempat tersebut.
"Tolong bawa pria ini, Pak. pria ini berusaha menculik saya." ucap Safira yang terlihat menunjuk pria tersebut.
"Kamu tidak apa-apa, Nyonya?" tanya Irfan.
"Aku tidak apa-apa, terima kasih ya." jawab Safira.
"Bagaimana Nyonya?" tanya Pak Madi.
"Tidak apa-apa, Pak. Alhamdulillah." jawab Safira.
Gunawan yang mendengar berita mengenai istrinya yang hendak diculik oleh seorang, pria tentu saja pria itu sangat marah. sedangkan salah satu pria teman dari si penculik nampak dia langsung pergi ketika dia tahu temannya tidak bisa melakukan pekerjaannya.
"Dasar brengsek." salah satu pria yang berusaha menculik Safira. terlihat pria itu memukul setir mobilnya berulang kali.
"Aku harus segera pergi dari sini jika tidak aku akan masuk penjara." ucap si pria yang kemudian pergi dari toko kue.
Setelah dari toko kue akhirnya Safira kembali ke perusahaan sang suami, terlihat wanita itu benar-benar ketakutan luar biasa. dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, tapi wanita itu harus bersyukur karena sang suami sudah memberikan dia pengawal, Jika dia tadi sendirian mungkin saja pria itu benar-benar sudah menculiknya.
"Lamu tidak apa-apa, sayang?" tanya Gunawan yang terus memperhatikan istrinya pria itu melihat tangan istrinya sembari membolak-balik tubuh sang istri.
"Aku tidak apa-apa, Mas." jawab Safira.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
__ADS_1
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian