
"Bagaimana?" tanya Satria kepada anak buahnya.
"Kelihatannya wanita itu mengantar anaknya, sesekali dia pergi ke perusahaan membantu suaminya." jawab anak buah Satria.
"Aku minta kepada kalian untuk segera melakukan apa yang aku katakan, aku minta kalian untuk melakukan semua yang sudah Aku perintahkan." perintah Satria.
"Baik, tuan. saya akan segera melakukan apa yang Anda perintahkan." jawab anak buah Satria.
Pria itu masih tetap bersikeras dengan semua pemikirannya, dia harus segera mendapatkan Safira. dia tidak akan membiarkan wanita itu bersama keluarganya.
Malam itu terlihat Gunawan sudah membawa sebuah kalung berinisial cinta dan di dalamnya ada foto dirinya, Safira bersama si kembar. "Bagaimana, kamu suka sayang?" tanya Gunawan kepada sang istri.
"Suka sekali mas." jawab Safira.
Gunawan memakaikan kalung cinta itu di leher sang istri, terlihat pria itu memberikan ciuman di pipi sang istri sembari mendekat wanita yang dia cintai dari belakang. "Bagaimana kalau setelah ini kita buat cerita Cinta Kita." bisik Gunawan yang membuat Safira tersenyum.
"Kamu ini mas, masa kamu minta sesuatu aja harus membeli kalung." sindir Safira yang membuat Gunawan nampak tersenyum.
"Ya nggak begitu juga sayang, ini kalung aku pesen udah lama kok. sebenarnya buat kado pernikahan kita itu tapi karena belum selesai ya tidak apa-apa sih." jawab Gunawan.
Safira memutar tubuhnya, wanita itu menatap sang suami yang masih memeluknya. "Kamu akan bersamaku selalu kan?" tanya Safira.
"Tentu saja aku akan bersamamu sampai maut memisahkan kita." jawab Gunawan.
Kata-kata yang begitu romantis itu menuntun Gunawan untuk memberikan ciuman yang begitu romantis kepada sang istri, terlihat pria itu mulai memberikan ciuman yang begitu berhasrat. kedua insan itu terlihat saling merangkul, Safira merangkul leher sang suami sedangkan Gunawan memeluk pinggang sang istri.
"Aku mencintaimu." ucap Gunawan di sela ciumannya.
Gunawan mulai memainkan perannya, pria itu memberikan serangan yang bertubi-tubi hingga membuat Safira mulai menggeliat. Gunawan mulai mencium isterinya kemudian melakukan sesuatu yang sangat menuntut. Safira benar-benar tidak bisa menahan sebuah rasa yang ada di hatinya gelora asmara Yang begitu membara karena semua perlakuan sang suami. Safira hanya bisa mendesah dengan semua yang dilakukan oleh suaminya tersebut.
Setelah beberapa detik kemudian Gunawan membaringkan sang istri di atas ranjang, memberi buaian dan sentuhan-sentuhan nakal di tubuh sang istri. tak ada kalimat hanya suara cinta yang terus keluar dari mulut Safira. tangan nakal Gunawan mulai membuka satu persatu kancing baju istrinya, menanggalkan satu persatu pakaian sang istri, tak lupa juga membuka pakaiannya membuat sepasang suami istri itu mulai melakukan aksi mereka.
"Kamu ingin berapa ronde, sayang?" tanya Gunawan yang membuat Safira hanya menampakkan senyumnya.
__ADS_1
Dengan perlahan-lahan Gunawan Mulai mengambil posisi, pria itu memulai aksinya. gerakan lembut mulai dilakukan oleh Gunawan perlahan-lahan berubah menjadi begitu agresif.
Hanya suara ******* yang begitu tertahan di mulut Safira ketika suaminya juga memainkan kedua tangannya. Hal itu membuat Safira benar-benar tidak mampu menahan gairahnya.
"Apakah kamu suka, sayang?" tanya Gunawan yang membuat Safira hanya mampu menganggukkan kepalanya tanpa bisa mengeluarkan suaranya. gerakan yang benar-benar begitu menuntut itu mulai diberikan oleh Gunawan.
Sepasang suami istri itu benar-benar tidak merasakan lelah sama sekali, mereka melakukan beberapa gaya hingga membuat Safira benar-benar merasakan kepuasan yang begitu luar biasa.
