KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Kembali ke Jakarta


__ADS_3

Hari ini akhirnya Gunawan dan keluarganya sudah kembali ke Jakarta. mereka menatap sebuah tempat yang dulu mereka tinggali beberapa tahun yang lalu, tempat itu masih terpelihara karena Andira selalu membersihkan tempat itu.


"Tempat ini penuh dengan kenangan ya Mas." ucap Safira.


"Tentu saja tempat ini benar-benar adalah tempat yang dipenuhi dengan kenangan, kenangan kita bersama dengan anak-anak." jawab Gunawan.


"Ayo kita masuk, Mas. Aku ingin melihat rumah ini, sudah puluhan tahun kita tidak ke sini." ucap Safira.


"tentu Ayo kita masuk." jawab Gunawan yang membawa keempat anaknya masuk. terlihat pria itu menatap rumah yang sudah dia tinggalkan 15 tahun tersebut, rumah yang masih sama kondisinya dengan semua pekerja yang sudah tua.


"Tuan, Nyonya!!" seru seorang wanita tua yang selalu bersama dengan Safira dahulu.


"Mbok!!!" seru Safira.


"Aku seneng banget kalian sudah kembali ke sini!" seru si mbok.


"Sudah lama ya mbok aku tidak ketemu Mbok cuma lewat telepon saja kita bisa saling mendengar." ucap Safira yang memeluk wanita tua tersebut.


Si mbok menatap keempat anak dari Gunawan, wanita itu sangat bahagia ketika dia melihat anak-anak dari Gunawan. apalagi sekarang Gunawan benar-benar sudah berubah drastis.


"Apa kabar mbak?" tanya Gunawan kepada Si Mbok.


Tentu saja wanita tua itu sedikit terkejut karena dulu Gunawan selalu bersikap angkuh kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. namun sekarang pria itu lebih bijaksana, terlihat lebih dewasa bahkan tutur katanya pun sudah berubah.


"Kenapa diam saja, mbok. tuh diajak bicara sama Mas Gunawan." ucap Safira.


"Tentu saja Safira sangat terkejut, bahkan Tuan Gunawan aja sudah berubah seperti ini." ucap simbok yang kemudian menatap keempat putra dari Gunawan dan Safira.


"Bukankah itu si kembar?" tanya si mbok.


"Apa kabar, mbok." ucap Yufan dan Ivan yang kemudian memeluk wanita tua tersebut. tak berselang lama Sheila dan Raihan juga memeluk wanita tua tersebut, mereka adik-adik si kembar, perempuan namanya Sheila yang bontot itu namanya Raihan." ucap Safira yang kemudian memperkenalkan anak-anaknya.


"Kalian masuklah dahulu, Setelah itu kita makan bersama." pinta Safira.


Sekitar satu atau dua jam kemudian mereka sudah berada di ruang makan. "Mbok mau ke mana." Panggil Safira.


"Mau ke dapur seperti biasanya, aku mau ke melanjutkan masak." jawab Si Mbok.


"Mbok duduk di sini aja, kita makan bersama." pinta Safira.

__ADS_1


Tentu saja si mbok tidak akan mau melakukannya, karena seperti biasanya tempatnya ada di belakang. "Mbok akan makan di belakang bersama." jawab Gunawan yang membuat Safira terlihat bahagia.


** Beberapa hari kemudian **


"Hari ini Mas mau ke perusahaan?" tanya Safira.


"Iya Sayang, kalau bisa kamu ikut Mas ya." jawab Gunawan.


"Memangnya aku mau ngapain di sana, Mas. mending di rumah." ucap Safira.


"Di rumah kan nggak ada anak-anak, mereka semuanya sekolah pulang sore, jadi kamu nggak ada alasan untuk menolak permintaan Mas. cepat kamu berganti pakaian lalu kita berangkat ke perusahaan." pinta Gunawan.


"Ya sudah kalau begitu, aku akan ganti pakaian dulu setelah itu ikut kamu, dasar kamu itu tukang maksa Mas." ucap Safira.


"Biarin aku maksa, karena kamu Istriku kalau aku maksa orang lain nggak lucu kan." jawab Gunawan yang membuat Safira hanya bisa terdiam.


Pagi ini Safira dan Gunawan akhirnya kembali memasuki perusahaan, mereka sedikit gugup karena sudah hampir 20 tahun lamanya mereka tidak ke perusahaan. Gunawan hanya main di belakang layar dengan semua perintah yang diberikan kepada Budi, terlihat di perusahaan Budi juga sudah semakin menua, sudah hampir 20 tahun lamanya mereka hanya bertemu beberapa kali di pedesaan.


"Selamat datang, tuan." ucap Budi.


"Terima kasih, Budi." jawab Gunawan yang kemudian memeluk Budi.


"Aku ingin membangun bisnis keluarga, Tuan Gunawan tau sendiri kan aku ingin selalu bersama dengan anak serta istriku." jawab Budi.


"Yang aku dengar kamu membangun sebuah swalayan besar dan pusat perbelanjaan ya?" tanya Gunawan.


"Kalau swalayan sudah ada beberapa cabang, Tuan. tapi kalau pusat perbelanjaan kan itu kerjasama kita." jawab Budi.


"Aku senang kamu semakin sukses seperti ini." ucap Gunawan.


"Saya juga senang karena tuan mau kembali mengurus perusahaan." jawab Budi.


"Mungkin dua perusahaanku itu akan aku serahkan kepada Dua putriku, Budi. Aku ingin mereka yang menjalankannya, kita ini sudah semakin tua sudah sepantasnya kita hidup bebas di tempat kita." ucap Gunawan.


"Tuan benar, saya juga ingin selalu bersama dengan anak-anak saya. Saya ingin semakin dekat dengan mereka dan saya ingin membesarkan anak-anak saya dengan semua kerja keras yang sudah saya lakukan." jawab Budi.


Hari ini dimulailah semua perjalanan hidup yang akan dilakukan oleh Yufan dan Ivan. Budi sudah mengundurkan diri dan Dia memutuskan untuk menjalankan usahanya. Gunawan menjadikan dua putranya sebagai direktur perusahaan di dua perusahaannya, memang Gunawan masih memegang dua perusahaan itu karena takut jika kedua putranya melakukan kesalahan.


"Apa Papa yakin memberikan dua perusahaan itu kepada kami?" tanya Irfan dan Ivan.

__ADS_1


"Kalian harus memegang dua perusahaan itu, dua perusahaan properti yang sekarang sudah semakin besar. kalian harus menjalankan dua perusahaan itu karena Papa hanya sebagai jenderal manager di sini." jawab Gunawan.


"Terima kasih Pak, karena papa dan Mama memberikan tanggung jawab ini kepada kami." ucap Ivan.


"Tentu saja kalian adalah dua pria yang sangat hebat, kalian harus memegang kepercayaan yang diberikan oleh Papa kalian." jawab Safira.


Siang ini Gunawan meminta Ivan ke salah satu perusahaannya. perusahaan Gunawan group.


"Selamat siang!" seru salah satu pekerja yang ada di perusahaan G1 yang sekarang dipegang oleh Ivan. Sedangkan perusahaan G2 dipegang oleh Yufan.


"Selamat siang." jawab Gunawan.


"Perkenalkan, mulai sekarang direktur manager di sini adalah tuan Ivan!" seru Gunawan yang membuat seorang wanita nampak menutup mulutnya.


"Paman Gunawan!" seru Aisyah yang ternyata wanita itu adalah sekretaris di perusahaan G1.


"Lho Aisyah, Kamu sekarang kerja di sini ya?" tanya Gunawan.


"Iya paman, sekarang saya kerja di sini sebagai sekretaris. Sudah beberapa hari loh Paman." jawab Aisyah.


"Benarkah, jadi kamu akan menjadi sekretaris dari ivan dong?" tanya Gunawan.


"Jadi direktur baru di perusahaan ini adalah tuan Ivan?" tanya Gunawan.


"Iya, perusahaan ini akan dipegang oleh Ivan sedangkan satunya akan dipegang oleh Yufan. kemungkinan besar perusahaan G2 dan G1 akan bekerja sama. Baiklah kalau begitu Aisyah, Selamat datang di perusahaan dan semoga kamu betah di sini dan kamu bisa bekerja sama dengan Ivan." ucap Gunawan yang kemudian menepuk pundak. Aisyah gadis muda yang selalu berkata dengan begitu lembut dan sangat berbeda dengan saudarinya tersebut.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2