"Ini benar-benar sangat luar biasa, sayang." ucap Gunawan.
Safira tidak mampu mengeluarkan suara sama sekali, terlihat wanita itu mengikuti apa yang ingin dilakukan oleh suaminya. Safira ingin membuat sang suami puas dengan semua yang mereka lakukan, keringat sudah bercucuran di tubuh mereka. terlihat sepasang suami istri itu masih melakukan adegan senam malam hari. ranjang bergoyang itu menjadi saksi cinta mereka.
Kedua insan itu memadu cinta hingga beberapa jam, Safira terlihat tidak mampu menahan semuanya. beberapa detik kemudian Gunawan mulai merasakan kalau dia akan mendapatkan puncak kenikmatan.
"Oh sayang...," ucap Gunawan.
Suara erangan panjang dikeluarkan oleh Gunawan ketika dirinya benar-benar mengeluarkan hasratnya tersebut. pria itu akan memberikan tanda cinta kepada sang istri, pria itu akan memberikan benih cintanya di rahim sang istri. terlihat Gunawan merasakan kepuasan luar biasa, akhirnya dirinya tumbang di atas tubuh sang istri.
Tak ada kata yang keluar dari mulut sepasang suami isteri itu, mereka terlelap di malam yang penuh dengan kekuatan tersebut. Keesokan pagi terlihat Safira menatap sang suami, wanita itu memberikan ciuman di pipi sang suami kemudian berjalan ke kamar mandi. "Kamu sudah bangun mas?" tanya Safira.
Entah berapa jam mereka tertidur, namun ketika bangun terlihat Gunawan masih menginginkan ronde kedua hingga membuat pria itu benar-benar begitu bergairah.
"Kemarin kamu minum obat kuat ya, Mas?" tanya Safira.
Gunawan menggelengkan kepalanya, pria itu tersenyum kemudian memberikan ciuman di bibir sang istri dengan begitu rakusnya. suara gemericik air menjadi saksi kelanjutan cinta mereka berdua, sekitar 30 menit kemudian akhirnya Gunawan keluar bersama Safira menuju dapur.
"Nanti malam kita lanjut lagi ya." bisik Gunawan di telinga sang istri yang membuat Safira mencubit dada sang suaminya.
"Capek Mas." jawab Safira sambil tersenyum.
"Kalau begitu bentar aja deh..," ucap Gunawan kembali yang membuat Safira memberikan cubitan untuk yang kedua kali.
Sepasang suami istri itu benar-benar begitu luar biasa, terlihat Gunawan membantu sang istri untuk memasak. "Sayang, kamu mau masak apa?" tanya Gunawan.
__ADS_1
"Mau bikin sop sama ayam bakar pesanan anak-anak." jawab Safira.
"Buatkan Mas nasi goreng sebentar dong, Mas laper banget." ucap Gunawan.
"Ya tentu capek lah Mas, Memangnya kamu kemarin main berapa jam? aku aja sampai kewalahan." jawab Safira yang membuat Gunawan sedikit malu dengan perkataan sang istri.
"Habis enak sih." Jawab Gunawan yang membuat Safira tersenyum malu.
"Tapi, Awas ya kalau kamu macam-macam di luar. bakal aku potong punyamu." ucap Safira.
"Nggak bakal lah, di rumah aja udah puas ngapain cari di luaran." jawab Gunawan yang kemudian memotong bawang merah dan bawang putih.
Canda tawa terdengar begitu riuh di dapur Sedangkan para pelayan mereka sedang mempersiapkan beberapa pekerjaan.
"Sayang, nanti ke kantor sama mas ya." minta Gunawan.
"Mungkin aku agak siangan Mas, aku mau mengantar anak-anak dulu." jawab Safira.
"Nanti aku antar anak-anak, Setelah itu kamu langsung ke perusahaan sama Mas." jawab Gunawan yang tidak mau istrinya jauh darinya.
"Ya udah kalau begitu terserah kamu aja deh, Mas. lagi pula aku mau ke mana sih paling-paling ada di rumah kalau habis menjemput anak-anak." ucap Safira yang kemudian mempersiapkan makanan untuk si kembar.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian